
" Kenapa kamu diam Aditama! sekarang Jawab pertanyaanku, Kenapa kamu berbuat seperti itu hah!! dengan Nayra, kalau kamu sudah tidak cinta lagi dengan Nayra, Kenapa kamu tidak mengembalikannya pada kami orng tuanya, daripada kamu sakiti seperti itu! lebih baik kamu menceraikannya dengan baik-baik, kan bisa kamu mau mencari wanita lain tapi jangan dengan begini caranya!!" ucap Mama Melisa sembari menatap Aditama, tapi Aditama tidak bisa menatap mertuanya itu, dia hanya menundukkan kepalanya.
" Kamu juga Lina! kamu sebagai orang tua seharusnya kamu menyadarkan kesalahan anak kamu!! bukannya kamu mendukungnya!! seharusnya kamu itu memberikan yang terbaik sebagai orang tua dari tadi aku mendengar kamu berbicara dikamarnya Nayra kamu menghina anakku seenak udelmu! Aku tidak terima dengan hinaan kamu itu kepada anakku!!" ucap Mama Melisa Seraya menatap bu Lina dengan tatapan tajamnya, seakan-akan ingin memakan Lina hidup-hidup.
" Kamu sangat keterlaluan Lina! dan kamu juga Diana! kamu mempunyai salah dengan keluarga kami, karena anak kamu memang sangat tidak sopan dan menginginkan keponakanku tapi kamu malah mendukung perlakuan anakmu tersebut sehingga kamu berbicara di luar sana dengan orang-orang yang kamu kenal,kalau kamilah yang salah, kamu itu keterlaluan banget! Aku tidak akan pernah melepaskan kalian semua!! kalian akan merasakan dinginnya jeruji besi!!" ucap papa David lagi seraya menatap mereka semua.
" Maafkan aku Melisa,aku salah, aku hilaf." ucap bu Lina dengan wajah memelasnya.
" Tidak ada kata maaf buat kamu Lina!!karena kamu sudah sangat keterlaluan!! aku sebagai orangtua berbulan-bulan menginginkan anak aku bisa menemui aku dan datang ke kota kelahirannya, Tapi sayangnya berbulan-bulan anakku menghubungi aku itu pun dengan cara sembunyi-sembunyi, awalnya aku tidak percaya Kenapa bisa Nayra seperti itu, tapi karena naluri ku sebagai seorang ibu pasti merasakan Kalau anakku menderita, ternyata benar!! kamu itu tidak pantas menjadi seorang ibu Lina!! ataupun nenek!! setelah cucuku mendapatkan bantuan dalam jumlah besar,kamu menginginkan cucuku untuk kamu urus, seandainya bantuan itu tidak ada kamu juga tidak akan pernah mengurus cucuku!! Dasar keluarga tamak!!" ucap Mamah Melisa meluapkan emosinya pada bu Lina besannya itu.
" Heh!! Kecebong buncit!!Mau kamu apa hah!! sebenarnya kamu menikahi kucing garong ini hanya ingin menginginkan hartanya saja kan?!!" Ucap Papah Boby seraya menunjuk kearah Lidya.
" Heh Om gendut! kenapa aku dibilang kucing garong segala sih?! aku manusia tau nggak sih!!" Protes Lidya dengan muka cemberutnya.
" Heh! Cacing kermi! Biar aku gendut tapi isinya Asli,nah kalau kamu punya body kaya gitu sudah pasti isinya nggak ada yang Asli!kenapa aku panggil kamu dengan sebutan kaya gitu karena Kamu itu memang kucing garong! kalau kamu manusia mana mungkin kamu mau menghancurkan rumah tangga orang lain, kamu itu sebagai wanita seharusnya merasakan bagaimana hati wanita yang disakiti, seharusnya kamu merasa bagaimana rasa sakitnya itu, berarti kamu kan bukan manusia!! bukan juga seorang wanita!! berarti kamu emang kucing garong!! kuda nil!! buaya betina!!" ucap papa Boby dengan menunjuk Lidya dan memasang muka emosinya, Lidya terdiam tanpa sepatah katapun.
" Heh tikus got!! kalau kamu ingin dikatakan sebagai wanita, seharusnya kamu itu tidak menyarankan kepada seorang laki-laki yang masih mempunyai keluarga dan menyuruh dia untuk menceraikan istrinya dan menikah denganmu,sama kelakuannya dengan kuda laut ini!!sudah tahu punya istri dan anak masih aja kepincut dengan kucing garong!! kamu itu harus sadar diri dong!!Dasar belatung!!" ucap papa Boby lagi sembari menatap kearah Aditama, tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulut Aditama, karena dia memang benar-benar merasakan kesalahannya sekarang ini.
' Mati aku kalau seperti ini,aku tidak ingin dipenjara." Ucapnya didalam batinnya.
" Eh jngkrik sawah!!ngomong!! Jangan diam aja!! " Ucap Abi Yosep seraya menyenggol tubuh Aditama.
" Begitulah Yos, kalau orang punya nyali segede biji kacang ijo, keras saat mentah lemah saat dimasak, begitulah si Aditamak ini,kuat disaat kita semua tidak tahu kebenaran yang menimpa Nayra,diam seribu bahasa disaat sudah ketahuan sifatnya, cih-cih...!! Mau kugampar jua nih orang!! " Ucap papah Andre yang sudah dikuasai marahnya saat papah Andre hendak melayangkan pukulannya langsung ditahan oleh Papah David dan mamah Melisa.
" Jangan kak, jangan kotori tangan kakak dengan memukul dia, karena bisa jadi ini adalah sebagian rencananya yang akan menjebak kita semua." Ucap Papah David
Papah Andre menatap Aditama dengan tajam dan mengurungkan niatnya hendak memberikan stempel kemarahannya pada Aditama.
Tapi saat papah David melepas tangannya dari tangan papah Andre, dan dengan spontan papah Andre langsung melayangkan pukulannya kearah Aditama, Aditama yang kurang keseimbangan langsung terjatuh kelantai ubin keramik dan yang lainnya seperti bu Lina, Diana dan Lidya terkejut, Diana langsung mengangkat tubuh Adiknya itu,sedangkan Lidya hanya tersenyum sinis.
" Aww!! Sakit ya tamak!! Makanya jangan berani menyiksa perasaan wanita kalau tidak ingin merasakan siksaan yang nyata!! Dasar kodok bangkong!!" Ucap Papah Boby.
" Rasakan kamu Aditama,tamat sudah riwayatmu.!!" Ucap Lidya.
" Apa kamu mak lampir!! ngaku sebagai wanita tapi tidak mau menghargai perasaan wanita.!!"
Lidya hanya terdiam dia menatap papah Boby dengan sinis.
" Apa kamu menatapku dengan sinis hah!! Apakah dengan cara kamu menatapku seperti itu aku akan berubah pikiran? aku tetap akan memenjarakan kalian semua." Ucapnya menatap Bu Lina, Diana, Aditama dan Lidya secara bergantian.
Mereka pun langsung terkejut.
" Nggak usah lah kalian itu terkejut itu semua karena perbuatan kalian, ini juga yang harus kalian terima." Ucap Ayah Candra.
" Aku tidak mau dipenjara! karena aku tidak salah!!aku akan memanggil papah ku ke sini! biar kalian tahu rasa kalian berhadapan dengan siapa!!" ucap Lidya.
" Oke! aku tunggu siapa orang tua kamu itu! sehingga kamu mengancam kami seperti itu!!" ucap papa Bobby sembari tersenyum sinis dan memberikan senyuman menantang kearah Lidya.
" Iishh!!" Desis Lidya sinis.
" Pak Bola! Sudah cukup pak! Bapak menghina adik saya dan mamah saya! Saya tidak terima pak!!" Ucap Diana dengan keras.
" Oh! Kamu tidak terima ya?! Bagus!! Bagaimana dengan Melisa dan David orang tua dari Nayra hah?apa mereka terima anaknya diperlakukan seperti itu? Dan dipisahkan dengan anaknya sendiri Alvara? Apa itu benar hah!! Jawab!! Jangan melihat adikmu diperlakukan seperti ini kamu tidak terima,adikmu cuma diperlakukan beberapa jam saja sedangkan Nayra? Beberapa bulan!! apa kamu bisa merasakan sakitnya derita yang dialami Nayra? Jawab!!! Bisakah kamu menjelaskan bagaimana rasanya disakiti dan disiksa perasaannya?! Bisakah kamu jeleskan hah!!" Ucap Papah Boby seraya mendekati Diana.
Diana terdiam dan dia beberapa kali tersentak dengan ucapan papah Boby yang sangat tinggi.
" Kenapa diam hah?!! Sudah tidak bisa berbicarakah tuh mulut,apakah kamu sudah kehabisan kata-kata hah!!" Ucap papah Boby lagi dengan marahnya,Diana hanya terdiam dan tidak mampu berbicara lagi.
" Dan kamu Lidya,aku juga akan memproses kamu dikantor polisi.!" Ucap Papah Boby seraya menatap kearah Lidya.
Lidya tersentak dan menatap kearah papah Boby sembari berdiri.
" Apa? Memproses aku? Apa salah ku? Kenapa aku di ikut sertakan dalam masalah ini, aku tidak merasa menganiaya Nayra, kalian kan lihat sendiri Nayra tidak apa-apa kenapa aku mau diproses." Protesnya.
" Kamu merasa tidak bersalah!!"
" Iya! Iya! Iya! Dan iya!" Ucapnya tegas.
" Hahahaha!!! Enak sekali kamu mengatakan..." Kalimat papah Boby terputus karena mereka dikejutkan oleh suara pak Tomi.
" Ada apa ini?"
" Papah!!" Ucap Lidya seraya berjalan kearah pak Tomi,seraya menangis dan memeluk sang papah.
" Ada apa ini?siapa mereka?Lidya?kenapa kamu menangis? Aditama ada apa ini?tolong jelaskan,dan siapa mereka semua ini?" Tanya pak Tomi seraya menatap Aditama dengan lekat menanti jawaban darinya.
Aditama hanya terdiam dan menunduk saja dia tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh mertuanya itu dia merasa gugup karena dua-dua mertuanya berada di dalam rumahnya tersebut.
" Itu kah pah namanya Aditama? suaminya Kak Nayra?"
" Ya nak dialah yang membuat Kak Nayra kamu tersiksa perasaan dan batinnya dan dijauhkan dari anaknya yang kedua itu." ucap papa Andre.
Clarissa pun mendekati sang papa.
" Kenapa nggak papa lahap aja sekalian manusia seperti dia ini!! karena dia ini tidak bisa dibiarkan hidup begitu saja!! kalaupun dia hidup dan dibiarkan lepas dari tanggung jawabnya dia pasti akan berbuat lagi seperti ini!! jangan sampai ada Nayra-Nayra yang di luar sana dibuatnya seperti ini lagi!! dan dia juga harus bertanggung jawab dengan perbuatan dia selama ini!! Apa perlu Risa yang mengulitinya pah?" ucap Clarissa dengan penuh penekan dikata mengulitinya.
" Sebentar Nak, nanti kita kuliti sama-sama hahaha." Gertak papah Boby.
Aditama terkejut dan sesaat menatap kearah Risa dan papah Boby, dan mereka semua yang ada di situ pun menatap ke arah Clarissa, terutama Pak Tomi.
" Apa maksud dari perkataan Bu Clarissa itu?Kenapa Bu Clarissa berbicara seperti itu? itu adalah suami anak saya bu, dia adalah menantu saya, dia yang memimpin perusahaan yang sudah saya jual sama Pak Abiyasa." Ucap Pak Tomi.
Mereka semua menatap kearah Pak Tomi dan terkejut mendengar sebuah perusahaan yang disebutkan oleh Pak Tomi Sudah dibeli oleh Abiyasa.
Mendengar perusahaan yang dipimpin oleh dirinya sudah dijual oleh mertuanya tersebut Aditama pun langsung mengangkat wajahnya,dan terlihat kaget karena dia sudah tidak jadi Bos lagi di perusahaan itu,dia pasti sudah jelas dipecat, dipecat jadi Bos dan dipecat juga jadi menantu, kemudian dia pun berani berbicara.
" Maksud Papa perusahaan yang aku pimpin itu sudah dijual dengan orang lain?"
" Heh,singa ompong! kamu kalau sudah mendengar perusahaan baru kamu bersuara! ternyata di benakmu hanya ada kekayaan dan kekayaan aja! ucap Abi Yosep seraya menatap ke arah Aditama, Aditama pun langsung menundukkan kembali wajahnya,dan meremas jari jemarinya dengan sedikit kuat terlihat jelas diwajahnya kesal setelah mendengar perusahaan itu telah dijual.
Beberapa saat mereka terdiam, entah ada kekuatan dari mana Aditama pun langsung berdiri dan bersuara, membuat mereka keheranan.
" Iya! aku memang menginginkan kekayaan! biar kalian tahu semua! aku lelah hidup menderita dengan Nayra walaupun Nayra terlahir dari keluarga yang kaya raya dan berlimpah ruah tapi sepeserpun Aku tidak pernah diberi kekayaan itu!!makanya aku buat Nayra menderita untuk membayar semua sikap kalian yang tidak mau berbagi padaku!!" Ucapnya keras.
" Hei Bagong!! tutup mulutmu!! Dari awal kamu menikah dengan Nayra sudah aku kasih tahu Apakah kamu ingin menjalankan salah satu perusahaan ku atau tidak! Tapi jawab kamu Apa?! kamu mengatakan tidak ingin menjalankan salah satu dari perusahaan yang aku tawarkan itu! dan menolak pemberian ku! kamu mengatakan juga kepadaku ingin menghidupi Nayra dan anak-anakmu kelak dengan jerih payah dari keringatmu sendiri!!dan tidak bergantung dengan orang lain!! apakah kamu masih ingat itu hah!!yang telah kamu katakan padaku ingat tidak!!" ucap Papa Andre dengan sangat emosi, tapi Abiyasa langsung merangkul papahnya tersebut, karena dia tidak ingin papahnya itu terbawa akan emosinya dan mencelakai Aditama.
" Maaf pak, bapak siapa ya?" tanya Pak Tomi."
" Oh ya pak, ini adalah Papa saya" ucap Abiyasa.
" Oh ya kenalkan saya Pak Tomi mertuanya dari Aditama, memang masalahnya ini kenapa? sehingga Bapak ini semua marah-marah dengan menantu saya?"
" Maaf Pak saya istri sahnya Aditama,dan belum diceraikannya." Ucap Nayra.
" Bukankah istri pertama Aditama sudah diceraikannya, makanya saya memperbolehkan anak saya menikah dengan Aditama."
" Bukan Pak! saya selama ini disekap di rumah ini selama berbulan-bulan, dan saya juga dipisahkan dari anak saya ini, yang sangat menyakitkan saya adalah Aditama sudah mengikat kaki dan tangan saya serta menutup mulut saya agar saya tidak bisa berteriak dan maaf juga pak semua yang dilakukan oleh Aditama didukung oleh anak bapak."
" Apa? Anak saya? katakan Lidya, Kenapa kamu bisa berbuat seperti itu? Kamu telah mempermalukan papa Lidya!!"
Lidya tidak bisa berkata apa-apa Dia hanya bisa tertunduk.
" Aditama katakan yang sejujurnya! jelaskan kepada saya ada apa?! Kenapa kamu bisa berbohong kepada saya dan Kenapa juga kamu bisa mengurung istri kamu di rumah ini!! itu sama aja tindakan tidak terpuji!" Ucap Pak Tomi,Aditama tidak bisa berkata juga dia hanya diam.
" Ayo katakan Aditama!! Kenapa kamu tadi mencak-mencak kayak cicak hah!!saat perusahaan di singgung, tapi setelah kamu disuruh menjelaskan semuanya kamu malah hanya diam!! lebih baik kita selesaikan di kantor polisi !!biar semuanya bisa ditangani oleh pihak yang berwajib yang ada di kota ini." Ucap Ayah Candra.
Aditama terkejut,dia kemudian menatap kearah Nayra dan langsung bersujud di kaki Nayra.
" Nayra maafkan aku, aku terpaksa melakukan ini semua, sebenarnya aku masih mencintai kamu, maafkan aku, maukah kamu memberikan aku kesempatan sekali ini? agar aku bisa memperbaiki kesalahanku." Pintanya.
Nayra langsung mundur dan pergi mendekari sang mamah.
Lidya langsung melangkah dan menarik Aditama, dia mendorong Aditama ke arah dinding tembok dan menarik kerah bajunya dengan kuat.
" Kamu tidak bisa untuk kembali dengan Nayra, kamu harus bersama Aku! Dan kita harus menjelaskan semuanya di kantor polisi! kamu harus ikut juga bersamaku Aditama!! jangan semua kesalahan kamu, kamu limpahkan kepadaku!!" ucap Lidya marah dengan Aditama.
Pak Tomi langsung menarik Lidya menjauh dari Aditama.
" Lidya! kamu apa-apaan!kenapa ini terjadi Bu Lina?! Seharusnya ibu sebagai orangtua dari Aditama memberikan kan contoh yang baik bukan memberikan contoh yang buruk.!!" Ucap Pak Tomi, bu Lina tidak bisa menjawab perkataan dari Pak Tomi,dia juga hanya bisa menundukkan kepalanya Begitu juga dengan Diana,Dia hanya bisa terdiam tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Papah Boby kemudian melangkah mendekati Aditama yang menyandar di dinding tembok rumahnya tersebut.
" Heh! Aditama setan budeg!! sebuah keluarga itu dijalankan oleh dua orang bersama-sama! jangan sia-siakan orang yang menghargai kamu! Tau Nggak?!! Karena hanya ingin kesenangan sesaat saja kamu rela menghancurkan keluarga kamu sendiri, sekarang tidak ada yang akan bisa membayar kesalahanmu ini, kata maaf pun tidak bisa merubah keadaan!! sekarang ini kamu harus mempertanggungjawabkan semuanya, kamu yang berbuat kamu juga yang harus mempertanggungjawabkannya, jangan sesali ketika kepergiannya yang tak terelakkan lagi sekarang ini, karena saat dia disisimu lukanya tak pernah kau sadari kedalamannya!! Ingat itu,luka seorang Istri adalah karena perbuatan suaminya sendiri!!kamu sebagai suami tidak bisa menghargai seorang Istri!! malah kamu menyakiti dan memisahkan istrimu dari anaknya sendiri!! seharusnya kalau kamu ingin mendapatkan kesenangan, kamu itu harus menyerahkan istrimu pada ibu dan bapaknya, kalau kamu sudah tidak suka lagi dengannya!! karena orang tuanya masih hidup!! dan ingat satu hal,jangan kamu mengatakan kepada semua orang kalau istrimu sudah tiada!! padahal masih hidup!! sekarang daripada aku tambah marah dengan kamu, dan menghabisi kamu disini,lebih baik kamu memberikan penjelasan kamu kepada pihak yang berwajib!! beserta keluarga mu biar pihak yang berwajib yang memberikan hukuman pada kalian!! Abiyasa hubungi kantor polisi terdekat!" Ucap Papah Boby.
" Siap Om "
Mendengar ucapan papah Boby Bu Lina, Diana dan Aditama langsung lemas tak berdaya mereka hanya menerima nasibnya saja.
Sedangkan Lidya menangis dan memohon pada papahnya agar dia tidak dipenjarakan.
" Lidya kamu harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan kamu agar kamu menyadari akan kesalahan kamu itu.
Beberapa saat kemudian sebuah mobil patroli memasuki halaman rumah Aditama dan beberapa orang polisi memasuki rumah tersebut dan membawa merek kekantor polisi atas arahan papah Andre, Lidya terus menagis dan dengan keiklasan pak Tomi pun membiarkan anaknya dibawa pihak yang berwajib kekantor polisi dan mereka semua pun dipinta kekantor polisi untuk dimintai keterangannya tentang permasalahan yang terjadi sekarang ini,dengan senang hati mereka pun langsung memasuki mobil yang ada dan sebagian lagi menggunakan mobil pak Tomi,mereka langsung menuju kerah yang dituju yaitu kantor polisi.