
Saat makan siang,tiba tiba Abiyasa mendapatkan telpon misterius yang nomer ponselnya tidak tertera di gawai Abiyasa.
" Siapa ini?" Ucapnya singkat seraya menatap gawinya yang ada ditangan nya.
" Kenapa nggak diangkat Biy?" Tanya Arvin.
" Aku nggak kenal Vin, lagi pula nomernya nggak ada di kontak ku" ucapnya.
Abiyasa meletakkan gawainya di atas meja dan dia pun melanjutkan makan siangnya.
Telpon pun berhenti,tapi beberapa detik kemudian gawai yang ada di atas meja tersebut berbunyi lagi.
Langsung aja dirijek oleh Abiyasa.
Setelah makan mereka langsung melaksanakan sholat Dzuhur di samping resto yang memang sudah di sediakan oleh pihak resto.
Beberapa menit mereka melaksanakan sholat,mereka pun langsung menuju mobil dan melajukan mobilnya kearah kantor polisi untuk mengantarkan Arvin,beberapa saat sampai dan arvin turun dari mobil Abiyasa,setelah berterimakasih serta saling mengucapkan dan membalas salam kemudian Abiyasa melajukan mobilnya menuju kearah kantor.
Tidak ada kata kata yang terlontar dari mulut mereka di dalam mobil,hening! Tidak ada suara sampai akhirnya sampai di kantor mereka, Abiyasa memarkirkan mobilnya, mereka langsung turun menuju kearah lobby dengan langkah sejajar,mereka berdua langsung menuju lantai atas.
Sesampainya di lantai atas mereka berdua berpisah dan sama sama memasuki ruangannya masing masing.
Tidak lama Clarissa duduk di kursi kerjanya gawainya pun berbunyi dan langsung saja dia melihat siapa yang telah mengirim chat padanya.
Ternyata ejen nya lah yang mengirim sebuah rekaman suara dan sebuah video serta beberapa fhoto kegawai miliknya,dengan cepat dia mengambil laptopnya yang berada di atas mejanya dan langsung keluar lagi dari ruangannya menuju keruangan Abiyasa.
Tanpa mengetuk pintu dia langsung memasuki ruangan Abiyasa sontak saja Abiyasa terkejut dan langsung mengangkat kakinya seraya berteriak sambil menyebutkan kata " Awas ada ular!" Teriaknya kencang.
" Spontan Clarissa langsung naik ke atas Sofa dan berjongkok.
" Mana Biy ularnya?" Tanyanya cengengesan.
" Kamu tuh ularnya,kenapa sih bikin aku kaget sih?" Ucap Abiyasa mendekati Clarissa yang masih berjongkok di atas Sofa.
" Heheheh" Clarissa hanya terkekeh dan membenarkan letak duduknya.
" Kenapa kamu bawa laptop segela sih?" Tanya nya.
" Ejen ku ada ngirim fhoto,video dan rekaman suara "
" Ya udah cepatan di lihat" ucap Abiyasa bersemangat.
Clarissa membuka rekaman suara terlebih dahulu,Clarissa pun langsung membuka rekaman suara tersebut melalui laptopnya.
" Kita akan menghancurkan perusahaan Wibawa group! Dan dendam kamu akan terbalaskan, kita bisa mulai dari Clarissa dan di lanjutkan dengam Abiyasa." Kata Sugeng dalam rekaman tersebut.
" Kalau masalah Abiyasa biar aku yang akan tanganin, karena sudah dari dulu aku mau membalas dendam padanya" ucap wanita yang ada dalam rekaman itu.
" Tenang sayang mereka akan mengalami kebangkrutan,kalau kita menjalankan rencana kita ini"
" Kita mesti hati hati dan jangan sampai di ketahui mereka,kalau mereka sampai tahu matilah kita" ucap Wanita itu.
" Jangan takut sayang, aku sudah tahu cara menakluk kan si harimau jantan itu " ucap Sugeng terkekeh.
" Dari mana kamu tahu kelemahan si Abiyasa?"
" Ayesha istrinya yang baru saja di nikahinya,kita renggut dari nya dan dia akan menyerah, kalau dia tidak menyerah,dia akan merasakan menjadi duda, hahahah" ucapnya senang.
" Kalaupun kita berdua ketahuan dengan mereka,tinggal memelas aja,dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi,mereka sudah langsung kasihan pada kita, kita tak akan di penjara" ucap Sugeng.
" Kita mulai dari gudang penyimpanan barang yang akan di kirim keluar negeri,dari sanalah kita akan memulai rencana kita"
" Bagus! Aku suka sayang dengan cara kerja mu, mereka tak akan bisa mengetahui kalau kita ini adalah dalang dari semuanya" ucap Wanita itu terkekeh.
" Hahahaha" mereka pun langsung sama sama tertawa.
Rekaman suara berakhir, Abiyasa langsung mengambil gawai nya dan langsung menelpon seseorang.
" Hallo Apri," ucap Abiyasa.
" Ya Bos ada apa?" Tanya seseorang yang di panggil Apri.
" Tolong kerahkan kepada anak buah mu supaya menjaga gudang utama yang ada di jalan ponegoro,sekarang! Dan jangan sampai terlewat kan siapa saja yang keluar masuk gudang,jangan sampai terlewatkan juga untuk di periksa, dan tolong absen siapa saja yang bertugas di gudang itu! Perintah Abiyasa pada Apri.
" Siap Bos,laksanakan" ucap Apri.
Abiyasa langsung memutuskan sambungan telponnya.
Kemudian dia pun langsung menelpon kembali keseseorang.
" Selamat sore Bos,"
" Sore,Joni"
" Ada apa Bos?"
" Kamu dan anak buahmu segera kerumah aku,dan langsung aja jaga semua rumah dari berbagai posisi jangan sampai terlewatkan siapa pun yang memasuki halaman rumah ku selain keluarga ku! " Perintahnya.
" Siap Bos,laksanakan"
" Dan tolong juga sebagian anak buah mu berjaga di tempat kediaman Clarissa jangan sampai kecolongan!" Perintahnya lagi.
" Siap Bos!" Ucapnya.
Abiyasa langsung menutup sambungan telponnya.
Dia langsung duduk di samping Clarissa lagi.
" Waduh! Biy...komplit benar penjagaan." Ucap Clarissa.
" Iya Ris, kita jangan sampai terkecoh dangan si Sugeng yang di depan bikin kita kasian,di belakang kita dia membinasakan kita" ucap Abiyasa terlihat marah benar dengan Sugeng.
" Benar juga" ucap Clarissa lagi.
" Buka Ris videonya" perintah Abiyasa.
" Iya" ucap singkat Clarissa seraya membuka sebuah Video kiriman Ejennya itu.
" Buset dah,!! Itukan jalan rumah ku Biy, tetangga an dong aku dan dia" ucap Clarissa.
" Iya Ris, dia ngontrak apa beli sih, sepertinya selingkuhan dari Sugeng ini anak orang kaya deh,liat aja penampilannya" ucap Abiyasa.
" Iya juga sih." Ucap singkat Clarissa.
" Tapi Sugeng tahu nggak rumah kamu"
" Iya dia tahu, dulu kan dia sempat jemput papah sebelum dia di pindahkan kekantor ini" ucap Risa.
" Berarti ini memang di rencanakan matang matang oleh mereka"
" Aku akan hajar habis habis dia kalau sampai berbuat di batas yang tidak wajar!" Ucap Clarissa seraya menghentak kan tangan nya di meja.
" Santai Ris, jangan terbawa emosi kita" ucap Abiyasa menyabarkan sahabat nya itu.
" Coba kamu lihat fhotonya?"
Clarissa membuka Fhoto kiriman Ejennya itu.
Setelah di buka Abiyasa langsung terkejut.
" Misel?" Ucapnya.
Clarissa sontak memandang Abiyasa.
" Siapa Misel?" Tanya nya.
" Kamu kenal cewek ini?" Tanya Risa lagi.
Abiyasa hanya mengangguk.
" Dia teman kuliah ku di kanada,"
" Kok aku nggak tahu?"
" Iya kamu nggak tahu Ris, kamu masuk universitas kita kan sudah aku dan Dita semester 3,jadi saat itu dia sudah di DO dari kampus, karena menjebak Dita,nyaris saja Dita di perkosa oleh kawan kawannya,untung saja aku segera bertindak,dan Akhirnya Dita terselamatkan."
" Om dan Tante tahu?"
Abiyasa menggeleng.
" Kalau papah sampai tahu,tamatlah riwayat dia Ris, kamu kan tahu, papah yang di ganggu, papah mu yang marah" ucap Abiyasa.
" hehehe...iya juga sih,Masalah apa kamu dan dia?"
" Dia naksir berat padaku, tapi aku tolak ribuan kali,dan dia mengira aku dan Anindita pacaran, padahal sudah aku beritahu kalau aku dan Dita itu kakak adik,tapi dia tidak percaya, malahan dia bilang,'kenapa kakak adik sama masuk kuliahnya,' teman teman aku menjelaskan kalau Aku dan Dita kembar,tapi lagi lagi dia tidak percaya Ris" ucap Abiyasa menjelaskan pada Clarissa.
Clarissa menganggukkan kepalanya mengerti akan keterangan Abiyasa.
Tiba tiba gawai Abiyasa berdering.
Dia langsung mengambil gawainya yang tak jauh dari dirinya,dia langsung menjawab panggilan tersebut.
" Assalamu'alaikum sayang" sapanya pada sang istri.
" Waalaikumsalam mas" jawab Ayesha.
" Ada apa sayang?"
" Nggak ada apa apa, cuma mau nanya aja ,apakah mas kirim orang untuk jaga rumah kita?"
" Iya sayang, apakah ada orangnya di depan kamu?"
" Iya mas, namanya Joni,"
" Ya udah kasih telpon kamu sebentar sayang padanya"
" Hallo bos, kami sudah sampai dan siap melaksanakan tugas" ucap Joni.
" Terimakasih ya Jon" ucap Abiyasa.
" Iya Bos sama sama" ucap Joni langsung menyerahkan gawai istri Bos nya tersebut,dia pun berlalu dari hadapan Ayesha.
" Sayang...maaf ya mas lupa tadi kasih tau kamu"
" Iya mas nggak apa apa"
" Ya udah, hati hati di rumah ya, adik adik sudah pulang sekolah?"
" Iya mas sudah, mereka lagi istirahat di kamar mereka."
" Ya udah kalau gitu, mas lanjut kerja ya"
" Iya mas, nanti kalau pulang kerumah hati hati ya sayang " ucap Ayesha pada suaminya.
" Iya sayang... Assalamualaikum"
" Waalaikumsalam"
Mereka pun sama sama mengakhiri sambungan telponnya.
Bersambung.....
Maaf semuanya 🙏🙏,belum bisa Up seperti biasanya karena masih dalam pemulihan habis sakit.
terimakasih atas dukungan nya dan setia selalu menunggu up up nya dari cerita Abiyasa dan abu gosoknya.
jangan lupa mampir juga ya kecerita saya Jantung Titipan Untukmu dan Apakah Aku Hanya Sementara?, jangan lupa dukungannya dan komen komennya ya di tunggu biar saya tetep semangat...
kerena komen komen yang positif dan like kalian semua sangat saya tunggu untuk menambah semangat buat saya berkarya.
Terimakasih 🙏🙏
salam sehat untuk kita semua...