
Kemudian semua orang tuanya itu pun datang dan duduk kembali di ruang tengah.
" Katanya tadi mau istirahat Kenapa masih duduk di sini?" tanya papa Andre pada mereka berempat yang masih duduk di ruang tengah.
" Enggak ada apa-apa masih mau berbicara dan berbincang-bincang aja dengan bang Niko, karena lama udah nggak ketemu." ucap Abiyasa.
Papah Andre tersenyum dengan mereka berempat.
" Papa sudah tahu kok Biy,apa yang kalian bicarakan tadi " ucap papa Andre.
Mereka berempat terkejut dan langsung menatap kearah Papah Andre,dan mereka pun juga saling pandang.
" Nico kamu memang benar menyukai Lia?" tanya papah Andre.
Nico menganggukkan kepalanya.
" Kamu mau menerima Dia apa adanya Nico?" Tanya Abi Yosep.
Lagi-lagi Nico menganggukan kepalanya.
" Eh Bro, benar-benar Kalau kamu menyukai janda beranak satu itu?" tanya papa Bobby sembari menyentuh pundak Niko dengan pelan
" Niko kamu harus mantapkan hati kamu kalau mencintai Lia, menyukai Lia, tapi kamu harus menyayangi dan mencintai calon Anak sambung kamu itu." ucap Ayah Candra.
" Jujur Om Niko tidak bisa membohongi perasaan Niko Om, sejak bertemu dengan Lia Niko sudah jatuh cinta dengan Lia,Niko merasa sangat menyayangi Lia, dan Niko juga mantap hati Niko menyukai Lia." ucapnya tanpa ada rasa ragu dalam menerangkan isi hatinya pada para Om-Omnya tersebut."
" Apa semudah itukah kamu mencintai seseorang dari tatapan matanya?" tanya Abi Yosep lagi sembari tersenyum.
" Hehehe...sebenarnya tidak Om."
" Terus kenapa kamu semudah itu menambatkan cinta kepada seorang wanita hanya dengan pandangan pertama, sedangkan kamu tidak mengenal Dia dan baru mengenalnya saat ini saja?" tanya Ayah Candra.
" Nico juga tidak tahu Om,biasanya Niko ini selektif memilih seorang wanita karena kegagalan Niko dalam berumah tangga, tapi saat melihat Lia hati Niko merasa kebahagiaan Niko ada dengannya dan memang benar-benar ingin memiliki Lia dan ingin sekali menjadikan Dia sebagai istri Niko, tapi Niko sadar karena Niko dan Dia belum pernah bertemu sama sekali dan baru ini bertemunya dan Niko tidak tahu kepribadian atau sifatnya Lia seperti apa, tapi hati Niko mengatakan kalau Niko akan bahagia hidup bersama dengannya." jelasnya panjang lebar.
" Ahai.... mantap jiwa!!" ucap Papa Boby.
" Inilah baru laki-laki sejati! walaupun kalian belum kenal begitu dekat dengannya,tapi perasaan tanggung jawabmu sudah menguasai jiwamu." ucap Papah Boby lagi sembari tersenyum.
" Serahkan semuanya kepada Adik-Adiknya itu!' ucap Ayah Candra seraya menunjuk Clarissa Abiyasa dan Arvin.
Mereka bertiga pun hanya menganggukkan kepalanya seraya terkekeh.
" Kalau usaha mereka gagal, serahkan kepada orang tua kalian ini." ucap papah Boby sembari menepuk pundak Nico.
" Asal dengan satu catatan! kalau kamu memang ingin membahagiakan Lia dan Anaknya dan jangan sekali-kali menyakiti Lia dan Anaknya kalau Lia sudah menjadi istrimu, Lia dan Anaknya itu adalah anugerah yang terindah yang diberikan Allah untukmu,Anaknya adalah bonus buat kamu dan bonus itu adalah bonus yang sangat terindah." ucap Papa Boby seraya merangkul pundak Niko dan menepuknya pelan.
Niko tersenyum senang terlihat jelas di wajahnya goresan kebahagiaan tepancar disenyum yang mengembang itu.
" Tapi bagaimana dengan Mama dan Papa, Niko takut kalau Mama dan Papa tidak mau menerima dengan ikhlas masa kelam yang telah terjadi pada Lia,Niko tidak akan menutupi semuanya pada Mamah dan Papah, karena Mamah dan Papah berhak tahu semuanya dan Niko tidak ingin mereka tahu dengan orang lain,Niko juga tidak ingin masa kelam calon istri Niko menghantuinya,Niko ingin istri Niko nantinya selalu nyaman hidup bersama Niko." ucapnya seraya mengusap wajahnya dengan kasar.
" Niko kamu tidak perlu khawatir, yang penting kamu bisa mendapatkan hati Lia dan Anaknya terlebih dahulu, Kalau urusan Mama dan Papa mu biar Om Andre yang akan bicara nantinya, karena yang menjalani suatu pernikahan ini adalah kamu bukan Mama dan Papa mu, Mama dan Papa mu itu pasti akan bahagia jika melihat Anak-Anaknya bahagia dengan pilihan mereka masing-masing." ucap Papa Andre lagi.
" Ya sudah sekarang kalian bersihkan diri kalian, masa dari tadi kalian masih tidak membersihkan diri,bentar lagi sholat Dzuhur loh kita salat sama-sama." ucap Papa Andre dianggukan oleh mereka bertiga
Clarissa pun berlalu juga dari hadapan mereka semua yang ada diruang tengah tersebut.
Mereka bertiga memasuki kamarnya masing-masing sedangkan Clarissa menemui sang Mama yang berada di dapur yang sedang berbicara dengan Mama Anisha
Papa Bobby kemudian menarik napas dengan pelan dan melepaskannya dengan berat, Dia menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa yang sekarang Dia dudukin, begitu juga dengan Abi Yosep, Ayah Candra dan Papa Andre, merekapun menyandarkan tubuh mereka dan menatap kearah langit-langit ruang tengah rumah kediaman keluarga Wibawa tersebut.
Tidak ada yang bersuara mereka Hanya berdiam diri larut dalam lamunan mereka masing-masing.
Kemudian Papa Boby pun berbicara sembari masih menatap langit-langit ruangan tengah tersebut.
" Akhirnya beres sudah urusan Lia, sekarang kita akan menyelesaikan urusan Nayra." ucapnya.
" Aku juga sudah tidak sabar ingin melihat bagaimana sikap suaminya Nayra tersebut sampai sedemikian rupa Dia berubah sikapnya sama Nayra." ucap Papa Boby sembari membenarkan duduknya dan menatap ketiga sahabatnya tersebut.
Papah Andre kemudian menarik napasnya dengan berat.
" Benar katamu Bob, tapi setelah pernikahan Clarissa digelar baru kita berangkat menemui Nayra di kota kelahiran suaminya itu." ucap Papa Andre.
" Aku setuju! lagi pulang Aku juga heran kenapa sikap suami Nayra seperti itu, kalau Dia ingin mempunyai istri lebih dari satu, seharusnya Dia bersikap Adil, Jangan bersikap seperti itu, lagipula Dia juga tidak menghiraukan Anaknya yang ada di sini." Lanjut Ayah Candra.
" Tapi kalau dipikir ada yang aneh nggak tentang hubungan rumah tangga Nayra, kalau Dia ingin menduakan Nayra mungkin sejak dulu sebelum Dia menikahi Nayra bukankah Nayra dengan Dia sudah mengenal satu sama lain cukup lama hampir beberapa tahun dan kemudian setelah memantapkan hati mereka berdua memutuskan untuk menikah, tidak ada kecurigaan kita kan kalau Dia itu akan berbuat jahat dengan Nayra sampai seperti ini." ucap Abi Yosep.
" Yap!benar katamu Yos, ini pasti ada sesuatu yang membuat suaminya Nayra berbuat seperti itu dengan Nayra,Aku juga merasa aneh dan curiga pasti ada sesuatu yang tersembunyi." lanjut Papa Boby.
" Atau Dia juga ada tekanan dari orang lain, misalkan nih Dia disuruh seperti itu berbuat karena ada sesuatu yang mengharuskan Dia menyakiti Nayra." lanjut Papa Boby lagi.
Mereka bertiga menatap kearah papah Boby.
" Kenapa kalian menatap ku?"
" Karena perkiraan kamu itu bisa benar Bob." ucap Abi Yosep.
Dianggukkan Papah Andre dan Ayah Candra.
" Itukan hanya terkaan Aku saja Yos " ucapnya.
" Terkaan kamu kan selalu benar Bob!" lanjut Ayah Candra.
" Benar kata Boby, Kita harus mencari tahu selama ini kenapa suaminya berbuat seperti itu dengan Nayra, padahal kan Dia itu sudah lama mengetahui isi hati mereka masing-masing, suaminya itu menyayangi Nayra kenapa saat ini setelah mereka pindah dan menetap ditanah kelahiran suaminya,Nayra mendapatkan derita seperti itu." ucap Papa Andre.
" Nah itu yang Aku maksud Ndre,disitu Aku curiganya,padahalkan suaminya Nayra tahu siapa sebenarnya Om-Om Nayra siapa yang berbuat kejahatan dan menyentil keluarga kita akan mendapatkan balasan yang setimpal!!" Ucap Papah Boby.
" Tapi ini sepertinya kita ditantang untuk mengetahui semuanya." ucap Abi Yosep.
" Benar sekali!!" ucap Ayah Candra.
Kemudian gawai Papa Andre Berdering dan langsung saja Papa Andre melihat gawainya tersebut dan menatap layar gawainya itu.
" Mito?!" ucapnya langsung menjawab panggilan Mito.
Mereka bertiga langsung saling pandang,dan terlihat jelas diwajah mereka penuh tanda tanya, siapakah Mito?