
" Ya ada apa?" tanya Papa Andre berbicara dengan Mito yang disebutkannya tadi, Mereka bertiga pun hanya terdiam dan mendengarkan Papa Andre berbicara dengan Mito yang menghubunginya itu, kemudian Papa Boby pun mendekati Ayah Candra.
" Kamu kenal dengan Mito.?" tanyanya pelan.
Ayah Candra menggeleng dan mengangkat kedua bahunya mengekpresikan ketidaktahuannya.
" Aku tidak tahu sama sekali siapa Mito itu, malah Aku tahunya di sini." ucap Ayah Candra.
" Kalau kamu Yos ada nggak Andre bicara tentang Mito?"
" Aku tidak tahu Mito itu siapa, setahu Aku Andre menyuruh anak buahnya mencari tahu tentang keadaan Nayra yang ada di kota suaminya itu." ucap Abi Yosep.
Mereka pun kembali terdiam, mereka menatap kearah Papa Andre yang sedang berbicara dengan si Mito tersebut.
Setelah selesai Papa Andre menyudahi pembicaraannya Dia pun langsung meletakkan gawainya di atas meja yang ada dihadapannya itu, menatap ketiga sahabatnya, Dia heran dengan tatapan ketiga sahabatnya tersebut.
" Ada apa kalian menatapku seperti itu? Aku ini bukan tersangka,tersangkanya sudah ditangkap semua noh dikantor polisi hehehe." ucapnya sembari tersenyum seraya menyilangkan kakinya dan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa sembari meletakkan tangannya di pegangan sofa yang sekarang Dia duduki tersebut, dan matanya menatap ke arah ketiga sahabatnya itu.
" Katakan Mito itu siapa?" tanya ketiganya berbarengan.
Papa Andre pun langsung tertawa lepas mendengar pertanyaan dari ketiga sahabatnya itu.
" Mau tahu banget apa mau tau aja nih?" tanyanya.
" Ya banget lah! masak tahu aja!" jawab Papa Bobby.
" Begini..." kata-kata Papa Andre pun terputus karena kedatangan Mama Anisha dari dapur menghampiri mereka.
" Sayang kita sholat dulu gih itu suara adzan sudah memanggil." ucapnya.
" Oke sayang!" ucap Papa Andre sembari terkekeh melihat wajah penasaran sang sahabat.
" Ya salam! Belum aja selesai udah dipotong pembicaranya!" ucap Papa Boby menepuk jidatnya sendiri.
" Ya udah kita sholat dulu, setelah itu kita makan siang, baru Aku ceritakan setelah makan siang, siapa mito tersebut." ucapnya seraya beranjak dari duduknya dan langsung meraih tangan istrinya menuju kearah kamarnya untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian yang biasa digunakannya untuk sholat, begitu pula dengan yang lainnya mengikuti langkah Papa Andre menuju kekamar mereka masing-masing.
Setelah siap mereka pun langsung berpamitan dengan sang istri untuk melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah di masjid yang tidak jauh dari rumah mereka, para lelakinya pun meninggalkan rumah dan para istrinya hanya melaksanakan sholat di rumah.
*****
Di kediaman tante Raisa.
Detelah sholat Dzuhur dan mereka pun menyantap makan siang diselah-selah makan Mereka Tante Raisa pun berbicara kepada ketiga Anaknya tersebut.
" Dua minggu lagi Nadine akan menikah dengan Arvin, Mama berharap Nadine mendapatkan kebahagiaan dengan Arvin." ucap Tante Raisa.
Nadine hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum, Dia pun menatap kearah Lia dan Dokter Roni yang memberikan senyuman kepadanya.
" Mama bahagia karena Nadine sudah menemukan jodohnya yang sekarang mama pikirkan adalah Lia."
" Apa yang Mama pikirkan tentang Lia?" tanya Lia seraya menatap kearah Mamahnya.
" Lia bahagia sudah bersama dengan Mama dan berkumpul kembali dengan saudara Lia, jadi apalagi yang Mama pikirkan kalau masalah pasangan sementara ini Lia belum memikirkannya Mah,Lagipula mana bisa Lia mendapatkan laki-laki yang memang benar-benar menyayangi Lia dan menerima kehidupan Lia sekarang apalagi peristiwa yang pernah dialami Lia sangat membekas sekali,mana ada laki-laki yang mau menerima Lia yang sudah mengalami peristiwa pahit itu." ucapnya seraya mengambil air minum dan meminumnya seteguk demi seteguk.
" Bukan masalah tentang pasangan hidup Nak, tapi Mama memikirkan kamu itu, apakah kamu sudah melupakan semua peristiwa yang pernah terjadi denganmu, Mama takut suatu saat kamu akan mengingat masalah itu lagi,dan Mama takut kalau suatu saat Kevin besar dan mengetahuinya serta bagaimana Dia menghadapinya." ucap tante Raisa terlihat sedih.
" In sya Allah tidak Mah, peristiwa itu akan Lia simpan untuk menjadi kenangan yang terpahit di hidup Lia, memang sebenarnya kadang-kadang masalah itu pun selalu hadir disaat Lia sendiri, tapi Lia berusaha untuk menepisnya, karena Lia harus kuat sebab Kevin sangat membutuhkan Lia, karena orang tua tunggal Kevin adalah Lia mah." ucapnya tersenyum tipis.
Tante Raisa pun menganggukkan kepalanya dan kembali Dokter Roni dan Nadine memberikan senyuman bahagia kepada saudara mereka tersebut,bagi mereka Lia sangat tegar dan kuat dalam menghadapi semua kejadian yang menimpanya itu.
" Nah sekarang kan Nadine mau menikah nih dengan mas Arvin, sekarang kapan Kak Roni menikah? Apakah Kakak sudah menemukan jodoh Kakak kembali? setelah Kakak putus dengan kekasih kakak yang dulu?" ucap Nadine seraya tersenyum.
" Memangnya kak Roni punya calon sudah?" tanya Lia tersenyum.
" Dulu dek sekarang sudah pisah."
" Iya Kak Lia,malah sudah tunangan mereka."
" Kok bisa Kak putus?"
" Karena Dia tidak benar-benar iklas menerima propesi Kakak seorang Dokter."
" Makanya cari pengganti dong Kak!" ucap Nadine.
" Kakak belum mau kearah itu, memikirkan untuk hidup berumah tangga, karena suatu kegagalan masih menghantui Kakak, Kakak mau mencari yang memang benar-benar menerima Kakak apa adanya, karena profesi seorang Dokter ini harus diterima dengan keikhlasan hati,seorang Dokter itu pekerjaannya tidak hanya untuk istrinya tapi untuk orang banyak yang sangat memerlukan pertolongan Kakak." ucapnya.
Mereka menganggukkan kepalanya.
Dokter Roni memang telah memutuskan untuk sendiri terlebih dahulu, setelah perpisahan yang terjadi antara Dia dan kekasihnya terdahulu.
Kekasih Dokter Roni yang terdahulu tidak bisa menerima kesibukan Dokter Roni, karena Dia tidak ingin sering ditinggal oleh Dokter Roni dan Dia masih belum ikhlas menerima Dokter Roni yang selalu mementingkan pasiennya daripada Dirinya tersebut.
Disamping itu Dokter Roni juga sudah menjelaskan kepada kekasihnya tentang profesinya sebagai seorang Dokter, awalnya kekasihnya memang menerimanya apa adanya tapi lama-kelamaan Dia merasa bosan bersama dengan Dokter Roni, apalagi Dokter Roni sering melakukan perjalanan keluar kota.
Kekasihnya pun tidak sanggup ditinggal beberapa hari dan kekasihnya memutuskan untuk berpisah dengan Dokter Roni walaupun sebenarnya mereka sudah bertunangan tinggal beberapa bulan lagi mereka menikah, tapi sayang karena kekasihnya tersebut tidak tahan dengan pekerjaan yang digeluti oleh Dokter Roni sebagai seorang Dokter di sebuah rumah sakit milik keluarga Wibawa tersebut.
Dokter Roni menerimanya dengan lapang dada dan mengikhlaskan kekasihnya mencari kekasih yang baru yang memang benar-benar selalu ada disampingnya, Dia sadar dengan profesinya sekarang ini, Dia tidak bisa dua puluh empat jam berada di samping pujaan hatinya tersebut, walaupun terasa sakit di hatinya Dia menerimanya dengan ikhlas, tidak ada rasa dendam ataupun rasa sakit hati yang dialaminya, setelah kekasihnya itu meminta perpisahan antara mereka berdua,dengan Bismillah Dokter Roni melepas kekasihnya tersebut.
Nadine menatap kearah Kakaknya yang diam dan menghentikan makannya itu.
" Kenapa Kakak tidak melanjutkan makannya? habiskan dong makannya." tegur Nadine pada Dokter Roni.
Dokter Roni pun tersenyum dan mengangguk, kemudian Dia melanjutkan kembali makannya dan menghabiskan sisa makanan yang ada di dalam piringnya tersebut.
Selesai mereka makan Mereka pun langsung menuju ke ruang tamu sambil menghidupkan televisi.
Mereka berbicara kadang-kadang terdengar gelak tawa yang mereka ciptakan di ruangan itu.
" Keponakan Om Andre yang mana? yang bersama mereka itu? yang ganteng putih dan badannya tinggi itu ya?"
" Iya Kak, memangnya kenapa dengan Dia?"
" Kakak nggak liat?"
" Tidak, Kakak tidak memperhatikannya.?"
" Memang ada apa Dek.?" tanya Lia.
" Begini Kak, kayaknya Kak Niko itu suka deh dengan Kak Lia,Nadine melihat gelagat Kak Niko saat menatap Kak Lia curi-curi pandang gitu deh " ucapnya tersenyum.
" Yap Kak! Dia selalu menatap Kak Lia tanpa sepengetahuan Kakak." ucapnya lagi.
Lia terkejut Dia langsung menatap kearah Nadine,namun dia hanya terdiam.
Dokter Roni tersenyum...
" Jangan-jangan Dia naksir dengan mu Kak." ucap Nadine sembari tersenyum.
Lia hanya tersenyum.
" Ah!kamu ini Dek,ada-ada aja sih,mana ada orang yang naksir dengan Kakak,apalagi Kakak sudah mempunyai seorang Anak." ucapnya
" Kalau ada jodohnya apa salahnya." ucap tante Raisa lagi
" Kalau memang jodoh yang diberikan oleh yang maha kuasa,Lia tidak akan memungkiri jodoh itu Mah, tapi apakah ada orang mau menerima Lia dengan kehidupan Lia sekarang ini, dengan satu Anak dan dengan peristiwa yang pernah Lia alami waktu dulu itu, Lia rasa tidak ada orang yang mau kalau mereka sudah mengetahui peristiwa yang terjadi beberapa tahun yang lalu,mereka pasti akan pergi Mah setelah mengetahuinya." ucapnya seraya menundukkan kepalanya.
Tante Raisa pun menepuk pelan pundak sang Anak.
" Kamu tidak usah sedih, semua itu adalah rencana yang maha kuasa, suatu saat kamu akan diberikan jodoh yang memang mencintai dan menyayangi kamu serta menerima apa adanya kekurangan dan kelebihan kamu serta keburukan dan kebaikan kamu, semua itu pasti akan diterima oleh jodohmu itu, kamu harus percaya dengan yang mahakuasa." ucap Tante Raisa.
" Kalau ada laki-laki seperti itu menerima kehadiran Kevin dan peristiwa kelam yang pernah Lia alami, Lia sangat bersyukur Mah, Kalau Dia sampai menerima semuanya." ucapnya.
" Kakak juga akan bersyukur dan sangat bersyukur sekali kalau ada laki-laki seperti yang dikatakan Mama." ucap Dokter Roni.
" Kata Mas Arvin tadi Kak Niko itu seorang duda tanpa
Anak, Dia dulunya tinggal di Singapura karena perusahaannya dijual oleh Om Andre dan Dia pun harus pindah ke Indonesia dan memimpin perusahaan Om Andre yang ada di sini, Begitu sih cerita dari Mas Arvin." ucap Nadine.
" Oh Gitu.." ucap singkat mereka,kemudian mereka asyik kembali menonton acara televisi tersebut.
" Ah! tidak mungkin! mana mau lah Dia itu dengan diriku apalagi setelah Dia tahu nantinya tentang peristiwa yang terjadi, Aku yakin mereka sudah menceritakan peristiwa yang pernah terjadi beberapa tahun yang lalu dengannya, laki-laki mana sih yang mau menerima seorang wanita yang sudah ternoda dan sudah mempunyai seorang Anak, Lia!! kamu harus sadar! Tidak ada laki-laki seperti itu yang mau menerima keadaan dirimu dan menerima Kevin anak dari hasil perbuatan laki-laki yang tidak bertanggung jawab!" batinnya berbicara Dia pun menarik napasnya dengan berat Dokter Roni,Nadine dan Tante Raisa pun menatap kearahnya,kerena mendengar helaan napasnya yang begitu berat sekali.
Tante Raisa merasakan kalau Anaknya itu sebenarnya tertekan dengan peristiwa yang pernah dialaminya itu, tapi Dia berusaha untuk menepisnya karena Dia berusaha kuat demi sang buah hati yaitu Kevin.
" Kasihan kamu Dek suatu saat kamu pasti akan menemukan jodoh yang terbaik untukmu." batin Dokter Roni.
" Tapi kayaknya Aku perhatikan Kak Niko memang menyukai Kak Lia deh,coba Aku nanti tanyakan dengan Mas Arvin kalau memang kak Niko menyukai Kak Lia mudah-mudahan aja mereka berjodoh." batin Nadine seraya menatap kearah Lia.
" Ya sudah kalau seperti itu Mama mau istirahat dulu ya." ucapnya
Di anggukan oleh mereka bertiga, tidak berapa lama mereka pun langsung berdiri dan meninggalkan ruang tengah, Dokter Roni pun mematikan televisi tersebut dan Lia mengajak Kevin untuk beristirahat, mereka bertiga pun memasuki kamar mereka masing-masing untuk beristirahat siang.
*****
Di kediaman keluarga Wibawa.
Setelah mereka melaksanakan salat dzuhur dan sudah melaksanakan makan siang bersama akhirnya mereka pun kembali berbincang-bincang di diteras belakang.
Sedangkan yang lainnya memang disuruh mereka untuk beristirahat.
Mereka berempat menuju ke teras belakang dan duduk santai di teras belakang tersebut, terdengar helaan nafas mereka dan menikmati angin sepoi-sepoi menerpa tubuh mereka.
" Sekarang waktunya kamu menceritakan siapa sebenarnya Mito itu." ucap Papah Boby.
Papa Andre tersenyum, Mito itu adalah anak buah ku sepasang suami-istri, Mimi dan Toto yang berada di kota tersebut.
" Sepasang suami istri?dari mana kamu kenal dengan mereka?" tanya Papah Boby heran.
" Kenapa kami tidak tahu?" tanya Abi Yosep.
" Kenapa kamu tidak cerita Ndre" ucap Ayah Candra.
" Hehehe...Awalnya aku memang ingin menyuruh salah satu anak buah kepercayaanku yang memang asli orang sana dan tinggalnya di sini, tapi Dia kemudian mengatakan kalau di sana ada saudaranya yang bernama Toto kebetulan Dia bekerja di perusahaan dimana perusahaan tersebut ditempati oleh suaminya Nayra, akhirnya Aku diperkenalkan oleh anak buah ku itu dengan mereka berdua, pas kebetulan lagi mereka berdua berada di rumah anak buah ku itu, Aku langsung berbicara dengan mereka dan menceritakan semuanya kepada mereka dan mereka siap membantuku, Toto tidak tahu kalau Bosnya itu adalah suaminya Nayra dan Nayra itu adalah keponakan kita." terang Papa Andre, Mereka pun semua menganggukkan kepalanya.
" Jadi apa katanya tadi setelah menghubungin kamu " ucap Ayah Candra.
" Benar kata Boby, kalau suaminya Nayra itu mendapatkan tekanan dari kedua orang tuanya serta saudaranya."
" Maksudnya saudaranya siapa?" tanya Abi Yosep.
" Saudaranya itu yang pernah bertengkar dengan Abiyasa gara-gara Anaknya menyukai Abiyasa saat Abiyasa mau menikah dengan Ayesha, waktu itu kita kan tidak bertemu dengan mereka, karena kita masih berada di luar rumah waktu kejadian tersebut, nah Aku kan mau melaporkan mereka ke kantor polisi karena membuat ulah di rumahku, tapi ternyata Aku di dicegah oleh istriku, jadi Aku mengikuti apa kata istriku, ternyata setelah mereka pulang dari sini mereka menekan suaminya Nayra untuk menjadikan Nayra bahan balas dendam mereka,karena mereka tidak ingin dipermalukan, dan akan membuat Nayra hidup di neraka.
" Apa?! keterlaluan!!" ucap mereka bertiga berbarengan.
" Setelah pernikahan Clarissa nanti kita langsung berangkat ke sana." ucap Papa Andre.
" Dan disini kita serahkan kepada mereka berempat untuk menyelesaikan antara Niko dan Lia biar mereka bisa saling mengenal dan sama-sama jatuh cinta." Ucap Ayah Candra.
Mereka bertiga pun mengangguk setuju.
" Sekarang kalian sudah tahu semuanya kan, jangan bercerita dulu dengan para istri kita,nanti setelah selesai acara pernikahan baru kita bicarakan dengan mereka, Ayo kita istirahat dulu mata Aku sudah ngantuk." ucap Papa Andre sembari mengajak ketiga sahabatnya tersebut untuk beristirahat siang.
Mereka pun mengangguk dan mengikuti langkah Papa Andre mereka langsung menuju ke kamar mereka masing-masing.