THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 94



Sinar mentari pagi menampak kan sinarnya yang sangat syahdu, membelai dan merangkul bumi yang basah terkena embun yang menyapa dedaunan yang menghijau, sangat menyejuk kan suasana yang menyelimuti hati orang orang yang ada di dalam sebuah rumah mewah kediaman keluarga Wibawa.


Ya ! Keluarga Wibawa sangat terkenal dengan kedermawanan nya dari Almarhum pak Anton dan Almarhumah bu Susi,di sambut dengan papah Andre dan mamah Anisha beserta tante Melisa dan om David,sekarang di lanjutkan dengan anak anak pasangan Papah Andre dan Mamah Anisha yaitu Abiyasa dan Anindita, mereka meneruskan sifat dari orang tua mereka, begitu pula dengan kedua anak Tante Melisa dan om David.


Setelah sarapan pagi mereka memulai aktifitas pagi mereka setelah melepaskan beban yang sangat rumit mereka hadapi, dan seperti biasanya Abiyasa diantar sang istri sampai depan pintu rumah nya,untuk berangkat bekerja, seperti biasanya dia mencium pucuk kepala istrinya dan Ayesha sang istri pun mencium punggung tangan suaminya.


" Assalammualaikum ... " ucapnya pada sang istri.


" Wa'alaikumussalam..." jawab sang istri dengan senyuman manisnya pada suaminya.


Abiyasa pun tersenyum dan menyentuh dagu sang istri dengan penuh kasih dan sayang.


" Mas berangkat dulu ya sayang..."


" Iya mas hati hati ya di jalan "


Abiyasa tersenyum dan mengangguk kan kepalanya dan memasuki mobil meninggal kan perlahan lahan rumah kediamannya menuju kearah kantor Wibawa Group.


Tidak seberapa lama mobil yang di kendarai Abiyasa memasuki halaman parkir kantornya dan mobilnya pun beralih tangan dengan security nya, dengan senyuman khas nya Abiyasa mengucapkan terimakasih pada security tersebut, dan berjalan menyusuri lobby dan langsung saja menuju kedalam lift menuju keruangan nya.


Sesampainya di ruangan nya dia langsung meletak kan jas yang dipakainya itu, dan duduk di kursi kerja dimana di depan nya sudah tersusun berkas berkas dan dokumen yang harus di periksa nya,dia menarik nafas dengan pelan dan menghembuskan nya.


Satu persatu diperiksanya tiba tiba pintu ruangan nya di ketuk dari luar.


" Tok...Tok...Tok..."


" Masuk...! "perintahnya tapi matanya tidak lepas dari berkas yang ada di tangan nya tersebut.


" Assalamualaikum pak " sapa Irfan.


" Wa'alaikumussalam, apa rencana ku hari ini Fan ? " tanyanya.


" Rencana bapak hari ini ada pertemuan dengan bapak Bimo" ucap Irfan.


" Astagfirullahhalazim, saya lupa untung kamu ingat kan, beliau mengundang saya ke kantornya. "


" Assalammualaikum Biy..." sapa Clarissa.


" Wa'alaikumussalam " ucap keduanya.


" Nah kebetulan Ris, kamu datang. "


" Memang ada apa ? " tanya Clarissa heran menatap Bos nya itu.


" Kita berdua bertemu dengan pak Bimo hari ini di kantornya dia menunggu kita di sana."


" Jam berapa ?"


" Sekarang!"


" Sekarang,? aku malah ingin mengajak kamu menemui pak Yudo dari semarang, karena beliau udah menunggu di tempat yang sudah di janjikan. " ucap Clarissa.


" Pak Yudo? Astaga..hampir lupa aku, gini aja kamu sendirian menemui beliau dan aku menemui pak Bimo sendiri. "


" Ya udah kalau kaya gitu, kita berangkat sekarang." ucap Clarissa.


Abiyasa mengangguk...


" Irfan, titip kantor ya, saya dan bu Risa menemui client sekarang. "


" Iya pak, hati hati ya pak..." ucapnya.


Abiyasa dan Clarissa keluar keruangan di ikuti oleh Irfan.


Mereka berdua memasuki lift dan menuju kearah Lobby, sedangkan Irfan kembali keruangan nya.


Sesampainya di bawah mereka berdua melangkah menuju kearah tempat parkir,,,,


" Ris aku ikut kamu aja, kan kamu melewati gedung kantor BM Group kan? "


" Iya, oke lah kalau gitu, trus kalau kamu sudah selesai kamu naik apa pulangnya ?"


" Kalau kamu merangkak pulangnya, Ntar jadi Viral lho, trending topik dengan judul CEO Wibawa Group keluar ajian nya merangkak di tengah jalan heheh" ucap Clarissa terkekeh.


Terdengar gelak tawa mereka berdua di dalam mobil, Clarissa mengemudikan mobilnya perlahan lahan meninggalkan halaman parkir kantornya.


" Oh ya Biy, ada apa pak Bimo mengundang kamu ?"


" Beliau meminta aku menerima kerja sama dengan perusahaannya karena membutuhkan suntikan dana yang lumayan besar." ucap Abiyasa menjelaskan pada Clarissa.


Clarissa mengangguk kan kepalanya, dan tetap fokus menatap kedepan, Mobil terus menyusuri jalan menuju tempat tujuan, beberapa saat kemudian Abiyasa menyuruh Clarissa menghentikan mobilnya.


" Ris, aku berhenti di sini saja..." ucapnya pada Clarissa.


" Lho Biy, kok disini sih berhentinya, kan masih lumayan lho kamu jalan kaki ke gedung itu ? " tanya Clarissa sembari menatap sang bos.


" Tenang aja bu, aku masih sanggup jalan kesana kok, santai aja...hehehe..." kekeh nya.


" Ya udah kalau itu mau mu, cepatan keluar sono..! " usir Clarissa sembari terkekeh.


" ini anak buah, berani banget ngusir bos nya, nggak takut ya kalau aku telpon bagian keuangan agar nggak transfer kerekening mu?" ucapnya tertawa.


" Biarin !, kalau nggak transfer, aku juga bisa nelpon yang jauh di sono..." ucapnya tersenyum lebar.


" dimana? "


" Yang ada di Kanada sono...heheheh..."


" Hadeh....kalau di hubungi yang di sana aku mah nggak bisa berkutik deh..." ucapnya seraya beranjak keluar dari mobil Clarissa seraya tersenyum lebar.


Terdengar suara tawa lepas Clarissa penuh kemenangan, dan dia pun melajukan mobilnya menuju tempat yang sudah di janjikan bertemu dengan pak Yudo.


Abiyasa memang pemilik perusahaan warisan dari sang Papah, tapi walaupun dia sudah jadi CEO pengganti sang papah, tetap saja dia selalu nurut apa yang di katakan papah Andre nya. karena kata kata papah dan mamahnya adalah maklumat yang tidak bisa di bantah dan harus di turuti baginya.


Setelah kepergian Clarissa dia memandang sebuah gedung yang sangat besar dan memiliki banyak tingkat yang semuanya penuh berisi semua, kemudian dia mengambil gawainya yang ada di saku celananya sembari melangkah menuju kearah gedung tersebut, dia menghubungi Irfan sang sekretaris karena ada hal yang terlupa dia tanyakan pada Irfan tadi.


Sambil berjalan dia menekan nomer kantor khusus ruangan Irfan.


Setelah saling mengucapkan salam dan membalas salam Abiyasa menanyakan perihal kegiatan nya yang lain pada Irfan, selagi Irfan menjelaskan padanya, dia melihat seorang bapak bapak paruh baya sedang di bully oleh dua orang dewasa yang tidak ada sopan santunnya pada orang tua, kemudian dia mengatakan pada Irfan nanti dia akan menghubunginya lagi dan Abiyasa pun memutus sambungan telponnya pada sekretarisnya tersebut. Setengah berlari dia mendekati bapak tua tersebut sambil berteriak...


" hey !! Apa yang kalian lakukan pada bapak itu hah !! " teriaknya.


Kedua orang tersebut menoleh kearah Abiyasa yang berlari menghampiri mereka.


" Ada orang ayo pergi ! " ucap salah satu dari dua orang lelaki dewasa itu.


Sebelum pergi kedua orang itu langsung mendorong bapak tua tersebut, dan bapak itu pun terjatuh tersungkur kebelakang.


Abiyasa langsung membantu bapak tersebut.


" Bapak nggak apa apa? mari saya bantu, pelan pelan saja pak berdirinya. " ucap Abiyasa seraya membantu berdiri bapak tua tersebut, Abiyasa menyuruhnya duduk di tepi samping pot bunga yang ada di pinggir jalan itu


" Saya nggak apa apa nak, terimakasih nak " jawabnya.


" Siapa mereka pak? kenapa mereka mengganggu bapak.?" tanya Abiyasa seraya menatap bapak yang ada di hadapan nya tersebut.


Abiyasa melihat ada karung kusam yang berisi dengan barang barang bekas seperti botol air mineral dan barang bekas lainnya, dan dalam pikiran Abiyasa bapak yang ada di hadapannya ini adalah seorang pemulung, dia hanya bisa berkata pelan seraya menatap lekat bapak yang ada di hadapannya itu.


" Kasihan bapak ini, di usia tuanya tidak menikmati sekali hari tuanya "


Bapak yang ada di hadapannya tersebut menepuk nepuk pakaiannya yang kotor yang terkena genangan Air saat dia terjatuh.


" Siapa mereka pak? " tanya Abiyasa mengulang pertanyaan nya lagi.


" hmmm " terlihat bapak tersebut menarik nafas dengan berat.


" Salah satu dari mereka adalah cucu saya Nak. " ucapnya terlihat sedih.


Abiyasa terkejut..." Astaghfirullahaladzim." ucapnya.