
Kemudian mereka berlalu dari rumah tersebut dan masing masing memasuki mobil mereka.
" Aku bawa pulang Wonder women kita ya, ntar aku balik lagi membawa mbak Bel,buat di mintai keterangan." Ucap Abiyasa.
" Nggak usah Biy, besok aja kita minta keterangan mbak Bell,biar besok aja mbak Bell dan tante Dwi datangnya, ntar sehabis mengantar paku beton ini aku langsung balik lagi kerumah mu, mau istirahat " ucap Morgan.
" Oke ! Aku tunggu, sampai ketemu di rumah " ucapnya kemudian mempersilahkan Clarissa dam Arvin memasuki mobil nya dan perlahan lahan mobil tersebut berlalu di persimpangan jalan dan mereka pun berpisah.
Abiyasa menuju kearah rumahnya dan Morgan menuju kearah kantor polisi.
Di dalam perjalanan menuju ke rumah Abiyasa, terlihat wajah Clarissa masih menyimpan kekesalan terhadap Bimo.
Arvin tersenyum melihat wajah Clarissa yang terlihat sangat memendam emosinya.
" Sudah Ris, dia sudah ada di kantor polisi dan kamu bisa ikut juga ke sana untuk menanyainya kalau kamu mau " ucap Arvin tersenyum.
" Ogah ! aku sudah puas memberikan pelajaran kepada dia ."
" Tapi kamu terlihat seperti memendam emosi, buanglah emosimu, sayangkan cantik cantik masih emosi. " goda Arvin.
" Sudah terlanjur emosi aku Vin." Ucapnya.
" Untung saja dia tadi tidak menaksir dirimu heheh.." kekeh Arvin dan Abiyasa tertawa lepas mendengar perkataan Arvin.
" Ih... amit-amit cabang babu..." Ucap Clarissa.
" Hahaha.. ada lagi ni kata-katamu amit-amit cabang babu, Clarissa.. Clarissa kamu itu nggak jauh beda dengan om Bobby ya " ucap Arvin.
" Ya iyalah nggak jauh beda, secara aku kan keturunannya " ucapnya lagi mantap seraya tersenyum.
" Ngomong ngomong Ris, ajarin dong tendangan onta yang kamu bilang tadi tapi belum kamu keluarin tadi, aku mau lihat" ucap Arvin terkekeh.
" Nanti aku keluarkan, tapi belum saatnya hehehe kalau memang sudah dalam keadaan terdesak dengan sendirinya dia akan keluar." ucapnya santai Seraya tersenyum.
Abiyasa yang mengemudikan mobilnya hanya bisa terkekeh mendengar ocehan Clarissa dan Arvin.
" Biasalah ibu-ibu lagi esmoni " ucap Abiyasa.
" Itu mah bukan ibu-ibu, tapi bapak-bapak..hehehe.." ucap Arvin yang ada di samping Abiyasa.
Kemudian Clarissa melemparkan tisu yang ada di tangannya ke arah Arvin, tapi Arvin langsung sigap menangkap gumpalan tisu tersebut.
" Clarissa? Aku ini sahabat kamu, bukan Bimo " ucap Arvin tertawa lebar.
" Tapi kamu spesies dia " ucap Clarissa tertawa juga.
" Idih amit-amit cabang buaya.. " ucap Arvin.
" Hahaha..." mereka bertiga pun tertawa.
Beberapa saat kemudian mobil memasuki halaman rumah Abiyasa, mereka semua turun dan masuk ke dalamnya.
" Assalamualaikum" Ucap Abiyasa.
" Wa alaikumussalam " sambut sang istri Seraya meraih tangan suaminya dan kebiasan Abiyasa pun mencium kening sang istri serta pucuk kepala istrinya.
Kemudian dia menyentuh pipi sang istri sambil tersenyum,dia merangkul istrinya berjalan masuk kedalam.
" Lama-lama aku dekat sama Biyas jadi baper" ucap Arvin tersenyum simpul.
" Emang kenapa ?" Toleh Abiyasa.
" Ya iyalah jadi baper, kan jauh dari Nadine jadi jomblo dong " ucap Clarissa.
" Sama kan, kamu juga lagi jomblo kan, ditinggal sama si Marco keluar kota " ledek Arvin.
" Oh ya...ngomong-ngomong kok nggak ada kabarnya si Marco " sambung Abiyasa seraya duduk di sofa nya.
" Iya juga sih... aku hubungi ponselnya nggak aktif,Aku tidak tahu lagi harus menghubungi kemana " ucap Clarissa terlihat sedih karena kangen dengan tunangan nya itu.
" Ya udah, nanti kamu tanya Morgan aja deh, Gimana keadaan dia di luar kota, jangan sedih gitu dong, oh ya kemarin Marco pernah cerita sama aku, banyak yang iri dan dengki dengan dia di sana " ucap Arvin.
" Ih...!kamu jangan seperti itu dong bicaranya ,Aku nya kan jadi takut " ucap Clarissa seraya mendelik kearah Arvin
" Hehehe..wow sekali! Seorang Srikandi abu gosok, kok bisa takut ya " goda Arvin.
" Takut aja sih, takut kehilangan dia ...hehehe " ucapnya lagi terkekeh.
" Iya juga sih, siapa tahu dia kan di sana menemui yang lainnya lagi selain dirimu " sambung Abiyasa menimpali.
" Ach...Biyas..!! apa-apaan sih?! Tega banget deh ach..!!ucapnya seraya mendelik kearah Abiyasa.
Abiyasa dan Arvin memang senang menggoda Clarissa sahabatnya itu.
" Hehehe....bercanda rusa ompong." Ucap Abiyasa terkekeh.
" Tapi benar lho Biy, Marco sempat cerita ke aku, tapi aku lupa mau cerita ke kalian" ucap Arvin.
" Jangan bercanda ach, nggak lucu kali bercandanya, Arvin Nggak asyik ach..!" ucap Clarissa.
" Beneran Ris, aku nggak bohong." Ucapnya menatap Clarissa dengan serius.
Hening! Nggak ada suara di ruang tengah tersebut, kemudian Arvin melanjutkan bicaranya.
" Dia bilang saat itu, mau menutup yang di sana pabrik tehnya dan dia mau memfokus kan di sini aja, karena dia tidak mau berjauhan dengan istrinya bila nanti sudah menikah." Ucap Arvin.
" Dia juga sudah nggak tahan dengan sifat iri dan dengki saingan nya di sana, yang bersaing tidak sehat" lanjut Arvin lagi.
" Jangan bercanda ach Vin, aku jadi was was nih..." Ucap Clarissa.
" Yang benar Vin?" Sambung Abiyasa.
" Iya Biy, benaran dia waktu itu cerita ke aku, dan aku nggak bercanda kok Ris, tapi mudah mudahan aja nggak terjadi apa apa dengan nya." Ucap Arvin lagi.
Kemudian gawai Clarissa berbunyi dan langsung saja di jawabnya panggilan dari sang kekasih.
Clarissa berdiri dan nampak senang kalau yang tersayang menghubunginya,dan langsung saja dia menuju kearah luar menjauh dari para sahabatnya untuk berbicara dengan sang tunangan.
Arvin dan Abiyasa tersenyum melihat Clarissa sahabat mereka satu satunya cewek diantara mereka sebelum hadirnya Ayesha istri Abiyasa.
Mereka berdua kemudian menikmati teh dingin buatan sang istri dan beberapa kue asli buatan Ayesha.
Beberapa saat kemudian Clarissa datang dari luar setelah berbicara dengam sang kekasih.
Dia duduk kembali di samping Arvin.
" Dia baik baik saja di sana, mungkin agak lama dia di sana menyelesaikan urusannya" jawab Clarissa seraya mengambil air minum nya dan meneguk nya beberapa tegukan.
" Syukurlah kalau begitu" kata Arvin seraya mengunyah kue yang ada di tangan nya.
" Alhamdulillah kalau dia baik baik saja." Sambung Abiyasa.
" Aku jadi kangen..." Ucapnya.
" Kangen dengan siapa lagi, kan tadi sudah bicara sama sang kekasih " tatap Arvin.
" Kangen sama papah, dan mamah ku lah " ucapnya.
" Jangan kan kamu, aku juga kangen kok sama Mereka ternyata berpisah seperti ini rasanya seperti apa gitu, secara aku kan sering di tinggal dan rindu juga ingin sama sama dengan Ayah Bunda" Ucap Arvin lagi.
" Semua pasti kangen, bukan kalian saja, aku, istriku juga kangen dengan mereka dan sangat merindukan kedua orang tua kita" sambung Abiyasa.
Diam lagi! Tidak ada yang bersuara, dan larut dalam kerinduan kepada kedua orang tua mereka.
Tiba tiba terdengar suara mobil Morgan dan mata mereka langsung menatap kearah luar,di mana pak polisi bule tersebut melangkah masuk kedalam menuju arah mereka duduk.
" Assalamualaikum.." sapanya.
" Wa alaikumussalam.." sahut mereka bertiga berbarengan.
Morgan langsung menghentak kan tubuhnya di sofa di samping Clarissa.
" Gimana selanjutnya " ucapnya.
" Selanjutnya apa?" Tanya Clarissa.
" Selanjutnya si Ginos." Ucap Morgan langsung mencicipi kue yang ada di atas meja.
" Oh itu, kalau itu terserah Bos lah" sambung Clarissa.
" Kalian mau nya kaya gimana?" Tanya Abiyasa.
" Aku maunya sekarang melabrak si upil kuda itu " ucap Clarissa.
" Iya sama, " sambung Arvin.
" Aku juga mau sekarang...." Sambung Abiyasa.
" Gimana kalau setelah aku menyelesaikan semuanya di sini dulu, introgasi Bimo dan meminta keterangan tante Dwi dan mbak Bella, setelah selesai kita lanjut ke kasus Reno dan Ginos, memang sih Reno di tangani di sana tapi tugas kita membawa tersangka aslinya,biar Reno bisa keluar dari jerat hukum yang tidak sama sekali di lakukannya" ucap Morgan.
" Tapi waktunya kan cuma seminggu Mor? Apa sempat kita menunggu kamu introgasi nya ?" Tanya Clarissa.
" Sempat lah percayakan saja pada yang Ahlinya," ujarnya tersenyum seraya memainkan alisnya naik turun.
" Oke deh, percaya deh Bule...." Sahut Clarissa.
Kemudian Ayesha datang dari arah dapur yang sedang membuat masakan untuk makan siang mereka sekeluarga bersama Art rumahnya,Ayesha melangkah menemui sang suami dan para sahabatnya.
" Mas...!" Panggilnya.
" Ya sayang..." Sahut Abiyasa seraya menoleh kearah istrinya
" Papah mau ngomong sama mas," ucapnya seraya menyerahkan gawainya kepada suaminya, dan Abiyasa mengambil gawai yang ada di tangan istrinya itu.
" Assalamualaikum pah..."
" Wa alaikumussalam.."
" Ada apa pah, maaf pah gawai Biyas habis batrainya pah."
" Iya nak, nggak apa apa, papah mau ngabarin aja kalau hari ini papah dan yang lainnya sudah mau berangkat ke tanah air"
" Benar kah pah, Alhamdulillah...kalian pulang ketanah Air semua nya pah?" Tanyanya.
" Iya nak, Alhamdulillah mertua mu sudah sehat..." Ucapnya.
" Alhamdulillah pah, kami tunggu di tanah air pah.." ucapnya sangat bahagia.
" Iya nak, udah dulu ya papah cuma ngabarin itu aja, Assalamu'alaikum " Ucapnya.
" Iya pah, hati hati ya pah pulangnya, Wa alaikumussalam.." jawab Abiyasa tersenyum bahagia.
" Mereka balik kandang?" Tanya Clarissa senang.
" Iya Ris,"
" Alhamdulillah,. Akhirnya mau kumpul juga dengan Orang tua semuanya." Ucap Arvin.
" Senang banget Vin..." Ucap Clarissa.
" Ya iya lah senang, di samping kumpul Ayah Bunda, dan lagi cepat nih ngelamar Nadine " ucapnya tersenyum lebar.
" Ngebet banget sih Vin mau ngelamar " sambung Morgan.
" Ya iyah lah ngebet Mor,bagaimana pun aku ini lelaki normal Mor." Ucap Arvin terkekeh.
" Ingin cepat di halalin..." Celetuk Clarissa.
" Tuh Clarissa aja tau.." ucap Arvin tersenyum.
" Yang bilang seperti itu juga mau nya cepat di halalin" ucap Morgan tertawa.
Mereka pun tertawa, sedangkan Clarissa hanya manyun saja seraya memonyongkan bibirnya mendelik kearah Morgan dan yang lainnya yang asyik tertawa.
" Sayang, Abi sudah sehat dan sudah bisa pulang ketanah Air " ucap Abiyasa pada istrinya.
" Alhamdulillah Mas..tapi kenapa Umi nggak hubungi Yesha ya mas."
" Mungkin Umi agak sibuk mempersiapkan kepulangan nya ketanah Air." Ucap Abiyasa.
" Iya juga ya...ya udah Yesha lanjut masak lagi ya.." ucap nya tersenyum.
Di angguk kan Abiyasa seraya tersenyum bahagia karena sebentar lagi mereka semua akan berkumpul bersama kembali.
BERSAMBUNG...
Mohon maaf ya 🙏🙏 authornya up sering malam dan tak tentu waktunya, karena akhir² ini authornya sibuk banget dalam kerjaan yang ada di dunia nyata, in sya Allah author sempatkan Up di sela sela kesibukan author.
Terimakasih...