THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 20



Jet pribadi papah Andre sudah sampai di bandara yang ada di kota mereka.


Kemudian mereka turun bersama-sama, papah Andre kemudian memakai jasa taksi di bandara untuk mengantarkan umi Vita sekeluarga sampai ke rumahnya, dan mereka memakai mobil pribadinya ayah Candra.


Mobil Ayah Candra mengikuti taksi bandara yang membawa keluarga umi Vita tersebut, sampai ke rumah mereka.


Sesampainya di rumah umi Vita ketiga sahabat tersebut membantu abi Yosep dan umi Vita masuk ke dalam rumah, kemudian ketiga sahabat tersebut duduk santai lagi di ruang tamu yang ada di rumah abi Yosep.


"Besok pagi kita berangkat ke luar negeri, untuk berobat Yosep" ucapan papah Andre kepada umi Vita dan abi Yosep.


"Terima kasih ya bang, sudah membantu kami dari dulu sampai sekarang, kalian selalu hadir untuk kami "ucap umi Vita.


"Sama-sama, lain kali kalau ada apa-apa kamu harus menghubungi kami, jangan kamu sembunyikan lagi dan jangan kamu mengikuti apa kata Yosep kalau dia berkata tidak boleh menghubungi kami setidaknya kamu harus punya inisiatif sendiri untuk menghubungi kami, biar bagaimanapun kami adalah saudara kalian" ucap Andre kepada umi Vita.


Umi Vita hanya mengangguk begitupun Abi Yosep.


"Maafkan atas kesalahan kami berdua" ucap abi Yosep.


"Ini bukan kesalahan kalian" jawab papah Boby.


"Karena ini adalah kesalahan kita semua, karena disaat nomor ponsel kalian tidak bisa dihubungin, kami tidak melacak keberadaan kalian,karena kami merasa kalian sehat-sehat saja, dan tidak terjadi apa-apa dengan kalian dan kami juga berpikir ponsel kalian hilang saat itu jadi kalian tidak bisa menghubungi kami, kita sama-sama salah bukan kalian yang salah tapi kita sama-sama salah" ucap Ayah Candra kepada abi Yosep Dan umi Vita.


"Istirahatlah dulu, besok pagi kita berangkat ke luar negeri, kami akan jemput kamu "ucap papah Andre.


"Baiklah kami permisi dulu, ucap papah Andre lagi.


"Insyaallah sore ini kami akan berkunjung ke sini bersama istri dan anak-anak kami" ucapnya lagi.


Mereka menganggukkan kepala kemudian Umi Vita mengantarkan ketiga sahabatnya tersebut sampai pintu utama rumahnya.


Setelah mengucapkan salam dan berpamitan kepada mereka mobil yang dibawa oleh Candra melaju meninggalkan rumah Umi vita dan Candra mengantar kedua sahabatnya sampai ke rumah mereka masing masing.


Setelah mengantar papah Boby, Ayah Candra mengantarkan papah Andre setelah berpamitan dengan papah Andre ayah Candra langsung pulang kerumah.


Candra tidak sadar sebenarnya istrinya ada di rumah Andre, dia melajukan mobilnya menuju ke rumahnya sampai di rumahnya Dia mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


Art rumahnya membukakan pintu tersebut


"Assalamualaikum bi" ucapnya


"Waalaikumsalam tuan" ucap Art rumahnya.


"Ibu mana bi?" Tanyanya.


"Tadi kan berangkat sama nona muda dan tuan Muda ke tempatnya nya tuan andre." Jawabnya.


"Astaghfirullahaladzim, aku lupa Kalau istriku ada di tempatnya Andre, padahal aku juga yang menyuruh dia untuk bertemu dengan kakaknya" ucap ayah Candra seraya menepuk jidadnya.


Kemudian Candra memasuki mobilnya kembali dan melajukan nya pelan menuju ke rumah Andre.


di rumah Andre...


"Assalamualaikum" ucap Andre kemudian mamah Anisha keluar dan menyambut suaminya yang datang, seperti biasa mamah Anisha meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya tersebut, dan papah Andre seperti biasa dia mencium kening dan pucuk kepala sang istri.


Kemudian Bunda Adel keluar dan menyapa Papah Andre.


" Gimana bang kabarnya" ucapnya


"Adel ? " Kara papah Andre.


"Iya... kenapa bang,?" Tanya bunda Adel.


"Bukankah Candra tadi pulang ke rumah" jawab papah Andre


"Ya Allah Mas Candra, dia lupa apa kalau istrinya ada di sini" ucap Bunda Adel seraya menepuk jidadnya.


"Nah itu dia suamimu,mulai pikun" ucap Andre tertawa lepas.


"Masa lupa sih,sama istrinya yang segede ini" ucap bunda Adel .


"Kita tunggu aja, pasti dia akan kesini lagi" ucap papah Andre masih dengan tertawanya.


Beberapa saat mereka duduk terdengar sebuah mobil memasuki halaman rumah mereka.


"Nah itu pasti dia, karena dia sudah mencari di rumah istrinya tidak ada" ucap papah Andre berdiri kemudian berjalan ke arah pintu utama.


Papah Andre melihat ayah Candra keluar dari mobilnya.


Papah Andre tidak bisa menahan tawanya lagi, dia langsung tertawa lepas.


"Terus aja tertawa Abang ipar tidak ada akhlaknya" ucap ayah candra seraya berjalan mendekati papah Andre.


"Kamu adik ipar yang tidak ada akhlaknya, istri sudah tahu ada di tempat kakaknya malah nyelonong pergi aja" ucap papah Andre masih dengan tertawanya.


"Aku benaran lupa Kalau istriku aku suruh ke sini "ucapnya.


"Terus aja Mas, lupakan aja Adel" ucap bunda Adel sambil mendekati suaminya dan meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya.


Kebiasaan Candra juga kemudian mencium kening sang istri


"Maafkan mas ya, karena mas terbawa suasana senangnya sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengan sahabat yang tidak ada kabar beritanya, akhirnya bertemu dan bisa berkumpul kembali" ucapnya.


"Alhamdulillah kalau begitu sudah bertemu, tapi sekarang mereka di mana ?"tanya mamah Anisha lagi sambil berjalan mengikuti langkah suaminya dan adik serta iparnya menuju ke ke ruang tamu.


"Sekarang mereka ada di tempat orang tua Vita, Ntar sore kita sama-sama kesana menjenguk. Yosep" ucap papah Andre pada istrinya.


Mamah Anisha kemudian mengajak mereka makan siang bersama tapi karena papah Andre dan ayah Candra belum melaksanakan sholat Dzuhur akhirnya mereka berdua shokat Dzuhur terlebih dahulu, setelah sholat mereka langsung menuju ke ruang makan untuk makan siang mereka.


*****


Sedangkan keempat orang yang sedang makan di restoran sudah menyelesaikan makan siangnya.


Setelah membayar Mereka kemudian masuk kembali ke dalam mobilnya.


"Oh ya Vin, kamu diantar ke mana?" tanya Abiyasa.


"antar ke kantor aja ,karena masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan,aku tadi rencananya keluar mau makan siang, tapi karena banku bocor makanya aku bertemu dengan gadis itu" ucapnya.


" Oh ya udah kalau gitu aku antar ke sana dan kami juga akan kembali ke kantor lagi" ucap Abiyasa melajukan mobilnya menuju arah kantor polisi mengantarkan Arvin untuk bertugas kembali.


Setelah sampai di kantor polisi Arvin turun dan mengucapkan terima kasih kepada tiga orang tersebut terutama Abiyasa.


Kemudian Abiyasa melajukan mobilnya menuju ke arah kantor tidak ada suara di dalam mobil hanya suara Clarissa yang ngoceh sendiri.


Sampai akhirnya mereka sampai di depan kantor dan seperti biasa mobil diambil alih oleh security, untuk memarkirkan mobil Bosnya tersebut.


mereka bertiga memasuki lift pimpinan menuju ke lantai atas, sesampainya di lantai atas pintu lift terbuka, kemudian Clarissa sengaja menyenggol Ayesha dan tak terelakkan lagi Ayesha langsung jatuh manis di pangkuan Abiyasa,dan dengan sigap Abiyasa memengang tubuh Ayesha biar tidak jatuh kelantai lift, dengan tanpa bersalah Clarissa langsung meninggalkan mereka berdua dengan senyum senyum sendiri.


Clarissa berjalan menuju ke ruangannya.


"Clarissa ini memang bisanya membuat hatiku senang "ucap batin Abiyasa.


kemudian Ayesha berdiri.


" Maaf tidak sengaja "ucapnya.


Abiyasa tersenyum dan mengangguk.


Kemudian Ayesha pamit kepada Abiyasa, dia langsung masuk kembali ke ruangannya.


Abiyasa hanya senyum-senyum sendiri dan tidak sadar dia memencet tombol lift turun ke bawah lobby lagi.


Lift terbuka dia melihat keluar ruang lift.


"Kenapa aku ada di lobby lagi" ucapnya heran.


Kemudian dia masuk lagi ke dalam lift dan naik lagi ke atas menuju keruangannya.


Dia tidak menyadari kalau karyawannya menatap dia dengan penuh tanda tanya, mereka Ingin tertawa takut diberhentikan oleh pak Bos nya itu, mereka ingin menegur kan takut nanti Bosnya itu malu, akhirnya karyawannya cuma berdiam diri saja sambil senyum-senyum sendiri tanpa sepengetahuan sang Bos.