
" Kevin " panggil Mamah Anisha
Kevin menoleh kearah Mamah Anisha.
" Kevin coba perhatikan keduanya, Kevin pasti bisa menemukan Mamah Kevin yang sebenarnya." ucap Mamah Anisha tersenyum.
Kevin mengangguk Dia kemudian menatap kedua wanita yang sedang duduk berdampingan itu.
Dia pun akhirnya tersenyum Setelah lama menatap keduanya itu Dia pun langsung menghambur ke arah Lia Karena dia sudah mengetahui mana Mamanya yang Asli.
Dengan menemukan Mamanya yang Asli,Kevin pun tersenyum,akhirnya mereka semua tersenyum.
" Naluri seorang Anak tidak bisa dibohongi dan Naluri seorang Anak juga pasti akan menemukan di mana Mamanya yang sebenarnya " ucap Papa Bobby, mereka menganggukkan kepalanya.
" Oh ya Pak, sebelumnya kami minta maaf kepada Pak Sahrul bukannya kami ini berbohong kepada Pak Sahrul,kalau masalah hadiah itu." ucap Papah Andre sembari menatap kearah Pak Sahrul.
"Maksud Bapak?"
" Kami akan tetap memberikannya, memang sebenarnya Lia tidak mengikuti undian berhadiah di minimarket kami, melainkan memang ini adalah rencana kami untuk mempertemukan Dia dengan Mama kandungnya,dan kedua saudaranya." ucap Papah Andre lagi.
" Karena kalau kami jujur kepada Bapak,Bapak pasti tidak akan pernah mengatakan di mana Lia berada." sambung Abi Yosep.
" Dan satu lagi Pak, soal uang itu kami akan tetap memberikannya kepada Bapak." sambung Papah Boby.
" Maksud Bapak, saya jadi tidak mengerti." ujar Pak Sahrul seraya menatap kearah mereka dengan tatapan bingungnya.
" Begini Pak Memang Kami tetap akan memberikan uang dua ratus juta itu untuk Bapak,agar bisa pergunakan dengan sebaik mungkin, baik itu untuk modal ataupun untuk Bapak pergunakan untuk apa saja,terserah Bapak, yang terpenting berguna bagi kehidupan Bapak dan Ibu." Lanjut Ayah Candra.
" Lia akan ikut kedua saudaranya dan Mamahnya, Dia akan menetap bersama keluarga kandungnya." ucap Papah Andre seraya menatap kearah Tante Raisa,Tante Raisa mengangguk dan tersenyum Dia langsung menggenggam tangan Lia dan Lia juga mbalas genggaman tangan Mamahnya itu,karena Lia juga merindukan di saat ini belaian seorang Ibu.
Pak Sahrul hanya bisa menganggukkan kepalanya.
" Maafkan kami ya Pak,karena kami berbohong kepada Bapak, tapi ini demi kebaikan Lia dan urusan Pak bowo serahkan kepada kami." ucap Clarissa lagi.
" Dia tidak akan pernah menyentuh Lia lagi karena Lia sudah berada dibawah pengawasan kami." ucap Morgan.
Pak Sahrul dan Bu Sari hanya menganggukkan kepalanya.
" Tapi Pak Maaf,apakah ini tidak berlebihan sepertinya uang dua ratus juta itu sangat banyak bagi saya,dan lagi pula kalau nanti terdengar sama saudara saya si Bowo mungkin dikiranya saya menjual Lia dengan kalian, padahal sebenarnya Lia adalah Anak kandungan dari Ibu Raisa,dia tidak pernah mengetahui kalau Lia itu adalah Anak bawaan dari Almarhum Kak Yuasa Akbar, Dia hanya tahu bahwa Lia adalah Anak yang dilahirkan oleh kakak saya." ucap Pak Sahrul.
" Pak Sahrul, Bapak tidak perlu memikirkan hal itu, karena Lia sudah ada di tangan yang tepat,karena Ibu Raisa adalah Ibu kandungnya yang telah melahirkannya, walaupun yang merawatnya adalah obu Yuni Sari, Ibu Raisa ini juga tidak menginginkan Dia dipisahkan dengan saudara kembarnya di waktu Lia kecil dulu, tapi karena suaminya lah yang memaksakan ingin membawanya dan membesarkannya dengan istrinya yang baru yaitu Bu Yuni Sari, tapi syukurlah Bu Yuni Sari tidak sekejam seperti ibu tiri lainnya." ucap Papa Andre lagi.
" Saya sangat bersyukur karena Lia sudah ada dengan orang yang tepat seperti Mamanya sendiri, dan saya sangat senang kalau Lia sudah berada ditengah-tengah keluarga kandungnya yang benar-benar sayang dan merindukannya,karena saat itu saya juga berpikir setelah saudara saya mengalami depresi yang sangat berat dan langsung saja saudara saya itu dibawa oleh Bowo ke rumah sakit jiwa, setelah suaminya meninggal, saya berencana ingin mencari keluarga kandung Lia,karena Lia hidupnya kesana kemari, awalnya Dia hidup bersama saya tapi karena Bowo akhirnya dia tinggal tanpa penerangan lampu yang layak seperti kita, Lia hanya hidup bersama Anaknya dengan kehidupan yang apa adanya di kampung sebelah, sampai saat ini Bowo pun tidak tahu kalau Lia berada di kampung sebelah, kalau seandainya dia tahu, saya juga takut Bowo akan berbuat yang tidak terpuji terhadap Lia,Dia tidak ingin melihat Lia bahagia, karena keputusan Lia ingin membesarkan anaknya saat itu apalagi sekarang sudah 8 tahun berlalu Bowo pasti masih gencar-gencarnya mencari Lia, sampai Dia pun mengutus dua orang anak buahnya untuk mengawasi rumah kediaman saya." terang Pak Sahrul.
Mereka semua menganggukkan kepalanya.
" Seperti apa sih Bowo itu sehingga Dia sepertinya berkuasa banget." ucap Papa Boby.
" Apakah Dia mempunyai pekerjaan atau mempunyai perusahaan atau Dia bekerja di perusahaan yang terkenal." lanjut Ayah Candra.
" Dia tidak bekerja, tapi Dia mempunyai teman yang kaya raya, memang kehidupannya sangat menjamin karena Dia berteman dengan orang kaya tersebut, Nah Anaknya dari temannya itulah yang di dijodohkan dengan Lia, saat itu saudara saya datang ke tempat saya mengatakan perihal Lia yang mau dijodohkan dengan Anak temannya Bowo yang bernama Ariel,tapi Lia sebenarnya tidak mau begitu juga dengan Mamanya Lia, Dia tidak mau bahkan Dia datang-datang menangis kepada saya, tapi apa yang bisa saya perbuat, saya tidak bisa untuk melawan Bowo,ujung-ujungnya kalau saya membantu Lia dan Mamahnya saat itu, saya yang menjadi bulan-bulanan Bowo, nah saat itu Lia mendapatkan musibah, kemudian lelaki yang mau dijodohkan dengan Dia itu si Ariel mengadu kalau Lia berbuat tidak senonoh di kampusnya bersama dengan seseorang lelaki dan mereka pun melihatkan foto yang telah diberikan kepada kami, saya sempat bertanya kepada Ariel, dapat dari mana foto itu, tapi Ariel tidak mengatakannya,Ariel bilang ada yang memberikannya begitu saja kepadanya, awalnya kami tidak percaya dan tidak yakin kalau yang di dalam foto itu adalah Lia atau rekayasa belaka, tapi ternyata itu adalah benar,karena Lia sendiri mengakuinya, nah saat itulah Bowo kemudian menampar wajah Lia sedemikian kerasnya,dan langsung saat itu juga Lia diusir begitu saja, akhirnya Lia pergi dari rumah orang tuanya, saya juga tidak bisa menahannya saat itu, karena saya tidak bisa berbuat apa-apa dan kemudian saya pun pulang ke rumah sampai akhirnya ternyata Lia menunggu saya di depan rumah, Lalu Lia hidup bersama saya, tanpa Saya sadari anak buahnya Bowo pun mengetahui kalau Lia hamil setelah beberapa bulan kejadian itu anak buah Bowo itu pun langsung mengatakan kepada Bowo dan tanpa pikir panjang lagi Bowo pun datang ke rumah saya dan di situlah saya langsung habis-habisan dihina dan dicaci maki oleh Bowo tapi saya tidak menanggapi itu karena Biar bagaimanapun sejahat jahatnya Dia, Dia tetap saudara saya, kemudian saya pun berpikir agar Lia saya ungsikan ke kampung sebelah untuk tinggal di sana dan ditemani Anak saya tanpa semua ketahuan sama Bowo, sampai akhirnya dia melahirkan buah hatinya dikampung sebelah." terang pak Sahrul.
" Bapak tahu siapa lelaki itu.?" tanya Ayah Candra.
" Saya tidak tahu pak tanya aja dengan Lia,karena hanya Lialah yang tahu siapa lelaki itu sebenarnya."
" Lia, kamu harus jujur siapa sebenarnya laki-laki itu." ucap Tante Raisa.
Lia hanya diam, sebenarnya merekapun semuanya sudah tahu tapi Mereka ingin mendengarkan langsung dari Lia sendiri.
" Lia sudah saatnya kamu berbicara dan kamu tidak pernah akan lagi sendirian karena di sini ada Mama, kakak dan juga Adikmu." ucap Tante Raisa meyakinkan Anaknya itu.
" Kamu harus bersuara,tidak akan ada lagi yang akan nyakitin kamu, karena Kakak akan menjaga kamu." lanjut Dokter Roni.
" Lia,maafkan Mama, karena saat itu Mama tidak bisa berdaya, saat Papamu mengambilmu dari Mama, karena kamu saat itu sangat kecil sekali jadi Mama membiarkan Papamu membawamu, karena Mama yakin Papa mu pasti akan merawatmu dengan sangat baik, karena Papamu memang menginginkan seorang Anak perempuan, saat Kakakmu lahir Papamu memang tidak pernah perhatian,karena Dia tidak menginginkan Anak laki-laki, kamu harus cerita, kamu harus jujur Nak,dengan semuanya di sini." ucap Tante Raisa.
Lia menatap kearah Tante Raisa kemudian dia menunduk dan menganggukkan kepalanya.