
Mereka bertiga berjalan menuju kearah ruangan Abiyasa di mana mereka sudah menunggu kedatangan perusuh.
Semua mata memandang kearah Memey dan Sari, mereka bertanya tanya ada apa gerangan yang terjadi dengan kedua ratu kasar tersebut.
"Tok...Tok...Tok.." pintu ruangan di ketuk dari luar.
" Masuk!" Ucap Abiyasa.
Pintu terbuka dari luar masuk lah ketiga karyawannya itu.
Memey dan Sari berjalan masuk mengikuti langkah kaki Tia.
"Maaf Bu Risa, ini mereka berdua yang ibu suruh ke ruangan Pak Abiasa" ujar Tia.
" Oh ya terima kasih, silakan kamu keluar aja" ucap Risa kepada Tia.
"Oh ya Bu sama-sama, permisi Bu" ucap Tia.
Tapi sebelum Tia keluar, Tia sempat membisikkan kepada kedua wanita tersebut.
"Hati-hatilah kelar hidup kalian" ucapnya langsung berjalan keluar ruangan dan menutup pintu ruangan Abiyasa kembali, seperti semula.
"Silakan duduk" kata Abiyasa menyuruh Memey dan Sari duduk di hadapannya.
"Maaf Bu, Ada apa ya Ibu memanggil kami keruangan Pak Abiyasa" ucap Sari lemah lembut agar tidak menyinggung perasaan Ibu Clarissa yang berada di hadapannya tersebut.
"Kalian tahu kesalahan kalian berdua apa? sehingga kalian berdua dipanggil ke ruangan ini?" ucap Clarissa mulai naik tensi.
"Maaf Ibu, kami tidak tahu kami kan tidak ada salah sama ibu ataupun Bapak" ucap Memey lagi
"kalian memang tidak ada salah dengan Saya dan Pak Abiyasa, tapi kalian ada salah dengan Ayesha, sekretarisnya Pak Abiyasa" ucapnya nya lagi mulai tinggi suaranya.
"Saya minta maaf Ibu Bapak, Karena saya pribadi tidak tahu kalau sebenarnya ada karyawan baru yang akan diterima hari ini" ucap Memey menundukkan kepalanya.
"Kalau sudah seperti ini baru kalian minta maaf! tapi kalau tidak di ketahuan kalian pasti akan terus berkata kasar !! dan bersikap kasar kepada orang-orang yang datang ke sini!! ucap Risa emosi.
"Apa pantas kamu dijadikan seorang resepsionis yang kerjanya hanya bersikap kasar kepada orang lain hah!! " Ucap Clarisa sangat emosi.
"Saya tidak bersikap kasar Bu, saya tadi memang mau menyuruh dia pulang, tapi dia tidak mau pulang dia tetap kekeh mau tes wawancara di sini dan mau bertemu sama bapak," ucap Sari.
"itu bukan masalah dia mau bertemu dengan Bapak tapi karena dia memang sudah diterima di sini, lagi pula kamu sangat menyeret-nyeret ya seperti itu!! Apa pantas seorang wanita menyeret seorang wanita yang yang jelas-jelas dia adalah karyawan di sini, pakai otak dong jangan pakai dengkul!! kalau sudah mau nerima gaji sama bonus baru deh baik-baik sama tamu dan pimpinan" ucap Clarissa emosi.
"sabar-sabar .."ucap Arvin menyabarin sahabatnya tersebut.
"Aku tuh nggak pernah bakal sabar, terhadap mereka berdua ini, karena mereka berdua ini sudah membuat jiwa preman ku bergejolak!" ucap Clarissa penuh amarah.
Abiyasa dan Arvin langsung menoleh ke arahnya Clarissa mendengar dia mengatakan jiwa premannya bergejolak.
Sari dan memey menundukkan kepalanya.
" Nggak usah kalian untuk nundukkan kepala!! sekarang angkat kepala kalian tinggi tinggi dan tunjuk kan bagaimana kalian menyeret Ayesha!! dan di mana kalian mencaci-maki nya kalian tidak tahu Apa hubungan sekretaris itu dengan bos kalian hah!! asal kalian tahu sekretaris itu sangat istimewa untuk Bos kalian" ucap Clarissa lagi.
Abiyasa hanya tersenyum mendengar Clarissa berbicara dia memang sengaja membiarkan Clarissa ceplas-ceplos karena Clarissa pintar berbicara.
" Rabies dong kalau di gigit" celetuk Arvin tersenyum.
" Biarin aja biar mereka tahu rasa tertular Rabies ku, " ucapnya lagi.
" Kebiasaan mereka ini sudah tahu ini kantor namanya Wibawa ya harus nya sopan santun itu yang di junjung tinggi bukan nya selalu sinis dan kasar pada tamu dan yang lainnya" ucap Clarissa memandang tajam kearah kedua wanita yang ada di hadapannya tersebut.
kemudian terdengar ketukan pintu di ruangan Abiyasa.
Abiyasa menyuruh masuk orang yang mengetuk pintu tersebut ternyata itu adalah firman bagian keuangan membawakan dua amplop berwarna coklat dan menyerahkannya kepada Abiyas.
Abiyasa mengambilnya dan berterima kasih kepada firman, kemudian firman meninggalkan ruangan Abiyasa menuju ke ruangannya kembali.
Kemudian Abiyasa menyerahkan amplop itu kepada kedua wanita tersebut.
" Ambil amplok ini!! Itu uang gajih sekaligus bonus pesangon kalian!! Mulai besok kalian berdua tidak usah kerja lagi!! Kalian berdua saya pecat!!" Ucap Abiyasa santai dan penuh penekanan di kata pecatnya.
Sebelumnya Abiyasa menghubungi bagian keuangan untuk mencairkan segera uang pesangon dan gajih nya Memey dan Sari bagian Lobby, karena Abiyasa tidak bisa mempekerjakan orang orang yang semena mena pada orang lain dan selalu bersikap kasar.
" Maaf pak Biyas, tolong jangan pecat saya, " ucap Memey.
" Iya pak maafkan kami, jangan pecat kami pak Biyas." Ucapnya lagi.
" Silahkan kalian keluar!" Ucap Abiyasa.
Kemudian kedua wanita tersebut langsung keluar dengan linangan air matanya mereka menyesali perbuatan mereka.
****
Jet pribadi papah Andre mendarat di Bandara yang ada di kota B tersebut.
Papah Andre kemudian turun dari dalam jet nya itu, mereka bertiga berjalan menuju ke arah parkiran taksi bandara dengan menggunakan jasa taksi bandara itu.
Mereka kemudian menuju ke alamat yang pernah mereka datangi sewaktu menjenguk umi Vita dulu.
Taksi yang membawa mereka akhirnya meninggalkan bandara menuju kearah yang di tuju.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di halaman rumah tempat umi Vita dan abi Yoseph tinggal sekarang ini.
Setelah membayar jasa taksi tersebut Papah Andre mengikuti langkah Ayah Candra dan papah Bobi memasuki halaman rumah Abi Yosep.
Kemudian papah Candra memencet belnya beberapa kali sambil mengucapkan salam.
"Assalamualaikum" ucapnya.
Kemudian terdengar suara dari dalam menjawab salam.
"waalaikumsalam " ucap suara dari dalam Seraya membukakan pintu rumahnya itu.
Umi Vita terkejut melihat ketiga sahabat mereka yang datang sudah berada di depan pintu rumahnya.
"Bang Andre, bang Bobby, Abang Candra "ucapnya terlihat Jelas wajahnya yang terkejut.