
Setelah sepeninggal Bella menuju kearah dapur, mereka yang ada diruangan tersebut langsung melanjutkan kembali pembicaraannya untuk menyusun rencana pernikahan anak mereka. Setelah disepakati tentang hari tanggal untuk pernikahan mereka beserta pembagin tugas buat para adik, kakak dan yang lainnya sudah disepakati dan mereka setuju dengan semua yang disusun oleh orang tua mereka, mereka sengaja tidak ingin merepotkan orang lain,maka semua tugas pernikahan diselesaikan dengan group Abu gosok, mereka terlihat bahagia setelah pembicaraan itu selesai dan mereka pun mohon pamit pulang kerumah mereka masing-masing. Setelah semuanya tidak berada lagi dirumah tersebut, mereka melanjutkan bicaranya dan terdengar gelak tawa tercipta diantara mereka tapi tidak dengan Abi Yosep yang terlihat tampak terdiam seperti ada yang mereka pikirkan. Melihat salah satu orang yang berada dirumah itu termenung Ayah Candra menyentuh pundak Abi Yosep yang kebetulan berada disampingnya itu.
" Ada apa Yos? kenapa kamu terlihat seketika terdiam? apakah kamu tidak bahagia dengan pernikahan Bella?" tanya Ayah Candra seraya menatap kearah Abi Yosep, mendengar pertanyaan Ayah Candra suasana dirumah tersebut yang tadinya ceria dengan gelak tawa berangsur hilang dan mereka terdiam semua dan suasana itupun langsung Hening, semua menatap kearah Abi Yosep yang menyandarkan tubuhnya disofa dengan menghela nafasnya dengan pajang dan melepaskannya dengan terdengar begitu berat mengundang pertanyaan dari mereka semua ada apa dengan Abi Yosep.
" Ada apa Om?" tanya Bella, kemudian Abi Yosep langsung menatap Bella dan Reno saling bergantian merasa diperhatikan sang Om, Bella dan Reno saling pandang.
" Ada apa Yos? " tanya Papah Andre, lagi-lagi Abi Yosep menghela nafasnya dengan berat.
" Saat Bella menikah nanti aku harus menemui kak Evan." Ucap Abi Yosep seraya mengusap wajahnya dengan pelan.
" Ya itu harus lah, namanya juga seorang Ayah, mereka tidak bisa mengubah status kalau mereka berdua adalah anaknya dari pak Evan, istri boleh jadi mantan tapi Anak dan Ayah tidak akan ada kata mantan." Ucap Ayah Candra.
" Iya Aku tahu, soal itu Ndra, aku tidak pernah melarang kak Evan bertemu anak cucunya."
" Terus apa yang kamu pikirkan?" Tanya Papah Boby.
" Yang aku pikirkan lagi, apakah kak Evan masih ada atau sudah tiada."
" In sya Allah Om, papah masih ada, karena beberapa bulan yang lalu Reno sempat dihubungi papah dengan menggunakan gawai teman kerjanya." Sambung Reno.
" Apa? Teman kerjanya?" Tanya papah Boby.
" Iya Om, karena katanya waktu itu dia tidak bisa menghubungi Reno dengan gawainya, dikarenakan dia belum bisa memiliki gawai pribadi, saat itu Reno ingin memberikan gawai pada papah, tapi papah menolaknya karena katanya papah tidak ingin merepotkan kami anak-anaknya, dan saat itu adalah hari terakhir Reno berbicara dengan papah, dan saat Reno menangakan keadaan papah pada temannya, temannya itu tidak mau memberitahukan pada Reno tentang keadaan papah sekarang, sampai akhirnya Reno mencari tahu sendiri dimana papah berada sebelum Reno memutuskan bekerja kekota orang." Ucap Reno sesekali menatap kearah kak Bella sang kakak.
" Dimana dia bekerja?" Tanya Abi Yosep.
" Dulu papah bekerja dibengkel sejati Om, tapi sayang saat itu reno nggak bertemu dengan papah, karena katanya papah lagi ikut bos mereka keluar kota karena ada pekerjaan disana untuk beberapa hari, nomer gawai yang dipakai papah itu adalah milik bosnya, bosnya itu adalah temannya papah Om." Terang Reno.
" Darimana dia tahu nomer gawai kamu?" Tanya papah Andre.
" Reno juga tidak tahu, tahu-tahu papah nelpon aja Om." Ucapnya.
" Tidak Om, Om tidak boleh menemui dia." Ucap Bella bersuara.
" Kenapa? Itu adalah papah kamu nak, tidak boleh kamu bicara seperti itu." Ucap Abi Yosep dan Bella pun langsung menundukkan kepalanya dan menitikkan Air matanya, mereka yang ada diruangan itu pun hanya terdiam, membiarkan suasana itu menjadi suasana tersedih sementara.
" Maafkan Bella Om, karena Bella masih ada rasa benci sama papah karena papahlah mamah menderita selama itu, sakit hati Bella melihat perlakuan papah terhadap Mamah, Bella dan Reno kala itu." Ucapnya terisak, dan Umi Vita langsung meraih kepala Bella dan membelainya dan Bella pun terisak didekapan sang Tente, kemudian Mamah Anisha mendekati Bella dan duduk disampingnya.
" Sayang...Tante mengerti, Om kamu mengerti dan semua yang ada disini mengerti akan rasa sakit yang pernah kamu alami dimasa remaja kamu dan adik mu,..tapi Alangkah baiknya kamu melupakan semuanya, dan kamu memaafkan kesalahan papah kamu dimasa lalu dan masa sekarang, dia sudah mendapatkan balasannya dari Allah dan sekarang Tante rasa dia sudah menyesal dan bertaubat, Mamah kamu pasti senang melangkah meninggalkan anak-anaknya karena anak-anaknya tidak menyimpan dendam, pada papah kalian, dan pada siapapun, memang mengucapkan kata maaf sangatlah sulit, tapi kalau kita ucapkan dengan penuh ketulusan dan keikhlasan, in sya Allah terasa nyaman, baik dihati dan dipikiran, Bella pasti bisa memaafkan kesalahan papah Bella saat ini, Bella harus yakin dengan kata maaf akan mengubah semuanya.." Ucap Mamah Anisha sembari tersenyum dan mengelus kepala Bella, Bella yang dalam pelukkan sang tante pun hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Semua yang mendengar kata-kata mamah Anisha hanya menganggukkan kepala mereka dan berharap Bella memaafkan kesalahan papahnya.
Dia kemudian melepaskan dekapannya pada Umi Vita, dan dia pun langsung mengusap air matanya itu.
" Alhamdulillah...besok kita akan menemui papah kamu." ucap Abi Yosep tersenyum karena sang keponakan berlapang dada untuk melupakan semua yang sudah terjadi dimasa lalu.
" Morgan...!" Panggil Papah Boby.
" Siap komandan!" Ucap Morgan.
" Cari tahu dimana rumah temannya Om Evan." Perintahnya pada Morgan.
" Siap laksanakan!, Tapi nyarinya dimana Om?" Lanjutnya lagi terkekeh.
" Di kolong tempat tidur! Yaiyalah melalui alamat yang sudah disebutkan Reno tadi itu!" Ucap papah Boby seraya menatap Morga kemudian diapun terkekeh juga.
" Okeh! Lanjut pencarian dari sekarang." Ucapnya.
Kemudian Reno kembali menyebutkan bengkel tempat sang papah bekerja, Morgan pun kemudian menghubungi anak buahnya agar bisa melacak keberadaan si pemilik bengkel tersebut.
Mendengar dan melihat masalah yang dihadapi Bella, Lia pun kemudian menatap sang anak yang lagi bermain dengan yang lain, dan kak Nico pun menoleh kearah calon istrinya itu.
" Ada apa sayang?"
Lia terkejut dan menoleh kearah kak Nico.
" Hmmm...nggak apa-apa kok." Ucapnya tersenyum.
" Aku tahu apa yang kamu pikirkan, kamu seharusnya mempertemukan Kevin dengan Ayah kandungnya, biar bagaimanapun Kevin harus tahu siapa Ayah kandungnya itu, dan jangan sampai Kevin membenci Ayahnya disaat dia tahu kelak siapa Ayahnya sebenarnya.
" Tapi..."
" Tapi kenapa?"
" Apakah kamu tidak marah aku dan dia ketemu lagi?" Tanya Lia sembari menatap calon suaminya itu.
Kak Nico menggeleng dan tersenyum...
" Tidak akan sayang, aku tidak marah, kamu bertemu dengannya hanya untuk mengenalkan Kevin padanya, dan selebihnya tidak ada lagi hubungan kamu dengannya." Ucap Kak Nico lagi-lagi tersenyum seraya menggenggam tangan Lia.
Lia tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Besok temani aku bertemu dengannya ya..." Pintanya.
" Iya sayang, pasti aku temanin...." Ucapnya menganggukkan kepalanya, dan kemudian mereka melanjutkan kembali bergambung bersama mereka bersenda gurau dan tertawa bersama.