THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 126



Mobil mereka mulai melaju kembali ke arah hotel di dalam mobil Arvin menagih janji Clarissa untuk menceritakan tentang hilangnya diri dia dari mereka saat mereka mengikuti olah TKP tersebut.


" Cerita Ris, kamu tadi dari mana?" Tanya Arvin.


Clarissa menoleh kearah Arvin dan dia hanya menarik nafasnya dengan pelan dan membenarkan duduknya di samping Arvin.


Clarissa kemudian bercerita tentang penemuan jalan setapak yang kecil yang tidak bisa dilewati dengan kendaraan roda empat ataupun roda dua yang hanya bisa dilewati dengan jalan kaki


Clarissa menemukan sebuah gubuk kecil yang tersembunyi tapi terlihat tidak terpakai yang membuat dia curiga kalau seandainya gubuk itu tidak terpakai Kenapa terkunci dari luar dan gemboknya pun terlihat baru saat itu.


" Aku mengintip ke dalamnya ternyata ada beberapa tumpukan karung yang berisi Tapi aku tidak tahu isinya apa karena aku tidak bisa masuk ke dalam." ucapnya.


Morgan kemudian secepat kilat menghentikan mobilnya, mereka semua terkejut,karena mobil langsung berhenti.


" Morgan!" Ucap mereka serempak.


Morgan cengengesan sembari tersenyum.


" Maaf! " Ucapnya tersenyum


" Apa kita langsung lihat aja ke sana?siapa tahu dari sana kita ada petunjuknya." ucap Morgan lagi.


" Tapi kenapa kamu nggak bilang sekalian tadi di saat ada Pak Feri." Ucap Abiyasa.


" Aku bukannya tidak mau bilang Bi, tapi aku ingin memastikan dulu siapa tahu itu kan gudang punya orang, kita kan tidak bisa langsung bongkar aja gudang orang makanya aku tidak mau mengatakannya kepada Pak Feri tadi."


" Ya udah kita balik aja lagi ke sana." Lanjut Arvin.


" Oke kita langsung balik aja lagi." Sahut Abiyasa.


Tapi sebelum Morgan berbalik arah gawainya Abiyasa berbunyi.


Abiyasa langsung mengambil gawainya yang berada di saku celananya. Dia kemudian melihat layar gawai tersebut ternyata Papa Andre yang memanggilnya mobil berhenti di pinggir jalan membiarkan Abiyasa untuk berbicara dulu dengan papah Andre.


" Halo pah.... ada apa.?"


" Abiyas sekarang kalian di mana.?" Tanya Papah Andre.


" Kami berada tidak jauh dari tempat TKP pah."


" Kirimkan lokasinya kami mau ke sana."


" Enggak usah pah, kami sudah selesai." ucap Abiyasa.


" Kirim aja lokasinya, biar kami berangkat kesana berempat, papah merasa tidak enak perasaan papah."


" Ya udah pah kalau seperti itu, nanti Abiyasa kirim alamatnya."


" Tapi kalian tetap di sana, jangan kemana-mana tunggu kami."


" Iya Pah." Ucapnya kemudian menutup pembicaraannya.


" Kita tunggu di sini aja,Papa dengan yang lainnya mau kesini." ucap Abiyasa kepada mereka bertiga.


Mereka bertiga hanya menganggukkan kepalanya, sedangkan di hotel tempat mereka menginap.


" Ayo sekarang kita berangkat aku merasa tidak enak." Ucap papah Bobby.


" Bukan kamu aja,aku juga merasa tidak enak, karena aku merasa perkiraanku mobil yang ditemukan punya Marco tidak jauh dari mobil itu petunjuk pasti ada." Ucap papah Bobby.


Mereka semua mengangguk kemudian mereka berempat turun kelobby,setelah berpamitan dengan Reno agar Reno dan keluarganya tetap menunggu.


Mereka keluar dan memberhentikan sebuah taksi dan sopir taksi tersebut membawa mereka ke arah lokasi yang sudah diberikan oleh Abiyasa kepada Papa Andre. Mobil taksi tersebut melaju dengan cepat menuju ke arah tujuan, beberapa saat kemudian Mobil taksi itu berhenti di depan mobil Arvin, Abiyasa dan yang lainnya keluar kemudian mereka juga keluar dari taksi dan taksi tersebut meninggalkan mereka.


" Gimana Bi.?" Tanya papa Andre.


" Tapi Clarissa menemukan sebuah jalan dan disitu ada sebuah gubuk kecil yang membuat penasaran." Sambung Arvin.


" Ya udah, ayo kita ke sana kita cek dulu siapa tahu disitu ada bukti tentang Marco berada." Ucap papah Boby.


" Ya udah Ayo." Sambung mereka.


Kemudian mereka meninggalkan mobil di pinggir jalan, mereka semua jalan kaki menuju jalan yang ditemukan oleh Clarissa.


Karena tidak jauh dari mobilnya tersebut jalan tersebut berada. Mereka kemudian memasuki jalan kecil dan sempit di kiri kanannya banyak ditumbuhi rumput-rumput yang tumbuh subur mereka berjalan beriringan menuju ke arah yang ditunjukkan oleh Clarissa.


Sesampai di tengah perjalanan langkah mereka terhenti.


" Benar ya, dari awal jalan terlihat sempit tapi setelah berada di tengah-tengah jalan ini terlihat sangat luas lahannya." Ucap Papah Andre.


" Ya udah,hayo kita lihat aja rumah yang itu." Ucap Clarissa menunjukkan rumah kecil tersebut.


" Ayo kita beraksi abu gosok." Sahut Morgan.


" Apa ? abu gosok?" Ucap Papah Boby tercengang.


" Iya Om." Ucap Morgan heran dan seraya menghentikan langkah mereka.


" Siapa yang ngasih nama grup abu gosok.?" Tanya Papa Boby


" Arvin." ucap Morgan singkat.


Papah Bobby, Papa Andre, Abi Yosep, dan Ayah Candra saling pandang.


" Kenapa kalian saling pandang.?" Tanya Abiyasa.


Mereka kemudian tersenyum tapi tidak berani untuk tertawa lebar, Karena Mereka takut kalau mereka tertawa akan menimbulkan suara gaduh atau ramai jadi siapa tahu yang ada di dalam gubuk tersebut merasa terganggu dan melarikan diri.


" Oh tidak apa-apa, bagus juga, abu gosok." Sambung Ayah Candra.


" Ya tidak baguslah abu gosok, masa abu gosok sih." Ucap Papah Boby.


" Istilah kata buah itu jatuhnya tidak jauh dari pohonnya,Bob." Lanjut Abi Yosep.


" Memangnya kenapa om bilang begitu.?" Tanya Morgan lagi.


" Gimana Aku tidak bilang seperti itu anaknya abu gosok bapaknya sabun colek." Lanjut Abi Yosep terkekeh.


" Apa.?" Tanya anak mereka serempak.


" Tuh Om Yosep yang ngasih nama grup sabun colek." Ucap papah Boby


" Kirain tadi om Candra yang ngasih nama." Ucap Morgan terkekeh


" Grup kami di di masa muda, sabun colek namanya." Lanjut Papah Andre tersenyum.


" Mantapkan pah,sabun colek sama abu gosok dijadikan satu kinclong tuh pantat wajan." Ucap Morgan lagi.


" Jadi sekarang kita bersatu kinclong tuh para penjahat yang ada kita libas wus..wus..wus.." ucap Clarissa lagi tertawa tertahan.


" Ayo buruan kita satukan kekuatan grupnya sabun colek dan group abu gosok menyatu jadi satu di tempat pencucian." Ucap Morgan tersenyum.


Kemudian mereka mengendap-ngendap Tapi saat mereka mau sampai ke Tengah gubuk tersebut mereka mendengar ada beberapa orang yang berbicara di dalam gubuk tersebut. Mereka kemudian berlindung di antara pepohonan dan rerumputan. Ayah Candra dan Abi Yosep langsung mendaratkan tubuhnya ke tanah berlindung di area semak-semak yang dekat dengan rumah tersebut sedangkan Papa Andre dan papah Bobby bersembunyi di samping pohon besar yang tidak terlihat.


Clarissa dan Alvin berada pas di samping gubuk tersebut, Abiyasa dan Morgan berjongkok di antara rumputan yang sedikit tinggi dan tidak terlihat oleh siapapun.


Mereka mendengarkan pembicaraan beberapa Orang yang ada di dalam gubuk itu mereka yang ada di dalam gubuk tersebut tidak menyadari kalau bahaya sedang mengintai mereka di luar.