
Nadine sampai di tempat tante Fitri dan memarkirkan mobilnya di halaman rumah tante Fitri adik mamah nya tersebut.
Dia membuka pintu mobilnya dan menurunkan satu kakinya,Nadine menarik nafas nya dengan pelan dan menghembuskannya.
" Sangat melelahkan hari ini,lelah segala galanya,lelah pikiran dan lelah ngomel serta lelah badan ini" ucapnya pelan.
Dia keluar dari mobilnya dan menutup pintu mobilnya kembali,Nadine tidak langsung masuk kerumah tante Fitri nya melainkan dia menatap mobil nya dan tiba tiba Nadine langsung menendang mobilnya tersebut.
" Buuk...Buuk..."
Nadine tidak menyadari kalau anak dari kakak sepupunya sedang memperhatikan nya saat Nadine menendang mobilnya sendiri.
Amar anak berusia delapan tahun,anak dari kakak sepupunya tersebut bernama Salma Amar tertawa lepas,namun Nadine tidak menghiraukannya,karena Nadine tidak mengetahuinya.
" Dasar nih mobil, kenapa sih kamu bertingkah banget hah!! Kenapa juga kamu pakai mogok segala hah! Aku ini tuan kamuuu,ish...ish..." Ucapnya seraya memegang kepalanya sebel.
" Buuk...Buuk..."
Kali kedua Nadine menendang mobilnya.
Lagi lagi Amar tertawa,dia kemudian mengendap dan bersembunyi di balik pohon rambutan yang ada di dekat mobil tantenya tersebut,dan sipat jahilnya pun bergejolak.
" Dasar mobil ganjen! Maunya di pegang sama polisi Bule itu huh!" Ucapnya sambil kedua tangannya berada di pinggang samping kiri dan samping kanan seraya menatap kearah mobilnya.
" Tolong nyonya jangan, jangan sakiti aku,aku sakit kalau nyonya tendang" terdengar suara seolah olah mobil Nadine bersuara.
" Astagfirullahhalazim, bahagia lah aku seumur hidup! " Ucapnya kaget.
" Suara siapa tadi?" Ucapnya seraya menoleh arah kiri dan arah kanan.
Nadine bergidik...
" Hey! Siapa yang bersuara!" Ucapnya,
" Aku nyonya mobil mu, jangan sakiti aku nyonya" ucap nya memelas.
Amar yang menjahili tantenya itu tersenyum senyum,ingin rasanya dia tertawa lepas namun di tahannya.
" Iih...masa sih mobil ku bisa ngomong,atau ada setannya di sini? Inikan sudah mau magrib,kata mamah kalau magrib magrib setan pada keliaran" ucapnya.
" Mamah..! Nadine takut..." Ucapnya bergegas berjalan menuju kearah pintu samping,tapi saat dia melewati pohon rambutan dia melihat Amar yang sedang berdiri sambil mengintip mobilnya Nadine,amar tertawa tawa,namun Amar tidak menyadari kalau tante Nadine nya yang dia jahili sudah berada di belakangnya.
" Hmmm,...ini rupanya biang keroknya" ucap Nadine tersenyum.
Nadine berjalan mendekati Amar,dan berdiri di belakangnya tanpa sepengetahuan Amar.
Nadine langsung menjewer kuping sang anak sepupunya tersebut.
" Nah! Ketahuan sekarang kan! Hantunya " ucap Nadine seraya tertawa lepas dan membawa Amar masuk kedalam rumah tantenya.
" Ampun tante, ampun!" Ucapnya.
Nadine tetap tertawa lepas...
" Ada apa ini?" Tanya kak Salma heran melihat Nadine membawa Amar sambil menjewer kupingnya Amar.
Nadine menjewer Amar tidak kuat hanya pelan saja.
" Kak Salma,nih anak mu ini jahil nya kebangetan deh" ucap Nadine.
" Kenapa? Kamu di jahili lagi?" Ucap kak Salma seraya tertawa.
" Iya nih, dia itu ngomong seakan akan ada setan,Nadine kan jadi takut" ucapnya mengadu pada kak Salma nya.
" Habisnya tante Nadine aneh aneh aja mami,masa mobilnya di tendang tendang,kan aneh jadinya" ucapnya sambil senyum senyum di samping maminya.
Kak Salma langsung menatap kearah Nadine sambil tersenyum.
Nadine hanya tersenyum saja,ditatap oleh kakaknya tersebut.
Kemudian Nadine meninggalkan kak salma nya dan Amar,Nadine menuju kearah dapur dan menemui mamahnya yang berada di dapur bersama tante Fitri nya.
Kak Salma hanya geleng geleng kepala saja seraya memandangi kepergian Nadine.
*****
Di rumah kediamam keluarga Boby.
Papah Boby mengusap kepala anak gadisnya dan tersenyum.
" Sabar sayang, tadi pak Carlos ada chat papah, katanya agak terlambat karena mereka ada sesuatu dan lain hal" ucapnya pada sang anak.
" Kok,papah nggak bilang sih?" Ucapnya protes.
Clarissa memang sangat dekat sama papah Boby nya dari hal kecil dia selalu cerita kepapahnya,berbanding terbalik dengan Charlo sang adik, yang sangat manja dengam mamah Lala.
Mamah Lala hanya tersenyum saja melihat anak gadis kesayangan nya tersebut.
Beberapa saat kemudian yang di tunggu datang,sebuah mobil mewah memasuki halaman rumah kediaman keluarga papah Boby.
Papah Boby dan mamah Lala berdiri dan menuju keluar pintu utama untuk menyambut kedatangan keluarga papi Carlos.
Mereka keluar dari mobil dan berjalan menemui pemilik rumah yang sudah menyambut mereka di teras rumah mereka.
" Assalamualaikum" ucap mami Neysa seraya menyalami mamah Lala dan papah Boby secara bergantian.
" Waalaikumsalam" ucap mereka.
" Maaf ya pak Boby agak telat datangnya" ucap papi Carlos.
" Nggak apa apa pak Carlos" ucap papah Boby seraya merangkul pundak papi Carlos.
" Ayo kita bicara di dalam" ucap papah Boby.
" Mari jeng...silahkan masuk" ucap mamah Lala seraya mengajak ketiga tamunya memasuki rumah mereka.
Mereka bertiga di persilahkan duduk disofa empuk yang ada di ruang tengah rumah papah Boby.
Morgan tersenyum manis pada kekasih nya yang duduk di sebalah orang tuanya.
Clarissa malu malu kucing,dan wajahnya bersemu merah.
" Maaf ya nak Risa nunggu nya lama" ucap mami Neysa.
" Nggak apa apa kok tante,Nggak lama kok tante," Ucapnya.
" Tadi ngeluh lambat datengnya bang Marco nya" celeruk Charlo.
"Diam napa si dek" ucap Clarissa seraya merangkul adiknya.
Mereka tertawa lepas melihat ulah Clarissa dengan adiknya.
" Maaf ya jeng, biasa Clarissa memang ceplas ceplos gitu" ucap Mamah Lala seraya tersenyum.
" Iya jeng nggak apa apa, saya malah suka kalau Risa jadi diri nya sendiri, adanya kan banyak tuh yang ingin terlihat baik di depan orang lain tapi di belakangnya ampun deh" ucap mami Neysa tersenyum.
" Begini pak Boby, kami kesini mau meminta Clarissa sebagai bagian keluarga kami,tepatnya menantulah di rumah kami" ucap papi Carlos.
Papah Boby hanya tersenyum,dan menoleh kearah sang istri,lala hanya tersenyum saja.
" Saya sih menerima banget lamaran dari pak Carlos,tapi semua ada di tangan anak kami keputusannya,karena mereka yang akan menjalaninya." Ucap papah Boby.
" Gimana sayang? Apa kah kamu mau menerima lamaran keluarga Pak Carlos?" Tanya papah Boby oada Clarissa.
" Mau banget pah.." ucap Clarissa tersenyum manja pada papah nya.
Papi Carlos dan mami Neysa tersenyum bahagia melihat Clarissa tersenyum manja pada papahnya tersebut.
" Alhamdulillah," ucap Marco tersenyum.
" Tapi maaf sebelum nya pak Boby,karena saya tahu kalau setelah pernikahan Abiyasa, kalian langsung berangkat keluar Negeri,dan saya juga akan segera pulang keluar Negeri, jadi pernikahan anak anak kita tidak bisa di laksanakan dalam waktu dekat ini,jadi saya bermaksud Marco dan Risa bertunangan aja dulu,tapi karena waktunya juga sangat mepet,jadi saya mau sekarang Marco dan Clarissa bertunangan langsung di hadapan kita aja dulu,setelah semuanya membaik kita bisa melakukan acara pertunangan dan pernikahan kedua anak kita,gimana pak Boby ? Apa kah bapak menyetujuinya." Ucap papi Carlos.
Papah Boby hanya tersenyum saja dan mengangguk kan kepalanya.
Clarissa dan Marco tersenyum bahagia.
Kemudian Marco mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah, dia kemudian membuka kotak tersebut dan mengambil sebuah cincin emas bermata berlian dan meraih tangan Clarissa lalu Marco menyematkan cincin tersebut di jari manis sebelah kiri tangan Clarissa dan Clarissa juga mengambil cincin kedua dan menyematkan nya di jari manis kiri Marco di saksikan oleh kedua belah pihak keluarganya.
Nampak sangat bahagia yang terpancar di wajah Clarissa dan Marco walaupun mereka saling bertukar cincin pertunangan hanya di saksikan oleh keluarga merek masing masing tapi bagi mereka sangat berkesan sekali.
Bersambung...