THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 331



Dirumah keluarga Wibawa diantaranya keluarga papah Andre dan keluarga mamah Melisa sudah berkumpul semua begitu juga dengan keluarga Ayah Candra, Abi Yosep, dan Papah Boby, karena mereka hendak membicarakan tentang pernikahan anak-anak mereka yang belum terlaksana, saat mereka berkumpul diruang tengah rumah besar tersebut.


" Kenapa saat menantu kamu masuk rumah sakit kamu tidak memberitahukan pada kami Ndre?" tanya papah Boby.


" Memangnya Clarissa tak bilang ya om?" tanya Abiyasa seraya menatap kearah Clarissa yang hanya tersenyum saja.


" Hadeh.... jangan ditanya si kebo kalo sudah kecapean mana bisa diajak ngomong." ucap Morgan terkekeh.


Clarissa pun hanya bisa mendelik pada Morgan dan yang lain hanya terkekeh.


" Memang benar apa yang dikatakan si Morgan,,," sambung papah Boby terkekeh.


" Papah...!" ucap Clarissa sembari merengut mengunyah cemilannya.


" Maksud papah bukan kebonya tapi emang benar kalau kamu itu, kalau sudah kelelahan nggak bisa diajak ngomong." ucap papah Boby terkekeh menggoda sang anak.


" Jangankan kamu Bob, aku sebagai orang tua kandung dari menantunya aja tidak dikasih tahu, tahunya aja sudah menantunya berada dirumah." protes Abi Yosep.


" Wah kebangetan nih kamu Ndre, ntar dipecat lagi jadi besan sama Yosep." sambung Ayah Candra terkekeh, mendengar ucapan itupun gelak tawa tercipta diantara mereka.


" Maafkan aku, bukan aku sengaja tidak mengabari kalian, sebenarnya saat itu aku ingin mengabari kalian kalau kandisi menantuku sangat menghawatirkan, tapi Alhamdulillah, ternyata keadaannya tidak menghawatirkan makanya aku tidak ingin memberitahu kalian, karena kondisinya juga kalian pasti sudah merasa sangat cape." terang papah Andre tersenyum dianggukkan mereka semua, Hening! tak ada suara diruangan itu mereka hanya terdiam setelah papah Andre berbicara, kemudian terdengar suara mobil memasuki halaman rumah tersebut, siapa lagi kalau bukan keluarga dari Delbert,keluarga mamah Raisha, serta dr Ilham dan Smith yang datang tanpa keluarganya, dr Ilham hanya memiliki Amelia sedangkan keluarga dari Smith jauh berada di luar kota dan tempat tinggalnya pun Smith tidak tahu hanya kotanya saja yang dia ketahui, ditambah lagi dia tidak terlalu mengenal dekat keluarga dari kedua orang tuanya tersebut. Mereka berbarengan memasuki rumah besar itu dan setelah mengucap dan membalas salam mereka disambut tuan rumah dengan begitu ramahnya, dan merekapun langsung dipersilahkan duduk. Setelah saling menanyakan kabar dan yang lainnya tibalah mereka membicarakan topik utamanya yaitu tentang pernikahan keempat anak-anak mereka.


" Bagaimana sekarang? Apakah kita bisa memulai membicarakan perihal pernikahan anak-anak kita?" Tanya Papah Andre sembari menatap kearah mereka saling bergantian dan tersungging senyum pada mereka semua, terlihat mereka menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


" Saya rasa lebih cepat lebih baik, karena susah menjaga naluri seseorang yang sudah kebelet ingin nikah, hehehe..." Ucap William sembari melirik sang Adik yang hanya tesenyum mendengar ucapan sang kakak.


" Kak Bella, jangan tersipu sampai segitunya dong..." tegur Arvin sembari tersenyum.


" Eh,,,nggak kok, kakak nggak tersipu, kamu ada-ada aja sih Vin..." ucapnya tersenyum berusaha menutupi rasa ketersipuannya.


" Masa sih, kakak tidak tersipu,kalau kakak merasa bisa-biasa aja kenapa juga kakak megang gawai dengan posisi terbalik dan juga gawai itu bukan milik kakak, gawai itukan miliknya Ayesha yang lngsung saja kakak ambil saat calon suami memandang mesra pada kakak hahahahaha...." ucap Arvin tertawa lepas dan di ikuti yang lainnya tertawa lepas terdengar diruang tengah tersebut gelak tawa mereka terdengar renyah dan bahagia, sedangkan Ayesha mengangguk dan tersenyum seraya mengambil gawainya ditangan sang kakak. Bella yang mendengar ucapan Arvin hanya bisa tersenyum sembari berdiri dan melangkah kearah dapur sambil tersenyum malu-malu.


" Mau kemana kak?" tanya Morgan masih terkekeh.


" Ke India.." ucapnya tersenyum tanpa menoleh kearah mereka dan terus saja melangkah.


" Kalau sudah balik bawakan Rithik Rossan ya kak..." sambung Clarissa yang kemudian mengundang tawa kembali.


Sedangkan Bella hanya terkekeh pelan dan langkah demi langkah sang calon istri hanya dipandangi Delbert dengan tatapan mesranya sembari tersenyum manis.


" Bro, jangan terlalu dipandangi nanti keburu pudar, heheheh..." sambung Morgan menegur Delbert.


Delbert terkejut dengan teguran Morgan.


" Ah...Enggak di pandangi kok, hanya dilihat sesaat saja karena..."


" Karena sudah tidak tahan lagi kan,ingin tidur ditemani seseorang, soalnya sudah bosan ditemani guling hahahahaha..." sambung Abiyasa, mereka pun tertawa kembali, giliran Delbert yang jadi bahan godaan mereka. Delbert hanya bisa tersenyum sembari mengusap wajahnya pelan dan membenarkan posisi duduknya.