
Didalam mobil Abiyasa merasa belum percaya kalau yang dilihatnya tadi adalah tukang kebunnya yang terlihat baik dihadapannya.
Morgan menatap kearah Abiyasa karena Abiyasa ikut mobil Morgan.
" Aku juga tidak mengira kalau ternyata si tukang kebun rumah kita yang menjadi salah satu dari mereka." ucap Morgan.
" Iya aku juga tidak menyangka malah aku terkejut melihat dia berada diantara mereka pantas saja saat kejadian itu dia minta izin pada kami katanya ada keluarganya yang sakit di kampung ternyata dia sudah merencanakan itu semua." ucap Abiyasa mengusap wajahnya dengan kasar dan membenarkan posisi duduknya tersebut.
" Nanti udah sampai kantor, aku langsung akan menanyainya kamu bisa menghubungi Papa agar Papa bisa ke kantor polisi untuk mengetahui siapa sebenarnya Handoyo itu apakah kamu mengenalnya Biy?"
Abiyasa menggeleng....
" Aku pernah tahu nama Handoyo itu adalah paman ku, tapi kalau berhadapan langsung aku tidak pernah, lagipula aku juga tidak menyangka kalau memang dia itu Handoyo karena dari raut wajahnya masih seusia papah, dan saat itu papah menyebut nama Handoyo dengan sebutan paman." Ucap Abiyasa.
" Itu namanya bukan paman Biy sebutannya tapi kamu menyebutnya kakek, karena papah menyebut Handoyo dengan sebutan paman." Ucap Morgan.
" Iya juga ya, habisnya aku kurang tahu Mor, dan aku juga memang kurang kenal, papah pernah mengatakan kalau pihak mereka itu memang sudah tidak mau lagi berhubungan dengan Almarhum Opa dan Oma,hanya itu yang aku tahu, padahal semua keluarga mamah ataupun keluarga papah aku mengenalnya kalau nama Handoyo itu hanya kenal lewat cerita papah aja.". Terang Abiyasa.
Morgan menganggukkan kepalanya dan terdengar helaan nafasnya tersebut.
" Kak Niko pasti tahu cerita pak Handoyo?" Tanya Morgan.
" Kakak kurang tapi tahu Mor, karena mamah tidak cerita banyak, yang kakak tahu saat itu katanya paman Handoyo sudah meninggal, kakak sama dengan Abiyasa mengira Handoyo itu adalah paman kakak, karena mamah tidak begitu jelas kalau menceritakannya,dan kakak juga tidak ingin mengetahuinya karena memang belum pernah ketemu." Ucapnya.
Lagi-lagi Morgan menghela Nafasnya dan menatap lurus ke depan.
" Yang tau semua ini hanya papah..." Ucapnya dianggukkan mereka bertiga.
" Kalau Adipati? Apakah kamu kenal Biy?" Tanya Arvin.
" Adipati memang terdenarnya tidak asing tapi aku tidak mengenalnya." Ucapnya lagi.
" Jangan-jangan Adipati saudara kembarnya Aditama lagi,mantan suaminya kak Naura." Kata Arvin tersenyum.
" Heheheh...bisa jadi karena nama depan sama beda belakang namanya aja." Sambung Morgan.
" Kalian ini bisa aja pikirannya...hehehe " Ucap kak Niko terkekeh, Abiyasa hanya tersenyum.
Mobil yang ditumpangi mereka melaju dijalan beraspal tanpa hambatan, kak Niko dan Abiyasa memilih ikut dimobil Morgan dan Mobil Abiyasa dibawa anggota yang lain.
Akhirnya mereka sampai dihalaman kantor polisi dan dengan rapi mereka memarkirkan mobilnya, mereka langsung turun dari mobil tersebut.
" Bawa mereka kedalam ruanganku sekarang nanti aku sendiri yang akan memprosesnya!" Titah Morgan pada anak buahnya tersebut.
" Siap Ndan..!" Ucap salah satu anak buahnya itu dan langsung membawa ke empat orang tersebut.
Bos utamanya yang mengaku bernama Handoyo itupun menatap lekat kearah Abiyasa dan Niko.
Sedangkan Adipati hanya menundukkan kepalanya dan tukang kebun dan satu orang lainnya itu hanya menunduk tidak mau menatap kearah Abiyasa dan yang lainnya.
Abiyasa kemudian mengambil gawainya dan langsung menghubungi sang papah sembari berjalan mengikuti langkah Morgan menuju keruangannya tersebut.
" Assalamualaikum pah.."
" Waalaikumsalam Nak." Jawab papah Andre.
" Papah Bisa kekantor Morgan? Ada yang ingin dibicarakan." Ucap Abiyasa, dia memang sengaja tidak ingin mengatakan panjang lebar pada sang papah tentang penangkapan ini.
" Oh...ya Nak, papah segera kesana." Ucapnya kemudian langsung memutus sambungan bicaranya setelah sama-sama mengucapkan salam dan membalas salam.
" Ada apa Ndre?" Tanya papah Boby, yang kebetulan berada disamping papah Andre karena mereka memang sedang bersantai diteras depan.
" Abiyasa menyuruh aku kekantornya Morgan, aku curiga pasti ada sesuatu yang ditemukannya."
" Aku ikut Ndre, kamu jangan sendirian."
" Memangnya kenapa kalau aku sendirian?"
" Kamu perlu teman Ndre." Ucapnya sembari tersenyum.
" Dasar kamu ini! Ya udah kalau gitu ayo kita kesana...Eh! Ntar dulu, kalau kita kesana yang disini siapa?" Tanya papah Andre.
" Kan ada Yosep, Candra dan Marco, ditambah lagi anak buahnya Abiyasa, kita kan tidak lama Ndre." Ucapnya.
Setelah papah Andre mengatakan pada semuanya kemudian dia keluar dengan diiring oleh kedua perempuan siapa lagi kalau bukan istrinya dan istri papah Boby,setelah mendapat ijin mereka berdua pun memasuki mobilnya dan beberapa saat kemudian mereka sudah tidak terlihat lagi dari pandangan sang istri.
Mobil terus melaju dengan kecepatan sedang dan tidak memakan waktu lama mobil pun sudah memasuki halaman kantor polisi, setelah memarkirkan mobilnya mereka turun dan langsung menemui Arvin yang sedari tadi menunggu mereka.
Dengan mengiringi langkah Arvin mereka langsung menuju ruangan Morgan, setelah sampai papah Andre terkejut melihat siapa yang ada didalam ruangan Morgan.
" Hendy?!" Ucap papah Andre.
Orang yang dikenali papah Andre pun langsung menatap kearah papah Andre.
" Papah mengenali orang itu?" Tanya Abiyasa.
" Iya Nak, dia adalah Om kamu yang bernama Hendy."
" Hendy? Bukankah dia mengaku bernama Handoyo.?" Ucap Abiyasa heran.
" Stop!! Andre Praja Wibawa! Jangan bilang aku ini paman anak kamu!! Dan jangan bilang aku ini keluarga kamu!! Aku tidak sudi dikatakan seperti itu!!" Ucapnya dengan mata membulat marah dan wajah memerah karena menahan amarahnya.
Papah Andre hanya menarik nafasnya dengan dalam dan melepaskannya dengan pelan, dia dipersilahkan duduk oleh Morgan.
" Begini pah, mereka adalah dalang dari penyusup dan penguntit keluarga kita, makanya Morgan minta Abiyasa menghubungi papah agar bisa menjelaskan siapa dia sebenarnya." Terang Morgan.
Papah Andre mengangguk.
" Rupanya kamu yang selama ini meresahkan keluargaku Hendy!" kenapa kamu bersikap seperti itu hah! Apa tidak cukup selama ini apa yang kamu inginkan aku penuhi,walaupun sebenarnya harta dan kekayaan keluarga Wibawa tidak ada sedikit pun campur tangan keluar kamu!tapi kenapa kamu menjadikan keluargaku target utamamu hah!! Kamu memang keterlaluan!!"
" Kamu yang keterlaluan!! Aku sudah lama ingin menghancurkan hidupmu,tapi aku belum bisa sampai akhirnya aku bisa membuat kalian semua khawatir dan bertanya-tanya karena dalam waktu yang bersamaan kalian menghadapi dua masalah hahahah!aku bangga dengan diriku karena sudah membuat kalian merasa ketar ketir!!" Ucapnya dengan sedikit nada tinggi.
" Ketar-ketir kepalamu bengkok!!" Ucap papah Boby spontan mendorong kepala Hendy dengan sedikit kuat.
Hendy menoleh kearah papah Boby.
" Sialan kamu!! Apa urusan kamu sehingga kamu ikut campur dengan masalah ini!! Dari dulu kamu selalu ada dikeluarga Wibawa! Dasar benalu!!" Ucapnya.
" Kuda peyot!! Enak aja aku dibilang benalu, kamu tuh!! Yang benalu!! Keluarga Wibawa sudah melayangkan dua perusahaan yang ada di kota S masih aja kurang!kamu sama Ayah kamu sama-sama Gila harta!! Makanya perusahaan itu dikelola bukan dipoya-poyakan kodok sawah!!Dasar!! Manusia tidak ada puasnya!! Kamu tuh ya yang gila, Ayah kamu sudah lama tiada malah namanya dibuat rusak! Sudah semasa hidupnya Ayahmu rusak baik dari segi moral dan perilakunya malah setelah tiadapun kamu bikin tambah rusak dengan mengatas namakan nama dia untuk menghancurkan keluarga Andre!! Kurang apa keluarga Andre dengan kamu hah!! Dasar kerbau ompong!! Kekayaan yang didapat keluarga Wibawa itu didapat mereka dengan usaha dari nol!! Dan karena Ayahmu sangat serakah menginginkan bagian kekayaan dari Neneknya Andre yang sebenarnya tidak punya kekayaan banyak,dan itupun sudah Ayahmu ambil, Almarhum tante Susi berjuang keras jatuh bangun sampai saat ini memperjuangkan usaha mereka dan sekarang melebar sampai saat ini, itu adalah usaha mandiri Almarhumah tante Susi dan Almarhum Om Anton dan diwariskan dengan Andre karena Andre benar-benar mengelolanya dengan bersungguh-sungguh, tidak seperti kamu dan Ayahmu sukanya berpoya-poya,dan sampai sekarang perusahaan anak cabang dari Wibawa Group diganti dengan nama H&H Group akhirnya sudah mengalami kebangkrutan, setelah diujung tanduk akhirnya kamu muncul ingin menghancurkan keluarga Andre, dan saat Andre hancur kamu pasti akan datang dengan begitu prihatin dan sedikit banyaknya kamu akan membantu dan Andre pun akan merasa senang karena bantuan dari kamu! Itukan keinginan kamu hah!! Ouh...no..no..no..tidak semudah itu kadal busuk!! Akal mu sudah bisa aku baca!! Sebelum kamu berbuat seperti itu Andre dan keluarganya sudah dilindungi yang maha kuasa dan para sahabatnya!!" Ucap papah Boby panjang lebar sembari ngos-ngos an setelah dia berbicara karena dia hanya sedikit mengeluarkan emosinya.
" Cih!! Dari dulu kamu sudah ikut campur dalam masalah keluarga Wibawa!!wajar kami minta hak keluarga kami karena semasa hidupnya Nenek dan Kakek hanya percaya dengan Susi dan Anton saja" Ucapnya seraya mengucapkan kata-kata sembari masih sangat emosi.
" Stop!! Jangan sebut tante Susi dan Om Anton dengan mulutmu yang bau naga busuk itu!!karena mereka sudah tenang disana, lebih baik kamu perbaiki saja kelakuan kamu dan sifat kamu itu!!" Ucap papah Boby.
" Sudahlah Bob, dia tidak akan mengerti dengan semua ini karena dia hanya mengertinya dengan uang, uang, dan uang!" Ucap papah Andre
" Hmmm inilah setan berupa manusia,Ndre! Tidak menyadari dengan kesalahannya, heh! Semut rangrang!! kamu tahu tidak! Yang kamu inginkan itu adalah jerih payahnya keluarga Andre bukan keluarga kamu ataupun Almarhumah kakek dan neneknya Andre! Saat hidup keluarga Andre susah kamu dimana?! Hah!! Lama-lama aku ganti juga wajah kamu ini dengan wajah keledai!! Mau aku ganti hah!!" Ucap papah Boby mulai emasi,dan hendak melayangkan pukulannya, papah Andre langsung merangkul papah Boby dan menarik mundur dari si Hendy,sedangkan Hendy hanya menatap tajam kearah papah Boby.
" Lepaskan Ndre!jangan ditahan biarkan aku yang mewakili emosi kamu Ndre, karena orang seperti dia harus enyah dari muka bumi ini,. Sudah Ngeh aku dengan sikap dia sewaktu kita sama- sama sekolah dulu, eh! Sampai tua pun dia masih menyimpan dendam dengan keluarga kamu Ndre, padahal Ayahnya sendiri yang memutuskan hubungan dengan keluargamu Ndre, dan tak akan pernah lagi mengingat kalian, tapi ternyata dia datang dengan tipu dayanya dan mengrekrut orang lain agar bersekongkol dengannya, ini juga! Tukang kebun tak tahu di untung!! Monyet!! Sudah ditampung dan diberi gaji besar dan dapat ijin semau udelnya masih aja mau diperbudak keong alot ini!! Dasar bodoh!" Ucap papah Boby mendekati si tukang kebun itu.
" Maafkan saya pak Andre, saya khilaf." Ucapnya.
" Jangan bawa-bawa khilaf!!sudah ketahuan seperti ini baru nyalahi khilaf!! Dasar ular sawah!!" Ucap papah Boby langsung mencengkram kuat wajah si tukang kebun dan melepaskannya dengan kuat.
Mereka yang ada diruangan itu hanya menyaksikan papah Boby marah-marah dan membiarkannya meluapkan emosinya.
Abiyasa mendekati sang papah.
" Pah, apa sebaiknya Om Boby di tenangkan aja dulu, ntar kenapa-napa lagi, dia kan sudah tua pah, nanti darah tingginya kumat kan bisa berabe pah." Ucap Abiyasa.
" Hehehe, Om Boby kamu itu sudah lama menyimpan amarah dengan Om Hendy kamu itu,Om Boby tidak ada darah tinggi yang mampir kedia kalau sedang marah, malah darah ungu yang ada hehehe, nanti juga dia tenang sendiri, coba hitung sampai tiga..." Ucap papah Andre terkekeh pelan.
" Satu...dua...tiga..." Ucap Arvin dan Abiyasa berbarengan dengan suara pelan.
Ternyata...
" Silahkan diproses dan ditanyakan lagi Morgan, Om sudah meluapkan semuanya, Om mau menenangkan diri dulu." Ucapnya kemudian berlalu dari hadapan mereka dan duduk disofa yang ada diruangan Morgan.
" Nah benarkan?!" Ucap papah Andre tersenyum, Abiyasa dan Arvin terkekeh pelan.
Papah Andre kemudian mendekati Hendy.
" Hendy! Lebih baik kamu bertobat sebelum terlambat, jejak Ayahmu jangan kamu ikuti dan jangan sampai penyesalan diakhir hidupmu sama seperti Almarhum Om Handoyo,Memang Om Handoyo adalah saudara laki- laki satu-satunya Almarhumah mamah,tapi sayang dia sudah berkuasa dibatas yang tidak sewajarnya." Ucap papah Andre seraya meraih tangan Hendy namun langsung ditepiskan olehnya dan papah Andre pun tersenyum seraya berdiri dan melangkah meninggalkan si Hendy, dan Mereka pun dikejutkan dengan kedatangan salah satu anak buah Morgan dan diapun mendekati komandannya tersebut, terlihat berbicara berbisik dengan Morgan.
Morgan mengangguk pada anak buahnya tersebut...