
Setelah keberangkatan Morgan,Abiyasa mempersilahkan Irfan pulang untuk beristirahat kembali di rumahnya.
Abiyasa langsung melajukan mobilnya menuju ke arah rumahnya.
Di dalam perjalanan menuju ke kediaman nya, gawainya berbunyi, dia pun berhenti sesaat di pinggir jalan dan dia mengambil gawai nya dan melihat siapa pemanggilnya,ternyata yang menghubunginya adalah pak Bimo.
" Orang tua ini lagi, rupanya dia sangat mengharapkan perusahaan ku untuk lanjut kerja sama itu, oke! Kita lanjutkan permainanmu Bimo.." ucapnya seraya menjawab panggilannya tersebut.
" Ya hallo pak Bimo.."
" Selamat malam pak Abiyasa."
" Malam juga pak Bimo, ada apa ya pak ?" Ucap Abiyasa pura pura tidak tahu maksud dari pak Bimo yang menghubunginya saat ini.
" Begini pak Abiyasa, saya ingin minta maaf sama bapak."
" Maaf soal apa ya pak?" Tanya Abiyasa pura pura tidak tahu dan lupa dengan kejadian yang menimpanya karena ulah anaknya Bimo.
" Soal anak saya pak si Faris dan teman nya yang sudah memarahi bapak saat datang ke kantor saya."
" Oh itu pak, nggak apa apa lah pak, saya memaklumi nya aja." ucapnya dengan santai.
" Aku bilang seperti ini karena aku ingin lebih jauh lagi tahu tentang perbuatan mu." Gumam Abiyasa.
" Terimakasih pak karena bapak tidak memperpanjang masalah ini pak " ucapnya terlihat senang dari nada bicaranya.
" Oh..ya pak maaf pak... Bagaimana Pak dengan kerjasama kita Apakah Bapak masih mau menerima tawaran kerjasama saya di perusahaan bapak " ucapnya setelah mengatakan maaf kepada Abiyasa.
" Nah ini yang aku tunggu perkataan dari nya "gumam Abiyasa.
" Hmmmmm ..." Abiyasa menarik napas dengan pelan kemudian terdengar suara tawanya yang renyah.
" Baiklah Pak, saya akan menerima tawaran bapak untuk kerjasama di perusahaan saya."
" Terimakasih banyak pak, besok pagi jam 8 saya akan ke kantor Bapak " ucap Bimo terdengar senang dari nada bicaranya.
" Oh nggak usah pak! kita cari tempat saja yang lain pak biar enak kita bicaranya."
" Baiklah Pak, bagaimana kalau saya yang akan tentukan tempatnya." Ucap Bimo, lagi lagi terdengar senang.
" Oke pak, saya akan setuju saja dimanapun tempatnya, Saya akan menemui bapak." Ucap Abiyasa datar.
" Bagaimana kalau di rumah saya aja Pak, anggaplah silaturahmi saya dengan bapak, sekalian saya pribadi mengundang bapak ke rumah saya, untuk memperkenalkan Bapak sama istri saya di rumah, kalau bapak orang nya yang sangat baik,ya itung-itung lah untuk permohonan maaf saya atas perbuatan anak saya kepada bapak." Ucapnya.
Abiyasa lagi lagi menarik nafasnya dengan pelan.
" Aku akan mengikuti permainanmu " gumamnya.
" Baiklah Pak, kalau memang Bapak mau mengundang saya ke rumah bapak, untuk membicarakan tentang kerjasama yang akan kita lakukan di dua perusahaan ini,saya akan datang." ucap Abiyasa tersenyum.
" Ini kesempatan ku untuk melihat Bella istrinya itu." Gumamnya.
" Oke Pak! saya akan menunggu Bapak besok kira-kira Bapak ke rumah saya jam berapa ya Pak?"
" Saya akan datang ke rumah bapak sekitar jam 8 pagi, bersama asisten pribadi saya tapi tolong Pak kirim lokasi rumah bapak, biar saya cepat sampainya di rumah bapak besok."
" Oh ya Pak, nanti saya akan kirim lokasi tempat rumah saya, terima kasih banyak ya pak sebelum dan sesudahnya " ucapnya dengan senang terdengar nada suaranya yang sangat gembira karena dia merasa disetujui kerjasamanya dengan perusahaan yang di pimpim Abiyasa.
" Oke pak,sampai besok pagi " ucap abiyasa kemudian memutuskan sambungan teleponnya.
" Akhirnya pak Abiyasa menyetujui kerjasama ku ini,dan dia mau berkunjung ke rumahku, aku akan mempersiapkan Bella karena ini adalah kunci utamaku, aku akan menyuruh dia untuk berdandan sangat cantik, agar Abiyasa terpesona melihat kecantikan Bella." ucap Bimo kemudian meletakkan gawainya di atas meja,dia tersenyum bahagia seraya merentangkan tangan nya di sandaran Sofa dengan kedua kaki berada di atas meja yang ada di depannya tersebut.
Tanpa disadarinya,istrinya Bella memandanginya dari balik pintu kamarnya.
" Apalagi yang akan diperbuat oleh Mas Bimo, Apakah aku akan menjadi korbannya untuk kesekian kalinya, Ya Allah tolonglah hambamu ini." gumamnya tak terasa buliran bening di kedua bola matanya menetes.
Sedangkan mobil yang dikendarai oleh Abiyasa melaju dengan mulus di jalan beraspal tanpa hambatan, menuju ke arah rumahnya kembali.
Beberapa saat kemudian mobil memasuki halaman rumah, Abiyasa menuju kearah parkir dengan tergesa-gesa, dia keluar dari mobilnya dan langsung masuk ke pintu utama rumahnya.
" Assalamualaikum " ucapnya
" Wa alaikumusalam " jawab mereka yang masih ada duduk bersantai di ruang tamu rumahnya.
" Kenapa Biy,kok tergesa-gesa sekali ?" tanya Clarissa.
" Si Bimo tadi menghubungi ku." Ucap Abiyasa duduk di samping istrinya.
" Memang apa katanya.?" tanya Arvin.
" Besok dia mengundang ku ke rumahnya "
" Kerumahnya, Maksudnya untuk apa.?" Tanya Clarissa dengan heran menatap sahabatnya tersebut.
" Iya dia tadi menghubungi ku, menanyakan gimana tentang kerja sama tersebut, ya aku bilang aja aku menyetujuinya, awalnya dia mau ke kantor, tapi aku melarangnya aku menyuruh dia mencari tempat biar bisa bicara dengan nya,eh...kemudian dia menawarkan kan rumah nya untuk aku kunjungi ke sana." Terang Abiyasa panjang lebar.
" Terus kamu menyetujuinya.?" tanya Arvin.
" Iya aku menyetujuinya, karena itu memudahkan ku untuk mengenali Bella istrinya."
" Terus kamu sama siapa Mas kesananya.?" Tanya istrinya.
" Mas sama Clarissa sayang, nggak berani lah mas kalau sendiri, takut mas dikasih obat tidur nantinya." Kekeh Abiyasa.
" Enak dong kalau tidur " Clarissa tertawa lepas.
" Ya kalau tidur dikamar sendiri pasti enak lah, lha ini kalau tidur di kamar orang lain, balik kanan sudah ada istri orang lain kan bisa berabe hehehe..." Ucap Abiyasa seraya melirik sang istri yang ada di sampingnya.
" iih mas... nggak boleh macam-macam kali Mas " Delik istrinya.
" Iya sayang bercanda..." ucapan Abiyasa seraya mecubit hidung Ayesha, Ayesha hanya tersenyum.
" Aku ikut ya Biy besok " ucap Arvin.
" Tadi kamu kan dengar,apa kata Morgan, kalau kamu kan belum sehat bener." Ucap Abiyasa.
" Aku ini udah sehat Biy, Morgan aja yang berlebihan." Ucapnya.
" Ya udahlah kalau kamu mau ikut." Sahut Abiyasa.
" Tapi nggak apa-apa nih, kita bareng ke tempat dia?" Tanya Clarissa.
" Ya aku tadi udah bilang padanya, kalau aku datang bersama asisten pribadi ku, dia kan nggak tahu juga siapa kalian berdua." Ujar Abiyasa seraya tersenyum.
" Ya udah kalau gitu, tapi kamu jangan menggunakan seragam polisi ya " ucap Clarissa.
" Ya nggaklah! ngapain Aku pakai seragam polisi, nanti mereka curiga lagi, aku dandanya seperti orang yang kerja di kantoran aja lah hehehe..." Kata Arvin tersenyum seraya menaik turunkan kedua alisnya pada Clarissa.
" Aku besok berpakaian seperti anak buah Abiyasa Ris,kan muka aku nggak seperti polisi heheh..." Kelakar Arvin lagi lagi terkeleh.
Clarissa pun ikut terkekeh.
" Ya udah besok pagi kita berangkat ke rumah dia langsung dari rumah menuju ke rumahnya." ucapan Abiyasa.
" Ya udah kalau kayak gitu, kita istirahat aja dulu." Ucap Abiyasa lagi, di anggukkan kedua sahabatnya tersebut.
Kemudian mereka beranjak dari tempat duduknya, dan menuju ke kamar mereka masing-masing yang sudah tersedia.
Mereka melepaskan lelahnya karena seharian berkutat dengan kegiatan dan berbagai macam masalah yang mereka hadapi.