THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 33



Tepat jam empat sore setelah Abiyasa melaksanakan sholat Asyar dia keluar dari ruangannya dan langsung menuju ruangan Ayesha dan langsung saja membuka ruangan tersebut.


" Sayang, udah siap pulang?" Tanya nya di depan pintu.


" Oh, iya mas, sebentar dulu ya, Yesha merapikan meja dulu" ucapnya seraya merapikan meja kerjanya.


Abiyasa masih menyandarkan tubuhnya di pinggiran pintu seraya menatap sang calon istri.


" Cantik" gumamnya seraya tersenyum.


Ayesha menoleh sesaat pada Abiyasa dan tersenyum....


"Senyum mu itu sangat ringan,tak bersuara tapi penuh makna, senyum munitu sayang sangay manis murah tapi tak ternilai dengan rupiah, kamu sangat cantik sayang" gumamnya seraya membalas senyum sesaaf Ayesha padanya.


" Ya Allah, indahnya jodoh yang telah Engkau persiapkan untuk ku," ucapnya.


Ayesha mendekati Abiyasa setelah merapikan meja kerjanya.


" Kenapa senyum senyum sendiri sih mas" kata Ayesha.


" Karena kamu" ucap Abiyasa.


Ayesha tersipu malu dengan ucapan Abiyasa padanya.


"Iih...mas ini ada ada aja deh, Udah ah, mas ayo kita segera berangkat." Ucapnya berjalan mendahului Abiyasa menuju lift.


Abiyasa hanya tersenyum saja dengan melangkah menyusul Ayesha yang langsung menuju lift.


Saat berjalan menuju lift mereka berpapasan dengan sugeng yang sudah beberapa tahun bekerja di Wibawa group, dia memandang penuh selidik pada Ayesha dan Abiyasa.


" Bocah bau kencur aja di percaya pegang perusahaan, baru menjabat beberapa hari aja sudah cinta cintaan dengan bawahannya" gumamnya.


Tapi dia tidak menyadari kalau gelagatnya itu di pergoki oleh Clarissa dari balik tiang dekat ruangannya.


" Dasar!! Pemimpin semaunya nggak bisa liat yang bening,mentang mentang Bos bisa sesukanya berbuat" ucapnya.


" Ngapai ngomong sendiri!" Tegur Clarissa di saat sugeng melewatinya.


Sugeng terkejut.


"eh maaf bu Risa,nggak ada apa apa bu" ucapnya dan dia kemudian berlalu begitu saja dari hadapan Clarissa.


Clarissa tersenyum saja,padahal dia sudah tahu apa yang di omongi oleh sugeng.


"Mencurigakan! Kamu nanti akan jadi target utamaku " ucap Clarissa tersenyum.


Mereka berdua melangkah di lobby menuju keluar menuju kearah mobil Abiyasa.


" Eh..tunggu...tunggu ...aku ikut sekalian pulang,aku tidak pake mobil say" ucap Clarissa yang setengah berlari menuju kearah Abiyasa dan Ayesha dan langsung masuk kedalam mobil Abiyasa.


Abiyasa dan Ayesha hanya tersenyum saja melihat ulah Clarissa.


" Hei....ompong,yakin benar aku akan bawa kamu pulang" ucap Abiyasa yang duduk di kursi setir.


" Yah... yakin lah, kalau kamu nggak mau aku ikut mobil mu aku sumpahi kamu dapat anak banyak" ucap Clarissa tersenyum lebar.


" Alhamdulillah...,banyak anak banyak rejeki " ucap Abiyasa tertawa seraya melajukan mobilnya meninggalkan kantor menuju kearah butik tante Raysa.


" Yang cape nanti Ayesha yang ngelahiri nya hahahah" ucap Clarissa.


Abiyasa tersenyum seraya menoleh kearah calon istrinya tersebut.


Ayesha hanya tersenyum saja mendengar ocehan Clarissa.


Mobil terus melaju dan di mobil terdengar tawa dan senyuman ketiganya sampai akhirnya mereka sampai di depan butik tante Raysa yang lumayan besar, Abiyasa memarkirkan mobilnya dihalaman butik tersebut, mereka keluar berbarengan dan menuju kepintu utama butik tante Raysa.


Abiyasa membukakan pintu untuk mempersilahkan dua wanita tersebut masuk terlebih dahulu.


Tiba tiba wanita muda yang berparas cantik menghampiri mereka dengan senyuman manisnya dan keramah tamahannya.


" Maaf pak Abiyasa ?" Tanyanya.


" Iya mbak." Jawab Abiyasa tersenyum pada wanita cantik di hadapannya.


" Kenalkan saya Nadin,anaknya pemilik butik ini,tadi mamah sudah menghubungi saya kalau bapak dan calon istri bapak mau kesini" ucapnya.


" Sudah saya tunggu sejak tadi, silahkan mau memilih gaun nya" ucap nya.


" Jadi tante Raysa di mana?" Tanye Abiyasa.


" Mamah di rumah, sekarang saya yang mengelola butik ini." Ucap nya tersenyum seraya membawa ketiga tamunya melihat lihat koleksi baju pengantin yang ada di Butiknya tersebut.


"Sepertinya aku pernah liat mbak ini,tapi dimana ya?" Gumam Clarissa seraya menatap Nadin dan mengingat ingat dimana dia pernah bertemu.


" Mas...ini bagus banget," ucap Ayesha memegang gaun yang sangat cantik dan sesuai dengan warna kesukaannya.


" Oh ini hanya contohnya saja bu, ini adalah rancangan saya pertama kali,dan ini baru di perlihatkan di sini, sebentar saya ambilkan gaun ini sepasang untuk suami istri, pas banget buat ibu yang menggunakan hijab" Ucap nya tersenyum seraya berjalan kearah dalam untuk mengambil baju pilihan Ayesha dan Abiyasa.


" Biy, aku kayanya pernah liat gadis itu deh, tapi aku lupa dimana ya" ucapnya pada Abiyasa.


" Aku malah nggak ingat Ris" ucapnya terkekeh.


" Mas, mbak, bukannya mbak yang tadi itu yang pernah bertengkar sama mas Arvin, ingat nggak saat kita mau makan siang saat mas Arvin di omelin dia" ucap Ayesha tersenyum.


" Oh...iya" ucap keduanya.


" Akhirnya kita menemukannya" ucap Clarissa.


Kemudian Abiyasa dan Clarissa bertos bareng saking gembiranya karena sudah menemukan gadis yang pernah bertengkar dengan Arvin sang sahabat.


Kemudian Nadin keluar dengan membawa dua bungkusan plastik bening yang berisikan baju rancangannya, Nadin menyerahkan nya pada Abiyasa dan Ayesha.


Ayesha melihatnya sangat senang karena desainnya sangat cocok di lihat dan sangat rapi.


" Silahkan di coba pak, bu" ucapnya mempersilahkan Abiyasa dan Ayesha mencoba baju tersebut.


Ayesha berjalan keruang ganti khusus wanita dan Abiyasa memasuki ruang ganti khusus pria.


Sambil menunggu keduanya mencoba gaunnya Clarissa duduk di kursi tunggu yang sudah di persiapkan oleh pihak butik.


" Maaf mbak Nadin, saya kayanya nggak asing lihat wajah mbak" ucap Clarissa tersenyum.


Nadin tersenyum kepada Clarissa.


" Lama kali ya mbak liatnya,jadi sudah lupa,saya terakhir kali masuk tv saat rancangan saya dipertontonkan," ucapnya.


" Berarti mbak ini desainer ya" ucap Risa lagi.


Nadin mengangguk dan masih tersenyum ramah pada Clarissa.


Abiyasa dan Ayesha keluar dari dalam ruang ganti, dan terlihat sangat serasi dan sangat cocok mereka menggunakan baju pilihan mereka berdua sesuai dengam warna nya.


" Wow! Sempurna!" Ucap Clarissa seraya mengacungkan dua jempol kearah keduanya.


" Ya udah saya mau yang ini ya mbak, sama kebaya yang sepasang tadi dan dua lagi rancangan mbak untuk acara resepsi saya." Ucap Abiyasa pada Nadin.


" Oke siap pak, saya akan membawanya tepat waktu" ucap Nadin tersenyum.


Setelah di sepakati baju dan semua keperluaan nya untuk menikah, Abiyasa dan Ayesha serta Clarissa berpamitan pada Nadin, mereka kemudian meninggalkan Butik tante Raysa dan menuju kerumah Clarissa untuk mengantarkan dia pulang.


Sesampainya di rumah Clarissa mobil berhenti Clarissa turun dari mobil Abiyasa,setelah mengucapkan terimakasih mobil Abiyasa melaju kearah rumah Ayesha.


Beberapa menit kemudian mobil Abiyasa sampai di depan rumah Sang calon istri, Ayesha keluar dari mobil.


" Nggak mampir dulu mas?" Tanyanya.


Abiyasa tersenyum...


" Nggak sayang ...mas langsung pulang aja,ntar jangan kemana mana lho ya" pesannya pada Ayesha.


Ayesha mengangguk dan tersenyum.


" Assalamualaikum.." ucap Abiyasa.


" Waalaikumsalam, hati hati ya mas" jawab nya seraya tersenyum lagi.


" Ya sayang...ya udah masuk sana, mas akan pulang setelah liat kamu sudah masuk kedalam rumah, sampaikan salam mas sama umi dan Abi ya sayang" ucap Abiyasa tersenyum mesra pada calon istrinya.


Ayesha tersenyum lagi dan mengangguk,kemudian dia berjalan masuk kedalam rumahnya dengan di iringi tatapan mesra Abiyasa yang terus menatap Ayesha sampai hilang dari pandangannya.


Abiyasa kemudian melajukan mobilnya menuju kearah rumahnya dengan hati yang bahagia dan berbunga bunga karena dua hari lagi dia dan Ayesha resmi menjadi suami istri.