
Andre pun baru menyadari, kalau dia diawasi ketiga sahabatnya tersebut, kemudian dia menatap ketiganya dan memberikan senyumannya, sedangkan ketiga sahabatnya tersebut menatapnya dengan serius seakan-akam tatapan ketiga sahabatnya itu ingin mencari tahu apa yang terjadi pada dirinya
Tapi Andre pandai mengembalikan situasi, Abi Yosep, papah Bobby dan Ayah Candra terus menatapnya.
" Bagaimana kalau nanti setelah pernikahan anak kita selesai, kita melaksanakan ibadah umrah." ucapnya tersenyum, para istri Mereka pun terkejut mendengar ucapan dari papah Andre.
Tidak ada sahutan diantara mereka, karena tiba-tiba saja papah Andre berbicara seperti itu.
" Bagaimana? kalian mau tidak? karena sekarang kan kita tidak mempunyai anak balita lagi, dulu kan masih ada,jadi belum terlaksana keinginan kita." Ucapnya lagi.
" Bagaimana kalau sekarang kita lebih religius lagi untuk melaksanakan ibadah umrah, kita biarkan saja anak-anak kita untuk menjalani semua yang telah kita lalui bersama-sama saat dulu,kemaren dan esok, kalau kita masih mengikuti mereka ataupun terjun kembali seperti grup sabun colek yang dulu, nanti ada yang protes lagi pada kita, kok anak-anak kita tenggelam, kenapa kita yang terus maju hehehe." ucapnya.
Mereka bertiga hanya diam tidak menjawab pertanyaan papah Andre, tetapi rencana yang dikatakan oleh Papa Andre tersebut pun direspon oleh para istri Mereka.
" Kami malah senang karena anak-anak kita sudah dewasa semua,kami kaum istri setuju dan sangat setuju sekali." Ucap Mamah Anisha.
Dianggukkan oleh para istri yang lain.
" Bagaimana David,Melisa, Apakah kalian berdua mau ikut.?" Tanya mamah Anisha.
" Sementara ini Tidak sepertinya Kak, Karena kan Melisa masih mau mendampingi Nayra,kan Nayra baru ditimpa masalah, Nayra juga harus bolak-balik ke kota sebelah, untuk menyelesaikan masalahnya yang telah terjadi,biar cepat clear dan cepat terlepas dari masalah Aditama." Ucap Mamah Melisa tersenyum.
" Ya sudah tidak apa-apa kalau kamu tidak mau ikut, bagaimana Kalian bertiga? Apa mau ikut atau tidak?" tanya Papa Andre sembari tersenyum dan memainkan alisnya naik-turun.
" Kalau Kami bertiga sih pasti ikut, kalau para istri kami semua setuju, apa salahnya, apalagi itu kan kita ke tanah suci untuk menambah keimanan dan ketakwaan kita." ucap papah Bobby, papah Andre pun tersenyum bahagia.
Mereka akhirnya pun setuju, kesepakatan mereka setelah anak-anak mereka menikah baru mereka akan melaksanakan ibadah umrah ke tanah suci.
Terdengar sebuah mobil memasuki halaman rumah keluarga Wibawa, ternyata mobil Arvin bersama dengan Nadine, Niko dan Lia beserta Kevin.
Mereka baru saja menghadiri acara pernikahan temannya Nadine, Dan kebetulan Lia juga diundang untuk menghadiri pernikahan tersebut, inisiatif Nadine dan Arvin untuk mengajak Niko, Mereka kemudian keluar dari mobil langsung menuju ke pintu utama rumah kediaman keluarga Wibawa tersebut.
" Assalamualaikum..." ucap Arvin.
" Waalaikumsalam..." jawab mereka semua yang ada didalam.
Mereka melangkah menuju ruang tengah dimana mereka semua berada, senyum sumringah terlihat di wajah mereka, karena keluarga yang berkumpul semua di rumah besar itu, mereka pun menyalami semua keluarganya dan langsung duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
Niko langsung mendekati Nayra dia pun langsung memeluk Kakak tersayangnya itu, tangis pilu pun menghiasi pertemuan Kakak Adik tersebut, Nayra meluahkan tangisnya di pelukan sang Adik,Niko kemudian menghapus air mata Kakaknya itu dengan penuh kasih sayang seorang Adik pada kakaknya.
" Kakak nggak usah menangis lagi,sekarang kakak sudah bersama dengan Niko dan yang lainnya,in sya Allah kita semua akan bahagia di sini." ucapnya seraya tersenyum.
Nayra tersenyum dan mengangguk, Niko menoleh kearah Alvaro yang sedang berada di pangkuan Mama Anisha.
" Bukan siapa-siap itu dek, itu anak kakak dek, anak kedua Kakak, karena Alvaro itulah yang membuat Kakak bertahan selama ini dengan Aditama, karena Alvaro yang membuat Kakak kuat untuk bertahan, Alvaro dijauhkan dari kakak selama berbulan-bulan, makanya kakak ingin mengambil Alvaro kembali dari keluarganya Aditama, Alhamdulillah Allah selalu melindungi kakak dan karena usaha mama, papa dan om semua bisa membantu kak Nayra,makanya Kakak sampai ke sini." ucapnya sembari tersenyum sambil menghapus air matanya yang menetes di pipi cantiknya itu.
Kemudian Niko mengajak sang kakak duduk, dan Nayra pun menatap kearah Lia yang ada disamping seorang anak laki-laki yang terlihat sangat tampan, Lia menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada Nayra
Nayra pun membalas senyuman dari Lia, lalu kemudian menatap kearah Kevin, Kevin pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Alhamdulillah akhirnya kamu menemukan jodohmu Dek."
" Alhamdulillah Kak, pertemuan kami singkat, aku sudah jatuh cinta kepadanya saat pertama kali aku melihatnya, dan dia akhirnya menerima cinta Niko Kak."
" Syukurlah kalau masih ada orang yang mau menerima kamu apa adanya Dek, dengan segala macam kekurangan dan kelebihanmu."
" Oh ya siapa namanya?"
" Lia Kak " ucap Niko.
" Lia,terima kasih ya, sudah mau menerima adik kakak dengan kekurangan dan kelebihannya." ucap Nayra.
" Iya kak, Lia yang seharusnya berterima kasih, karena Lia sudah diterima dan disayangi serta dicintai oleh Mas Niko." ucapnya tersenyum.
Mereka pun semua tersenyum, terlihat jelas di wajah mereka gurat-gurat kebahagiaan tercipta di antara mereka semua.
" Sebentar ya, kalian silahkan bicara aja di sini, Kami bertiga memerlukan Andre sekarang." ucap Papa Boby seraya menarik Papa Andre dari tempat duduknya tersebut.
" Apa-apaan sih,kenapa kalian narik-narik aku segala sih?Memang kenapa? Ada apa denganku?" Tanya papa Andre protes, tapi tidak dihiraukan oleh mereka bertiga dan mereka pun membawa papa Andre ke teras belakang.
Mereka bertiga mendudukkan papa Andre di kursi teras belakang, papah Andre tersenyum melihat ulah ketiga sahabatnya tersebut, kemudian ketiga sahabatnya itu duduk di hadapan Papah Andre.
" Andre katakan pada kami, Kenapa kamu seperti itu?"
" Seperti apa? aku biasa-biasa aja kok."
" Kami ini sahabat kamu Ndre, kami tidak bisa untuk kamu bohongi, kami juga tahu kamu mengatakan ingin berangkat ke tanah suci itu ingin menghindari rasa penasaran kami itu kan? ucap papa Bobby.
Papa Andre kemudian menarik napasnya dengan pelan.
" Sebenarnya iya, tapi sudahlah! nggak usah diingat lagi, mungkin itu tidak berpengaruh untuk kita semua, Aku ingin mengajak kalian ke sana aja setelah dari sana kita akan langsung berlibur." ucap Papa Andre tersenyum.
" Memangnya perempuan itu siapa Ndre? mirip dengan siapa?" Tanya papah Boby.
" Sinta maksudmu?"
" Iya " jawab singkat papah Andre.
" Jangan-jangan itu Amelia, anaknya Sinta, tapi kenapa mereka ada di sini lagi? padahal kan kemarin Kata istriku dia sudah pergi ke luar negeri, setelah mereka pergi tidak pernah lagi memberi kabar kepada keluarga Istriku, kamu kan tahu keluarga Rendy itu tidak terlalu baik dengan keluarga istriku,Jadi mereka tidak ingin mencari tahu lagi keadaan mereka yang berada di luar negeri sana, nanti coba aku akan menanyakan kepada istriku, Bagaimana keadaan mereka sekarang,siapa tahu aku tahu, dan dia tidak mau bercerita denganku,karena mungkin tidak penting lagi kali ya,jadi dia malas untuk di bicarakan." Ucap Papah Boby.
" Maka dari itu aku ingin mengajak kalian setelah pernikahan anak kita itu, kita berangkat ke luar negeri, ibadah umroh untuk menenangkan pikiran kita dan menambah lagi ke taatan kita kepada yang maha kuasa." ucap Papa Andre sembari tersenyum.
Mereka pun menganggukkan kepalanya.
" Aku tidak ingin lagi membahas masalah itu, itu mungkin kebetulan saja bertemu, kalau aku mengingatnya lagi sama aja Aku mengingat masa laluku yang telah lewat, buat apa lagi Aku mengingat itu, toh aku juga sudah mau menjadi seorang kakek dari anak Abiyasa."
Lagi-lagi mereka menganggukkan kepalanya mendengarkan ucapan dari papa Andre tersebut.
Kemudian gawai Papa Andre pun berbunyi,dia langsung mengambil gawai tersebut yang berada di atas meja yang ada di hadapannya itu, dia melihat layar gawainya ternyata panggilan dari Abiyasa,dia langsung menjawab panggilan itu.
" Assalamualaikum Nak?"
" Waalaikumsalam Pah, papah sudah sampai di rumah?"
" Alhamdulillah sudah sampai, sekarang lagi bersantai di teras belakang bersama dengan om-om kamu, Ada apa Biyas?"
" Ada kabar duka pah."
" Apa ?kabar duka? dari siapa?"
" Dari Pak Tomi."
" Maksud kamu?"
" Innalillahi wa innailaihi rojiun, istri Pak Tomi meninggal dunia Pah, pak Tomi baru aja memberitahukan kabar tersebut pada Biyas."
" Innalillahi wa innalillahi roji'un, meninggal karena apa Nak?"
" Serangan jantung, karena waktu itu Pak Tommy diberitahu oleh keluarganya, kalau istrinya dilarikan ke rumah sakit dan tidak bisa tertolong lagi."
" Sampaikan kepada Pak Tomi, Papa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, semoga pak Tomi tabah menghadapi ini semua." ucap Papa Andre.
" Ya Pah, ya sudah ya Pah, Abiyasa bersama Clarissa mau ke tempat Pak Tomi dulu."
" Ya Nak, hati-hati."
" Oh ya pah semua di sini sepertinya hari ini sudah selesai, in sya Allah besok siang Abiyasa dan Clarissa udah pulang kembali ke rumah."
" Ya Nak, hati-hati Oh ya biyas Jangan lupa telepon istrimu."
" Iya Pah." Ucap Singkat Abiyasa kemudian merekapun memutuskan pembicaraannya setelah saling mengucap dan membalas salam.
" Benaran Ndre,istri Pak Tomi meninggal dunia?" Tanya Papah Boby
" Iya Bob."
" Innalillahi wa innailaihi rojiun, sakit apa?"
" Serangan jantung."
" Itu pasti karena dia mendengar berita kalau anak tersayangnya itu masuk penjara." Ucap Abi Yosep.
" Lidya memang sangat keterlaluan!! sudah tahu orang tuanya mempunyai sakit jantung seperti itu, masih saja berbuat yang tidak semestinya, seharusnya dia membahagiakan kedua orang tuanya, bukannya membunuh kedua orangtuanya secara cepat seperti itu." ucap Papa Boby
" Sudahlah mungkin ini adalah cobaan untuk pak Tomi yang diberikan oleh yang maha kuasa, dan Pak Tomi adalah orang yang terpilih untuk menerima cobaan ini,semoga pak Tomi bisa tabah menghadapinya." lanjut Ayah Candra.
Kemudian Niko dan Arvin pun datang mendekati mereka.
" Boleh gabung nggak nih?" Tanya Arvin seraya terkekeh.
" Boleh! silahkan aja duduk, enggak masalah kan tua dan muda bergabung hehehe " balas papah Boby terkekeh juga.
Mereka pun kemudian duduk di samping Papa Andre yang memang saat itu duduk sendirian dihadapan Ketiga sahabatnya.
" Di mana Nadine dan Lia?" Tanya papah Andre.
" Mereka berdua Kami biarkan berbicara dengan Kak Nayra biar Mereka terlihat sangat akrab." ucap Arvin tersenyum pada orang tuanya, orang tuanya hanya menganggukan kepalanya, kemudian menikmati lagi pembicaraan mereka bersama-sama.
*****
Bersambung...
" kita bikin santai dulu ya.." 😊