THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 115



Di kediaman Wibawa.


Setelah selesai makan, mereka masih berkumpul kembali di ruang tengah dan ingin membicarakan tentang semua kejadian yang menimpa Tante Dwi dan yang lainnya.


Namun sayang Morgan dan Arvin tidak bisa ikut mereka berkumpul karena mereka mau berangkat kekantor melaksanakan tugasnya kembali.


" Biy, bisa minta tolong nggak "


" Iya boleh, mau minta tolong apa"


" Ntar kamu ajak Tante Dwi sama Mbak Bella ke kantor polisi ya biar memberikan keterangan " ucap Morgan.


" Oh siap Pak komandan " ucapnya serata tersenyum.


Kemudian Morgan dan Arvin pamit sedangkan papah Andre, papah Bobby, Abi Yosep dan Ayah Candra terperangah mendengar Morgan berbicara seperti itu kepada Abiyasa.


Setelah berpamitan dengan orang tuanya Arvin dan Morgan melajukan mobilnya menuju kearah kantor polisi di mana tempat mereka melaksanakan tugasnya.


Saat mereka melintasi jalan seperti biasanya dia melihat sebuah mobil yang sangat dikenalnya, siapa lagi kalau bukan mobil kekasih hatinya Nadine.


Arvin menoleh ke arah mobil yang berpapasan dengannya, namun Nadine tidak melihat kalau yang berpapasan dengan nys adalah mobil kekasih hatinya Arvin


" Bukankah itu Nadine " ucapnya.


" Sama siapa dia ?perasaan familiar banget wajahnya " ucapnya lagi.


" Ya udah nanti aja sampai kantor aku akan nelponnya " ucapnya sembari tetap melajukan mobilnya menuju ke arah kantor.


Sedangkan di rumah keluarga Wibawa Abiyasa ingin menceritakan semuanya kepada keluarganya tentang semua permasalahan yang dihadapi oleh Tante Dwi dan anak-anaknya.


Abiyasa dan Clarissa memang sengaja hari ini mereka tidak pergi ke kantor karena mereka ingin menyelesaikan semuanya biar keluarganya mengetahui permasalahan yang dihadapi keluarga Abi Yosep.


" Abiyasa sekarang ceritakan ke Papah apa masalahnya sampai kalian bertemu dengan tante Dwi kamu ini?" Tanya papah Andre.


Abiyasa menarik napasnya dengan pelan dan melepaskannya dengan kasar, dia menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa dia menatap Clarissa,Clarissa hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Udahlah... sekarang kalian ceritakan gak usah tatap-tatapan seperti itu " ucap papah Bobby sembari tersenyum.


Semua keluarganya berkumpul di ruang tengah tersebut sedangkan adik-adik mereka seperti biasa berangkat ke sekolah dan pergi kuliah, begitu pula dengan Anindita masih berada di rumah dia juga tidak ingin berangkat ke rumah sakit karena dia ingin menghabiskan waktunya bersama dengan kedua orangtuanya.


" Dan juga kenapa Tante Dwi kamu disuruh ke kantor polisi bersama Mbak Bella Kamu memang Ada apa sebenarnya ?" tanya papah Andre lagi.


" Iya masalahnya ini Ada apa sebenarnya, tolong ceritakan sama Abi " ucap Abi Yosep


" Ceritakanlah nak yang sejelas-jelasnya Biar Om juga bisa mendengarnya dan tidak menjadi penasaran " sambung Ayah Candra.


" Begini pah,Om,Abi ceritanya..." Ucap Abiyasa seraya menceritakan pokok permasalahannya dari awal sampai akhir dengan panjang lebar tanpa ada jeda sedikit pun mereka dengan seksama mendengarkan cerita dari Abiyasa sampai selesai.


" Astagfirullahhalazim.." ucap para istri mereka.


" Kurang ajar tu manusia!!" Geram papah Boby.


" Ini sudah keterlaluan!!" Sambung Abi Yosep.


" Sangat keji sekali sikapnya!" Ucap Ayah Candra.


" Ini tidak bisa di ampuni " lanjut Papah Andre.


Tak kuasa Tante Dwi akhirnya dia pun menangis mendengarkan cerita dari Abiyasa sedangkan mbak Bella hanya terdiam saja karena dia tidak tahu lagi harus berbicara seperti apa, karena dia merasa dirinya sudah ternoda oleh orang-orang yang telah diperbudak oleh suaminya itu.


" Kurang ajar,biadab sekali Dia di mana dia sekarang " ucap Abi Yosep.


" Sayang sabar, kamu kan baru sembuh " ucap Umi Vita meredam amarah suaminya.


" Aku sudah kuat Sayang, tapi aku ingin melihat muka bajingan itu " ucapnya.


" Dia sekarang sudah dipenjara Bi, ini mau membawa Tante Dwi sama Mbak Bella untuk di mintai keterangan sebagai saksi " ucap Abiyasa.


" Ya udah sekarang papa juga mau ikut ke sana."


" Jangan kamu saja Ndre,Aku juga mau ikut " sambung Boby.


" Apalagi aku, Aku kan Om nya, Aku juga mau ikut,aku mau lihat kaya apa sih muka dia yang berani beraninya menjadikan ponakan ku sebagai bahan bonusan!!" Ujar Abi Yosep sangat marah.


" Ketemunya di mana sih kak sampai Kak Dwi menikahkan dia dengan Bella " ucap Abi Yosep menoleh ke arah kakaknya.


" Kakak juga nggak tahu dek, Bella ketemu di mana,awal mula dia memang baik banget bahkan dia mengaku seorang duda beranak satu, tapi ternyata saat dia beberapa bulan dia menikahi Bella terungkap sudah kalau dia mempunyai seorang istri yang masih sah dan masih dalam keadaan sakit saat itu, saat itu Bella mau memutuskan meminta cerai dengan dia, minta pisah dengan dia,tapi dia tidak mau. Bahkan dia malah mengancam akan memisahkan Bella dengan kakak, kakak juga tidak tahu kalau Bella dijadikan dia seperti itu, saat Kakak sakit Bella di larangnya merawat Kakak selalu dia saja yang merawat Kakak dan memberikan obat makanya semenjak dia memberikan obat kakak tidak pernah sembuh dan kakak tidak bisa berdiri semua lemah, kaki kakak lemah berdiri cuma sebentar itu pun harus dibantu." Terang tante Dwi.


" Astaghfirullahaladzim..Kenapa derita ini selalu menghampiri kakak hamba ya Allah " ucap Abi Yosep Seraya mengusap wajahnya, Umi Vita mengelus pundak suaminya.


Ayesha melihat sang Abi nya sedih, dia pun merebahkan kepalanya di bahu suaminya karena dia tidak kuasa melihat derita tantenya dan kakak nya tersebut, dengan penuh kasih sayang Abiyasa merangkul pundak istrinya dan menghapus air matanya dan mengisyaratkan kepada istri tercinta nya itu agar tidak menangis lagi.


" Sayang... kamu jangan menangis, dan jangan bersedih,sekarang mereka aman bersama kita, mas dan yang lainnya akan membereskan semuanya " ucap Abiyasa Ayesha menganggukkan kepalanya, Abiyasa mencium kening sang istri mereka semua hanyut dalam kesedihan mereka.


" Aku tidak akan terima dengan perbuatan ini, aku akan minta dia dihukum dengan seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya " ucap Abi Yosep.


" Kalian menderita seperti ini apakah Reno tahu? Kenapa Reno tidak pulang ke sini ?apa Reno tidak peduli dengan kalian berdua ?" tanya Abi Yosep.


" Tidak dek, Reno sangat peduli sama kami, tapi Reno tidak bisa berbuat apa-apa di saat kakaknya seperti ini, dia ingin menolongnya Tapi bos Di tempat dia bekerja telah memfitnah dia dan sekarang Reno berada di penjara karena tuduhan yang tidak dia lakukan, perbuatan yang tidak dilakukan dituduhkan kepada dirinya " terang tante Dwi.


" Astaghfirullahaladzim, apalagi ini " ucap Abi Yosep.


" Sebenarnya bekerja di mana Kak Reno ?"


" Reno bekerja di kota S "


" Tenang Om, Setelah dari sini kita akan berangkat ke kota S karena waktu Reno seminggu aja lagi " ucap Clarissa.


" Maksudnya? Seminggu ?" Tanya papah Boby.


" Maksudnya pah seminggu lagi selesai penyelidikan tentang Reno apakah dia bersalah atau tidak nya, kami sudah menyelidikinya semua dan Morgan juga sudah bertemu dengan Reno di sana, setelah proses ini selesai kita akan menuju kesana mencari tahu siapa sebenarnya yang membuat Reno seperti ini " ucap Clarissa.


Papah Boby mengangguk kan kepalanya.


" Iya bi,Abi tenang aja nanti kita akan berangkat ke kota S kita akan mengatur strategi kembali karena kata kepolisian disana selama seminggu aja penyelidikan akan dihentikan karena mereka sudah 75% semuanya mengarah ke Reno sebelum itu terjadi kita akan membawa tersangka yang asli " sambung Abiyasa.


" Kalau mau ke sana biar aku yang menghadapinya " ucap papah Boby.


" Aku udah lama nih nggak seperti dulu lagi sekarang aku akan bangkit, aku harimau yang telah lama tidur " ucapnya .


" Ya Harimau yang udah tua beraksi " kekeh Ayah Candra.


" Hehehe...tua tua juga punya gigi bro.." sahut Papah Boby.


" Gigi graham sudah hilang nggak bisa ngunyah lagi " sahut Abi Yosep di sela sela wajah amarahnya.


" Hehehe...kamu kalau marah sambil bercanda kegantengan kamu terpancar mengalahkan menantu mu Yos..." celetuk papah Boby.


" Ya iyalah masih ganteng siapa dulu Yosep gitu loh..." ucapnya tersenyum.


" Yeh...mana bisa mertua kalahkan mantu, adanya mertua yang kalah dengan menanantu, ya kan sayang, mas ini ganteng melebihi Abi kan?" Ucap Abiyasa meminta bantuan pada istrinya.


Ayesha hanya tersenyum dan mengangguk.


" Hahahah....akhirnya menang menantunya " ucap papah Andre tertawa lepas.


" Tenang Yos, aku bantu kamu, Aku kan belum punya menantu lagian kalau aku punya menantu palingan menantuku cantik daripada istriku hehehe" goda Ayah Candra seraya melirik sang istri.


" Eh apaan sih, mulai deh..." ucap Bunda Adel Seraya menarik telinga suaminya dengan pelan.


" Aduh... sayang, maaf bunda, ayah cuma bercanda aja heheh, bunda yang selalu paling cantik dan selalu akan jadi cantik bidadari surgaku " ucap Ayah Candra.


" Mulai deh kelakuannya keluar " ucap Mamah Anisha sembari terkekeh, dan Kak Dwi juga ikut tertawa melihat ulah mereka di sela-sela kesedihan mereka masih sempat-sempatnya menyematkan kegembiraan di hati mereka dan membuat orang senang termasuk dirinya dan anak nya.


" Nah, sekarang biarkan rencananya aku yang membuatnya" ucap papah Boby.


mereka semua mengangguk...


" Sekarang kita berangkat ke kantor polisi lebih baik lebih cepat kita selesaikan ini semua biar kita bisa berangkat ke sana dan menyelesaikan semuanya " ucap papah Bobby.


Mereka pun akhirnya berpamitan pada istri istri mereka dan segera berangkat ke kantor polisi.