
Abiyasa kemudian memberhentikan taksi yang kebetulan lewat di daerah tersebut, dia pun memasuki mobil taksi itu.
" Wibawa group ya pak.." ucapnya seraya memasang sabuk pengamannya.
" Siap pak" ucap sopir taksi itu seraya tersenyum.
Terdengar suara gawai nya berbunyi di dalam saku celana nya. dia pun langsung mengambilnya dan memperhatikan siapa pemanggilnya Itu.
" Bimo " ucapnya pelan.
" Ya hallo pak Bimo ?ucapnya dingin.
" Pak Abiyasa, sudah dimana pak ? apakah sudah sampai dikantor saya ?" tanya nya antusias sekali menanyakan keberadaan Abiyasa.
" Tadi saya sudah datang pak Bimo, tapi karena ada sesuatu makanya saya balik lagi kekantor saya "
" Balik lagi pak ?kenapa bapak tidak menghubungi saya ? ada apa pak ? bagaimana dengan kerja sama kita pak ? " ucapnya bertubi tubi menanyakan pada Abiyasa.
Abiyasa tersenyum dingin mendengar pertanyaan si Bimo kepada dirinya.
" Nanti saya pikirkan lagi tentang kerja sama itu, sebelumnya silahkan tanyakan pada anak bapak si Faris, kenapa saya meninggalkan kantor bapak " ucapnya.
" Maksud bapak ? putra saya ? apa yang dia lakukan pada bapak.?"
" Silahkan tanyakan saja pada nya, pasti bapak akan tahu semuanya, maaf pak saya masih banyak kerjakan, selamat siang! " ucapnya memutuskan sambungan telpon nya.
Beberapa saat kemudian mobil taksi sampai di depan kantor wibawa group dan Abiyasa merogoh dompetnya dan memberikan uang kertas dua lembar ratusan ribu pada sopir taksi tersebut.
" Ini pak, terimakasih ya. " ucapnya membuka pintu mobil.
" Maaf pak uangnya lebih pak,"
" Udah ambil aja pak..." ucapnya tersenyum seraya keluar dari taksi nya.
" Terimakasih ya pak. "
Abiyasa hanya tersenyum pada sopir taksi tersebut seraya mengangguk kan kepalanya.
Dia berjalan memasuki kantornya dan security nya mengangguk hormat padanya, dan Abiyasa menyentuh pundak securitynya tersebut sembari tersenyum, dan dia melangkah memasuki lobby kantornya tersebut.
Semua gerak gerik Abiyasa tersebut di perhatikan oleh pak sopir taksi itu.
" Baik banget bapak itu, murah senyum dan tidak pelit, mudah mudahan selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah ... amin... sesuai sekali dia bekerja di kantor Wibawa group ini, bener bener dah hatinya baik banget dan sikapnya yang sangat berwibawa, beda banget dengan anak muda yang lainnya. " ucapnya tersenyum dan langsung melajukan kembali laju mobilnya.
Abiyasa memasuki ruangannya, dan menghempaskan tubuhnya di sofa.
" Siapa Bella dan Reno ? kenapa mereka tidak melaporkan perbuatan Bimo pada polisi malah mereka menjadi korban seperti itu, aku jadi tambah penasaran dengan ulah si Bimo ini. " ucapnya seraya menatap langit langit ruangannya.
Beberapa saat kemudian dia langsung mengganti pakaian nya dan membersihkan dirinya di ruangan pribadinya, setelah selesai dan tampak fresh lagi dia kemudian melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda.
Di kantor BM group...
" Faris kamu dimana ? '
" Di luar pah "
" Cepat temui papah sekarang.."
" Iya pah, Faris segera datang " ucapnya seraya memutus telpon orang tuanya.
Dia mengusap wajahnya dengan kasar dan Johan menatap Faris dengan lekat.
" Ada apa bro ?" tanya Johan pada nya.
" Gimana ini Far? jangan jangan Abiyasa sudah memberitahukan pada om Bimo kalau kita sudah menghina Abiyasa tamu spesialnya. "
" Aku juga tidak tahu Jo " seraya beranjak dari duduknya di ikuti oleh Johan. mereka melangkah beriringan menuju keruangan pak Bimo.
sesampainya di didepan ruangan papahnya Faris ragu ragu mengetuk pintu ruangan papahnya tersebut, karena dia sadar akan kesalahan yang di perbuatanya dengan menghina dan mempermalukan Abiyasa yang sebenarnya sangat di nantikan papahnya untuk membantu kemerosotan perusahaan yang sebentar lagi bangkrut.
Dia menoleh kearah Johan, Johan mengangguk dan Faris pun mengetuk pintu ruangan papahnya tersebut.
" Tok...Tok...Tok..." tiga kali mengetuk pintu tersebut, terdengar sahutan dari dalam menyuruh mereka masuk, pintu pun terbuka Faris memandang kearah ayahnya yang sedang duduk di sofa dengan muka merah padam menahan amarah kepada anaknya.
" Papah.." ucapnya seraya melangkah menuju kearah sofa dan duduk di depan papahnya tersebut.
Pak Bimo menatap lekat dengan kilatan sinar mata nya yang sangat marah dengan Faris, sedangkan Faris dan Johan hanya bisa menunduk.
" Apa yang kamu lakukan dengan pak Abiyasa hah !! " tanya pak Bimo sembari menggeprak meja yang ada di hadapannya tersebut. spontan saja Faris dan Johan terkejut.
" Cepat katakan apa yang kalian lakukan hah !! kalian berdua sudah membuat aku gila dan stres karena akan kehilangan uang milyaran rupiah !! kalian memang keterlaluan, hahhhhhh !!! " ucapnya seraya meremas kepalanya sendiri.
Mereka berdua hanya bisa menunduk dan bisa menjawab pertanyaan dari pak Bimo.
" Faris!! Cepat katakan ada apa sebenarnya hah !! Jangan diam aja,cepat bicara!!" Ucap sang papah seraya memukul meja yang ada di hadapannya dengan pandangan papahnya yang sangat tajam dan kemarahan papah nya padanya.
" Maaf kan kami pah kami tidak tahu kalau Abiyasa itu adalah tamu yang sedang di tunggu tunggu papah, karena dia adalah teman satu sekolah kami pah, makanya kami menegur dia karena dia tidak pantas masuk kedalam kantor kita dengan keadaan lusuh seperti itu. " ucapnya.
" Apa ? lusuh ? teman satu sekolah kalian? kalian tidak bohong kan? " tanya nya.
Mereka berdua mengangguk.
" Ini akan memudahkan kita mendapatkan maaf pada nya, biar papah urus dengan nya " Ucapnya melemahkan nada suaranya.
" Maaf kan kami ya pah, kami benar benar tidak sengaja, papah kan tau Faris, Faris ini nggak pernah membuat kesalahan pada siapapun kecuali orang yang mengganggu Faris, makanya Faris lawan begitu juga dengan Abiyasa pah." ucapnya menyakinkan pak Bimo.
" Bukan kah dulu sewaktu sekolah kamu yang mengganggu anak gadis orang dan kamu pun babak belur di hajar teman gadis tersebut,sudah sakit di lempar lagi kedalam got yang penuh lumpur. kamu bilang tidak bersalah !" ucapnya seraya menatap anak semata wayangnya.
Faris bergidik,mengingat kejadian beberapa tahun lalu dimana dia di hajar habis habisan oleh seorang gadis dan dia pun tidak ingin bertemu untuk yang kedua kalinya dengan wonder women tersebut.
" Saat itu memang Faris yang salah pah, tapi ini benar pah, Faris nggak salah pah " ucapnya menyakinkan pak Bimo dan pak Bimo pun hanya bisa mengangguk kan kepalanya.
Dan dia pun langsung menyenderkan kepalanya di sandaran sofa. Dan mereka pun sama sama terdiam.
Pak Bimo pun berpikir keras untuk mengambil langkah selanjutnya, untuk mendapatkan kepercayaan dari CEO muda dari perusahan Wibawa Group tersebut, karena sudah lama dia ingin mendapatkan kerjasama dan kepercayaan dari perusahaan itu, dari semenjak ayahnya Abiyasa papah Andre yang waktu itu memegang kendali, namun selalu gagal, dan sekarang ini dia ingin berhasil dan mendapatkan persetujuan dari perusahaan Wibawa group yang dalam pimpinan Abiyasa CEO muda tersebut.
*****
Dikantor Wibawa Group tepatnya di ruangan Abiyasa, dia sibuk menyelesaikan pekerjaan nya yang tertunda dan tiba tiba dia di kejutkan dengan gawainya yang berbunyi. Dia langsung mengambil gawainya yang tak jauh dari dirinya.
Dia tersenyum melihat sang pemanggil.
" Assalamualaikum Ris." Ucapnya.
" Wa alaikumussalam Biy.." jawab Clarissa.
" Bagaimana pertemuannya Ris ?"
" Alhamdulillah Biy sukses, kamu dimana Biy sekarang ? aku nih sekarang ada di depan kantor nya pak Bimo, kamu sudah selesaikan biar kita sama sama kembali kekantor "
" Aku sudah di kantor Ris, cepatan kamu kesini ntar aku ceritain, aku tunggu ya, Assalamualaikum " ucap Abiyasa seraya memutus sambungan telponnya pada Clarissa.
" Wa alaikumussalam, ada apa dengan Abiyasa sepertinya ada yang tidak beres dengan nya? atau yang tidak beres dengan pak Bimo nya, ya udah mending aku segera kekantor aja biar jelas semuanya " ucapnya seraya melajukan mobilnya menuju kearah kantor tempat nya bekerja.
Selang beberapa menit kemudian mobil Clarissa memasuki halaman parkir dan dia langsung turun setelah memarkirkan mobilnya, dia tampak tergesa gesa memasuki Lobby dan menuju kearah lift dan langsung saja menuju kelantai atas menemui sang Bos.