
" Ibu sudah mengetahui cerita antara Lia dan Ariel.?" tanya Morgan seraya menatap ke arah istrinya pak Rizal.
" Iya saya mengetahuinya, Anak saya sangat terpukul karena melihat calon istrinya berbuat seperti itu bersama dengan teman kuliahnya waktu beberapa tahun yang lalu."
" Apakah Ibu melihat bukti yang dibawa oleh Anak Ibu?"
" Tidak! saya tidak mau melihat siapa lelaki yang ada di dalam foto bersama dengan Lia waktu itu, karena saya tidak ingin melihatnya,bagaimanapun hati seorang Ibu pasti akan sakit di buat calon menantunya seperti itu." ucapnya.
Morgan tersenyum mendengar ucapan istri pak Rizal.
" Kenapa Bapak tersenyum? Apakah salah dengan kata-kata saya." ucapnya.
" Kata-kata Ibu tidak salah tapi persepsi ibu yang salah, sebenarnya Ibu tidak tahu dan Ibu dibodohi oleh Anak Ibu sendiri,laki-laki yang ada di dalam foto itu sebenarnya adalah hasil rekayasa dari Anak Ibu dan teman wanitanya yang bernama Maya, dan laki-laki yang ada di dalam foto itu bernama Arvin, yang berteman dengan Lia di waktu beberapa tahun yang lalu."
Kemudian Ayah Chandra keluar dari kamar kecil yang ada di ruangan Morgan Dia kemudian menuju ke arah ketiga sahabatnya tersebut.
" Saya tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Bapak, Karena saya meyakini kalau Anak saya itu tidak salah, tolong bapak tarik perkataan Bapak kalau Anak saya yang membuat rekayasa semua foto itu." ucapnya.
" Tapi sayang Ibu, Anak Ibu sendiri yang mengatakan kalau Dia sendiri yang berbuat seperti itu menghancurkan hidup seorang wanita yang benar-benar ingin menerima Dia apa adanya, yang saya tidak habis pikir,Dia mau dijodohkan dengan Lia, tapi Kenapa dia menghancurkan hidup Lia dan sekarang asal Ibu tahu Lia sudah melahirkan seorang Anak keturunan dari Ariel." ucap Morgan.
" Apa? seorang Anak?" ucapnya seakan tak percaya dengan kata-kata Morgan.
" Ada apa ini ? kenapa kalian terdiam seperti itu?" tanya Ayah Candra pada ketiga sahabatnya.
" Itu coba kamu lihat siapa wanita yang sedang dimintai keterangan oleh Morgan." ucap papa Andre.
" Yang mana? yang duduk di lantai apa yang ada di kursi itu?" tanya Ayah Candra.
" Yang di kursi." jawab Papah Andre.
Kemudian Ayah Candra pun sedikit menengok kearah wajah wanita tersebut.
" Astaghfirullahaladzim Agnes?!" ucapnya seakan tak percaya kalau Dia akan bertemu dengan Agnes lagi.
" Iya Dia Agnes musuh mu di masa lalu." ucap papa Boby tersenyum.
" Berarti Ariel itu Anaknya Agnes dan Pak Rizal itu suaminya Agnes." ucap Ayah Candra.
Dianggukkan oleh mereka bertiga.
" Setelah Dia keluar dari penjara Dia memang sudah menghilang dan Aku juga tidak tahu dimana keberadaannya, ternyata Dia berada di kota ini dan menikah dengan laki-laki itu, seakan tidak jauh beda Dia dulu ingin menghancurkan hidupku dan istriku dan sekarang Anaknya yang akan menghancurkan kehidupan Arvin." ucap Ayah Candra menatap tajam kearah Bu Agnes.
Arvin menatap kearah Ayahnya yang menatap sangat marah ke arah Bu Agnes.
" Ada apa sebenarnya? kenapa Ayah menatap istrinya pak Rizal seperti itu? sangat jelas terlihat marah sekali." gumam Arvin.
Abiyasa menatap kearah Arvin.
" Ada apa Vin?" tanya Abiyasa.
" Coba kamu lihat Ayahku, Dia menatap ke arah wanita yang duduk dekat pak Rizal itu." ucap Arvin.
Iya,Dia adalah istrinya pak Rizal." ucap Abiyasa.
" Iya itu istrinya pak Rizal,tapi kenapa Ayah menatapnya sangat penuh kebencian.?" tanya Arvin.
" Aku juga tidak tahu Vin, yang hanya tahu Papa dan yang lainnya mungkin " ucap Abiyasa.
Arvin pun hanya menganggukkan kepalanya saja,padahal diotaknya penuh tanda tanya besar,Ada hubungan apa Ayahnya dengan istri pak Rizal tersebut.
Istrinya Pak Rizal yang ternyata bernama Bu Agnes itu tidak mengetahui kalau di dalam ruangan itu ada Ayah Candra dan yang lainnya.
Kemudian Dia pun menatap sang suami.
" Katakan Pah yang sebenarnya ada apa ini.?" tanyanya.
Pak Rizal hanya diam saja dan Dia tidak menanggapi ataupun menjawab pertanyaan dari sang istri,memang istrinya tidak melihat foto yang yang telah direkayasa oleh Anak tunggalnya tersebut tentang peristiwa beberapa tahun lalu dimana yang jadi korbannya adalah Lia dan Arvin.
Karena Dia tidak ingin melihat foto itu, Dia sudah terlanjur benci dengan Lia yang telah menghancurkan kehidupan sang Anak.
" Jawab pah, Ada apa sebenarnya ini? kenapa Papa tidak bicara? Kalau papa mengetahui semuanya ternyata Anak kita yang salah." ucapnya
" Mama percaya kalau Anak kita yang salah?" tanya Pak Rizal Bu Agnes hanya menggelengkan kepalanya.
" Mereka belum memberikan bukti kalau Ariel ada di kantor polisi ini, itu semua hanyalah omongan mereka saja Mah, kalau mereka membuktikannya Papa baru percaya dan Papa ingin mendengar sendiri dari pengakuan Ariel." terangnya pada sang Istri.
" Oke!" ucap Morgan karena mendengar perkataan dari pak Rizal ingin bukti dan ingin mendengar sendiri pengakuan dari Ariel Anak yang dianggapnya sangat baik itu.
" Ali!" panggil Morgan.
" Siap perintah Ndan."
" Bawa Ariel keruanganku sekarang!" perintahnya.
" Siap!" ucap Ali kemudian Dia pun langsung melangkah meninggalkan mereka dan menuju ke sel tahanan sementara, karena Ariel masih dalam proses.
Selang beberapa menit kemudian Ariel pun masuk ke dalam ruangan Morgan,Ariel melihat kedua orang tuanya pun langsung menoleh ke arahnya.
" Mama,Papa." ucapnya langsung bersimpuh di kaki kedua orang tuanya.
" Papah,kenapa Papa diborgol seperti ini?dan kenapa Mama menangis?" tanyanya.
" Kami ingin keterangan dari kamu Nak,katakan kalau kamu itu tidak salah." ucap Bu Agnes.
Ariel pun langsung memeluk sang Mamah.
" Maafkan Ariel Mah, apa yang dikatakan pihak polisi itu adalah benar,Ariellah yang bersalah di sini,Ariellah yang telah merekayasa semuanya, sebenarnya lelaki yang ada di dalam foto itu tidak bersalah dan Lia pun sebenarnya tidak bersalah juga,yang membuat Dia menderita adalah Ariel,Ariel yang sudah menanamkan benih dikandungan Lia dan mungkin sekarang Anak Ariel sudah besar." ucapnya memberikan keterangan kepada kedua orangtuanya tersebut
" Apa?" ucap Pak Rizal dan Bu Agnes terkejut dengan penjelasan Anaknya.
Pak Bowo dan Bu Yetni juga tidak kalah terkejutnya.
Bu Agnes langsung menutup wajahnya dan dia pun menangis kesesugukkan.
Pak Rizal pun menundukkan kepalanya.
" Ternyata selama ini Aku salah telah menyakiti Lia, Ya Tuhan kenapa Aku tidak meminta keterangan Lia saat itu dan mendengarkannya." ucap Pak Bowo penuh dengan penyesalan.
Kemudian Arvin maju kehadapan Bu Agnes dan Pak Rizal.
" Nah sekarang kalian menyesalinyakan,apa yang dikatakan oleh Anak mu sendiri." ucap Arvin.
" Saya yang ada di dalam foto itu yang direkayasa oleh Anakmu, perbuatan Anak mu itu sudah tidak bisa ditoleransi lagi dan Dia harus mempertanggungjawabkan semuanya di kantor polisi ini." ucap Arvin.
Bu Agnes langsung menatap kearah Arvin, Dia terkejut melihat wajah Arvin.
" Wajah itu?" ucapnya pelan.
" Ada apa Ibu? kenapa ibu terkejut melihat saya?" tanya Arvin.
Bu Agnes pun langsung mengalihkan semua pandangannya kesemua yang ada di situ dan langsung Dia melihat keempat orang yang dulu pernah berseteru dengannya,Diapun langsung berdiri dan mendekati Ayah Candra.
" Kak Candra ." ucapnya.
" Tolong jangan dekat-dekat,jaga jarakmu! dengan ku" ucap Ayah Candra.
Bu Agnes langsung menghentikan langkahnya.
Mereka pun menatap kearah Bu Agnes dan Ayah Candra.
" Apakah itu Anakmu Kak?" Tanya Agnes.
" Iya itu Anakku! Anakku yang sudah dijadikan bahan percobaan oleh Anakmu." ucap Ayah Candra sinis.
" Oh! rupanya tidak jauh beda antara Emaknya dan Anaknya, dulu kamu ingat tidak! kamu mau menghancurkan dan mau mencelakai istrinya pak Candra yang sekarang adalah Bundanya dari laki-laki yang ada di dalam foto itu yaitu Arvin! dan sekarang Anakmu yang ingin menghancurkan kehidupan Anaknya Candra! kamu lupa ya?! berhadapan dengan siapa hah!!" ucap Papa Boby.
Agnes pun langsung berdiam diri dan meremas kedua tangannya.
" Sudah tidak cukup penjara yang beberapa tahun lalu kamu jalani? Apa kamu ingin dipenjarakan lagi hah?!" ucap Papa Boby dengan lantangnya sembari tangannya bersedekap di dada.
Bu Agnes lagi-lagi terdiam,pak Rizal terkejut mendengar kalau sang istri dulu pernah dipenjarakan oleh keluarga Arvin,Pak Rizal tidak tahu beritanya kenapa sampai istrinya dipenjara waktu itu,dan sekaranglah Dia baru tahu kalau istrinya dipenjara karena ingin mencelakai istri dari Pak Candra.
Memang dulu Dia ingin mencelakai istrinya Ayah Chandra yaitu Bunda Adel,tapi karena kepiawaian ketiga sahabat dari Ayah Candra lah yang kemudian memenjarakan Dia diwaktu muda dulu.
Arvin pun mendekati mereka.
" Apa? rupanya Ibu yang sudah mau mencelakai Bunda saya? sungguh keterlaluan!! ibu dan Anak sama saja! seharusnya sebagai seorang Ibu harus menjadi tauladan untuk Anaknya, tapi ternyata menjadi contoh yang tidak baik untuk Anaknya, tapi sekarang tidak akan pernah Saya biarkan Ibu, suami Ibu dan Anak Ibu untuk menghancurkan keluarga saya, karena saya yang berada di paling depan!!" ucap Arvin kemudian di anggukan oleh Nadin, Lia, Morgan dan Abiyasa.
" Kak Candra maafkanlah Aku, maafkan Anakku dan suamiku, mereka tidak salah, baiklah kalau memang Anakku yang mempunyai kesalahan itu silakan Anakku diproses sesuai hukum yang berlaku, Tapi tolong lepaskan suamiku dia tidak tahu masalah yang sebenarnya, dia hanya mengikuti Pak Bowo aja ucapnya memohon pada Ayah Candra.
" Maaf sekali tidak bisa Aku membantu kamu karena Aku sekarang bukan anggota kepolisian lagi! yang sekarang berkuasa di sini adalah Morgan dan Arvin,itu terserah mereka,siapa yang salah tetap harus diproses." ucap Ayah Candra santai.
" Maaf Ibu, kami tidak bisa untuk melepaskan suami dan Anak Ibu,karena suami dan Anak Ibu harus mempertanggungjawabkan semuanya, asal Ibu tahu anak Ibu sudah mengakui kesalahan semuanya dan disini sayalah yang jadi korbannya dan Lia. suami Ibu tidak bisa kami lepaskan, karena terbukti sudah menculik Ayah saya." ucapnya.
" Apa? menculik kamu kak Candra?" tanyanya.
Ayah Candra hanya menganggukkan kepalanya .
" Apa-apaan ini Pah? Kenapa kamu menculik Kak Candra?"
" Bukan Papa Mah yang menculiknya, tapi Anak buahnya Bowo."
" Tapi kamu kan terlibat di dalamnya Pah?!" ucap Bu Agnes seraya menatap kearah sang suami Pak Rizal hanya menundukkan kepalanya saja.
" Agnes! kamu itu harus menyadari kesalahan kamu di masa lalu jangan lagi kamu membuat kesalahan di masa sekarang, apalagi Anakmu yang selalu kamu banggakan itu sudah membuat kehidupan seorang wanita menjadi menderita."
" Aku akan menjaminnya kak candra kalau setelah Ariel keluar nanti Aku akan menikahkannya dan mempertanggungjawabkan semuanya dan akan memperhatikan Anaknya dari Ariel,biar bagaimanapun itu adalah cucuku." ucapnya.
" Apa? cucumu? ya Aku akuin Ariel adalah Ayah biologis dari Anakku, tapi biar sampai kapanpun Aku tidak akan pernah menikah dengan Ariel, asal Ibu tahu dari dulu Aku memang tidak suka dengan Ariel!! tolong! setelah ini kalian jangan mengganggu hidupku dan Anakku, biarkan Aku bahagia dengan Anakku, Aku tidak akan memungkiri kalau Ariel adalah bapaknya, Aku akan mengatakan itu semua kepada Kevin, tapi kalau saat ini Aku belum siap untuk berbicara dengan Kevin mengatakan yang sebenarnya, Kevin masih kecil, Aku tidak ingin Dia down setelah mendengar semuanya! biarkan Aku bahagia bersama dengan Anakku." ucapnya dengan lantang.
Bu Agnes dan Pak Rizal,Pak bowo dan Bu Yetni hanya terdiam,mendengar penjelasan Lia.
" Mas gimana hidupku? kalau kamu masuk penjara? Pak polisi tolong lepaskan suamiku, Dia tidak salah! tolong Pak polisi." ucap Bu Yetni sembari memohon kepada Morgan dan yang lainnya, tapi sayang permohonan Bu Yetni itu tidak digubris oleh mereka dan sesuai prosedur yang ada Mereka pun akhirnya dimintai keterangan, dan mereka yang berada di dalam pun langsung meninggalkan ruangan tersebut.
Mereka membiarkan anak buah dari Morgan untuk meminta keterangan dari mereka semua.