
Mobil yang mereka kendarai memasuki halaman rumah keluarga Wibawa, mereka semua turun dari mobil dan tersenyum karena mereka merasa bahagia bisa kembali lagi ke tanah air dengan selamat dan membawa kebahagia yaitu kesembuhan Abi Yosep.
Mereka semua melangkah menuju ke pintu utama, saat Abiyasa hendak mengetuk pintu utama tersebut pintu itu terbuka terlihat lah anak-anak mereka berkumpul dan memeluk mereka,di karena kan sangat merindukan mereka para orang tuanya yang baru datang dari luar negeri. kemudian mereka langsung menuju ke ruang tengah rumah tersebut.
Mereka menghentak kan tubuhnya di sofa, sedang kan Abi Yosep duduk dengan pelan di samping istrinya.
" Akhirnya kita sampai juga aku sangat merindukan suasana rumah ku sekarang ini " ujar papah Andre.
" Bukan kamu aja Ndre, aku juga merindukan suasana rumah ku" ucap papah Bobby.
" Sama " ujar Ayah Candra singkat sambil merebahkan tubuhnya di sofa panjang rumah kakak iparnya tersebut.
" Hmmm...terima kasih ya kalian sudah membantu aku dan menemani aku sampai aku sembuh seperti sedia kala, walaupun sebenarnya harus waspada juga tentang keadaan aku sekarang ini " ujar Abi Yosep tersenyum bahagia.
Mereka tersenyum serempak sambil menyahut.
" Sama sama Yos..." Ucap mereka bertiga tersenyum.
" Maafkan aku ya, karena kesalahan ku dulu tidak memberikan kabar pada kalian tentang keadaan ku,dan sekarang membuat kalian jadi repot sampai berpisah lama dengan buah hati kalian " ucap Abi Yosep.
" Udah lah nggak usah di ingat lagi itu,sekarang kan kamu Alhamdulillah sudah sembuh, kita buka kembali lembaran baru yang diawali dengan Bismillah kesembuhan mu " ucap Papah Andre tersenyum bahagia.
" Kita kan saudara, sakit mu sakit kita semua, senang mu senang kita bersama " ucap Papah Boby tersenyum.
" Aku sangat senang sekali, kita bisa berkumpul kembali, kita bisa berkumpul bersama dengan keluarga kita masing-masing " sambung Abi Yosep.
" Ya udah kalian nginep di sini aja dulu, besok pagi aja pulang ke rumah masing-masing " ucap Papah Andre lagi.
" Oh ya pah, ada yang ingin Biyas bicarakan sama papah dan kalian semua, sebelumnya kami merasa bahagia karena papah membawa kabar yang sangat bahagia sekali yaitu kesembuhan Abi " ucap Abiyasa.
" Amin..." Ucap semuanya.
" Dan kami juga akan memberikan kabar yang mungkin sangat menggembirakan untuk Abi Yosep.." ucap Biyas.
" Bukan Om Yosep saja yang bahagia mungkin semuanya " sambung Clarissa.
Semua menatap kearah Clarissa, namun dia hanya tersenyum saja mendapat tatapan dari orang tua nya dan yang lainnya.
" Apa itu ?" Tanya papah Andre penasaran.
" Ya nak, ada apa?" Tanya papah Boby pada anak sulungnya.
" Lebih baik Abiyasa aja pah yang menceritakan semuanya " jawab Clarissa pada papah nya.
Abiyasa menoleh ke arah Clarissa lalu ke arah Morgan dan terakhir ke arah Arvin mereka semua menganggukkan kepalanya.
" Ada apa Biyas?" Tanya papah Boby.
Abiyasa tersenyum...
Sebelum Abiyasa bercerita tentang kehadiran Tante Dwi dan mbak Bella, Abiyasa menarik nafasnya dalam.
" Sebelumnya nikmati dulu om minumnya " tawar Morgan sembari tersenyum memecah keheningan.
" Ada apa sih ini? Jangan bilang kalian baru saja menyelesaikan suatu misi dan misi itu berhasil ya kan ...ya kan.." ucap papah Boby seraya terkekeh dan mengambil minumnya di atas meja.
" Hahaha...benar sekali pah..." sahut Clarissa terkekeh juga.
"Ni anak dan bapak sama sama bisa nebak banget sih" ucap Morgan.
" Ya iya dong.." ucapnya seraya merangkul sang anak.
Tiba-tiba Mbak Bella yang ada di dalam kamar terbangun karena mendengar celotehan mereka dia duduk di pinggir ranjang dan memandang ke arah jam dinding yang berputar ....
"Sudah 11.30 malam tapi kenapa di bawah seperti rame banget" ucapnya seraya turun dari tempat tidur, dan dia menoleh sesaat pada mamahnya dan kemudian melangkah keluar membuka pintu dengan pelan dan dia menoleh ke bawah, dia melihat banyak orang di bawah.
Sedangkan mereka yang dibawah tidak mengetahui kalau mbak Bella sudah bangun dan berada di atas mereka yang lagi memandang ke bawah.
" Oh mungkin itu keluarga nya Abiyasa," ucapnya seraya memalingkan wajahnya lagi dan hendak memasuki kamar tidurnya kembali.
Namun dia baru tersadar dan menoleh lagi kearah bawah.
" Om yosep.?! Ya Allah apakah aku tidak salah lihat ?apakah itu benar benar om Yosep? " Ucapnya seraya menggosok gosok kedua matanya, kemudian dia terus memandangnya lagi ke arah bawah Dimana mereka sedang berkumpul.
" Ya Allah itu benar, itu adalah Om Yosep, Ya Allah terima kasih ya Allah doa hamba selama ini kau kabulkan, selama ini aku merindukan Om Yosep" ucapnya Seraya meneteskan air matanya.
Kemudian dia melangkah kearah kamarnya kembali dan membuka pintu kamar dengan pelan dia memandang ke arah dalam kamarnya di mana sang Ibu masih terlelap.
Lalu dia menutup pintu kamarnya dengan senyuman bahagianya.dia melangkah pelan pelan menuruni anak tangga satu persatu yang menghubungkan lantai atas dan lantai bawah.
" Iya itu benar benar om Yosep." Gumamnya.
" Ada apa nak?" Tanya mamah Anisha pada Abiyasa.
" Begini mah, pah, om..." Saat Abiyasa ingin bercerita tiba tiba Mbak Bella langsung bersuara memanggil Abi yosep.
" Om...! Om yosep!" Panggilnya.
Semua mata tertuju pada suara yang ada di anak tangga tersebut, terutama Abi Yosep yang di panggil.
Mbak Bella berjalan sedikit cepat menuju kearah mereka.
Abi Yosep terperangah dan menatap mbak Bella tanpa kedip.
" Om...apakah ini om yosep Bella" ucapnya langsung memeluk Abi yosep dan menumpahkan air matanya.
Abi yosep baru tersadar dan langsung memeluk ponakan nya tersebut.
Dia kemudian menatap wajah sendu ponakan nya yang sudah bertahun tahun tidak bertemu.
" Ya Allah, Bella...apakah ini kamu nak?" Ucapnya seraya menatap wajah sendu mbak Bella yang bercucuran air mata.
Mbak Bella hanya mengangguk, dan yang lainnya melihat keajaiban yang ada di depan mata, tentang bertemunya sang paman dengan ponakan yang bertahun tahun lamanya tidak bertemu, akhirnya di pertemukan di sebuah rumah besar bak istana, dan bernuansa seperti surga indah dunia, di mana rumah itu menciptakan arti sahabat keluarga dan saudara yang sangat erat.
Mereka pun hanya diam dan hanyut dalam kesedihan bercampur bahagia yang mereka ukir di malam yang penuh kebahagiaan.
Kemudian Yosep menyuruh Bella duduk.
" Om kemana aja? Bela dan mamah nyariin om,"
" Maaf kan om nak,ceritanya panjang, nanti saja om ceritakan,Mamah mu mana?Reno juga di mana?" Tanyanya.
" Mamah di atas om, sedang sakit, dan Reno ada di kota S." Ucap Mbak Bella datar dia tidak mengatakan kalau Reno di dalam sel penjara.
" Apa? Sakit?" Tanya Abi Yosep.
" Iya om."jawab singkat Bella.
" Iya Abi, tante Dwi sakit." Sahut Abiyasa.
" Biyas, dari mana kalian bertemu mereka?" Tanya papah andre.
" Iya Biyas dari mana? Tanya papah Boby.
" Ceritanya panjang pah, om, kayanya Biyas nggak bisa cerita sekarang."
"Kenapa?" Tanya mereka berdua.
" Karena Biyas ngantuk banget " ucapnya tersenyum.
" Iya juga ya,memang harusnya kita tidur, karena sebentar lagi pagi" sahut Boby menatap jam dinding di rumah tersebut.
" Ayo kita istirahat dulu..." Ajak papah andre.
" Silahkan kalian istirahat aja dulu, aku mau ketemu kak dwi."
" Jangan om, biarkan tante dwi istirahat dulu, karena tadi sudah Dita berikan suntikan penenang, karena tante dwi harus banyak istirahat,besok aja ketemunya saran Dita." Ucap Anindita.
" Iya nak, om tidak akan membangunkan nya, om cuma ingin melihat wajah nya saja " ucap Abi Yosep.
Anindita tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.
Kemudian satu persatu melangkah menuju kearah kamar mereka masing masing yang sudah di sediakan dan Abi Yosep,mbak Bella dan umi Vita berjalan melangkah menuju kearah kamar tidur tante Dwi.
Tapi sebelum menuju keruangan atas papah Andre menegurkan Abi Yosep.
" Yos...kamu jangan lupa istirahat karena kamu baru saja pulih dari sakit," ucap Papah Andre.
" Iya Ndre..." Ucapnya tersenyum.
Saat mereka bertiga melangkah menaiki anak tangga satu persatu dan sampai di lantai atas, Abi Yosep menoleh kearah ketiga sahabatnya beserta istrinya mereka, dan Abi Yosep heran karena mereka tidak memasuki kamar mereka, melainkan mengikuti langkah Abi Yosep menuju kamar tante Dwi.
" Kalian mau kemana? Kata nya mau istirahat?" Tanya Abi Yosep.
" Kami mau menengok kak Dwi " ucap mereka bertiga dan di angguk kan ketiga istri mereka.
Abi Yosep hanya tersenyum, mereka pun akhirnya menuju keruangan tante Dwi bersama sama, dan mbak Bella membuka perlahan ruangan tersebut,papah Andre,mamah Anisha,Ayah Candra,Bunda Adel dan papah Boby serta mamah Lala, hanya bisa melihat dari luar pintu, mereka tidak ingin tante Dwi terjaga dari istirahatnya, sedangkan Abi Yosep mendekati kakak tercintanya yang sedang terlelap di mana tangan kirinya terpasang jarum infus.