
Tepat pukul 2.30 Abiyasa bangun seperti biasanya karena mau melaksanakan sholat malam nya dan dia segera membersihkan dirinya, setelah selesai dari kamar mandi dia pun langsung melaksanakan kebiasaan nya sholat malam di kamar sendiri, setelah sholat dia melantunkan ayat suci Alquran seraya menunggu waktu subuh.
Begitu juga dengan anggota keluarganya semua melaksanakan sholat malam di kamar mereka masing masing.
Kemudian terdengar suara Adzan subuh berkumandang, dan langsung Abiyasa keluar kamar dia berjalan menuju kearah ruang sholat yang ada di dalam rumah mereka.
Mereka sekeluarga langsung melaksanakan sholat subuh berjamaah yang di imami oleh Abiyasa.
Beberapa menit mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah akhirnya selesai, dan di lanjutkan dengan membaca Al-Qur'an, seperti biasa setelah selesai membaca Alqur'an mamah Anisha langsung pergi kedapur untuk membuat sarapan buat keluarganya tersebut, dengan di bantu kedua anak gadisnya mamah Anisha dengan cepat menyelesaikan masakannya.
Abiyasa setelah selesai dengan aktifitasnya kemudian dia masuk kamar nya lagi, Abiyasa duduk menikmati udara segar di pagi hari melalui jendela kamarnya tersebut.
" Hari ini aku akan bertemu dengan Ayesha, ya Allah kenapa aku begitu gugup ya? Seolah olah aku akan bertemu dengan seorang Bidadari yang engkau utus untuk jadi pendamping hidupku" ucap nya pelan seraya memandang jauh keluar dimana aktifitas jalanan mulai rame dengan hilir mudik lalu lalang kendaraan.
Abiyasa mengusap wajahnya dengan kedua tangannya dan menarik nafasnya dengan pelan dan melepaskannya, seakan akan beban kegugupannya hilang bersamaan dengan hembusan nafasnya.
Terdengar ketukan di pintu kamarnya.
" Tok...Tok...Tok"
"Masuk" ucapnya.
Pintu terbuka, Anindita saudara kembarannya masuk kedalam kamarnya dan duduk di sebelahnya.
" Ada apa Dit?" Tanya Abiyasa pada saudara kembarnya tersebut.
" Makan yuk, sarapan sudah tersedia tuh, mamah papah sudah nunggu di bawah" ajaknya pada sang kakak.
" Iya sebentar lagi kakak datang," ucap Abiyasa tersenyum.
" Bilang sama mamah papah kakak ganti baju dulu" ucapnya lagi.
Anindita langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Abiyasa setelah mengangguk kan kepalanya seraya tersenyum.
Abiyasa mengambil baju kerjanya yang ada di lemari dan memakainya.
Kemudian dia berjalan menuruni anak tangga yang menghubungkan lantai atas dan lantai bawah, dia berjalan menuju kearah ruang makan dimana keluarganya sudah menunggu dirinya.
"Kok belum sarapan pah, mah?" Tanyanya seraya mengambil tempat duduk di samping Anindita.
Papah Andre dan mamah Anisha tersenyum.
" Nungguin kakak tuh, lama banget sih ganti bajunya" ucap Almira.
" Makanya cepat cari istri, biar nggak lama lama milih bajunya" ucap Anindita lagi.
" Kamu aja dulu yang nikah baru kakak yang nyusul" ucap Abiyasa seraya mengambil sarapannya.
" Dita belum dilamar" ucapnya santai.
" Kapan cowok mu ke indonesia? Papah mamah menunggu aja tuh" ucap Abiyasa.
" Cowo mana?" Tanya Anindita.
" Morgan itu orang indonesia kakak, bukan orang luar negeri, dia di luar negeri itu cuma menjenguk neneknya yang sedang sakit," terang Anindita.
" Berarti dia polisi indonesia dong?" Ucap Abiyasa.
Dianggukkan oleh Anindita.
" Anak siapa?" Tanya papah Andre.
" Papahnya orang Kanada pah, polisi kanada, tapi morgan nggak mau tinggal di kanada, dan dia memilih tinggal dan jadi warga negara indonesia dan menjadi seorang polisi di indonesia, dia berada di indonesia sejak kecil karena orang tuanya berpisah jadi dia ikut mamahnya yang asli orang indonesia begitu" terang Anindita pada keluarganya.
Mereka semua mengangguk.
" Berarti dia satu kantor dong dengan Arvin"ucap mamah Anisha.
" Kemungkinan mah," ucap Anindita.
" Morgan apa panjangnya?" Tanya Abiyasa.
" Morgan samuel" ucap Dita singkat.
Abiyasa mengangguk kan kepalanya sambil mengunyah makananya.
"Biyas, papah ikut kekantor " ucap Papah Andre.
" Oke pah, sekalian ikut Biyas pah?" Jawab Biyas.
" Ya iya dong masa ikut Almi" ucap Almi tersenyum.
Biyas hanya tersenyum saja mendengar ocehan Almi.
" Papah mau nunggu om Candra sama om Boby di kantor kamu, dan sekalian papah mau lihat Ayesha anaknya Om Yosep calon istrimu" ucap papah Andre.
" Apa pah? Calon kak Biyas?" Ucap kedua anak gadisnya.
Abiyasa hanya bisa menyembunyikan rasa malunya karena ketahuan kedua adik adik nya.
Mamah Anisha tersenyum melihat kedua anak gadisnya terkejut.
" Iya nak, kakak kamu sudah di pinta om Yosep jauh sebelum Ayesha lahir, kalau anak pertama om Yosep itu laki laki mungkin di jadikan dengan Anindita, tapi kalau perempuan di jadikan dengan Abiyasa, " ucap mamah Anisha.
" Mungkin jodoh Abiyasa adalah Ayesha, meskipun tidak di jodohkan, karena rencana Allah itu sangat indah." Ucapnya papah Andre.
" Syukur deh kak Biyas sudah ada calon nya" ucap Anindita.
" Tinggal kamu aja lagi yang belum kenalin calon kamu" ucap papah Andre.
Anindita tersenyum dan mukanya memerah seraya mengangguk.
" Tunggu aja pah tanggal main nya hehehe" ucap Anindita terkekeh.
Mereka menyelesaikan sarapan paginya dengan saling tersenyum.