
" Darimana Kak Roni tahu kalau kita berada disini?" tanya Abiyasa pada Arvin.
" Mungkin Nadine menghubungi melalui gawaiku." ucap Arvin.
" Bagus sekali! mantap Nadine mempunyai rencana sendiri."
Arvin tersenyum dan menganggukkan kepalanya,Dia lalu mendekati Ayah Candra.
" Ayah? Ayah nggak apa-apakan?" tanya Arvin.
" Nggak Nak." ucapnya seraya berdiri mundur sambil menggeser kursi tempat duduknya saat diikat mereka.
Papah Boby langsung beraksi mendekati mereka semua,dan Anak buah Morgan langsung mengamankan keempat anak buahnya Pak Bowo.
Papah Boby langsung mendekati Pak bowo dan Pak Rizal yang belum menyadari akan kebenaran yang dilihatnya tersebut.
" Sekarang kalian belum menyadarinyakan?kalau kenyataannya dihadapan kalian Lia bisa membelah diri dan menjadi dua bagian, lengkap lagi dengan anggota tubuhnya, mata telinga kaki dan tangannya tidak kurang satu apapun dan Kalian juga melihat kalau lelaki yang ada di dalam foto yang bersama dengan Lia itu juga ada dua tapi berbeda versi muda dan tua!!" ucap papah Boby sembari kedua tangannya yang berada di pinggangnya.
Pak bowo dan Pak Rizal pun tersentak mereka kemudian menatap kearah Papa Boby yang sedang berdiri di hadapannya dengan tegaknya.
" Sekarang apa yang ingin kalian jelaskan hah!! dengan kami?! Sebelum kami berada di sini kalian sudah seenaknya mecacimaki sahabatku!! kamu tahu itu adalah sahabat sekaligus saudaraku!! kalau kamu mencelakai dan menyakitinya sama saja kamu mencelakai dan menyakiti Aku!! lihat diriku disini biar kamu tahu kalian berhadapan dengan siapa hah!! ucap Papa Boby sangat keras sekali, yang lain hanya diam membiarkan papah Bobby mengeluarkan semua kemarahannya dengan pak Bowo dan Pak Rizal.
" Apa urusan kamu! sehingga kamu mengikuti kami." ucap Pak Rizal setelah menemukan kesadarannya.
" Kami tidak kenal dengan kamu! lagipula ini adalah suatu pelanggaran karena kalian memasuki rumah kami tanpa seijin yang punya rumah!" ucap Pak Bowo setelah mendengar pak Rizal berbicara dengan papah Bobby.
" Hahaha!!" papah Boby tertawa dengan lantang! kemudian Abi Yosep mendekati pak Bowo dan pak Rizal,dan mendorong mereka berdua kebelakang,sehingga mereka berdua hilang keseimbangan dan jatuh terduduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.
" Kalian sadar dengan apa yang kalian katakan hah?!! kalian tidak izin dulu untuk mengambil saudara kami dari kami dan sembarangan aja kalian menculiknya!kalian tidak tahu apa? yang kalian Culik itu sudah tua!Kalian salah sasaran!!" Teriak Abi Yosep seraya menatap ke arah pak Bowo dengan menatapnya dengan tajam.
" Heh!!orangutan sadar diri dong!! yang salah itu kalian!! bukan kami!! kalau mau nyulik itu belajar dulu noh! dengan yang ahlinya jangan asal culik aja!! lagian anak buah yang bodoh kamu pelihara!!kalau cuma mengandalkan dari tampang itu, tidak akan pernah berhasil!! seharusnya dilihat dong beberapa tahun yang lalu wajah laki-laki yang didalam foto waktu itu tampan, tapi kalian culik ini dengan wajah yang sudah tua seperti ini sadar dong!! mau kalian apakan orang tua ini hah!!" ucap papah Boby seraya menunjuk Ayah Chandra.
Mendengar ucapan papah Boby seperti itu Ayah Candra pun terkejut dan menatap kearah papah Boby.
" Waduh buka-buka kartu nih si Boby,tidak tua-tua amat juga kali aku kan awet muda hehehe." ucapnya seraya berbicara di samping papa Andre.
Papa Andre tertawa sembari menutup mulutnya dengan salah satu tangannya agar tawanya sedikit tertahan.
" Kami tidak takut walaupun kalian melaporkan kami dengan polisi! karena bukti tidak menunjukkan Kalau kami berbuat kejahatan dengan pria itu! wajar kami mencarinya karena dia punya permasalahan dengan kami! kami yang akan melaporkan kalian balik ke polisi karena sudah mengoperasi plastik salah satu wanita yang mirip dengan keponakan kami." ucap Pak Bowo.
Kemudian Lia mendekati pak Bowo.
Niko sedari tadi menatap Lia berbicara, Dia menatap Lia tanpa berkedip sedikitpun.
" Kenapa Aku menatap perempuan yang bernama Lia ini hatiku sangat damai perasaanku sangat senang Apakah artinya ini..." Dia menggantung kalimatnya dan Dia pun tersenyum sendiri,Abiyasa melihat ekpresi wajah Niko ikut tersenyum.
" Apa? kamu bukan anak kandung adikku Yuni?"
" Ya paman! seharusnya Paman menyadari itu semua."
" Tidak! Aku tidak percaya dengan ucapan kamu! sebelum Aku menemukan Buktinya sendiri yang Aku tahu Adikku Yuni sudah melahirkan anak perempuan yaitu kamu."
" Aku akan memberikan buktinya pada Paman nanti!Pak Rizal seharusnya Bapak itu sadar, bukannya Anak bapak yang dikhianati tapi Dialah yang membuat hidupku menderita selama bertahun-tahun lamanya, Dia mengarang cerita tentang peristiwa itu! padahal Dialah yang telah membuat luka di hati ini,dan asal pak Rizal tahu Anak yang kukandung dan kubesarkan saat ini adalah darah dagingnya dari Ariel!!" teriaknya keras dan langsung meneteskan Airmatanya dan Nadine langsung merangkul sang Kakak.
Pak Rizal langsung terkejut dan menatap kearah Lia.
" Apa? Kamu jangan berbicara yang tidak-tidak tentang Anak ku!Sejahat-jahatnya Ariel itu Dia tetap jadi anak yang terbaik bagiku, Dia tidak akan pernah menyakiti seorang wanita sedikitpun!! kalau seandainya Dia menyakiti wanita itu berarti Dia sama aja menyakiti hati ibunya sendiri." Bela Pak Rizal pada Anaknya.
" Heh!gorilla! Dasar bodoh!! kamu itu sebagai orang tua itu harus mengetahui seluk beluk dari Anak-Anakmu!! bukan melihat kebaikannya aja!! lihat noh kejelekannya! kebaikan dan kejelekan itu harus seimbang! dengan sisi baiknya kamu anggap anakmu Baik, disisi jelek anakmu kamu sembunyikan!! anak kamu pintar menyembunyikan sisi jeleknya di hadapan kamu, tapi Dia bodoh!! memperlihatkan kebaikannya denganmu! tanpa ada kebenarannya! asal kalian berdua tahu sejak kejadian itu Lia tidak pernah kalian meminta keterangannya dan kalian tidak mendengarkan penjelasannya!! Aku tidak habis pikir padahal Lia dijodohkan dengan Ariel Kenapa Ariel mencelakainya!!
jangan-jangan sudah banyak perempuan yang sudah disakiti oleh Ariel tapi perempuan itu tidak berani untuk mengadu! tapi di saat Dia menyakiti Lia hanya Lia saja yang bisa bongkar semuanya,dan Ariel kena batunya!!" ucapnya seraya menarik kerah bajunya pak Rizal dan menghempaskannya di sofa.
Namun Pak Rizal langsung berdiri dan menatap kearah papah Boby.
" Apa-apaan kamu! Aku bisa saja melaporkan kamu dengan tiduhan perlakuan tidak menyenangkan.!" ucap Pak Rizal.
" Apa ? kamu mau melaporkan Aku? Oh... silakan laporkan sana dengan Polisi Aku tidak takut! untuk melawan kamu! karena setiap kebenaran itu pasti akan menang!!yang salah itu kalian! sudah salah malah ngeyel!!" ucap Papah Boby.
Pak Rizal terdiam mendengar kata-kata papah Boby seperti itu, dia hanya bisa mendengus dengan kesal.
Papa Boby kemudian mendekati Pak Bowo dan langsung mencengkram kedua pipinya dengan satu tangannya seperti yang dilakukan pak Bowo dengan Ayah Chandra.
" Aww..! sakit lepaskan!" teriaknya.
" Gimana? sakitkan rasanya? kedua pipi kamu dicengkram seperti ini ? Bagaimana rasanya kamu memperlakukan saudara Aku seenaknya saja tadi hah!!! kamu mencengkram wajah ganteng yang sudah menua itu!!" ucapnya dengan keras dan menghempaskannya kesamping dengan kasar! pak Bowo terkejut, Dia sadar apa yang dilakukannya kepada ayah Candra tadi,sekarang Dia sendiri yang merasakannya.
Pak Bowo kemudian mengusap-usap wajahnya karena dia merasakan kedua pipinya terasa sakit.
" Buset dah Boby,awalnya mantap bilang Ganteng,ujungnya yang nggak enak." protes Ayah Candra.
Mereka tersenyum mendengar Ayah Candra protes.