THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 206



Aditama memeriksa mobil tersebut, karena melihat suaminya memeriksa sebuah mobil,Lidya langsung turun juga dan mendekati Aditama.


" Ada apa sayang? "


" Aku heran aja kenapa mobil ini parkir disini?" Ucapnya.


Saat mereka hendak memeriksa mobil tersebut,tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara yang berasal dari belakang mobil yang mereka berdua curigai.


" Maaf pak ada apa ya?" Ucap pak Maman menegur Aditama dan Lidya.


" Aduh! Kaget aku." Ucap Aditama.


" Ada setan Aditama!!" Teriak Lidya seraya menyembunyikan mukanya disamping lengan Aditama.


" Itu bukan setan sayang, tapi orang, mungkin pemilik mobil ini." Ucap Aditama seraya menenangkan Lidya yang ketakutan.


" Ada apa Pak?" tanya Pak Maman.


" Apakah mobil ini milik Bapak?"


" Iya pak,mobil ini milik saya Pak, tadi mogok jadi saya berhenti di sini,maafkan saya membuat Bapak tidak nyaman dan heran terhadap mobil saya yang parkir begitu saja didepan rumah bapak."


" Tidak Pak, saya tidak berpikiran seperti itu, cuman saya heran aja baru satu kali ini mobil berada di depan rumah saya."


" Maaf Pak kalau mengganggu, sebenarnya saya ini lagi menunggu teman untuk membantu saya,maafkan saya ya Pak karena sudah mengganggu ketentraman Bapak."


" Oh tidak apa-apa pak,Ya sudah kalau seperti itu Saya permisi dulu." ucap Aditama seraya menarik pelan lengan Lidya menuju ke arah mobilnya.


Beberapa saat kemudian mobil yang dikendarai Aditama meninggalkan depan rumahnya sendiri dan meninggalkan Pak Maman yang sedang berdiri di samping mobil tersebut.


" Hampir saja mobil ini ketahuan kosong dan parkir di depan rumah kediaman Bu Nayra dan Untung saja aku langsung berbalik arah lagi ke sini karena tukang ojek yang ada di depan sana tidak ada, tapi kemana mereka berempat ya? pak bos ku itu." gumamnya seraya menatap ke arah rumah Aditama.


" Sepertinya Aditama tidak mempermasalahkan mobil kita parkir di depan rumahnya itu." ucap Abi Yosep.


" Iya benar! sepertinya dia tidak terlalu curiga dengan mobil kita yang ada di sana." Lanjut Ayah Candra.


" Ya sudah kalau seperti itu, bagaimana kalau kita masuk ke dalam." ucap Abi Yosep.


" Masuk kedalam? caranya bagaimana?"


" Tara...!aku menemukan kunci serep rumah Nayra, kuambil dari wanita penggoda itu!"


" Ya sudah kalau seperti itu, kita masuk ke dalam aja,siapa tahu kita bisa berbicara langsung dengan Nayra. " Lanjut Ayah Candra.


Kemudian mereka pun membaca situasi kalau-kalau mobil Aditama kembali lagi ke rumahnya tersebut,setelah terlihat aman


Abi Yosep langsung membuka pintu rumah Nayra dan mereka berempat masuk ke dalam dengan leluasa.


Lalu pintu dikunci lagi dari dalam dan kuncinya di kantongi kembali oleh Abi Yosep.


Merekapun kemudian membaca situasi yang ada di dalam rumah tersebut, mereka melihat kekiri dan kekanan, Mereka pun menuju ke arah kamar di mana cahaya kamar itu masih menyala.


Nayra yang berada di dalam kamar pun merasa ada orang yang memasuki rumahnya kembali.


" Kenapa Aditama kembali lagi? apakah dia dan istri barunya itu ingin membuat pertengkaran lagi denganku " ucapnya.


Tiba-tiba pintu kamar Nayra pun diketuk dari luar.


" tok-tok-tok "


" Kenapa Aditama mengetuk pintu? biasanya dia langsung masuk aja ?" Pertanyaan demi pertanyaan di benak Nayra bermunculan dengan suara ketukan tersebut.


" Ngapain lagi kamu kesini hah!! lebih baik kamu pergi aja dari sini!!aku tidak ingin bertemu dengan kamu!! biar bagaimanapun kamu itu sangat jahat!! suami macam apa kamu!! membiarkan istrinya berada di dalam kamar ini sendirian dan membuat aku semakin benci denganmu!! pergi kamu dari sini Aditama!!ucap Nayra dengan keras dari dalam kamar tersebut.


" Nayra ini Om Andre Nak."


" Om Andre? Om Andre..Apakah benar itu Om Andre?"


" Iya Nak, ini Om Andre.


Mendengar nama Om Andrenya tangis Nayra pun pecah.


" Bagaimana Om Bisa berada dikota ini ?dan Bagaimana juga Om Bisa masuk rumah ini Om " ucap Nayra disela-sela tangisnya.


" Ceritanya panjang Nak." Ucap Papah Andre.


" Nayra,bisakah kamu membuka pintu kamarmu ini?" Tanya Abi Yosep.


" Tidak bisa Om, karena pintu kamar ini dikunci oleh Aditama."


" Apakah kamu nggak punya serep kunci kamar ini Nak?" Tanya Ayah Candra.


" Tidak ada Om, Naira tidak membawanya, di dalam kamar ini tidak ada kunci serepnya." ucap Nayra lagi.


" Bagaimana kalau kita dobrak aja dari luar pintu kamar ini.' ucap Papah Boby.


" Sebentar Om, coba Om berjalan ke arah lemari yang ada tidak jauh dari pintu kamar ini." Ucap Nayra.


" Lemari ?ucap Papah Andre."


" Iya Om, lemari kaca yang ada tumpukan pernak-pernik yang ada di dalamnya."


" Oh ya Om melihatnya."


" Coba Om berjalan ke situ dan buka lemari tersebut, di situ ada kumpulan kunci-kunci di dalam tempat piring hias Itu." ucapnya menjelaskan kepada Papa Andre.


" Oh ya udah tunggu sebentar Om akan mencarinya."


Kemudian Papa Andre pun melangkah menuju ke arah lemari kaca yang dikatakan oleh Naira, Papa Andre pun kemudian membuka pintu lemari tersebut dan dia pun mulai mencari yang dimaksudkan oleh Nayra, beberapa saat kemudian papa Andre menemukan beberapa kunci yang menjadi satu ikatan.


" Mudah-mudahan ini ada salah satu kunci kamar Nayra." ucapnya.


Papah Andre pun langsung melangkah kembali ke arah pintu kamar Nayra, dia mencoba satu persatu kunci yang dia pegang tersebut.


" Bagaimana Om? adakah yang bisa digunakan?"


" Debentar Nak, Om lagi menggunakan satu persatunya.'


Semua kunci pun dicoba tapi tidak ada yang bisa untuk membukanya sampai kunci yang terakhir pun tidak bisa membuka pintu tersebut.


" Semua kunci ini tidak ada yang bisa membuka kamarmu Nayra.' ucap papa Andre.


Papa Andre pun menatap kedua sahabatnya.


" Ke mana Boby.?"


" Tadi ada di sini." ucap Abi Yosep.


" Aku ada disini Guys " ucapnya terkekeh.


" Aku mencari ini " jawab Papah Andre terkekeh seraya memperlihatkan sebuah kawat kecil.


" Untuk Apa kawat itu?"


" Tenang Yos,Aku akan membuka pintu kamar Nayra dengan kawat ini." Ucapnya


Kemudian dia pun melakukan dengan begitu hati-hati dan beberapa saat kemudian kunci kamar tersebut bisa dibuka Dan saat pintu terbuka,Nayra langsung menatap kearah semuanya,dan dia pun langsung memeluk papah Andre Om nya tersayang yang disambut pelukan papah Andre dengan penuh kasih sayang memeluk keponakan itu.


Naira menumpahkan tangisnya dipelukkan Om nya tersebut.


" Tenang Nak, lebih baik kamu tenang kan tangismu dulu, Om ada bersamamu tidak akan ada lagi orang yang bisa menyakitin kamu." ucap papa Andre kemudian menyuruh Nayra duduk diatas tempat tidur tersebut.


Abi Yosep, Ayah Chandra dan papa Bobby pun menatap ke sekeliling kamar Nayra,tidak ada keanehan di kamar tersebut, masih seperti layaknya sebagai kamar yang memang terpelihara.


" Tenangkan dirimu dulu Nayra, kemudian setelah itu baru kamu cerita sebenarnya, ada apa? kenapa bisa Aditama berubah seperti itu denganmu Nayra." ucap Papa Bobby.


Naira hanya menganggukkan kepalanya, dia menghapus air matanya dan kemudian menenangkan dirinya, Karena tangis yang melandanya tersebut.


Setelah terlihat diam Nayra kemudian papah Boby mengambil air putih yang ada di atas meja yang ada dikamar tersebut, Dia memberikan kepada Nayra untuk diminum oleh Nayra, Nayra pun meneguk air minum tersebut secara perlahan-lahan.


" Sekarang kamu udah tenang Nak, ceritakanlah." ucap Papah Andre.


" Ya Om,sebelum Nayra cerita, kenapa Om bisa tahu Nayra ada seperti ini?"


" Semuanya sudah diceritakan sama mamamu, dan Om juga merasa ada kecurigaan, karena selama Clara ada bersama dengan mamamu kamu dan suamimu tidak pernah menghubungi dan bertamu ke rumah kedua orang tuamu, ditambah lagi setiap kamu menghubungi Mamahmu selalu tengah malam, ataupun seperti cepat-cepat berbicaranya,di saat dihubungi kembali nomor gawaimu selalu tidak aktif, makanya Om punya inisiatif sendiri untuk mencari tahu keadaan kamu di sini, ternyata benar kecurigaan Om, kalau kamu di sini menderita, walaupun kamu masih diurus sama dia, seperti memberi makan,tempat tinggal seperti ini." ucap Papa Andre panjang lebar.


" Iya Om, Nayra selalu menghubungi Mama dan menanyakan kabar tentang Clara kalau Aditama berada di rumah,itu pun dengan sembunyi-sembunyi karena gawai Nayra sudah disita sama Aditama, Nayra melakukan aktivitas hanya di dalam kamar saja, karena kamar selalu dikunci."


" Apakah kamu selalu dianiaya oleh Aditama?" tanya ayah Chandra.


" Tidak Om, dia tidak sedikitpun menganiaya Nayra secara langsung, tapi dia sudah menganiaya Nayra dengan perbuatan dia selama ini terhadap Nayra."


" Naira Om mau tanya denganmu.?" Tanya Ayah Candra


" Tanya apa Om?"


" Kenapa kamu tetap bertahan,padahal sudah diperlakukan oleh Aditama tidak sebagaimana mestinya."


Naira terkejut mendengar pertanyaan dari Ayah Candra,Dia kemudian menatap Ayah Candra dengan lekat.


" Yah, kenapa Nayra? Kamu bisa cerita dengan Om, Biar Om selesaikan semuanya, Aditama tidak bisa diberi pengampunan yang layak untuknya, karena selama ini kamu bertahun-tahun menderita karena ulah dia, sekarang dia harus merasakan perbuatan dia terhadap kamu." terang Papa Boby.


Naira menarik nafasnya dengan pelan, Dia melepaskannya dengan berat seberat beban yang ditanggungnya selama ini.


" Naira kamu harus cerita dengan Om semuanya, apa yang terjadi denganmu, seharusnya kan kamu minta berpisah dengan Aditama, apalagi anakmu ada bersama dengan mamah mu sekarang ini, jadi dia tidak bisa lagi untuk menahan kamu." ucap Abi Yosep.


" Nak,kenapa kamu diam? ceritalah dengan Om." Lanjut Papa Andre


Naira menatap satu persatu mereka berempat yang duduk di hadapannya itu, Naira menghela nafasnya dengan berat.


" Sebenarnya Om, dari dulu Nayra sudah mau minta pisah dengan Aditama,tapi Aditama tidak mau melepaskan Nayra, dengan alasan dia ingin memberikan Nayra siksaan batin yang sangat hebat, seperti apa yang pernah dilakukan oleh keluarga kita dengan keluarganya."


" Maksud kamu?" Tanya papah Andre.


" Om ingatkan dulu saat kejadian waktu mau pelaksanaan pernikahan Abiyasa, dan Abiyasa ingin memenjarakan keponakannya Aditama, karena keponakannya itu sudah berbuat tidak sepantasnya dengan Abiyasa,wajar kalau Abiyasa mau memenjarakannya,karena tingkah laku keponakan dari Aditama itu tidak pantas untuk dimaafkan, karena keluarganya Aditama tidak merasa bersalah, akhirnya dia mengatakan kepada orang lain kalau keluarga kita lah yang bersalah dan berlaku semena-mena karena keluarga kita dianggap mereka tidak memiliki rasa kepedulian terhadap orang lain dan keluarga kita hanya mengandalkan dari kekayaan, di situlah kakaknya mengadu kepada Aditama,Aditama sangat menyayangi kakaknya tersebut, makanya dia merelakan Nayra yang jadi korbannya, Nayra selalu disiksa dengan batin yang sangat kuat ditambah lagi saat itu Nayra hamil anak kedua,setelah melahirkan Nayra cuma tiga hari saja melihat anak Nayra,sampai saat ini pun Nayra tidak pernah bertemu lagi dengan anak Nayra, itulah yang membuat Nayra bertahan agar Nayra bisa bertemu kembali dengan anak Nayra yang sudah dibawa oleh Aditama dan berada dengan keluarganya." Terang Nayra.


" Apa??!! berarti keponakan Om masih ada lagi? apakah Mama mu tahu kalau kamu itu memiliki 2 orang anak?" Tanya Papah Andre.


Nayra menggeleng dengan pelan.


" Ya Allah... rupanya seperti ini Dia berbuat denganmu Nayra, sungguh perbuatan yang tidak bisa dimaafkan!!" ucap papah Andre.


" Begini saja Nayra kapan lagi dia akan kembali ke rumah ini?" tanya Abi Yosep.


" Besok pagi seperti biasa dia selalu berada di sini jam 8 pagi untuk mengantarkan Nayra makan dan minum, setelah itu dia pergi dan kembali lagi malam harinya."


" Baiklah Nayra, kamu harus melancarkan aksi kamu selanjutnya." ucap Abi Yosep lagi.


" Rencana apa Om.?" tanya Nayra keheranan.


" Besok pagi dia tepat jam 8 berada di rumah, kamu jangan bertengkar dengannya, buat dia merasa seperti bingung, karena malam harinya kalian bertengkar dan Pagi harinya kamu begitu mesra dan tidak marah sama sekali,seakan akan tidak ada yang terjadi diantara kalian, lebih bagus lagi kalau besok Lidya ada, jadi dia melihat bagaimana perlakuan kamu terhadap Aditama, walaupun kamu sudah diduakan seperti itu." ucap Abi Yosep.


Mereka pun menatap ke arah Abi Yosep.


" Rencana apa yang akan kamu jalankan Yos?" tanya papa Boby.


" Ini adalah rencana yang membuat Aditama merasa bingung dengan perubahan dari Nayra,Kita ingin melihat Bagaimana reaksi dari Aditama melihat Nayra seperti berbeda dari hari-hari lainnya, Bob." Ucap Abi Yosep.


Papah Boby mengangguk...


" Kamu pasti setiap hari bertengkar dengan Aditama bila dia berada disini kan Nayra?" Ucap Abi Yosep.


Nayra menganggukkan kepalanya.


" Saat dia kesini lagi kamu nggak usah bertengkar, kalau disuruhnya makan,kamu makan dan kamu bikin seromantis mungkin dengannya, biar dia merasa bingung, dan pasti bertanya-tanya,Ada apa dengan dirimu?" Ucap Abi Yosep tersenyum.


"Kamu ikuti aja rencana Om ini hehehe." Ucap Abi Yosep lagi.


" Iya benar itu Nayra,kamu harus ikut aja rencana kami, besok Om Yosep akan ke kantornya Aditama untuk mengadakan kerjasama, karena di sini Om Yosep yang tidak pernah dilihatnya, jadi Om Yosep yang akan melancarkan rencananya." ucap papa Boby tersenyum.


" Di kantor kan pasti ada Lidya Om, Lidya tidak pernah pisah dengan dia." Ucap Nayra.


" Nah bagus sekali kalau Lidya ada bersamany,saat melihat Lidya dan selanjutnya terserah Om Yosep hehehe " kekeh papa Boby.


" Maksud kamu terserah aku gimana sih? Aku jadi nggak ngerti deh."


" Kamu pasti tahu gimana sesosok hantu penunggu pohon nangka beraksi, Kamu tahu kan apa maksud ku." ucap papa Boby sembari menaik-turunkan alisnya sembari tersenyum pada Abi Yosep.


" Oke aku paham! Apa maksudmu, Baiklah besok kita akan melancarkan aksi kita di kantor Aditama." Lanjut Abi Yosep lagi.


" Bagaimana Nayra? kamu mau kan ngikutin apa yang Om maksud kan.?" Tanya papah Boby.


" Iya Om, Nayra akan mengikuti rencana Om itu."


" Oh ya Naira Bagaimana dengan mertua mu? Apakah mertuamu pernah menjenguk kamu kesini?" Tanya Ayah Candra.


" Semenjak kejadian itu di rumah kediaman Om Andre,mereka tidak pernah lagi menjenguk Nayra,Nayra juga kepikiran, Apakah anak Nayra masih ada atau sehat-sehat saja, itu yang Nayra pikirkan selama ini."


" Tenang aja Nak, Om akan menyelesaikan ini semua, kalau sudah Om Bobby beserta yang lainnya ada di sini, Kamu tidak usah khawatir lagi,in sya Allah anakmu yang kedua itu tidak apa-apa, setelah anakmu bersama denganmu nantinya, baru kita akan mengurus perpisahan kamu dengan Aditama." ucap Papa Boby seraya menepuk pelan pundak Nayra.


" Serahkanlah kepada Om Boby, karena Om bobby ini adalah Om yang paling hebat,buktinya tadi aja dia bisa membuka kunci kamar kamu ini dengan sebuah kawat entah darimana kawat tersebut didapatnya, hehehe." ucap Ayah Candra


" Iya Bob,kamu hebat, jangan-jangan kamu spesialis nya buka membuka lagi " ucap Abi Yosep terkekeh.


" Hahahah...itu kamu tahu kerjaanku Aslinya." ucap papa Boby sembari tersenyum.


Mereka juga tersenyum, papah Andre melihat kembali senyum diwajah Nayra keponakannya itu.