
Sesampainya mereka di penginapan mobil yang ditumpangi oleh Papa Andre dan yang lainnya pun memasuki halaman penginapan mereka keluar semua dari mobil dan sebuah taksi yang ditumpangi Abiyasa dan juga Clarissa berhenti di depan penginapan, Abiyasa dan Clarissa keluar dari taksi dan melangkah menuju ke arah mereka yang berada didekat mobil yang dikemudikan pak Maman.
Setelah Papa Andre berbicara dengan Pak Maman, Pak Maman pun langsung berpamitan kepada mereka dan mereka pun melangkah menuju kearah kamar penginapan yang disewa oleh Papah Andre dan yang lainnya.
Karena ada yang ingin dibicarakan mereka pun berkumpul di ruangan kamar Papah Andre,mereka menghentakkan tubuhnya di sofa ruangan tersebut.
" Sekarang kita sudah selesaikan masalah Nayra,tinggal menunggu selanjutnya dari pihak yang berwajib." Ucap papah Boby
" Akhirnya kelar juga masalah ini, tiba waktunya kita untuk pulang ke kota asal kita,karena aku sudah rindu dengan anak dan istriku." ucap Abi Yosep tersenyum.
" Bukan kamu aja yang rindu, aku juga rindu." Sambung Ayah Candra.
" Kamu kira aku tidak rindu apa? " sambung Papa Andre lagi.
Mereka pun hanya tersenyum, Alvaro yang tertidur di gendongan Nayra sang ibu itu pun kemudian direbahkan di kasur empuk yang ada di kamar penginapan itu.
" Oh ya Abiyasa, Bagaimana kamu bisa berpikir untuk membeli perusahaan itu dan kebetulan sekali perusahaan itu adalah milik mertuanya Aditama, papa jadi penasaran ingin tau ceritanya." ucap Papa Andre.
Abiyasa menarik napasnya dengan pelan dan melepaskannya dengan pelan juga.
" Begini Pah..." Abiyasa pun Kemudian menceritakan dari awal sampai akhir dia menyetujui membeli perusahaan yang ditawarkan oleh Pak Tomi kepadanya, dia pun sebenarnya tidak menyangka kalau Pak Tomi adalah mertua dari Aditama, Mereka pun mendengarkan dengan seksama tidak ada satupun cerita dari Abiyasa yang terlewatkan.
" Begitulah ceritanya pah,dugaan Abiyasa ternyata benar! kalau Pak Tomi itu adalah mertua dari Aditama, daripada Aditama berkuasa dan seenaknya lebih baik Bias beli perusahaannya, jadi dia tidak ada hak lagi untuk berada di kantor itu." ucap Abiyasa tersenyum.
" Hebat juga Kamu mempunyai pikiran seperti itu nak" ucap Ayah Candra.
" Ya jelas lah hebat, namanya juga grup abu gosok titisan dari group sabun colek hehehe." Ucap Abi Yosep terkekeh.
Merekapun kemudian tertawa tapi tak bisa keras karena takut Alvaro terbangun mendengar tawa mereka.
" Bagaimana selanjutnya besok? Apakah kita langsung pulang?" Tanya Papah Boby.
" Kita rencananya pulang agak siang aja, aku paginya mau ikut Abiyasa ke kantor barunya dan meresmikan kalau kantor itu sudah resmi menjadi anak cabang dari Wibawa group yang ada di kota sebelah." Ucap papah Andre.
" Kalau kamu ikut,Kami juga akan ikut semua, bagaimana yang lain?" Tanya Ayah Candra.
Mereka pun hanya menganggukkan kepalanya.
" Jadi di penginapan Ini sementara waktu cuman tinggal Melisa, David dan Nayra " ucap Ayah Candra lagi.
Mereka setuju semuanya...
" Ya sudah kalau sudah menemukan kesepakatan, lebih baik kita beristirahat aja dulu." ucap Papa Bobby.
Kemudian mereka pun berdiri dari tempat duduknya.
" Oh ya David kamu mau kemana?" Tanya Ayah Candra.
" Ya, mau ke kamar lah kak,mau istirahat." Jawabnya.
Papah David pun mengangguk dan kembali duduk di sofa, sedangkan perempuannya berjalan keluar menuju ke arah kamar mama Melisa.
Mereka pun akhirnya beristirahat melepaskan kelelahan mereka selama seharian ini mengurus begitu banyak tenaga, Setelah membersihkan diri mereka pun masing-masing mengatur dirinya untuk menikmati tidurnya dan menyambut hari esok yang yang lebih cerah lagi.
*****
Keesokan paginya setelah sholat subuh berjamaah di masjid yang tidak jauh dari penginapan, Mereka pun kembali lagi ke penginapan tersebut.
Mereka ingin siap-siap untuk mencari sarapan pagi dan menyelesaikan rencana selanjutnya untuk menuju ke perusahaan yang sudah dibeli oleh Abiyasa,sesuai dengan rencana mereka pun kemudian menikmati sarapan diluar penginapan, setelah sarapan mereka menuju ke kantor utama perusahaan baru Pak Tomi.
Seperti biasa Pak Maman dengan setia mengantarkan mereka sampai ke depan gerbang kantor tersebut.
Saat Pak Maman ingin berpamitan dengan Pak Bosnya itu, dia pun langsung dicegah oleh Papah Andre.
" Pak Maman... Pak Maman tidak boleh pergi dulu, Pak Maman harus menyaksikan peresmian kantor baru ini, sebenarnya bukan kantor baru sih, tapi karena kantor ini akan berpindah nama menjadi anak cabang perusahaan kantor kita yang ada di sana." Ucap Papah Andre.
" Apakah saya tidak mengganggu Pak Bos?" Tanya pak Maman.
" Tidak Pak! Oh ya pak, apakah adiknya Pak Maman masuk ke kantor hari ini?" tanya Papah Bobby.
Pak Maman pun kemudian melihat ke arah parkiran motor khusus karyawan kantor tersebut, dia mencari cari motor kesayangan adiknya itu.
" Oh iya pak bos, sepertinya adik saya sudah datang karena motornya sudah nangkring di tempat parkir." ucapnya seraya matanya menatap ke arah parkiran khusus untuk karyawan di kantor itu.
Papah Boby dan yang lainnya pun mengangguk, mereka memang tidak langsung memasuki kantor itu, tapi mereka menunggu kedatangan pak Tomi,karena pak Tomi mengirimkan chat pribadinya pada Abiyasa kalau dia datang sedikit terlambat.
Kemudian sebuah mobil, Masuk halaman kantor itu, siapa lagi kalau bukan orang yang ditunggu Mereka yaitu Pak Tomi, pak Tomi keluar dari mobilnya dan melangkah mendekati mereka semua.
" Maaf bapak-bapak semua sedikit terlambat."
" Oh tidak apa-apa Pak, kami baru juga sampai." ucap Abiyasa.
" Mari pak masuk..." Ucap pak Tomi, dianggukkan mereka, kemudian mereka pun mengikuti langkah Pak Tomi, setelah dipersilahkan oleh Pak Tomi masuk ke dalam kantor itu, sebenarnya kantor itu sudah sah menjadi hak miliknya Abiyasa tapi karena belum pemberitahuan kepada para karyawannya, jadi Abiyasa tidak mau terlebih dahulu memasuki kantor itu.
Pak Tomi kemudian menghubungi para staf karyawan kantor yang bertugas menyiapkan ruangan untuk segera mengadakan rapat pertemuan.
Mereka pun akhirnya memasuki ruangan rapat, setelah mendapatkan perintah dari pimpinannya itu, karena mereka memang tidak mengetahui kalau mereka sudah berganti pimpinan, Jadi mereka masih mentaati perintah dari pimpinannya yaitu Pak Tomi.
Setelah mereka semua kumpul di ruangan itu, pak Tomi pun kemudian berbicara dan menjelaskan semuanya sama mereka, mulanya mereka sangat terkejut karena sudah beberapa kali kantor ini berganti pimpinan, dua kali berganti pimpinan mereka tidak merasakan kesejahteraan di dalam pekerjaannya, Mereka pun berharap pimpinan yang ketiga ini akan memberikan mereka kesejahteraan yang mereka inginkan, walaupun sebenarnya mereka belum mengetahui kalau perusahaan itu sudah dijual oleh Pak Tomi kepada Abiyasa.
Kemudian Pak Tomi pun menjelaskan kepada mereka lagi untuk yang kedua kalinya, kalau perusahaan itu sudah dijual kepada perusahaan Wibawa Group yang dipimpin Abiyasa.
Lagi-lagi Mereka pun terkejut dan mereka takut akan ada pengurangan karyawan seperti perusahaan utama yang dipimpin oleh Pak Tomi, pak Tomi pun mempersilahkan Abiyasa untuk berbicara ditengah karyawan barunya itu,setelah Abiyasa berbicara panjang lebar, Mereka pun akhirnya merasa lega karena mereka tidak ada yang di berhentikan dari jabatan mereka masing-masing, yang tambah mereka terkejutnya terutama Pak Toto karena Pak Toto dipilih menjadi pemimpin di perusahaan itu menjabat sebagai direktur utama perusahaan anak cabang dari Wibawa Group, bukan Pak Toto saja yang terkejut tapi Pak Maman juga, dia merasa tidak percaya kalau adiknya itu dipercayakan untuk menjadi direktur utama di perusahaan anak cabang Wibawa grup itu. Pak Toto awalnya tidak mau menerima jabatan itu, karena dia tidak merasa pantas menjadi sebagai derektur utama, tapi karena Abiyasa yang memintanya,dan juga mendapatkan dukungan penuh, akhirnya pak Toto pun bisa menerima jabatan barunya itu, mereka semua pun merasa bersyukur karena mereka mengenal Pak Toto adalah sosok yang memang pantas untuk menjadi pemimpin,setelah peresmian perusahaan itu terlaksana rapat pun selesai, Mereka pun kemudian membenahi semua tentang kemajuan dan penurunan dari perusahaan yang dulunya dipimpin oleh Aditama, setelah selesai semuanya kemudian Papa Andre dan yang lainnya berpamitan untuk menuju ke bandara karena mereka ingin pulang ke rumah mereka, dengan diantar Pak Maman beserta Abiyasa dan Clarissa, merekapun kemudian meninggalkan kantor dan menuju kearah bandara yang ada di kota itu, setelah sampai mereka langsung memasuki jet pribadi keluarga Wibawa,beberapa saat kemudian Jet pribadi itupun membawa rombongan Papah Andre menuju ke kota sebelah di mana rumah keluarga Wibawa berada.
Setelah kepergian orang tuanya dan yang lainnya Clarissa dan Abiyasa pun kembali ke kantor anak cabang Wibawa group tersebut untuk kembali menyelesaikan semuanya dan membenahi berkas-berkas yang terbengkalai karena perbuatan Aditama selama menjabat sebagai derektur utama.