
" Yovi adalah kepanjangan dari nama abi dan umi saya, yaitu Abi Yosep dan Umi Vita." Ucapnya lagi.
" Pas banget, " ucap ayah Candra tersenyum manis.
" Ok, kamu memasuki kriteria jadi sekretarisku, selamat ya...selamat bergabung di kantor Wibawa group, sekarang ini juga kamu bisa langsung bekerja" ucap Abiyasa tersenyum manis pada Ayesha.
" Saya pinta dari kamu kalau sudah bekerja di sini perhatikan jam kerja jangan sampai terlambat, karena saya tidak suka dengan kata terlambat" ucapnya lagi, dia sengaja mengatakan itu pada Ayesha karena Ayesha sudah membuat kegelisahan pada hatinya saat diri nya menunggu kedatangan nya tadi pagi.
Ayesha tidak bisa berkata kata lagi, dia hanya bisa menganggukkan kepalanya saja, karena dia merasa bahagia dan lagi dia juga ingin cepat cepat keluar dari ruangan bos nya tersebut karena debaran jantungnya sudah tidak menentu karena dia masih belum bisa berdamai dengan degupan jantungnya setelah bertemu dengan Abiyasa Putra Wibawa sang Bos nya.
" Terimakasih pak, " ucapnya
" Sayang, jangan bilang pak dong, bilang sayang aja Bidadariku,. Manisku" ucap batinnya.
" Kok nggak nyahut sih Biy, jangan bilang pikiran mu lagi kalang kabut" ucap Risa lagi mendekati Abiyasa setengah berbisik.
" Oh....iya sama sama" ucapnya lagi seraya menyenggol lengan Risa.
" Ya udah om, pak Bos Risa pamit dulu ya.." ucapnya mengajak Ayesha keruangan barunya.
" Hey, sama papah belum pamit kan?" Teriak pelan Papah Boby pada Risa.
" Sama papah kan udah di rumah tadi, jadi pamitnya besok lagi" ucap Risa terkekeh.
" Aduh ni anak lupa kalau ada papah nya di sini kali ya" ucap papah Boby.
" Risa itu duplikatan kamu Bob, " sahut ayah Candra.
" Hehehe..." Boby hanya terkekeh.
" Ya udah ayo kita berangkat ke kota B biar kita bisa cepat menemui Yosep dan langsung membawanya berobat." Ucap papah Andre.
Mereka kemudian mengangguk dan berpamitan dengan Abiyasa dan langsung keluar ruangan menuju lift dan kearah lobby dan langsung keluar menuju mobil ayah Candra, mobil Kemudian melaju kearah bandara di mana jet pribadi yang baru terparkir yang lama sudah di jual dan di belikan yang baru lagi. (orang kaya ðŸ¤ðŸ˜€)
Beberapa menit kemudian mobil yang mereka tumpangi memasuki parkir bandara mereka keluar dan berjalan kearah jet pribadi papah Andre terparkir.
Seperti biasa papah Andre berbicara dengan pihak bandara,sesaat kemudian meraka sudah berada di dalam jet tersebut dan beberapa saat kemudian jet tersebut meninggalkan bandara yang ada di kota mereka menuju bandara Kota B untuk bertemu dengan sahabat yang sudah lama tidak ada kabar beritanya selama bertahun tahun lamanya.
Di kantor Abiyasa...
Pintu ruangan Abiyasa terbuka dan masuk lah Risa tanpa permisi dan langsung saja duduk di Sofa yang ada di ruangan Abiyasa.
" Mana papah dengan yang lainnya?" Tanya Risa pada Abiyasa.
" Berangkat ke kota B untuk bertemu dengan Om Yosep dan mau membawa om Yosep berobat, " jawab Abiyasa yang tidak berpaling sedikitpun dari layar laptopnya.
" Kamu tahu tidak,. Kenapa Ayesha terlamabat tadi" ucap Risa.
" Yah palingan macet di jalan," ucapnya sambil terus menatap layar laptop nya memeriksa email yang masuk.
" Assalamualaikum.." ucap Arvin yang tiba tiba nongol di depan pintu.
" Waalaikumsalam" ucap keduanya.
" Kaya jailangkung aja nih, pak polisi" ucap Risa.
" Hehehe" Arvin hanya bisa terkekeh, dan duduk di samping Risa sang sahabat.
" Cantik ya Biy aslinya si Ayesha dari pada Fhotonya" ucap Risa lagi.
"Emang Ayesha udah datang" tanya Arvin.
" Makanya jangan ngukur jalan aja kamu nya, jalan tuh panjang nggak ada putusnya ngukur jalan mulu, lagian kalau mau apel pagi tuh gendang rabbana ini jangan di bawa terus, apal apel aja nggak usah rabbanaan" ucap Risa lagi tersenyum menggoda sahabatnya yang duduk di sebelahnya seraya memegang sarung topi pet kepunyaan Arvin.
" Itu bukan gendang dodol, tapi sarung topi pet polisi ku, rusa tandung 12" sahut Arvin tersenyum.
" Kalian berdua nih tak bisa damai ya kaya tom and jerry aja, ntar aku nikahkan baru tahu rasa nanti" ucap Abiyasa.
" Iih, ogah !!" ucap keduanya tertawa lepas.
" Oh ya biy, tadi tahu nggak kamu kalau yang membuat terlambat itu adalah ulah kedua resepsionis di bawah si Memey dan Sari." Ucap Risa.
" Apa? Maksud kamu? Yang jelas dong ngomongnya" ujar Abiyasa ingin tahu dan dia langsung berdiri berjalan mendekati Risa dan Arvin.
" Malah tadi di seret seret keluar tuh Ayesha" ucap Risa.
Kemudian Risa mengambil ponselnya dan menelpon Tia.
" Mbak Tia, golong panggilkan Memey dan Risa resepsionis lantai bawah segera keruangan nya pak Bos" ucapnya pada Tia.
" Siap Bu" ucap Tia.
Tia kemudian turun kebawah manggil kedua wanita tersebut.
" Mey, Sari di panggil keruangan Pak Bos " ucap Tia.
" Sekarang bu Tia" ucap keduanya.
" Nggak besok! Ya iyalah sekarang! Makanya kalian tuh jangan sering bikin ulah, jadi kan ketahuan tuh kasar nya, kalian dengan para tamu, ini adalah kesekian kalinya kalian membuat ulah, kami sebenarnya tahu kalian itu terlalu kasar pada tamu tapi kami tidak melaporkan kalian, biar bos tahu sendiri, sampai akhirnya karyawan baru tadi kalian buat tidak sepantasnya itulah akibatnya! Kalian yang menanam kalian juga yang memanennya." Ucap Tia menceramahi mereka di dalam lift.
" Aduh mati aku" ucap Memey.
" Gimana ini mey" bisik sari.
Memey hanya menggeleng saja...
Seraya mengikuti langkah Tia menuju kearah ruangan Abiyasa.