THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 237



Keesokan harinya,mereka sudah bersiap-siap menuju tempat akad nikah dan resepsi pernikahan Anindita dan Morgan.


Tiga buah mobil perlahan-lahan meninggalkan rumah kediaman keluarga Wibawa,mobil Clarissa terlebih dahulu meninggalkan rumah tersebut,kemudian disusul mobil papah Andre dan di lanjutkan mobil Abiyasa yang berada di paling belakang.


Namun tiba-tiba mobil yang di kemudikan Abiyasa tersebut berhenti di depan pintu pagar keluar rumahnya itu,membuat tatapan tatapan papah Andre heran dan memperlambat laju kendaraannya, karena tiba-tiba saja mobil Abiyasa berhenti,papah Andre menatap dari kaca spion mobilnya ke arah mobil Abiyasa yang sedang berhenti tersebut.


" Kenapa berhenti pah?" tanya Anindita menatap heran kearah sang papah.


" Sebentar papah mau turun dulu,mau menemui kakak mu." jawab papah Andre seraya keluar dari mobil dan melangkah menuju ke arah mobil Abiyasa.


" Ada apa nak? kenapa kamu berhenti tiba-tiba?"


" Ada yang mencurigakan pah." jawabnya.


" Maksudmu mencurigakan bagaimana?" tanya papah Andre seraya ingin memutar tubuhnya untuk melihat ke kanan dan kekiri,namun cepat di cegah Abiyasa


" Papah jangan bergerak,yang Abiyasa maksud mencurigakan itu orangnya ada di bagian arah jam tiga tepat." ucapnya,kemudian memperlihatkan gawainya dan menggunakan kamera depan untuk memperlihatkan target yang di curigai oleh Abiyasa dan kemudian papah Andre melihat jelas sebuah mobil taff berwarna hitam berada di seberang jalan,namun sayang mereke tidak melihat jelas dengan wajah si pengendara mobil taff tesebut,dan mereka juga tidak mengetahui ada berapa orang didalam mobil taff tersebut.


" Siapa mereka?" tanya papah Andre seraya menatap Abiyasa dengan penuh tanda tanya.


" Itu pasti ada hubungannya dengan orang yang tadi malam mengintai rumah kita pah." jawab Abiyasa.


" Boleh jadi sih Biy,ya sudah,biarkan saja,apa yang akan mereka inginkan nanti kita pasti akan mengetahuinya juga,lebih baik kita pura-pura tidak mengetahui kalau kita sedang diawasi oleh mereka." ucap papah Andre seraya menepuk pundak anaknya dengan pelan,dan kemudian dianggukkan Abiyasa.


Papah Andre lalu melangkah kembali menuju mobil pribadinya untuk melanjutkan kuda besinya itu menuju ke tempat tujuan diikuti mobil Abiyasa di belakang mobil sang papah.


Kedua mobil tersebut melaju di jalan beraspal bebas hambatan,terlihat empat pasang mata mengawasi kepergian mobil keluarga Wibawa itu dari arah seberang jalan,namun sayangnya mereka tidak menyadari kalau keberadaan mereka sebenarnya sudah di ketahui oleh keluarga Wibawa.


" Mereka sudah pergi!apa yang harus kita lakukan?!apakah kita tetap akan berada di depan rumah ini,apakah target kita rumahnya atau orangnya,apa kita harus mengikuti mereka sekarang?" tanya salah satu dari mereka yang ada didalam mobil taff tersebut.


" Bodoh!!bukan rumahnya yang jadi target tapi orangnya,karena mereka sudah terlanjur menjadi target kita."ucap salah satunya lagi.


" Terus kita ngapain sekarang?!" lanjutnya.


" Tamasya!!Bego amat sih dodol!!!ya kita ikutilah mereka sekarang!!"ucapnya dengan agak keras di samping telinga temannya itu.lalu kemudian mereka melajukan mobilnya tersebut memutar arah menuju arah kanan mengikuti laju mobil keluarga Wibawa.


Mobil taff yang di kendarai mereka berdua itupun melaju sangat kencang di jalan aspal tanpa hambatan tersebut, karena posisi mobil mereka sudah tertinggal jauh dari mobil keluarga Wibawa,akan tetapi diluar dugaan mereka Abiyasa dengan sengaja memperlambat laju kendaraannya,agar mobil si pengintai tesebut mudah menemukan mobilnya,karena Abiyasa ingin mengetahui lebih jauh lagi tentang si penguntit itu,dia pun langsung mengambil gawainya dan terlihat mengetik chat pribadi dan mengirimkannya keseseorang,dengan senyuman misteriusnya Abiyasa menatap sesaat kearah kaca spion luar mobilnya.


" Lihat!bukankah itu adalah salah satu dari mobil target kita Broo!"


" Iya juga ya hehehe...tapi apakah kita sudah diketahui oleh mereka?" ucapnya lagi.


" Kamu ini bodoh di pelihara,kalau mereka mengetahui bahwa kita mengikuti mereka sama aja kita cari mati!!tau nggak sih!!kamu itu seperti tidak tau aja dengan rencana kita semula,kalau kita dengan terang-terangan mengikuti mereka berarti itu namanya bukan rencana bego!!otak itu digunakan buat berpikir,jangan cuma kamu gunakan untuk memikirkan para wanita saja." ucapnya seraya mendelik kearah rekan kerjanya itu.Sedangkan temannya tersebut hanya bisa cengengesan saja.


" Itu mereka,teryata benar dugaan ku,pasti mereka akan mengikuti kemana kami pergi." ucap Abiyasa seraya melihat mobil taff hitam tersebut melalui kaca spion dalam mobilnya,mobil taff itu tidak jauh dari mobilnya dan mobil taff itu terlihat sedang mencari celah untuk bisa mendekati mobil Abiyasa.


Sedangkan mobil Clarissa dan papah Andre sudah jauh berada di depan mobil Abiyasa dan sudah tidak terlihat lagi kemungkinan besar mereka tidak mengetahui kalau mobil mereka sekarang diikuti oleh penguntit.


" Mas, kenapa mereka mengikuti kita?" Tanya Ayesha terlihat cemas sembari menatap kewajah sang suami, kebetulan didalam mobil yang dikendarai Abiyasa tersebut hanya Dia dan istrinya. Tangan Ayesha langsung memegang tangan suaminya terlihat jelas diwajah Ayesha terlihat ketakutan karena sebuah mobil tersebut mengikuti laju mobil mereka.


Abiyasa tersenyum dan meraba pipi sang istri....


" Tenang sayang,kamu jangan takut mereka tidak menyadari kalau keberadaan mereka itu sudah diketahui oleh pihak kita dan lihatlah kebelakang mobil mereka sayang,sudah ada mobil Arvin yang mengikuti mobil penjahat itu." ucap Abiyasa seraya menggenggam tangan sang istri yang terlihat ketakutan.Abiyasa menoleh sesaat dan memberikan senyumannya pada sang istri agar istrinya merasa tenang dan tidak ketakutan lagi.


" Kok Arvin mengetahui kalau kita sedang diikuti orang jahat itu Mas?"


" Mas tadi sudah kirim chat pribadi pada mereka berdua dan kebetulan saat itu mereka sedang meluncur kearah rumah kita dan kebetulan tadi kita sudah berangkat,mas juga sudah mengirimkan gambar mobil penjahat itu karena mas tadi sempat mengambil gambar mobil mereka." terang Abiyasa


" Memangnya Arvin dengan siapa mas?"


" Arvin bersama kak Niko karena kebetulan mereka dengan kekasih hatinya masing-masing menggunakan mobil pribadi mereka,setelah mengetahui chat pribadi dari mas mereka bertukar mobil." terangnya lagi pada istrinya sembari memberikan senyum termanisnya untuk sang istri.


Abiyasa kemudian mengambil jalan pintas yang terlihat sedikit sepi dari pengendara lain,karena hari masih terlalu pagi sehingga memudahkan Abiyasa untuk mengecoh pengendara mobil taff hitam tersebut.


Sekiranya terlihat aman Abiyasa pun langsung saja menghentikan laju kendaraannya dengan tiba-tiba membuat Ayesha terkejut, sehingga pengemudi mobil taff hitam tersebut itupun hilang keseimbangannya, lalu banting stir kekiri tanpa dielakkan lagi mobil taff hitam tersebut pun oleng dan salah satu ban mobilnya masuk kedalam selokan sehingga mobil taff hitam itu dalam posisi miring kekiri kemudian kesempatan itupun di gunakan oleh Arvin dan Niko mereka turun dari mobil setengah berlari mendekati kedua penjahat yang berada di dalam mobil taff hitam tersebut yang sudah tidak berdaya karena tidak bisa keluar dari dalam mobil mereka sendiri.


Arvin kemudian mengacungkan senjata dari arah kanan pas didepan kaca jendela mobil tersebut.


" Jangan bergerak!!" ucap Arvin dan Niko yang sama-sama menggunakan senpi.


Abiyasa terkejut melihat Niko juga mengacungkan senpi pada kedua orang tersebut yang masih berada didalam mobil taff hitam itu.


" Wah!!mantap kak Niko!aku aja nggak berani menggunakannya" gumam Abiyasa.


Kemudian Arvin menghubungi anak buahnya yang lain,selagi menunggu para anggota datang Niko dan Abiyasa berusaha mengeluarkan para penjahat dari dalam mobil taff hitam tersebut dan Arvin langsung memborgol kedua penguntit itu.