
Tepat pukul empat sore,acara pernikahan Morgan dan Anindita pun telah usai. Mereka memang sepakat tidak mengadakan acara khusus dimalam harinya, karena Morgan dan Anindita tidak ingin mengadakannya.
Semua tamu undangan berangsur-angsur meninggalkan ruang resepsi tersebut,mereka yang sudah mengenakan pakaian biasa itupun langsung berjalan keluar dari ruangn rias itu, mereka melangkah menuju keluarga mereka yang masih berkumpul diruang tengah gedung tersebut, Morgan dan Anindita bergandengn tangan mendekati mereka.
Morgan dan istrinya tersenyum pada mereka dan dibalas mereka semua dengan senyuman termanis mereka.
Tapi Morgan melihat ada sesuatu yang disembunyikan mereka padanya,tapi Morgan tetap bersikap biasa saja.
" Oh....ya, kemana Om Boby dan keluarganya? pah,mah?tanyanya pada papah Andre,papah Andre menghela nafasnya seraya membenarkan tatanan duduknya.
" Om Boby mu tadi langsung pulang karena ada keperluan mendadak." Ucap papah Andre.
" Clarissa dan kak Marco juga ikut pulang?" tanyanya
" Iya Mor,katanya mereka mau menemui keluarganya yang sedang mendapat musibah." sambung Abiyasa dan kemudian di anggukan oleh papah Andre.
" Arvin kemana?"
" Biasa dia kembali kekantor karena ada panggilan darurat" ucap Niko menjawab pertanyaan Morgan.
" Ini pasti ada yang tidak beres,tapi apa yang terjadi?kenapa mereka tidak mengatakannya padaku? kenapa? " batin Morgan seraya menghela nafasnya dengan panjang kemudian dia menatap wajah Abiyasa penuh tanda tanya besar.
" Biy...." panggilnya
Abiyasa menoleh kearah Morgan dan tersenyum dengan mengangkat salah satu alis matanya
" Hmmm....ada apa Mor?"
" Katakan yang sebenarnya, ada apa?"
Abiyasa terkejut dan langsung menatap kearah sang papah karena mendengar ucapan Morgan, lalu dia pun kembali menatap Morgan,mendengar perkataan suaminya itu, Anindita pun langsung menatap kearah sang papah dan dengan isyarat dari sang papah agar dia tetap diam maka Aninditapun hanya mengangguk saja.
" Katakan Biy ada apa?" ulang Morgan mengulang pertanyaannya kembali.
Lagi-lagi Abiyasa menatap sang papah meminta persetujuan pada papahnya untuk mengatakan semuanya pada Morgan,bukan maksud Abiyasa tidak ingin memberitahukan semuanya pada Morgan tapi karena dia tidak ingin mengganggu hari bahagia sahabatnya itu dengan masalah yang di hadapi keluarga Amelia.
Walaupun ditutupi dari Morgan tentang misteri masalah ini,pasti akan ketahuan juga,karena Morgan adalah anggota Kepolisian.
Kemudian papah Andre tersenyum dan menganggukan kepalanya pada sang anak,menandakan agar Abiyasa mengatakan semuanya.
" Ada apa sih ini? aku jadi penasaran, Biy, cepatlah katakan ada apa sebenarnya!" ucapnya.
" Hmmm....begini Mor,sebelum aku mengatakan kepadamu semuanya apakah kamu tidak ada rencana bulan madu?" tanya Abiyasa.
Morgan menatap kearah sang istri, Anindita pun menatap balik kearah suaminya dan langsung saja mereka berdua mengucapkan kata yang sama.
" Tidak!" ucap keduanya.
Mereka yang ada diruangan itu pun langsung terkejut.
" Kenapa? "tanya Abiyasa
" Dita dan Morgan sudah membicarakan semuanya karena setelah cuti pernikhan ini,Morgan banyak urusan dikantor yang harus dikerjakan dan Dita juga harus menyelesaikan semua urusan di rumah sakit . " ucap Dita.
" Iya Biy, bulan madunya kami tunda dulu" ucap morgan.
Abiyasa menganggukan kepalanya sembari tersenyum
" Sebenarnya ada apa? " ceritakan padaku, aku jugakan harus tahu apa yang terjadi,masa aku kalian lewatkan." ucapnya
" Baiklah Mor,aku akan ceritakan semuanya padamu sebenarnya yang terjadi." ucap Abiyasa
Sebelum Abiyasa bercerita,gawai Morgan berbunyi,Morgan merogoh saku celananya dan menatap layar gawainya itu.
" Papah....." ucapnya langsung menjawab panggilan dari papah Carlos.
Mereka kemudian membiarkan Morgan menjawab panggilan dari orang tuanya.
Beberapa saat kemudian Morgan selesai berbicara pada sang papah.
" Oh.....iya Morgan,tadi pak Carlos pamit terlebih dahulu,karena mamah kamu kurang enak badan,mungkin kecapean." ucap papah Andre.
" Oh.....iya pah,pantesan saja papah nggak ada diantara kita ini." ucapnya tersenyum.
" Nah....Biy, bisa kah sekarang kamu ceritakan semuanya." Pinta Morgan pada Abiyasa.
Abiyasa pun kemudian menceritakan semuanya pada Morgan,Morgan mendengarkan dengan fokus,tidak ada satu pun yang terlewatkan dari cerita Abiyasa tentang semua yang keluar dari mulut Abiyasa sampai selesai.
" Begitulah Mor ceritanya,bukan maksudku untuk tidak menceritakannya padamu,tapi aku pribadi dan kawan-kawan tidak ingin membuatmu terganggu di hari bersejarah dalam hidup mu saat ini." ucap Abiyasa.
Morgan hanya tersenyum seraya menghela nafasnya dengan dalam.
" Biy....memang ini adalah hari bahagiaku ,tapi kan om Boby dan tante Lala adalah keluarga kita,jadi tidak sepatutnya kamu menyembunyikan semuanya pada ku Broo." ucapnya seraya menepuk pundak Abiyasa pelan.
" Oke....kita akan menuntaskan semuanya!" ujar Abiyasa tersenyum.
" Ya sudah kalau begitu ayo kita pulang,Morgan dan Dita pasti cape." ucap papah Andre.
" Oke pah,kalau gitu,eh....tapi Abiyasa mau kekantor polisi terlebih dahulu nih,memberikan keterangan pada pihak aparat kepolisian tentang penangkapan dua orang lelaki yang tadi Biyas ceritakan pada kalian." ucapnya.
" Aku ikut ya ke kantor polisinya" sambung morgan.
" Nggak usah Mor,kamukan baru aja nikah masa sudah mau masuk kantor sih?"
" Ya nggak apa-apa Biy,akukan adik ipar kamu,lagian aku cuma mau nemenin kamu kok dan sekalian aku juga mau lihat si penguntit itu,bagaimana sih wajah mereka yang sudah berani berurusan dengan keluarga Wibawa." Ucap Morgan mantap.
Abiyasa pun akhirnya menganggukkan ucapan Morgan.
" Boleh kan sayang?" ucapnya seraya menoleh kearah istrinya dan Anindita pun langsung menganggukan kepalanya serta memberikan senyuman termanisnya untuk suaminya Morgan.
" Boleh sayang...." jawabnya lembut.
" Terima kasih ya sayang,kamu memang istri yang sangat pengertian sekali, Muach...." ucapnya seraya melayangkan ciuman ke pipi sang istri.
" Hmm.....hadeh!! ada mertua mu Mor...." ucap Abiyasa sambil terkekeh.
" Hehehe..... mohon dimaafkan ya mah,pah menantumu ini." kekehnya
Papah Andre dan mamah Anisha hanya bisa tersenyum dan menganggukan kepalanya karena ulah sang menantunya tersebut.
" Ayo Biy kita berangkat sekarang." ajaknya dan langsung dianggukan Abiyasa seraya menoleh sesaat pada sang istri yang duduk disampingnya tersebut.
" Sayang,mas berangkat dulu ya," ucap Abiyasa seraya meraih tangan sang istri,Ayesha tersenyum dan menganggukan kepalanya.
" Iya mas,hati-hati ya....."
" Iya sayang.....!!" ucap Abiyasa dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Abiyasa pun berdiri dari duduknya diikuti oleh Morgan tapi sebelumnya mereka berdua terlebih dahulu berpamitan dengan kedua orang tuanya dan sama-sama saling mengucapkan salam.
Papah Andre dan mamah Anisha serta yang lainnya di ruangan itu hanya bisa menatap langkah kaki kedua lelaki tersebut.
Beberapa saat kemudian mobil Abiyasa yang dikemudikannya itu meninggalkan gedung resepsi tempat pernikahan Morgan dan Anindita.
Papah Andre hanya menghela nafasnya dengan pelan dan membenarkan posisi duduknya.
" Kenapa Ndre,kamu tidak cerita dengan ku dan Yosep?" tanya ayah Candra.
" Bukan aku tidak mau menceritaknya tapi karena kejadian ini sangat tiba-tiba,jadi ku pikir nanti saja menceritakannya dengan kalian,tapi keburu sekarang kalian sudah mengetahuinya, jadi tidak perlu lagi aku menceritakannya." ucap papah Andre sambil tersenyum.
" Aku tidak menyangka nasib Sinta dan Rendy sangat tragis seperti itu." ucap Abi Yosep.
" Iya Yos!benar banget, aku juga tidak menyangka kalau mereka berdua hidupnya seperti itu." sambung ayah Candra.
" Hmmm.....Yah!begitulah takdir yang sudah di gariskan yang di atas,mereka menghilang dari kita dan tanpa kabar,ternyata setelah mendapatkan kabar ini mereka sudah pergi selama-lamanya." sambung papah Andre terdengar helaan nafasnya yang panjang.
Hening!tidak ada yang bersuara dintara mereka hanya terdengar suara dari EO pernikahan Morgan dan Anindita.
Ayah Candra membetulkan posisi duduknya seraya menatap kearah papah Andre.
" Oh,ya Ndre,apakah kamu sudah menceritakan semua ini dengan Carlos?" tanya Ayah Candra
Papah Andre hanya menggelengkan kepalanya.
" Masalah ini aku tidak ingin semua orang mengetahuinya karena aku tidak ingin menyakiti perasaan Lala karena Rendy adalah saudara sepupunya Lala,apalagi Rendy meninggal dunia di dalam penjara." terang papah Andre.
" Aku rasa tidak ada salahnya kalau Carlos mengetahui tentang masalah ini,karena Carlos pernah menjabat dikantor kepolisian di luar negeri sana." ucap ayah Candra.
" Iya benar apa yang dikatakan sama Candra,kalau masalah Lala aku rasa dia bisa memahami dengan keadaan permasalahan yang di hadapinya sekarang ini." Sambung Abi Yosep.
Papah Andre kemudian berpikir sejenak seraya menatap silih berganti kedua sahabatnya tersebut.
" Astagaa!!aku lupa kalu besan ku itu pernah bekerja di kantor polisi tempat Rendy dipenjara,benar kata kamu Ndra!kenapa aku tidak terpikirkan untuk menceritakan semuanya pada Carlos."
" Nah itu dia,siapa tahu dia ada yang kenal dengan anggota yang menangani kasus Rendy dipenjara." sambung Abi Yosep.
" Jadi kita bisa mengetahui apa sebabnya sampai Rendy meninggal dunia di dalam penjara." lanjut ayah Candra.
Papah Andre hanya menganggukan kepalanya sembari mencerna kata-kata kedua sahabatnya itu.
" Ya....udah kalau gitu,kita pulang dulu dan kita sempatkan istirahat ntar malam atau besok kita bisa ceritakan semuanya pada Carlos dan menanyakan tentang anggota disana." ucap ayah Candra.
Mereka menganggukan kepalanya dan kemudian bergegas keluar,memasuki mobil mereka masing-masing dan beberapa mobil tersebut pun meninggalkan tempat resepsi itu menuju ke rumah mereka masing-masing.