THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 117



" Masih kurang ya Bogem mentahnya srikandi kami " ucap Arvin.


" Srikandi?" Ujar papah Andre.


" Srikandi siapa?" tanya ayah Candra.


" Tuh titisan Tom Cruise " ucap Arvin tersenyum Seraya melirik kearah papah Boby.


Papah Boby menoleh kearah Arvin dan tersenyum....


" Ya ampun bonyok wajahmu itu karena gamparan tangan anakku ya....hahahah.... Bagus....! bagus...!! bagus banget wajah orang yang berkuasa di kota ini bonyok dibuat tangan seorang gadis ...hahaha " ucap papah Boby tertawa lepas.


Pak Bimo hanya menundukkan kepalanya dengan kemarahannya yang tersembunyi.


" Bimo !! angkat wajahmu! apa yang sudah kamu perbuat dengan Bella hah!!" Ucap Abi Yosep.


" Bella? Apa hubungannya denganmu! dia istriku jadi apa saja yang kuperbuat padanya itu adalah hak aku !!" Ucapnya masih dengan keras dan beraninya.


" Apa? kamu ucap tadi? Siapa aku? Heh siluman!! Dengar ya aku ini adalah om nya Bella,. Tau nggak!!" Ucap Abi Yosep dengan kilatan kemarahannya pada pak Bimo.


" Paman? Hahahaha...paman dari mana? Ada ada aja kamu ngaku ngaku jadi paman istriku " ucapnya terkekeh karena tidak percaya dengan ucapan Abi Yosep.


" Heh monyet!! nggak tahu siapa dia hah!! Dia itu memang paman nya wanita yang kamu nikahi itu yaitu Bella istri yang seharusnya dibahagiakan itu adalah ponakan tersayang nya dia, itu Om nya Bella tahu nggak hah!!pengen liat kartu keluarganya nya hah!! Atau mau aku bawakan kepala kantor capil di daerah sini hah!! Mau!!biar kamu percaya kalau itu adalah paman nya Bella !!" Ucap papah Boby.


Yang lain membiarkan papah Boby meluapkan kekesalan dan amarahnya pada pak Bimo, karena papah Andre dan ayah Chandra mengetahui kalau papah Boby sudah dari rumah tadi menahan amarahnya kepada pak Bimo.


Mereka tahu kalau papah Boby marah dia tidak main kasar tapi dia membuat kemarahannya itu menjadi sebuah tawa.


" Hahaha..." Pak Bimo tertawa lantang mendengar papah Bobby mengatakan yang sebenarnya kalau Abi Yosep adalah paman Bella.


" Paman ketemu gede, mana aku percaya kalau kamu itu pamannya Bella, gak usah deh kamu ngomong seperti itu, jadi bahan lelucon di depanku, hahaha.." dia tertawa lepas saking asyiknya dia tertawa dengan mulut terbuka dan mata terpejam,papah Boby Langsung menyumpal mulut pak Bimo dengan kue yang ada di atas meja Morgan.


" Nih makan tuh kue!! Jangan terbuka kelamaaan, dasar gablek!! mulutmu terlalu lebar membuka,aku enek dengan kelebaran mulut mu itu buaya tengil!!"


" Bleph..!!" Mulut pak Bimo langsung berdiam dari tawanya,


" Enak kan!! untung saja kue yang aku kasih ke tuh mulut!!masih bisa dikunyah, kalau seandainya batu udah lepas tuh gigi semua nyunyah batu !! Nyaho kan jadi kambing ompong !!" Ucap papah Bobby kesal dengan Bimo yang tidak ada takut takutnya itu.


" Mulai deh Ndre,di keluar kan semua penghuni hutan diabsen Boby " ucap Ayah Candra pada papah Andre Seraya tersenyum


" Hehehe... biasa dari puluhan tahun nggak pernah absen " ucap papah Andre seraya terkekeh.


Morgan dan Abiyasa serta Arvin tersenyum melihat aksi papah Bobby marah, tapi mengundang tawa tersembunyi mereka itu.


" Bimo!! Apa motif kamu sehingga dengan teganya membuat Bella seperti itu ?" Tanya Morgan.


Bimo hanya terdiam,dia terus menatap Abi Yosep dia tidak menghiraukan pertanyaan Morgan, dia juga tidak takut walaupun dia berada di wilayah kekuasaan Morgan.


" Ngomong ubur-ubur !! mau aku buang ke laut hah !! ngomong dong!!gunakan tuh mulut buat ngomong!! Jangan cuma buat tertawa aja!! lengket ya tuh mulut sampai nggak bisa ngomong!! Mau aku tambahi lagi dengan lem besi hah!! Biar sekalian lengket beneran tuh mulut !!" ucap papah Boby.


Pak Bimo tetap diam sembari mengunyah kue yang ada di mulutnya tersebut. Dia tidak memperdulikan omongan papah Boby, tapi matanya terus menatap tajam Abi Yosep sembari bergumam dalam hati.


" Siapa sih ini orang! apa benar dia ini pamannya Bella? perasaan Bella tidak ada cerita denganku soal ini orang, jangan-jangan dia menginginkan Bella dan merebutnya dariku "


" Heh !! sapi ompong!! jangan ngeres tuh otak!! dia itu memang benar pamannya adik dari mertua mu kak Dwi, pikiranmu itu loh ...!! jorok amat!! mana ada seorang paman naksir ponakannya sendiri, terkecuali seorang paman yang tidak punya otak manusia!! Yah macam kamu itu !! Yang nggak punya otak!! Noh beli di rumah makan sana banyak tuh otak!! Ganti tuh otak kamu biar waras!! ucap papah Boby emosinya memuncak.


Pak Bimo terperangah dan beralih menatap ke arah papah Boby, giliran papah Boby yang di tatap pak Bimo dengan tatapan tajam, karena merasa pikirannya dibaca dengan papah Bobby.


" Apa lihat-lihat !! Kenapa ?! kagum ya dengan aku yang tahu isi otakmu yang kotor itu hah !!" ucapnya lagi.


" Memang benar Yosep Mau merebut Bella darimu, merebut dari lingkaran hitam dirimu yang sudah kerasukan setan itu, suami macam Apa kamu !! istri dijadikan barang bonusan dasar kuda nil !! jadi suami itu seharus nya menjaga dengan istri bukan di jadikan pelampiasan untuk orang lain!! Suami itu harus setia!! Noh!!belajar dulu sono dengan ayam bangkok!! yang setia dengan pasangannya !!" ucap papah Bobby meluapkan amarahnya.


" Ayam bangkok ?" ucap Ayah Candra dan papa Andre saling tatap Begitu juga dengan Abiyasa Morgan dan Arvin saling pandang dan langsung saja tersenyum.


" Pantas aja Clarissa sering mencak mencak, wong bapaknya aja kaya petasan gini " ucap Arvin terkekeh berbisik pada Abiyasa


Abiyasa tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya.


" Sekali lagi apa Motif kamu membuat korban seperti itu?" Tanya Morgan.


" Jawab!!" Bentak Morgan.


Pak Bimo terhenyak...


" Apa motif kamu Bimo!! Cepat katakan!!" Ucap Morgan sekali lagi.


" Heh curut got!! Kalau di tanya itu jawab!! Jangan bungkam!!" Ucap Papah Boby.


" Kamu haus ya?! Karena makan kue nggak ada air,keselek jadinya, nih air minum dulu biar bisa ngomong!" Ucap papah Boby seraya memberikan air mineral agar bisa di minum nya.


Pak Bimo hanya terdiam seraya menatap papah Boby.


" Udah nggak usah tatap tatap ntar kamu nggak bisa tidur, karena ketakutan dengan wakah ku yang bisa berubah ubah 41 wajah " ucapnya seraya mengusap wajah pak Bimo dengan tangan kirinya.


" Bimo, cepat katakan motif nya apa?" Ulang Morgan sangat kesal karena pak Bimo tidak menjawab pertanyaan.


" Uzi cepat keruangan ku!" Ucap Morgan menghubungi salah satu anggotanya.


" Lama lama aku naik pitam dengan nih orang!" Ujar Morgan.


" Sekali lagi aku tanya apa motif kamu menjadikan istri kamu sendiri sebagai pelampiasan orang lain?" Tanya Morgan sedikit tidak emosi menanyakan pada pak Bimo.


Pak Bimo hanya tertunduk...dan terisak.


" Hah!!! Nangis kan!! Udah ketebak!! Nggak ada alasan lagi kan,karena memang nggak ada alasan buat membela dirinya, dia memang sengaja aja biar dia dapat duit yang banyak dengan mengorbankan istrinya sendiri." Ucap papah Boby.


" Tau salah nggak kamu?" Tanya papah Andre.


Pak Bimo hanya bisa mengangguk Seraya menundukkan kepalanya,papah Boby menatap ke arah Pak Bimo...


" Heran ini laki-laki, kenapa ya apa setannya udah keluar atau setannya takut denganku " ucap papa Bobby yang lain mendengar papa Bobby berbicara tertawa tertahan semua.


Kemudian papa Bobby mendekati Pak Bimo dia meraba keningnya, jidatnya Pak Bimo..


" Nggak panas, adem aja, eh... Kobra!! ke mana nyali kamu yang tadi tidak ada takut takutnya itu,kenapa sekarang kamu cuma hanya diam dan mengangguk saja, Apakah rasa takut mu sudah datang? dan merasuki tubuhmu kembali ?!" ucap papah Bobby.


Pak Bimo hanya menundukkan kepalanya terdengar isak tangis di suaranya.


" Eh Kurap !! Terisak rupanya kamu, sudah menyesali perbuatan kamu hah,Tapi sayangnya terlambat sudah!!kamu berbuat kamu juga yang akan menanggungnya, jadi rasakanlah akibat yang telah kau perbuat itu!!" Ucap papah Boby.


Kemudian mbak Bella dan tante Dwi masuk ke dalam ruangan Morgan bersama Clarissa,Mbak Bella melihat suaminya yang duduk di lantai ubin keramik dengan tangan terborgol ke belakang dengan kepala yang tertunduk dia merasa iba dan kasihan kepada suaminya itu.


Bagaimanapun dia sudah beberapa tahun ini berada bersamanya walaupun dia tersiksa dengan hidup bersama Pak Bimo, tapi bagaimanapun Pak Bimo adalah orang yang pernah ada di hatinya dan sangat dia cintai.


Pak Bimo mengangkat wajahnya dan menoleh ke arah Bella


" Bella, maaf kan aku " ucap pak Bimo.


" Bella sekali lagi maafkan aku, aku memang salah kepadamu, sebenarnya aku sayang banget kepadamu masih tetap sayang tapi karena setan yang menguasai otak dan pikiranku yang menyuruh dan memperlakukan kamu seperti binatang, maafkan aku sekali lagi Bella aku pantas ada disini " ucapnya.


Mbak Bella hanya diam dia tidak mengatakan iya atau tidak, yang dia lakukan sekarang ini hanya terdiam saja.


" Waduh secepat itu dia sadar setelah minum air dari om Boby " ucap Arvin.


" Ampuh benar ya, air dari om Boby " kekeh Abiyasa.


Kemudian Uzi datang ke ruangan Morgan ...


" Uzi karena ruangan introgasi sudah selesai silakan kamu bawa Si Bimo ke ruangan itu, dan catat semua pernyataan darinya " ucap Morgan.


" Siap Ndan " ucapnya.


Kemudian dia melangkah menuju ke arah pak Bimo dan mengangkat tubuh pak Bimo agar pak Bimo bisa berdiri dan mereka kemudian melangkah menuju ke ruangan interogasi dimana ruangan tersebut tadi dipakai oleh Tante Dwi dan Bella untuk dimintai keterangan karena di ruangan itu ada sendiri orang yang menanyakan tentang motif apa saja yang tersangka lakukan.


Setelah kepergian Uzi dan pak Bimo, papah Boby langsung berbicara.


" Kapan kita berangkat ke kota B " ucap papah Bobby.


" Kota B? Ngapaian kekota B? Mau bulan madu lagi?" Tanya Ayah Candra terkekeh.


" Lha iya kan kita kekota B untuk menyelesaikan si bos nya Reno?" Ucap nya lagi.


" Kota S om..." Ucap Abiyasa.


" Nah itu maksudnya, sorry lagi eror, biasa faktor U " kekehnya.


" Giliran ini di bilang faktor U, tadi ngabsen penghuni hutan lancar lancar aja " sambung papah Andre tertawa.


" Heheheh...lama Ndre nggak absen..." Kilahnya.


Semua tertawa...


" Besok pagi kita berangkat " ucap papah Andre.


" Oke mantap!!" ucap papah Bobby lagi.


Kemudian mereka bersiap-siap mau keluar dari ruangan Morgan setelah berpamitan dengan Morgan mereka melangkah menuju ke arah parkiran mobil dengan diantar oleh Morgan dan Arvin, mereka memasuki mobil mereka masing-masing dan kemudian mobil tersebut perlahan lahan meninggalkan parkiran kantor Morgan dan melaju di jalan beraspal menuju kearah rumah kediaman keluarga Wibawa.