
Ayesha memandangi gawainya dan dia duduk di sofa ruang tengah rumahnya.
" Ada apa ya dengan Mas Abiyasa,sampai di tugas kan beberapa orang berjaga di rumah ini?" Gumamnya.
Lama dia larut dalam pertanyaan nya sendiri,dia tidak bisa bertanya banyak pada suaminya itu,yang ada di otaknya mulai ada rasa khawatir yang menderanya.
" Astaghfirullahaladzim..." Ucapnya seakan baru sadar.
" Aku tidak boleh merasa khawatir ,ada Allah yang selalu menjaga hamba hambanya" ucapnya berdiri dari duduk nya dan melangkah menuju kamarnya.
*****
Sebuah mobil hitam bernopol XXXX melaju di jalan Ponegoro menuju kearah gudang utama milik perusahaan Wibawa group.
Mobil itu terlihat tidak mencurigakan sepertinya yang punya mobil tersebut sudah menguasai lokasi itu, beberapa kali mobil itu hanya mondar mandir seperti setrikaan,karena memang di daerah itu banyak hilir mudik kendaraan berlalu lalang jadi memudahkan pengemudi mobil mengawasi dan mencari celah agar bisa melancarkan aksinya, mobil berhenti pas di depan pagar gudang, dan kaca jendela mobil terbuka,dan jelas sekali terlihat wajah wajah predator bayaran tersebut,karena melihat lokasi gudang terlihat agak sepi tanpa penjagaan yang ketat,cuma ada dua orang security yang seperti biasa berjaga di tempat itu, namun security tidak tahu kalau bahaya mengintai gudang milik Bos nya itu, mereka hanya tahu kalau Tuan Bos nya tersebut mengirim bantuan penjagaan saja,dan memang Abiyasa tidak memberitahu kepada kedua Security nya itu, karena dipikiran Abiyasa kalau di kasih tahu mereka secara langsung, Abiyasa khawatir kalau kalau mereka menjadi panik.
Security tersebut sudah biasa akan kehadiran Apri dan anak buah nya di gudang utama yang mereka jaga, karena Bos mereka memang sering mengajak Apri dan cs nya itu berjaga di gudang utama perusahaan Wibawa group tersebut.
" Kayanya rencana bos Sugeng akan berhasil,liat saja di gudang itu tidak ada penjaganya dan terlihat seperti biasa saja,berarti ini akan memudahkan kita melancarkan aksi kita nantinya" ucap pengemudi mobil itu bersama dua orang yang ada di dalam mobilnya.
Namun mereka salah! mereka tidak menyadari kalau ada sepasang mata yang mengawasi mereka dan mengetahui kehadiran mereka tersebut.
Mereka pun tidak menyadari kalau wajah wajah mereka juga sudah berpindah ke dalam gawai si pengintai,dan Nopol mobil mereka juga sudah terlihat si empunya mata,dengan sigap salah satu dari anak buah Apri mengirim kan Nopol mobil dan fhoto wajah predator yang di curigai nya tersebut,dengan cepat juga Apri meneruskan chat anak buahnya ke gawai Bos nya Abiyasa.
Gawai Abiyasa berbunyi sekali,dengan sigap Abiyasa langsung membuka chat yang dikirim Apri padanya.
" Bos ini Nopol XXXX mobil yang mencurigakan, serta fhoto pengemudinya" Isi chat Apri pada Abiyasa,dengan sigap Abiyasa langsung meneruskan chat Apri kepada Arvin,setelah membalas chat Apri padanya,agar bisa mengetahui siapa pemilik mobil tersebut.
Arvin yang mendapat chat dari Abiyasa langsung menghubungi salah satu anggota nya untuk segera melacak Nopol kendaraan yang di kirim oleh Abiyasa melalui chat pribadi.
Sedangkan mobil tersebut meninggalkan depan gudang utama perusahaan Wibawa group.
Mobil itu menuju kelokasi kedua yaitu rumah kediaman Abiyasa.
Karena mereka tidak pernah mengetahui kalau rumah target apakah dijaga atau tidak,saat mereka mengawasi rumah kediaman Abiyasa mereka mengetahui kalau rumah tersebut sudah banyak penjaganya di berbagai penjuru,di tambah lagi ada kamera pengintai yang langsung mengarah keberbagai sudut yang tidak bisa memberikan siapa saja yang bisa melewatinya.