
" Aah..Akhirnya lega juga " ucap Aditama seraya melangkah menuju ke arah ruang tamu di mana mereka menunggunya sedari tadi, saat dia melintasi kamar Nayra,dia mendengar ada orang berbicara di dalam kamar tersebut, dia menatap kearah pintu kamar Nayra dan dia pun pelan-pelan mendekat ke pintu kamar tersebut.
" Nayra berbicara dengan siapa ya? padahal mulutnya sudah aku tutup dengan perekat itu,apa mungkin dia bisa melepaskannya?" Ucapnya, lalu dia pun perlahan memegang gagang pintu tersebut dan membukanya secara perlahan, dia melihat posisinya Nayra masih seperti semula, di awal saat dia mengikat kaki dan tangannya Nayra, Nayra menatap kearah Aditama, Aditama hanya tersenyum sinis padanya.
Kemudian dia kembali menutup pintu kamar tersebut,dia tidak menyadari kalau dibelakang pintu dan disamping bawah tempat tidur Nayra ada orang bersembunyi siapa lagi kalau bukan Mereka yang bersembunyi didalam kamar ganti tersebut,mereka sudah keluar dan ingin melepaskan ikatan kaki dan tangan Nayra,serta membuka perekat yang menempel dimulutnya itu.
Tiba-tiba kakaknya pun memanggilnya.
" Aditama!! ngapain kamu masuk ke kamar Nayra lagi ?mereka sudah lama menunggu kamu dari tadi,mau menunggu sampai kapan lagi hah?!" Ucap Diana.
" Aku tadi mendengar Nayra berbicara dengan orang di dalam kamar."
" Kamu ini gila ya! Apa sudah pikun! Nayra kan kamu ikat kaki dan tangannya, serta mulutnya Kamu tutup dengan perekat itu, mana mungkin dia bisa berbicara.'
" Mungkin itu halusinasiku saja kali ya tadi, makanya aku membukanya, tapi ternyata dia masih dengan posisi yang awal aku ikat kaki dan tangannya."
" Ya sudah kalau seperti itu, ayo kita cepat menemui mereka, kasihan mereka menunggu lama, mereka ingin mengetahui sosok dari ayahnya Alvaro." ucap Diana Seraya tersenyum.
" Baiklah kak, Aku merasa bahagia sekali hari ini, karena aku sudah mendapatkan kepercayaan dari Lidiya dan aku pun akan mendapatkan uang yang lumayan jumlahnya." ucap Aditama pada kakaknya tersebut.
Kakaknya pun menganggukkan kepalanya senang dan mereka berdua langsung berjalan menuju ke arah ruang tamu di mana para tamunya sudah menunggu sedari tadi, bu Lina pun tersenyum melihat Aditama dan Diana sudah datang menghampirinya.
Aditama tidak melihat jelas Ayah Candra dan papa Bobby yang sedang menggendong Alvaro, karena mereka berdua duduk membelakangi Aditama, Aditama pun melangkah berjalan menuju kearah Lidya yang duduk di sofa panjang yang ada di rumahnya itu sebelum dia menghentakkan tubuhnya disamping Lidya, dia pun langsung berbicara pada mamahnya tanpa menghiraukan kedua tamunya itu.
" Maaf ya Mah tadi lama aku ke belakang."
" Oh tidak apa-apa, Aditama, ini tamunya mau bertemu dengan kamu langsung,Mama juga lagi menunggu mertuamu biar menjadi saksi kalau kita akan mendapatkan bantuan itu." Ucap Bu Lina memberikan isyarat pada Aditm agar segera duduk dan berkenalan dengan para tamunya tersebut.
" Oh iya " ucap Aditama, tapi dia belum melihat dengan kedua tamunya tersebut.
Saat dia memutar tubuhnya dia pun langsung ditegurkan Ayah Candra.
" Bagaimana sekarang Aditma kabarnya?"
Aditama pun langsung menoleh kearah mereka berdua, Aditama terkejut dan tubuhnya seperti kaku dan lidahnya kelu melihat kehadiran Ayah Candra dan Papa Boby ada didepannya sekarang ini, serasa disambar petir di sore hari begitu dahsyatnya, sampai telinganya pun berdengung dan matanya pun langsung panas serasa api membakar matanya tersebut, karena dia terkejut dan terasa badannya disengat listrik yang berjuta-juta volt kekuatannya,dia pun langsung terkulai lemas dan menjatuhkan dirinya disamping Lidya, Lidya heran menatap Aditama berperilaku seperti itu, begitu juga dengan Diana beserta dengan Lina merasa heran.
" Ada apa Aditama? Apakah kamu mengenali mereka berdua?" Aditama hanya menganggukkan kepalanya saja secara perlahan tapi dia tidak bisa untuk berbicara.
" Bagus dong! kalau kamu mengenali mereka." ucap bu Lina merasa senang.
" Padahal kamu mengenali mereka, tapi kenapa kamu sangat terkejut seperti itu,seakan-akan kamu melihat sesuatu yang ingin melahap kamu hidup-hidup sayang? Ada apa? ucap Lidya.
Aditama tidak bisa berkata apa-apa, Papa Bobby dan ayah Candra hanya tersenyum sinis, Kemudian Ayah Chandra berdiri dan mendekati Aditama.
" Halo bro.." ucap Ayah Chandra.
Aditama semakin ketakutan, karena dia mengenali Ayah Candra yang sebagai seorang polisi dan dia pasti akan dipenjarakan Ayah Candra.
" Mati aku!! Kalau mereka tahu aku ini sudah menyiayiakan Nayra,apalagi Om Boby,dia pasti akan menghajarku habis-habisan." Batinnya berbicara.
" Janganlah kamu seperti itu terlihat kaku, bertemu dengan kami, kami ini mau memberi bantuan untuk anakmu sebesar lima ratus juta, kamu pasti senang kan?!!" ucap Ayah Candra penuh dengan penekanan dinada bicaranya, sedangkan para wanita yang ada disitu hanya menatap keheranan melihat Aditama bersikap seperti itu.
Aditama pun hanya bisa meremas kedua tangannya, keringat dingin mengucur di seluruh tubuhnya.
" Celakalah Aku sekarang ini, apalagi Nayra dalam posisi aku ikat tangan dan kakinya,kenapa sampai ketahuan sih, bodohnya aku!!" Lagi-lagi dia hanya bisa berbicara didalam hatinya.
Ayah Chandra pun langsung menepuk pundak Aditama dengan sedikit keras, dia langsung menarik Aditama mendekat dengannya.
" Sekarang kamu berhadapan dengan kami!! kamu sudah menyakiti keponakan Kami!!! sekarang kamu akan menerima akibatnya.!!!" Bisik Ayah Chandra ditelinga Aditama.
Aditama pun langsung menatap ke arah Ayah Candra dengan begitu ketakutannya,sinar matanya pun langsung redup dan dia langsung menundukkan kepalanya.
" Aditama Kenapa kamu seperti itu? bukankah kamu senang bisa mengenal para donatur yang akan memberikan bantuannya kepada anakmu? Kamu kan tahu anakmu itu sudah kehilangan ibunya, istrimu sudah lama meninggal dan kamu pasti akan bahagia dengan anakmu, kamu bisa membesarkan anakmu dengan dana bantuan yang diberikan oleh perusahaan maju mundur grup." Ucap Bu Lina sangt senang karena Anaknya itu kenal dengan kedua orang tersebut.
Papa Boby pun langsung berdiri seraya memegang Alvaro dengan muka marahnya.
" Cukup Ibu! aku sudah bosan mendengar ocehan kamu itu!!" Ucap Papah Boby keras membuat bu Lina dan yang lainnya terkejut.
" Kenapa bapak marah? apa maksud Bapak dengan berkata seperri itu? kenapa Bapak begitu kasar dengan saya?"
" Kamu belum tahu siapa aku! terutama kamu Lidya!!"
" Bapak tahu nama saya ?"
" Aku tahu nama kamu sudah lama!! kamu yang sudah menghancurkan rumah tangga Aditama!! Dan kalian berdua sudah memperlakukan Nayra semena-mena iya kah!!" Bentak papa Boby seraya merangkul sayang Alvara agar Alvaro tidak terkejut dengan auman papah Boby
" Apa maksud bapak? Apa juga hubungannya dengan saya Pak? Saya tidak tahu urusannya sama Nayra saya juga tidak memperlakukan Nayra semena-mena mana buktinya coba? Enak aja mengatakan saya seperti itu!! Jangan main-main ya pak sama saya! Saya juga tidak kenal sama Bapak kan!!" Ucap Lidya emosi juga.
" Heh kupret!!aku sudah bilang tadi kan dari awal, kamu memang tidak kenal dengan aku! tapi aku kenal dengan kamu!! dan kamu sudah menghancurkan Nayra.!!"
" Bapak tahu Nayra darimana pak? Nayra mantan menantu saya, dia sudah lama meninggal!" Ucap ibu Lina dengan keras.
" Diam!!tutup mulutmu bu Lina!! kalau kamu masih mengatakan Nayra sudah meninggal! Aku akan memberi bogem mentah ku ini padamu! Dan jika Alvara tidak berada didalam dekapanku ini, pasti bogem ini sudah berada di mulut mu!!" ucap papa Boby sudah mulai mengeluarkan tanduknya.
" Silahkan saja bapak kalau bapak ingin memukul ibu saya,asal bapak tahu saya tidak akan tinggal diam! Camkan itu pak!!" Ucap Diana ikut bicara.
Diana pun langsung berdiri dan dia pun melangkah mendekati Papa Boby dan ingin mengambil Alvaro namun ditepiskan papah Boby tangan Diana.
" Lepaskan tanganmu dari Alvaro!! kamu tidak berhak untuk memegangnya sekarang ini dan selamanya yang berhak adalah ibunya!!" ucap papah Boby.
Mereka pun kemudian terdiam.
" Aditama!! katakan mereka ini siapa?!" Tanya bu Lina.
Aditama pun tidak bisa berkata apa-apa, lagi-lagi dia hanya terdiam.
Ayah Chandra pun kemudian menepuk pundak Aditama dengan sedikit keras.
" Katakan Aditama siapa Kami sebenarnya dengan mereka dan apa hubungannya kami dengan Nayra, cepat katakan!!" Bentak Ayah Candra.
" Anu... itu.... Mah... gini ..." Ucapnya terbata-bata.
" Cepat katakan! kamu di depan kami seperti orang yang bego! Tapi dibelakang kami kamu sudah memperlakukan Nayra tidak sebagaimana semestinya!! seharusnya kamu itu sadar diri Aditama!! sebagai suami itu kamu harus memberi keadilan kepada istrimu!! bukan memaksa istrimu itu membela keluarga kamu yang jelas-jelas sudah salah!!tapi kalau keluarga kamu salah wajar istrimu untuk tidak membelanya dan istrimu wajib melawannya!! ucap papa Bobby dengan sangat emosinya,karena posisi papa Bobby masih menggendong Alvaro, dia tidak bisa untuk mendekati Aditama, karena dia menjaga kondisi psikis dari Alvaro, terdengar teriakan Papah Boby yang ada di ruang tamu, akhirnya mereka yang ada di dalam kamar Nayra pun beserta Nayra melangkah keluar,namun belum menampakkan diri mereka.
" Berikan Alvaro pada kami!! Kalau tidak kalian berikan kami akan menuntut kalian!!" Ucap Diana.
" Silahkan kalian menuntut kami!! Kami akan hadapi,karena Alvaro pantas bersama ibunya!!"
" Tapi ibunya sudah lama mati!!" Ucap Diana emosi dan berteriak keras.
" Siapa bilang aku mati!! Aku masih hidup!! Enak aja ya bilang aku sudah mati!! Kalian tuh yang sebentar lagi masuk penjara dan membusuk dipenjara!!" Ucap Nayra keluar.
Bu Lina, Diana,Lidya dan Aditama terkejut dan merasa tidak percaya dengan kehadiran Nayra yang ada dihadapan mereka.
Lebih-lebih Aditama yang sangat terkejut karena melihat Nayra bisa melepaskan ikatan tangan dan kakinya.
Papa Bobby langsung mendekati Nayra dan memberikan Alvaro kepadanya Nayra menatap Alvaro dengan tatapan kerinduan, Alvaro pun mentap sang mamah dengan lekat kemudian Alvaro memberikan senyumannya kepada mamahnya tersebut dan langsung merentangkan tangannya seakan-akan dia mengetahui kalau yang di hadapannya ini adalah mama kandungnya yang sangat merindukannya selama berbulan-bulan lamanya, dia pun langsung mengambil Alvaro dan memeluknya dengan hangat.
" Ini mamah sayang,mamah yang sudah lama merindukan Alvaro." bisik Nayra ditelinga Alvaro, Alvaro adalah anak yang sangat pintar terlihat jelas sekali dia pun seperti mengerti dan memahami ucapan dari Nayra, dia pun langsung memeluk erat Nayra dan merebahkan kepalanya di pundak Nayra, Nayra pun sangat merindukan anaknya itu dan memeluk anaknya sembari menghapus air matanya yang tidak tertahankan, karena dia merasa bahagia bisa bertemu dengan Alvaro kembali.
" Nayra? Bagaimana kamu bisa melepaskan ikatan mu?" Tanya Lidya.
" Apa?!! Jadi selama ini Nayra kamu ikat hah!!kamu memang sudah keterlaluan!!" Ucap Papah Boby.
" Maaf Pak Bukan saya yang mengikat Nayra tapi Aditama." Ucap Lidya.
Aditama langsung menoleh kearah Lidya.
" Lidya apa-apaan kamu! Kenapa kamu menuduh suamimu seperti itu! bilang aja kalau kamu yang memang mengikat Nayra,jangan kamu lempar kesalahan kamu pada Aditama dasar istri tidak berguna.!" ucap bu Lina.
Lidya pun langsung menoleh ke arah Ibu Lina.
" Mah!" hanya singkat dia berucap karena merasa heran ibu mertuanya itu langsung berubah dalam jangka beberapa detik.
" Iya Lidya, sudahlah Kamu mengaku aja, kalau kamulah yang mengikat Nayra, dan kamu juga yang menyuruh Aditama untuk menceraikan Nayra ya kan!!" ucap Diana
" Mama!! Kak Diana!! Kenapa kalian memojokkanku kalian kan yang mendukung saran dariku agar Aditama menceraikan Nayra, kenapa sekarang di depan keluarga dia kalian memojokkanku,apakah ini sebagian rencana kalian,karena kejahatan kalian sudah diketahui oleh keluarganya Nayra, jadi kalian mencari kambing hitam dan menyalahkan aku, Aku tidak terima dengan kesalahan kalian ini kalian limpahkan pada ku,aku akan mengatakannya kepada papah, biar papah tahu semua sikap kalian seperti apa denganku!!" Ucap Lidya.
Aditama tidak bisa bersuara apa-apa, karena dia sudah terlanjur ketahuan dari pihak keluarga Nayra.
" Katakan siapa yang melepaskan mu dari ikatan itu!!" ucap Lidya,Nayra hanya tersenyum sinis pada Lidya.
Papa Andre dan yang lainnya pun langsung keluar dan bertepuk tangan sebanyak tiga kali.
" Aku yang melepaskan keponakanku sendiri!!" ucap papa Andre.
Mereka pun langsung menatap ke arahnya.
" Kalian juga sudah menyakiti keponakanku! dengan mengikatnya seperti itu dan membiarkannya terpisah dari anaknya!!" ucap Abi Yosep sembari berdiri disamping papah Andre.
Aditama dan Lidya pun terkejut melihat dihadapannya ada Abi Yosep mereka berdua pun terperangah.
" pak Yovi?" Ucap kedua nya.
" Aku Yosep Om dari Nayra, kenapa kaget ulat bulu dan keong racun!! Makanya jadi orang tuh kalau mau bikin masalah itu jangan tanggung-tanggung!! Ini kalau sudah ketahuan aja udah pada takut dan mengekpresikan wajah dengan terkejut segala!! Udah lama enaknya menyiksa batin seorang ibu dan sekarang sudah ketahuan berlaga terkejut segala!! udah nggak zamannya tahu nggak sih hah!!! teriak keras Abi Yosep sembari mendekati Aditama dan mendorong Aditama kesamping sedikit kuat.
Aditama tidak ada suara sama sekali, Dia hanya terdiam hanya satu kata yang dia ucapkan.
" Maafkan saya Om "
" Tidak ada kata maaf untuk kamu!! kamu harus membayar perbuatan kamu selama ini kamu sudah menyiksa batinnya Nayra!! Sampai kamu tega memisahkannya dengan anaknya, kamu ayah dan suami macam apa Hah!!" ucap Papa Boby seraya mencengkram wajah Aditama dengan kuat.
Aditama terlihat kesakitan karena cengkraman papah Boby yang kuat itu dia hanya bisa meringis saja, Para wanita keluarga Aditama tidak mampu berkata apa-apa lagi, mereka hanya menundukkan kepalanya saja.
" Asal kalian tahu semuanya, bu Lina, Diana dan Lidya, Aku adalah Omnya Nayra, makanya kalau kalian mau membuat masalah dengan orang yang ingin kalian bikin masalahnya harus kalian pikir dulu, makanya kalian jangan sampai bermasalah dengan keluarga Wibawa, kalau sampai bermasalah maka kalian akan berhadapan dengan ku!!ingat itu !!" ucap papah Boby sangat emosi.
Aditama hanya terdiam.