THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 66



Keesokan harinya Abiyasa berangkat kekantor,setelah sarapan pagi bersama keluarganya,dia berpamitan dengan Nenek Nani dan mencium punggung tangan nenek istrinya tersebut dan sekarang sudah menjadi Nenek nya juga.


Begitu juga Almira dan Faris berpamitan dengan Nenek Nani,Almi dan Faris memasuki mobil dan di antar oleh sopir pribadi Almi,kebetulan sekolah mereka sama cuma beda kelas, Fahmi kelas 12,dan Almi kelas 11.


Setelah berpamitan dengan kakak kakak mereka,mobil yang membawa Almi dan Faris pelan pelan melaju meninggalkan rumah mereka menuju kearah sekolah.


Ayesha mengantarkan suaminya sampai depan pintu utama kediamannya.


Abiyasa tersenyum pada istrinya dan Ayesha meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya,Abiyas mencium pucuk kepala sang istri.


" Assalamu'alaikum" sapa Abiyasa seraya mencubit pelan hidung istrinya.


" Waalaikumsalam, hati hati ya mas" ucapnya seraya melambaikan tangan nya kepada suaminya dengan tersenyum manis.


Mobil yang di kendarai Abiyasa meninggalkan rumahnya dan menuju kearah kantornya.


Abiyasa memang menargetkan hari ini berangkat kekantor karena hari ini adalah hari dimana para karyawan nya menerima gajih serentak di transfer kerekening masing masing kepada karyawannya, dia ingin melihat reaksi si Sugeng yang tidak mendapatkan gajih nya sama sekali,Biyas ingin melihat sendiri reaksi dari Sugeng tersebut.


Mobil terus melaju dan akhirnya sampai lah dia di didepan kantornya sendiri,seperti biasa nya setiap mobilnya sampai langsung di ambil alih oleh securitynya.


" Makasih ya pak" ucap Abiyasa seraya tersenyum dan menepuk bahu sang securitynya.


" Iya pak sama sama" sahut security nya tersenyum membalas senyuman Bos terbaiknya.


Abiyasa berjalan menuju ke lift dan memencet tombol kelantai atas ruangannya.


Memang terlihat Abiyasa sangat berwibawa dan sangat tegas,serta terlihat dingin,tapi sebenarnya Abiyasa orangnya jahil di hadapan para sahabatnya dan keluarganya.


Dia memasuki ruangan nya dan langsung duduk di kursi kerajaannya setelah meletak kan jas nya di tempat yang sudah tersedia.


Pintu ruangan Abiyasa diketuk dari luar.


" Tok-tok-tok"


Abiyasa menoleh ke arah pintu...


" Masuk " ucapnya.


"Ceklek " pintu terbuka dan Nongol lah Clarissa dengan senyuman terkhasnya.


"Assalamualaikum Bos" sapanya seraya berjalan dan menuju Sofa.


"Waalaikumsalam,sudah datang rupanya kamu Ris?"


"Iya...dari tadi, tapi aku di ruanganku,"


" Oh gitu " jawab singkat Abiyasa.


"Tadi waktu kamu lewat ada ribut-ribut nggak di bawah,kaya desas desus gitu yah semacam ngegosip gitulah?"


" Ribut ribut? Kayanya nggak ada deh,apa lagi kalo ngegosip,aku tadi langsung naik aja sih,perasaan adem ayem aja enggak ada ribut " ucap Biyas merasa aneh dengan pertanyaan Clarissa.


"Oh berarti belum,karena uang sudah ditransfer semua,cuma punya Sugeng aja yang belum meledak di rekeningnya " ucapnya seraya tersenyum.


" Oh itu ya... biarin aja, nanti dia pasti akan datang ke ruanganku dan protes atau dia masih komplain dengan bagian bendahara " ucap Abiyasa sambil tersenyum mendekati Clarissa yang duduk di Sofa,Abiyasa mengambil duduk di depan Risa.


" Kita tunggu aja nanti kita hitung dari sekarang, 10... 9... 8...7... 6... 5... 4...3...belum selesai Abiyasa dan Clarissa menghitung tiba tiba pintu ruangannya di ketuk kembali.


" Tok... Tok.... Tok..."


Mereka berdua saling pandang, dan tersenyum.


" Masuk "ucap Abiyasa.


Kemudian pintu terbuka.


" Hehehe,matilah kau sugeng sekarang,kedok mu akan terbongkar!" Ucap Clarissa seraya menatap Sugeng seolah olah mau memakannya hidup hidup.


" Selamat pagi Bos" ucapnya masih berdiri.


" pagi ! ada apa Sugeng?" Jawab Biyas santai.


" Gak usah berdiri,duduk aja. kalau ada yang ingin dibicarakan,silahkan ungkapkan" Ucap Abiyasa santai Seraya menyandarkan badannya dan menyilangkan kakinya dengan tangannya bersandar di sandaran sofa.


Sugeng langsung duduk, terlihat di wajahnya ada sedikit kekecewaan dan pertanyaan yang besar di otaknya.


Clarissa menatap Sugeng tapi Sugeng tidak berani menatap Clarissa.


" Ada apa kamu masuk ke sini?" tanya Clarissa.


Sugeng menoleh ke arah Clarissa dia hanya tersenyum saja, dan dia kemudian menundukkan kepalanya.


"Bos Maaf, Bos itu..Bos..." Ucapnya gugup.


" Apa sih?! kamu ini anu... itu... ngomong tuh yang bener, kamu tuh diciptakan oleh yang maha kuasa mempunyai mulut dan kamu itu harus ngomong yang bener! " Ucap Clarissa.


" Gini pak Bos, kenapa gajih saya belum masuk kerekening pribadi saya?kenapa ditahan? sedangkan yang lain nya sudah masuk semua?" Tanyanya.


" Lho,kan kamu sendiri yang bilang dengan istrimu kalau gajih kamu belum di bayar kantor tempat kamu kerja sudah berbulan bulan" ucap Clarissa.


Sugeng menoleh kearah Clarissa.


" Lho bu,kenapa ibu bilang begitu di depan pak Bos, jangan mencari kambing hitam bu dengan menggunakan kata kata seperti itu" ucapnya seolah olah tidak merasa bersalah.


" Oh gitu!saya tidak mencari kambing hitam tapi saya mencari kambing berkepala hitam!!" Ucapnya penuh penekanan di kata ' kepalanya '.


"Maksud ibu apa?" Tanyanya penuh selidik seraya menatap Clarissa dengan tajam.


" Kenapa kamu menatap aku dengan tatapan tajam seperti itu hah!!" Ucap Clarissa tegas.


" Saya yang seharusnya bertanya pada ibu,kenapa saya di katakan kambing kepala hitam!ibu nggak usah mencari cari alasan yang tidak jelas bu dengan cara pakai kata peribahasa segala,saya manusia bu bukan kambing!" Ucapnya terlihat mulai emosi.


" Hahahah!" Clarissa tertawa mengejek pada Sugeng yang mulai menampakkan emosinya.


" Kamu merasa kambing ya?!aku tidak mengatakan kalau kamu kambing!kalau kamu merasa kambing, Berarti kamu sudah mulai takut aku mandikan,sayang sekali sugeng.....ceh...ceh...


tapi maaf kamu kurang pintar membolak balik kan keadaan! Sayang sekali" ucap Clarissa seraya tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


" Tidak ada berhaknya bu menahan gajih saya,karena itu adalah hak saya" ucap Sugeng santai merasa dirinya benar.


" Iya itu memang hak kamu!,tidak di pungkiri karena kamu kerja selama 30 hari,tapi itu juga ada hak anak dan istri mu di dalam gajih itu!" Ucap Abiyasa berbicara.


" Maksud bapak apa?" Tanya nya pada Abiyasa.


" Makanya jadi laki laki itu bersikap yang benar!jangan kelakuan kamu aja yang Kamu bikin seolah-olah bener,nggak tahunya salah!!" Ucap Clarissa sinis dengan Sugeng.


Dia memang sudah nggak sabar ingin melabrak Sugeng jauh jauh hari.


Mendengar ucapan Clarissa seperti itu,Sugeng langsung menoleh kearah Clarissa.


"Maksud ibu apa? ibu mengatakan kelakuan saya?" Ucapnya.


" Iya! Kenapa? Nggak suka?! Kalau nggak suka bilang! Biar aku bikin kamu suka dengan perkataan ku!" Ucap nya penuh penekanan.


" Hey,bu! Saya tidak takut dengan ibu,walaupun ibu orang kedua di kantor ini, karena kita sama sama makan gajih! Dan sama sama jongos di dini!" Ucapnya melawan pada Clarissa.


" Siapa yang bilang Risa jongos hah! Risa itu sahabat sekaligus saudara saya! Kamu bisa sopan nggak ngomong nya!dan lagi kamu tahu nggak kalau kamu itu bersalah hah!" Kata Abiyasa penuh penekanan di ucapannya.


Sugeng menunduk kan kepalanya sambil menahan amarahnya.


" Sial !!,kenapa sih wanita gorila ini mengetahui semuanya!" Gumamnya.


" Udah nggak usah bergumam dengan ngata ngatain aku!!,percuma kamu ngumpat ngumpat seperti itu aku tetap mengetahuinya" celetuk Clarissa seolah olah mengetahui isi pikiran Sugeng.


Sugeng terhenyak...


" Glek"


Sugeng hanya bisa menelan air ludahnya sendiri mendengar ucapan Clarissa.