
Kemudian Mamah Anisha dan Mamah Lala datang menemui mereka yang sedang duduk santai di kursi tamu.
" Sayang" panggil Mamah Lala pada Clarissa.
" ya mah" sahut Clarissa.
" Anindita mana ?Tanya mamah Anisha.
"Baru aja berangkat, katanya mau ke butiknya Tante Raisa, mau milih baju buat nanti malam" ucapnya lagi.
" Lho kamu nggak ikut ?"tanya Mamah Anisha.
" Enggak Tante, memang kenapa Risa harus ikut?" Tanya nya balik.
" Ya Allah Dita, rupanya dia kelupaan ya ngajak kalian berdua dengan Marco,udah kalian nyusul mereka ke butik Tante Raisa untuk milih baju juga" ucap Mamah Anisha.
" Untuk apa? Milih baju kebutik?" tanya nya kepada tante Anisha.
"Kalian kan mau tunangan juga nanti malam, acaranya barengan sama Anindita dan Morgan" ucap mamah Anisha.
Clarissa menoleh kearah mamahnya dan Mamah Lala menganggukkan kepalanya Seraya tersenyum.
Kemudian Marco memandang ke arah Clarissa, mereka berdua saling pandang.
" Udah nanti telat, Jangan pandang pandangan gitu ah jangan lihat-lihat dan cepat berangkat sana " ujar Mamah Anisha pada mereka berdua.
" Oke tante siap!" ucapnya tersenyum bahagia.
Marco dan Clarissa pamit pada mereka,berlalu dari hadapan Arvin.
" Yang sabar ya jomblo" ucap Carissa.
"pret!" ucapnya tersenyum.
Kemudian mereka berdua pun meninggalkan Arvin yang hanya duduk seorang diri.
Mobil yang dikendarai oleh Anindita dengan Morgan melaju di jalan beraspal yang bebas hambatan, kemudian Anindita menepuk jidatnya.
"Astaghfirullahaladzim sayang" ucapnya.
Morgan tiba-tiba menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Emang ada apa Sayang" ucapnya heran.
" Aku lupa ngajak Clarissa sama kak Marco.
Mama tadi bilang acara pertunangan kita ini barengan dengan kak Marco dan Clarissa juga,diadakan barengan sama kita, aku malah lupa mengajak mereka berdua untuk memilih baju juga"
"Ya udah,telepon sekarang aja" ucap Morgan.
Kemudian Anindita menelpon Clarissa, mobil Clarissa yang pelan-pelan meninggalkan gedung acara pernikahan Abiyasa dan Ayesha.
Clarissa yang mendapat kan telepon dari Anindita langsung menjawab nya.
" Hallo..Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam,"
"Kalian di mana? masih di gedung nggak?"
" mau keluar,"
" Ya udah, kalian langsung menuju ke tempat butiknya Tante Raisa ya,aku lupa tadi ngabarin"
"Ya udah, tadi disuruh sama tante Nisa katanya suruh nyusul kalian "
"Oh syukur deh kalau gitu, ya udah kami tunggu di sana ya, hati-hati assalamualaikum" ucap Anindita lagi, langsung menutup teleponnya.
" Waalaikumsalam"
Clarissa tersenyum bahagia.
"Ya Allah, begitu indahnya rencanamu, begitu baiknya keluarga ini, agar pertunanganku dengan Marco dikenal orang-orang yang lain, biar tidak ada pikiran dan tidak ada prasangka buruk dengan hubungan kami.
Arvin yang duduk sendiri sambil memainkan ponselnya dan menyandarkan tubuhnya di kursi, kemudian dokter Roni datang.
"Maaf Mas di sini kosong ?" Tanyanya.
" Oh iya kosong, silakan aja duduk "ucapnya cuek.
Arvin masih menatap layar ponselnya,dia hanya cuek.
" Ini kan cowok yang dipeluk oleh Nadine tadi" ucapnya pelan.
Kemudian dokter Roni tersenyum kepada Arvin.
" Ingin rasanya aku mencabik-cabik wajah lelaki yang ada di hadapan ku tersebut, karena dia adalah kekasih yang telah mendahului diri ku mendapatkan Nadine" gumamnya.
" Maaf mas? Lagi sendiri?
" Ya iyalah, mas lihat ada siapa? kalau sama setan sih iya" ucapnya cuek.
Dokter Roni hanya tertawa saja.
Arvin tetap dengan sifat cueknya tersebut.
"Kerja di mana Mas? tanyanya lagi.
" Ngukur jalan" ucap Arvin santai.
" Mas sendiri kerja di mana ?"
"Saya suka Nyobek nyobek badan orang" ucap dokter Roni tersenyum.
" Ya Allah ya Robby,kasian banget Nadine punya calon suami suka nyobek nyobek badan orang" gumamnya seraya menatap dokter Roni.
"Maksudnya suka bedah-bedah orang," kekehnya.
"Berarti kerjanya di rumah sakit dong" ucap Arvin lagi.
" Nah itu benar" ucapnya.
"Sudah menikah Mas ?"tanya dokter Roni lagi.
"Belum "Ucap Arvin santai.
" Mas sendiri sudah menikah" ucap Arvin.
"Belum,tapi sudah ada calonnya."
" Kok nggak di ajak calonnya." Ucap Arvin.
" Ada kok" jawabnya singkat.
"Kok duduknya di sini?nggak bersama calon istrinya " ucap Arvin.
"Calon istri saya tadi lagi ke belakang, jadi saya memang sengaja duduk disini menunggu, karena sebentar lagi kami mau pulang" ucapnya.
" Oh gitu "ucap Arvin singkat.
"Eh.... tapi mau nanya nih kerja mengukur jalan apaan sih?"
" Ya ngukur ngukur jalan gitu,ya panjangnya berapa,terus lebarnya jalan berapa meter," ucapnya Arvin mulai kesel dengan lelaki di hadapannya tersebut.
"Terus dibawa kemana?setelah diukur" tanya dokter Roni.
"Ya bawa ke jidatmu,nempel tuh di jidat mu,kesel jadi lama lama dengan orang ini. "gumamnya.
"Iya di simpan sendiri " jawab Arvin.
"Oh berarti pengangguran dong Mas "ucapnya.
" Yah begitulah "ucap Arvin lagi.
"Wah mudah mudahan aja adik saya tidak dapat pengangguran seperti Mas ini,kalau sampai dapat udah saya buang ke laut" ucapnya tersenyum.
"Siapa juga yang mau sama adik mu, kenal aja enggak" ucapnya.
Dokter Roni terkekeh.
" Saya cuma bercanda aja mas,jangan di ambil hati ya" ucap dokter Roni tersenyum.
" Siapa juga yang mau sama Adik Mas "ucapnya.
" Terima kasih ya udah ngomong sama saya, ya udah saya permisi dulu "ucap Arvin sedikit kesal dengan dokter Roni.
Kemudian dia berjalan keluar dan memilih duduk di parkiran di atas kendaraan sepeda motor salah satu motor tamu undangan.
" Bikin Bete aja tuh orang!siapa juga yang mau sama adiknya kenal aja enggak ngelihat aja enggak,bikin kesel aja, Nadine kamu tinggalkan aku di saat aku menyukaimu" ucapnya menerawang jauh pikirannya.