
" hahahah," Clarissa tak dapat menahan tawanya.
"pantasan aja kamu nggak ada sedih sedih nya, ternyata surat pemecatan ini sangat romantis banget, memang bisa Pak Bos membuat suasana romantis seperti ini "ucap Clarissa terkekeh.
Aisyah hanya tersenyum manis merasa bahagia.
"Aku malahan takut karena melihat wajah Abiyasa terlihat marah padamu, karena gara-gara Angga tadi dan aku juga takut kejadian itu akan membatalkan pernikahan kalian, ternyata nya malah mempererat tali pernikahan kalian yang akan segera sah di mata agama dan negara" ucap Clarissa tersenyum bahagia.
Ayesha mengangguk dan tersenyum mendengar kata-kata Clarissa.
"Iya mbak, saya juga tadi merasa begitu, bahkan saya takut kalau mas Abiyasa membatalkan pernikahan kami" ucapnya blak-blakan bercerita pada Clarissa.
Mereka berdua langsung tersenyum ...
"Ayo kita ke ruangan Abiyasa, Abiyasa harus membayar rasa marah ku tadi kepadanya" ucap Clarissa mengajak Ayesha bersamanya.
Kemudian Clarissa kembali lagi ke ruangan Abiyasa tapi dia tidak sendiri melainkan bersama Ayesha.
Seperti biasa dia langsung masuk menuju ke arah sofa dan Risa menghempaskan tubuhnya di sofa tersebut.
Abiyasa yang berada di kamar kecil yang ada di ruangannya tersebut,tidak mengetahui kalau Ayesha ada di ruangannya karena diajak oleh Clarissa.
"Gimana? Apakah biyas ada bilang dengan kalian kenapa dia memecat Ayesha,?" Tanya Clarissa pada dua orang lelaki yang ada di ruangan Abiyasa.
Kedua lelaki itu menggeleng mantap.
"Nggak ada, ruangan ini kayak kuburan, nggak ada suaranya" ucap Morgan.
"Emang kenapa? sepi dia menatap laptop melulu" ucap Morgan.
"Aku juga tidak berani menegurnya, karena aku baru kali ini melihat Abiyasa terlihat marah, memang ada masalah apa sih, kok dia begitu marah nya, aku pikir masalah yang si Angga itu yang membuat dia sangat marah" ucap Arvin.
"Siapa yang nggak marah coba, calon istri dihina seperti itu" ucap Morgan.
" Marah si marah, tapi jangan Ayesha juga dong yang jadi sasaran langsung pecat segala" ucap Arvin.
"Jika disetujuin oleh Abiyasa udah ku ubek-ubek tuh si Dajjal" ucap Morgan emosi.
Clarissa tersenyum, Clarissa tidak memberitahukan surat pemecatan Romantis Abiyasa buat Ayesha.
Abiyasa yang sudah keluar dari kamar kecil yang ada di ruangannya tersebut terkejut, melihat Ayesha sudah berada duduk manis di sofa yang ada di ruangannya itu.
"Hai ...! jambu mente "ucap Clarissa.
"Duduk sini! sok sok mau memecat calon istri, enggak tahunya surat pemecatan nya romantis" ucap Clarissa.
"Apa!!" ucap Arvin dan Morgan.
" Aku berpikir jangan-jangan dia memecat Ayesha,terus membatalkan pernikahannya" ucap Arvin.
"Sama, aku juga berpikir seperti itu makanya aku marah kepadanya" ucap Clarissa.
"Aku malah berpikir, kalau Abiyasa marah kepada calon istrinya, Aku mau membuat perhitungan kepada si Angga tersebut karena gara-gara dia kan yang membuat Ayesha dihina seperti itu dihadapan calon suaminya lagi" ucap Morgan.
" Aku malah, bingung kok Abiyasa langsung marah segitunya, kaya dirasuki sesuatu gitu, biasanya dia nggak pernah marah seperti itu pada orang yang sangat di sayanginya, jangan kan kekasih, adik adiknya dan para sahabatnya juga nggak pernah dia terlihat marah banget kaya gutu, kecuali dengan orang yang sudah membuat dia sakit hati" ucap Arvin.
Abiyasa terkekeh...
" Gimana Ayesha nggak klepek-klepek membaca surat pemecatan romantis itu, habis Romantis banget"kata Clarissa seeaya memberikan surat pemecatata buat Ayesha.
Arvin dan Morgan memgambil surat tersebut dan membacanya.
" So sweet " ucap keduanya tersenyum sambil berhadap hadapan seraya memegang wajah mereka bersamaan.
" Hey...curuk! nggak usah Baper kaya gitu juga kali" tegur Clarissa pada kedua sahabatnha rersebut.
Arvin dan Morgan hanya terkekeh.
" Pasti kamu klepek klepek juga Ris, kalau dapat kata kata romantis kaya gini" ucap Morgan.
" Pastinya dong klepek klepek apa lagi dapat dari orang yang terkasih." Ucap Clarissa sok imut banget.
" Kalau Ayesha klepek klepek sudah pasti bahagia, tapi kalau kamu klepek klepeknya kaya ikan di pasar di pukul dulu baru di buang sisiknya " ucap Arvin tertawa lepas.
Mereka tertawa lepas mendengar ocehan Arvin menggoda Clarissa.
Sedangkan Clarissa hanya bisa mendelik pada Arvin.
" Senang kalian melihat aku di sisiki" ucapnya cemberut.
" Kalian berdua ini, kok bisa lulus ya sekolah perwira polisi, aslinya kalian ini ngeselin" ucap Clarissa.
" Biarin aja ngeselin tapi nyeningin kan" ucap Morgan.
" Nyenengin jidadmu tuh loh, dasar Mor sepeda butut, bule nyasar" ucap Clarissa tersenyum.
Arvin tertawa di ikuti Abiyasa dan Ayesha yang ikut tertawa juga.
Abiyasa menatap Ayesha penuh mesra, karena melihat Ayesha tertawa, bagi Abiyasa tawa Ayesha sangat merdu di telinganya.
Morgan manyun saja karena di bilang Clarissa bule nyasar dan dipanggil Clarisa Mor sepeda butut.