
Dikantor Wibawa Group...
Terlihat sebuah mobil memasuki halaman kantor tersebut dan dengan lihainya memarkirkan mobilnya tersebut ditempat parkir yang sudah disediakan pihak kantor.
Kedua orang terlihat keluar dari dalam mobil dan melangkah menuju kearah dalam kantor Wibawa Group, siapa lagi kalau bukan Morgan dan Arvin yang melangkah memasuki lift dan menuju kelantai atas dimana ruangan Abiyasa sang pemilik kantor itu berada.
" Tok...Tok.." terdengar ketukan dipintu ruangan Abiyasa dan kebetulan Clarissa berada diruangan Abiyasa, dan diapun langsung bersuara untuk mempersilahkan si pengetuk masuk.
" Masuk!"
Pintu terbuka dan terlihatlah dua wajah tampan memasuki ruangan Abiyasa sembari mengucapkan salam.
" Assalamualaikum..." Ucap mereka berdua.
" Waalaikumsalam..." Sahut keduanya sembari menatap kedua sahabatnya tersebut yang melangkah menuju kearah mereka yang kebetulan duduk di sofa ruangan tersebut.
Kedua sahabatnya tersebut menghentakkan tubuhnya disofa empuk tersebut sembari menghela nafasnya dengan pelan.
Abiyasa dan Clarissa menatap kedua lelaki tersebut karena wajah mereka berdua berbeda salah satu diantara mereka berdua ada menyimpan rasa gundah gulana.
Clarissa menoleh sesaat kearah Abiyasa begitu juga Abiyasa mereka tersenyum bersamaan sembari memberikan isyarat dengan mendelikkan sesaat mata mereka kearah Morgan.
" Ada apa Mor, kelihatannya wajah kamu galau gitu, memang ada apa yang telah membuat kamu galau, cerita sama kami siapa tahu kami bisa menyelesaikan kegalauan kamu itu." ucap Clarissa.
" Iya nih Mor ada apa?" tanya Abiyasa.
Sebenarnya ketiga sahabatnya tersebut sudah mengetahui tentang kegundahan dan kegalauan yang dialami Morgan tapi mereka memang sengaja tidak mengatakan yang sebenarnya.
" Katanya Morgan mau bertemu dengan orang yang selalu menerornya itu?" Ucap Arvin.
" Apa? Kalian mau bertemu?" Ucap Abiyasa dan Clarissa secara berbarengan.
Morgan hanya menganggukkan kepalanya pasrah.
" Morgan aku ingatkan ya, kalau itu memang dari masa lalumu muncul lagi kepermukaan aku harap kamu bijak dalam menyingkapinya karena kamu sudah memiliki keluarga dan aku tidak ingin kamu menyakiti istri mu karena dia adalah adikku, dan aku juga tidak ingin kamu menimbulkan masalah yang akan menguncang rumah tanggamu, itu lah pesan ku aku harap kamu mengerti dan aku bicara seperti ini karena kamu adalah temanku sekaligus adik iparku." ucap Abiyasa seraya menatap lekat kearah Morgan yang hanya menundukkan kepalanya.
Melihat sikap Morgan seperti itu mereka bertiga tersenyum, terlihat Arvin yang sekuat tenaga menahan tawanya, kemudian diapun langsung menyenggol lengan Morgan, Morgan hanya bisa mengangguk.
" Hey Morgan.." panggil Clarissa, Morgan yang dipanggil hanya menatap sesaat kearah Clarissa seraya bergumam. " Hhmmm..."
" Dengerin tuh apa kata Abiyasa, ingat kamu itu sudah berkeluarga, jangan bikin masalah yang ujung-ujungnya nantinya jadi viral, kamu kan tahu kamu memiliki mertua siapa, kami sebagai temanmu hanya bisa memberikan nasehat dan pengingat padamu agar kamu bisa menyelesaikan semua masalah baik yang lama ataupun yang baru, dan lagi kamu kan seorang polisi yang dimana kamu semudah membalikkan telapak tangan dalam menyelesaikan masalah, aku percaya kok dengan kamu, kamu pasti akan menyelesaikan masalah ini tanpa ada yang terluka hatinya, iya kan Biy, Vin." ucap Clarissa panjang lebar.
" Iya benar apa kata Clarissa.." Sambung Abiyasa.
" Iya benar banget, masa kamu kalah dengan pekerjaan." sambung Arvin tersenyum.
" Pekerjaan? apa hubungannya dengan pekerjaan Vin,,," ucap Morgan seraya menatap kearah Arvin.
" Ya iyalah jangan kalah dengan pekerjaan, masa kamunya seorang polisi tapi hati dan nyali Hello kitty hahahahah..." ucap Arvin tertawa lepas dan spontan saja gelak tawa diruangan Abiyasa itupun terdengar sedangkan Morgan hanya cengengesan mendengar ucapan Arvin dan diapun hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sembari mendengarkan ketiga sahabatnya tertawa lepas dia hanya tersenyum saja...