THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 98



Pintu ruangan Abiyasa terbuka dan langsung saja Clarissa memasuki ruangan tersebut.


" Ada apa Biy ?" tanya nya langsung duduk di sofa seraya menatap Abiyasa yang ada di kursi kerjanya.


" Kamu ini Ris, kepo banget sih, mana masuk nggak ucap salam lagi. " ucap Abiyasa tersenyum seraya melangkah menuju sofa dan duduk di depan Clarissa.


" lupa Biy, Assalamualaikum.." ucapnya tersenyum manis.


" Wa alaikumussalam " ucap Abiyasa tersenyum juga.


" Udah sekarang ceritakan ada apa sebenarnya yang terjadi.?" tanya Clarissa ingin tahu banget.


Abiyasa pun terkekeh sesaat, dan langsung saja dia bercerita dari awal ketemu pak Basir yang ternyata adalah mantan mertua dari pak Bimo, dan penyiksaan pada nya yang di lakukan oleh cucunya sendiri bila pak Bimo mendapatkan kunjungan dari pengusaha pengusaha terkenal yang di undangnya kekantornya. Sampai dengan istrinya menjadi sebagai hadiah bonus buat melayani nafsu birahi para pimpinan yang mau menerima kerjasama dengan perusahaannya.


Clarissa langsung terlihat marah.


" Sungguh keji perbuatan Bimo itu" Ucapnya.


" Yang sangat mengganggu dalam pikiran ku sekarang ini siapa kah Bela dan Reno tersebut, terasa tidak asing namanya seperti ada sesuatu di hati ini perasaan ku ini mereka itu masih ada sangkut pautnya dengan kita semua, tapi aku tidak tahu dimana dan siapa mereka, itu yang membuat aku sangat ingin tahu dengan mereka. " ucap Abiyasa.


" Aku tidak tahu siapa mereka Biy, tapi aku juga merasa begitu kaya tidak asing sih dengan nama mereka, entah mereka hidup di jaman apa, tapi naluri preman ku ini seakan bergejolak ingin memberi pelajaran pada si Bimo itu. " ucapnya seraya menahan amarahnya.


" Perasaan ku mengatakan mereka ada hubungannya dengan orang tua kita, karena nama mereka berdua sangat membayangi pikiran ku." ucap Abiyasa.


" Gimana kalau aku tanya sama papah ? sapa tahu papah tahu siapa mereka." ucap Clarissa.


" Ngak usah, kalau om Boby tahu bisa berabe ntar. " ucap Abiyasa tersenyum.


" Iya juga sih, ntar kalau papah tahu bisa bisa si Bimo jadi santapan empuknya, dan keluar deh sumpah serapahnya mengabsen penghuni hutan dan penghuni pasar." ucapnya terkekeh.


" Sama kaya kamu, karena kamu itu duplikatannya om Boby hahahah " ucap Abiyasa.


" Hahahahah " Clarissa pun tertawa lepas.


" Tapi Biy, kamu sudah ketemu nggak dengan si Bimo nya ?" tanya Clarissa pada Abiyasa.


Abiyasa menarik nafasnya dengan pelan dan melepaskannya dengan kasar.


" Aku belum ketemu dengan nya, saat aku mau menemuinya di ruangannya tiba tiba si Faris dan Johan menghadang ku, mereka menceramahi ku dari ujung rambut sampai ujung kaki ku. "


" Faris dan Johan ? siapa mereka.


" Teman satu sekolah kita saat SMA. "


" Yang terkenal preman di sekolah itu ? kakak kelas aku itu ? tapi satu angkatan dengan mu itu ? yang gila dengan Anindita ? " tanya Clarissa bertubi tubi.


Abiyasa hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Clarissa yang bertubi tubi.


" Kampret !! si tuyul nongol lagi,nggak jera apa aku lemparkan ke dalam got saat itu, benar benar tuh anak,ingin aku tenggelamkan di sarang kobra tu jenglot. belum tahu dia dengan aku, mau dia aku pites tuh jidad biar tidak songong lagi bergaya macam cacing kena abu, belum tahu dia kalau abu gosok beraksi hilang tuh jidad jadi bolong !!" ucap Clarissa geram.


Abiyasa tersenyum melihat Clarissa geram, mendengar cerita darinya saja dia terlihat geram apa lagi berhadapan muka dengan Clarissa pasti lah habis si Faris dan Johan di ***** Clarissa jadi lauk makan nya.memang pernah saat itu Faris dan Johan di dorong Clarissa kedalam got yang penuh lumpur dan di pukuli Clarissa dengan sekuat tenaganya karena sudah mengganggu Anindita terus menerus.


" Terus si Bimo ada menghubungi mu nggak ?"


" Ada, tapi aku bilang akan memikirkan nya nanti "


" Terus rencana mu apa ? "


" Lagi aku pikir kan Ris "


" Hmmmm..." Clarissa menarik nafasnya dengan pelan.


" Ris ntar malam kamu nginap tempat ku ya, kita membicarakan langkah selanjutnya, kita tanya kan pada kedua perwira polisi kita bagaimana tanggapan mereka." ajak Abiyasa.


" Oke kita lanjut di rumah mu ya, ya udah kalau gitu aku nyelesaiin dulu pekerjaan ku, cepat kelar cepat juga pulangnya. " ucapnya terkekeh sembari melangkah meninggalkan ruangan Abiyasa.


Abiyasa hanya tersenyum seraya memandangi kepergian Risa dari ruangan nya tersebut, dia pun langsung melangkah kembali kemeja kerjanya dan melanjutkan lagi pekerjaannya tersebut.


*****


" Hai Nadine !" panggilnya.


Nadine menoleh dan tersenyum...


" Maya ? " ucapnya seraya mendekati Maya dan menjabat tangannya Maya, mereka saling berpelukan layaknya sang kawan baru bertemu seraya cipika cipiki.


" Sama siapa ?" tanya Maya.


" Sama mamah, itu beliau lagi milih sesuatu yang mau di belinya, biasa mamah kalau jalan ke mall maunya beli peralatan dapur mulu " ucap nya seraya tersenyum.


" kita duduk di sana yuk " ajaknya.


" Ntar aku kasih tahu mamah dulu, kalau tidak dikasih tahu mamah nggak tau lagi akunya kemana, kalau mamah nyasar, habis lah aku di marahi sama kak Roni." kekehnya seraya mendekati mamah tercinta yang lagi asyik memilih sesuatu.


Dengan anggukkan yang mantap dan tersenyum dari sang mamah, Nadine melangkah menemui Maya dan mereka berdua langsung melangkah menuju tempat santai dan memesan cemilan seraya menunggu sang mamah berbelanja.


Setalah pesanan mereka datang dan mereka menikmatinya dan terdengar gurauan gurauan manja mereka berdua dan sesekali tertawa pelan dengan cerita cerita mereka berdua, tiba tiba gawai Nadine yang berada di atas meja berdekatan dengan nya berbunyi,dan nadine melihat panggilan dari Arvin kekasih hatinya, terpampang wajah tampan Arvin digawai Nadine dan sempat di lihat oleh Maya, dan seketika itu wajah maya langsung berubah dan menatap Nadine tajam, namun Nadine tidak mengetahui tatapan Maya yang tajam padanya, ada ketidak sukaannya pada Nadine setelah melihat fhoto kekasih Nadine, karena Nadine sedang berbicara pada Arvin melalui gawainya.


Setelah selesai, Nadine tersenyum pada Maya dan langsung melanjutkan cerita mereka.


" Apakah tadi suamimu ? " tanya Maya penuh selidik.


" Bukan, tepatnya calon suami." ucapnya tersenyum.


" Oh...!" ucapnya singkat.


" Oh ya gimana hubungan mu dengan Guntur ? " tanya Nadine.


" Udah aku buang kelaut Nad, bosan aku " ucapnya tersenyum.


Nadine hanya tersenyum saja mendengar ucapan Maya.


Tiba tiba mamah nya Nadine datang dan mengajaknya pulang serta mengajak nya juga untuk menjenguk calon menantunya, dan Nadine pun berpamitan dengan sang kawan, Maya hanya mengangguk dan hanya bisa tersenyum seraya memandangi kepergian Nadine dan mamahnya dengan tatapan penuh arti dan hanya dia saja yang tahu arti tatapan nya tersebut.


Dirumah Abiyasa Arvin dan Morgan sedang berbincang bincang di teras belakang,terdengar mobil Abiyasa memasuki garasi rumahnya dan dia langsung di sambut sang istri dengan senyuman khas nya yang selalu di rindukan oleh nya dari hari ke hari.


" Assalammualaikum sayang ku istri tercintaku.. " ucapnya seraya mencium pucuk kepala Ayesha.


" Wa alaikumussalam ..." jawab Ayesha tersenyum bahagia seraya mencium punggung tangan suaminya, mereka pun melangkah masuk kedalam rumah dan menuju kearah kamar pribadinya.


Saat di dalam kamar Abiyasa melihat sebuah Album fhoto yang tergeletak di atas tempat tidur.


" Album siapa itu sayang ?" tanyanya pada istrinya dan dia melangkah ketempat tidur dan memperhatikan sebuah album fhoto tersebut sembari melipat kedua lengan baju nya sampai siku tangannya.


" Oh itu ? itu kumpulan fhoto keluarga Yesha mas, kangen aja pengen liatin keluarga Abi dan Umi, Yesha pengen banget, pengen ketemu dengan keluarga Abi, tapi kata Abi nanti setelah Abi sembuh baru nyari kakaknya Abi mas." ucap Ayesha terlihat sedih.


" Mencari ? memangnya kemana mereka ? " tanya Abiyasa sembari membuka satu persatu halaman Album tersebut.


" Yesha juga nggak tahu mas, kata Abi saat kecelakaan itu Abi tidak pernah lagi berkomunikasi dengan mereka, karena Abi mengganti semua nomer telponnya dan Yesha juga nggak pernah melihat secara langsung kaya apa tante Dwi dan kak Bella serta bang Reno." ucap Ayesha seraya menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.


" Bella dan Reno ? tante Dwi ? " gumam Abiyasa dalam hati nya, dia tidak ingin menceritakan semuanya pada istrinya tentang kedua nama tersebut yang pernah di dengarnya.


Kemudian dia menghadap istrinya dan menangkupkan kedua tangan nya di pipi kiri dan kanan sang istri.


" Sayang,kita berdoa aja ya, semoga tante Dwi dan kedua anaknya dalam lindungan Allah SWT. " ucap nya seraya mencium kedua pipi sang istri.


" Amin " ucap Ayesha hanya mengangguk dan tersenyum.


" Ya udah mas mandi dulu gih sana, ada mas Morgan tuh." ucapnya seraya melangkah menuju lemari bajunya untuk mempersiapkan pakaian ganti sang suami.


" Oke sayang .." ucapnya melangkah kekamar mandinya.


Didalam kamar mandi dia menatap wajahnya di cermin dan mengucapkan kata " Bella dan Reno, kok sama ya namanya dengan keluarga istri ku, atau kebetulan saja sama ? " ucapnya mengusap wajahnya dengan kasar.


Dia pun kemudian mengguyur tubuhnya dengan air dingin dan terasa sekali segar di tubuhnya.Bebarapa saat di kamar mandi, akhirnya diapun selesai dan keluar dari kamar mandinya dan menggunakan pakaian yang sudah di siapkan oleh istrinya, setelah rapi dia keluar kamar dan menuju teras belakang menemui kedua sahabatnya tersebut.


Bersambung....😘