
" Iya benar sekali aku jongos di sini,tapi bukan seorang jongos yang membuat kebohongan dan menjadikan kebohongan itu untuk diri sendiri ! Seperti kamu!!" Ucap nya menatap Sugeng santai.
Sedangkan Sugeng mulai gerah karena satu persatu mulai keluar kesalahannya yang akan di kupas oleh Clarissa.
" Saya tidak ingin bertengkar bu,saya kesini ingin mendengar penjelasan kenapa gajih saya di tahan,kalau di tahan bagaimana dengan anak dan istri saya yang sudah menanti kan saya pak ..bu" ucapnya pura pura melemah,padahal di dalam hatinya dia sudah mulai gugup.
" Apa?anak istrimu? Sejak kapan kamu memperhatikan mereka hah? Bukan kah kamu hanya sibuk dengan selingkuhan kamu itu,!! Dan kamu membiarkan anak dan istrimu yang jauh di sana menderita!!" Ucap Clarissa mulai emosi.
" Kamu kemanain gajih kamu berbulan bulan sehingga istri dan anakmu tidak kau nafkahi hah!!" Ucap Clarissa lagi dengan menatap Kearah Sugeng dengan nada emosinya.
Sugeng terperangah dan langsung menatap kearah Clarissa,terlihat matanya Sugeng memerah karena menahan emosi ingin rasanya dia menampar Clarissa.
" Apa?!! Kamu mau apa? Aku sudah banyak cukup bukti untuk menyeretmu kepenjara!!" Ucap nya lagi.
Mendengar penjara Sugeng kaget dan langsung menunduk kan wajahnya seraya meremas remas jari jari tangan nya.
" Apa yang harus aku lakukan kalau benar benar di penjara,sial!! Rupanya wanita ini tidak bisa di remehkan,sama seperti pak Boby,yang pernah di ceritakan oleh karyawan yang lama kalau wanita ini duplikatan bapaknya,menyelidiki sampai akar akarnya" gumamnya mulai bingung.
" Lebih baik aku keluar saja dari pada aku nyari mati di sini" gumamnya lagi.
Saat dia mau berdiri tiba tiba pintu ruangan Abiyasa terbuka dan masuk lah Morgan dan Arvin berjalan menuju kearah mereka dan langsung menghenyak kan tubuh mereka di samping kiri dan kanan Clarissa.
Sugeng terkejut melihat dua orang laki laki yang baru datang tersebut, satu menggunaka seragam Lantas dan satu lagi menggunakan pakaian putih dan hitam.
" Polisi?" Gumamnya.
" Bagian Lantas, dan yang satunya sepertinya polisi juga,kaya nya bagian Reskrim,mati aku kalau kaya gini, ternyata ucapan bu Risa benar benar terjadi mau memenjarakan aku" gumamnya masih dengan posisi nya menunduk.
" Kenapa?! Takut ya?" Tanya Morgan pada Sugeng.
Memang Sugeng tidak terlalu mengetahui kalau Morgan dan Arvin teman Bos nya Abiyasa.
Sugeng hanya terdiam dan masih menunduk kan kepala nya.
" Maaf pak, kalau begitu saya mau keluar pak, biar kan saja gajih saya itu nggak di bayar nggak apa apa juga kok pak" ucapnya seraya mau berdiri
" Tunggu dulu kutu air!!, kamu tidak bisa untuk pergi begitu saja, karena permasalahan ini belum selesai" ucap Clarissa.
" Bu..! Jangan di campur aduk kan urusan pribadi saya dengan urusan kantor,kalau ibu dan pak Biyas tidak membayarkan gajih saya,ok! Saya terima,tapi saya tidak terima dengan kalian mencampuri urusan pribadi saya" ucapnya.
" Wow...! Jadi takut saya dengarnya," ucap Clarissa.
" Aku tidak mencampuri urusan pribadi kamu! Tapi karena kamu sudah mencapur kan terong goreng dan telur balado makanya aku makan!!" ucap Risa
" Apa an sih Ris, jadi lapar nih aku." Ucap Arvin tersenyum.
" Maaf pembawaan lapar!" Ucap Risa masih dengan muka emosinya.
" Heh curuk! Kamu sadar nggak kalau kamu sudah mencampurkan urusan kantor dengan urusan pribadi mu hah!!" Ucap Clarissa setengah teriak.
Abiyasa tersenyum melihat Clarissa memarahi Sugeng,dia memang tidak terlalu banyak bicara karena di dalam masalah ini dia sebenarnya sudah menyerahkan kepada Clarissa biar dia yang menghajar Sugeng dengan omongannya tersebut.
" Sabar kakak ipar ku yang tamvan" ucap Morgan.
" Bukan tampan Mor sepeda butut bule nyasar,kakak ipar yang cantik " ucap Clarissa lagi.
" Oh,iya benar wajah cantik tapi kekuatan hanoman" ucapnya tersenyum.
Clarissa langsung mendelik kearah Morgan.
" Nggak usah muji kalau gitu" ucapnya pelan.
Arvin yang ada di sebelah nya hanya tertawa di tahan.
Sugeng mulai gelisah,dia mulai mencari cari alasan yang tepat agar dia tidak di salahkan.
" Ibu jangan bicara seperti itu, kalau ibu memang ada buktinya saya sudah menelantarkan istri dan anak anak saya tunjuk kan buktinya pada saya" ucapnya menantang pada Clarissa.
Karena dia merasa tidak yakin kalau Clarissa sampai menyelidiki ketempat tinggal istri nya tersebut.
" Oke! Aku akan tunjuk kan pada mu buaya ompong!!" Ucapnya mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.
" Bawa dia masuk!" Perintahnya.
Kemudian Risa menutup percakapan nya di ponselnya tersebut.
Sugeng terkejut mendengar ucapan Clarissa di telpon.
" Jangan jangan selingkuhan ku, atau istriku? Wah gawat ini" gumamnya.
Beberapa menit kemudian pintu di ketuk dari luar.
" Masuk" ucap Biyas.
Tia datang bersama seorang wanita yang sangat di kenal oleh Sugeng, siapa lagi kalau Bukan istrinya sendiri.
" Pah" panggilnya.
Sugeng menoleh kearah suara.
" Mah," jawabnya dia terkejut melihat sang istri ada di ruangan Abiyasa.
Kemudian Tia pamit keluar dan di anggukkan oleh Clarissa.
" Gimana masih kurang buktinya hah!!" Ucap Risa.
" Mantap benar Clarissa bisa menghadirkan istri Sugeng!" Ucap Abiyasa pelan.
" Sempat sempat nya si Rusa ompong ini berkelana sangat jauh " ucap Arvin pelan namun masih di dengar oleh Risa,dengan pelan Risa langsung menyikut Arvin yang ada di sampingnya.
Terlihat Abiyasa tersenyum begitu juga Morgan dan Arvin tersenyum mendengar Clarissa mengatakan kalau dia Srikandi.
" Apa apaan ini bu ? Apa maksud ibu dengan mendatangkan istri saya kesini,ini sudah menyalahi aturan!"
" Menyalahi aturan?! Kamu tuh penyok! Yang sudah menyalahi aturan di kantor ini, kamu tahu kantor ini bernama Wibawa group,karena ulah kamu yang sudah membawa bawa nama kantor mengatakan kalau kamu itu nggak di bayarkan gajihmu selama ini dan kantor sudah mau gulung tikar tapi masih beroperasi,apakah itu pantas kamu ngomong seperti itu bawa bawa kantor segala di urusan pribadimu! Kamu tahu nggak selama ini istrimu dan anak mu hidup kaya apa hah?!!Tidak sama sekali kamu bahagiakan dan kamu nafkahi, bahkan kamu malah selingkuh dengan wanita lain!Sadar nggak kamu!! Hah!!" Ucap Clarissa marah.
" Sabar Ris, kalau mau aku yang nyelesaiin nya" celetuk Morgan.
" Apa maksud ibu? Saya tidak selingkuh bu, saya berjuang demi anak anak saya dan istri saya,enak aja di bilang selingkuh!" Ucapnya membela diri.
" Kamu sudah bohong pah! Kamu sudah menyakiti perasaan aku dan anak anak kita! Kamu tega berlaku seperti itu!" Ucap istrinya.
" Mah, aku tidak seperti itu mah,bu Risa salah sangka pada ku" ucapnya menerangkan pada sang istri.
" Curut!! Kalau kamu merasa benar kenapa kamu tidak suruh selingkuhan kamu yang saat itu kamu telpon dengan begitu mesranya datang kesini!" Tantang Clarissa.
" Sudah saya katakan pada ibu, saya tidak selingkuh bu! Saya tidak ada menghubungi siapa pun selain istri saya!" Ucapnya.
" Kamu memang pintar Sugeng!" Ucap Clarissa santai.
" Oh jelas saya memang pintar" ucapnya bangga.
" Pintar apa tuh Ris?" Ucap Arvin lagi.
" Pintar drama!,pintar bohong!,pintar ngeles! dan pintar membolak balik kan fakta!!" ucap Clarissa.
" Kamu tahu Sugeng, kamu sudah salah masih aja membela diri, jangan sampai Clarissa menunjuk kan bukti lainnya" ucap Abiyasa.
" Maaf pak, saya benar benar tidak merasa dengan apa yang di katakan oleh bu Risa terhadap saya" ucapnya seraya menatap kearah Abiyasa.
" Itu Alibimu!! Tapi Clarissa bicara berdasarkan bukti nyata yang di lihatnya,di dengar,dan dari info orang banyak!,dan maaf bu Dayu,selama ini suami ibu tetap menerima gajih secara rutin,dan dia tidak pernah di tahan sama sekali gajihnya,tentang perusahaan yang gulung tikar itu tidak benar,itu semua kebohongan dari suami ibu, dan karena kesalahan suami ibu yang sudah membuat perusahaan saya ini tidak nyaman, saya memberhentikan suami ibu untuk bekerja.dan gajih suami ibu bulan ini sudah masuk kerekening ibu beserta uang pesangonnya,jadi kalau kamu sugeng mau mengambil uang kamu silahkan minta dengan istri kamu!!" Ucap Abiyasa tegas.
" Apa pak? Saya di pecat? Tolong pak jangan di pecat" ucapnya.
" Sudah kaya gini baru ngomong nggak mau di pecat, sudah di penjarakan saja dia itu" ucap Morgan.
" Gatel nih tangan mau ngambil borgol buat sang pangeran bohong!" Ucap nya lagi.
" Gimana Biyas, kita angkat kejalur hukum kah tentang pencemaran nama baik ini tentang perusahaan kita ini yang di bilang nya tidak di bayarkan gajihnya" ucap Clarissa.
" Jangan pak! Jangan di penjara saya pak, saya ngaku salah, maafkan saya pak!" Ucapnya memohon pada Abiyasa.
" Mah maafkan papah mah" ucapnya lagi pada istrinya.
" Terimakasih pak Abiyasa atas bantuan nya menyelesaika masalah ini, saya akan menggunakan uang suami saya ini dengan bijak dan akan menggunakannya sebagai modal usaha dan kebahagian anak saya dengan memenuhi kebutuhan mereka, dan kamu pah, aku akan minta pisah padamu, aku akan mengurus semua perpisahan kita di pengadilan, maaf saya permisi pak" ucapnya memohon pamit pada semuanya.
" Mah, tunggu jangan ceraikan papah mah,papah nggak mau pisah dengan kamu mah" ucapnya memanggil istrinya.
" Pak tolong jangan penjarakan saya pak" ucap nya memohon.
" Kamu tidak akan saya penjarakan,tapi ingat bila kamu masih mengganggu anak istrimu karena uang kamu sudah di transfer kan keistri kamu,dan sampai terjadi apa apa dengan anak dan istri kamu, kamu akan tahu akibatnya!!" ucap Abiyasa.
" Iya pak saya janji " ucapnya.
'"mana kamu tahu aku berbuat apa di luar sana" gumamnya.
" Heh manyet!! Jangan kamu pikir kamu di luar sana tidak dalam pengawasan kami,jangan ngarep!!,karena gerak gerik kamu masih dalam pengawasan kami!! Ingat itu!!" Ucap Clarissa penuh penekanan.
" Iya bu" ucapnya.
" Mati aku kaya gini nggak bisa membuat perhitungan dengan istri ku," gumamnya.
" kemasi barang barang mu sekarang! Dan angkat kaki dari kantor ini" ucap Clarissa mengusir Sugeng.
" Iya bu.." ucapnya berlalu dari hadapan mereka.
Setelah kepergian sugeng mereka tersenyum.
" Tapi kenapa sih dia nggak di polisikan aja sih" ucap Morgan.
" Tidak semudah itu kita polisikan karena aku masih penasaran dengan wanita selingkuhan nya itu,dan aku sempat dengar dia berkata melalui ponsel kalau dia akan membalaskan dendam selingkuhannya, tapi aku belum tahu dia mau balas dendam dengan siapa? Makanya aku tadi berharap Biyas nggak polisikan dia,biar dia di awasi aja walaupun dia kita lepas.aku takut selingkuhan nya itu masih ada hubungan nya dengan kantor ini, bisa saja kedua resepsionis kemaren yang di pecat atau bisa saja ada hubungan nya dengan aku,atau Biyas" ucap Clarissa lagi.
" Aku? Aku rasa aku nggak punya musuh, atau sejenisnya" ucap Biyas.
" Apa lagi aku" jawab Clarissa.
" Makanya kita awasi aja gerak gerik nya si grandong itu" ucap nya lagi.
Mereka mengangguk kan kepalanya memahami gagasan dari Clarissa.
" Mantap! Laksanakan group abu gosok akan beraksi! Yey!" Sorak Arvin.
" Group abu Gosok??!!" Ucap ketiganya seraya menoleh kearah Arvin yang megangkat kedua tangannya
" lho kenapa melihat aku segitunya sih,? Salah ya abu gosok?" Ucapnya memelas seraya memandang ketiga sahabatnya yang memandang nya itu.
" Hahahahah" ucap ketiganya.
" Mantap tuh abu gosok, kita gosok semua masalah yang menerpa kita sama sama" lanjut Abiyasa.
" Mantap!" Ucap Morgan seraya menyapu hidupnya sendiri dengan jempol tangan nya.
" Pas banget! Satu wanita tiga lelaki yang akan siap membasmi masalah di antara kita" ucap Clarissa.
" Yey" ucap mereka serempak.
Diakhiri dengan canda dan tawanya mereka berempat.