
Papah Andre langsung mengirim chat pribadi pada Abiyasa,isi chat pribadinya tentang Alamat rumah Nayra, Abiyasa yang kebetulan makan siang dengan pak Tomi pun langsung membaca chat pribadi yang masuk kedalam gawainya itu.
Sambil menunggu pesanan mereka datang,Abiyasa membaca chat pribadi dari sang papah, dia langsung tersenyum dan membalas chat tersebut.
"Oh ya pak, karena saya ini baru dikota ini, bisa kah bapak mengantarkan saya kealamat yang akan saya kunjungi?" Tanya Abiyasa pada Pak Tomi.
" Bisa pak,mana saya liat Alamatnya?" Tanya pak Tomi.
" Dijalan majapahit no 168." Jawab Abiyasa.
" Wah, saya tahu pak, karena itu tidah jauh dari tempat kediaman besan saya."
Abiyasa menganggukkan kepalanya.
" Bisakan bapak mengantarkan kami kesana nanti?"
" Bisa pak, dengan senang hati " ucapnya tersenyum.
Kemudian gawainya Pak Tomi pun berbunyi Dia kemudian langsung mengambil gawenya tersebut yang berada di atas meja.
" Sebentar ya pak Abiyasa, saya terima panggilan dulu." ucapnya.
" Oh iya pak, silahkan." Kata Abiasa sembari tersenyum.
Pak Tomi berlalu dari hadapan Abiyasa dan Clarissa untuk menerima panggilan tersebut.
Abiyasa dan Clarissa pun tersenyum tapi Clarissa tidak tahu Abiyasa mau kemana bertanya alamat pada Pak Tomi.
" Memangnya Itu alamat siapa Biy?" tanya Clarissa
" Tadi papa yang kirim alamat padaku, katanya setelah kita selesai urusan kita disuruh ke alamat yang sudah diberitahukannya, tepat jam tiga sore.
" Memang Ada apa di alamat itu?" Tanya clarissa lagi penuh dengan keheranan.
" Sepertinya ada sesuatu yang ingin diselesaikan di sana, atau mungkin itu adalah alamatnya Kak Nayra, karena masalah kak Nayra harus segera diselesaikan sebelum pernikahannya Anindita." ucapan biasa lagi.
" Kenapa mesti jam tiga sore?kenapa nggak sekarang aja nih, kita langsung kesana setelah makan siang ini "
" Aku bilang tadi sama papa kalau kita ini masih ada urusan, aku juga rasanya ingin mengajak Pak Tomi agar pak Tomi mengetahui kalau Kak Nayra itu keluarga kita, siapa tahu pak Tomi kan bisa membantu juga dengan permasalahannya Kakak Nayra sekarang ini, karena kan Pak Tomi orang asli sini, jadi kan kita bisa cari tahu siapa sebenarnya Aditama itu."
" Kalau seandainya Aditama itu adalah menantunya dari Pak Tomi ?mungkin pak Tomi akan merasa malu karena menantunya membikin ulah seperti itu kepada keluarga kita Lagi" ucap Clarissa.
" Aku sangat berharap kalau Aditama itu adalah menantunya Pak Tomi, biar Pak Tomi tahu kelakuan menantunya seperti apa, menurut cerita dari Pak Tomi bahwa Aditama itu mengatakan istri pertamanya itu tidak becus untuk mengurus dirinya, kalau memang Aditama itu adalah suaminya Kakak Naira, wah tidak bisa dipungkiri lagi dia pasti akan menebus semua kesalahan yang telah dia perbuat selama ini terutama dengan Kak Nayra." ucap Abiyasa dengan semangatnya.
" Aku juga penasaran walaupun aku belum tahu detail kisah Kak Nayra, tapi aku ingin sekali melihat pelaku yang sudah membuat Kak Nayra menderita selama ini " ucap Clarissa
Kemudian Pak Tomi datang setelah pembicaraan tersebut
" Maaf pak Abiyasa, lama menunggunya."
" Tidak apa-apa Pak Tomi, mungkin panggilan itu penting jadi harus segera dijawab."
" Biasa lah pak, dari Besan,minta hadir dalam penerimaan dana bantuan buat cucunya, namanya besan saya itu perempuan,suaminya sudah lama nggak ada, jadi saya diminta hadir."
Abiyasa menganggukkan kepalanya sembari tersenyum. kemudian pesanan mereka pun datang dan mereka pun dipersilahkan untuk menyantap makan siang mereka tersebut, dengan lahapnya mereka menyantap makanan yang sudah disediakan oleh pelayan resto tersebut, tanpa bicara lagi Mereka pun melahap makananya itu dengan begitu nikmatnya, karena perut mereka memang harus diisi dengan nutrisi karena seharian berkutat dengan kegiatan yang mereka hadapi peninjauan perusahaan yang akan ditangani oleh Abiyasa dan kawan-kawan nantinya.
Tepat jam satu siang Pak Maman menjemput Pak bosnya dan rekan-rekan yang lain,karena kebetulan mobil yang digunakan oleh Pak Maman bisa membawa mereka semua akhirnya mereka pun meninggalkan penginapan dan menuju ke arah rumah Naira.
Awalnya memang papa Andre dan Mamah Melisa beserta papa David ingin berangkat terlebih dahulu menuju ke rumah Nayra tapi karena Abi Yosep melarangnya untuk terlebih dahulu berangkat ke sana, dikarenakan kemungkinan besar Aditama pasti akan balik kembali ke rumah pribadinya itu, jadi niat dari Papa Andre ingin terlebih dahulu berada di rumah tersebut pun dibatalkan olehnya, mereka akhirnya sama-sama berangkat ke rumah Nayra.
Tetapi berbeda dengan malam yang pertama mereka mengintai rumah tersebut, mobil memang tepat berada di depan rumah Nayra,tapi sekarang mobil berada terlihat jauh dari depan rumah Nayra, kebetulan di samping rumah Naira adalah tanah kosong yang tidak dibangun sebuah rumah, di depan tanah tersebut lah mereka memarkirkan mobilnya itu,dan terlihat tidak mencurigakan yang lain melihatnya mobil terparkir disitu.
Salah satu dari mereka pun kemudian menyamar turun untuk mengawasi rumah tersebut, yang mendapat giliran adalah Papa Boby, papah Boby turun dari mobil dan dia pun mengawasi rumah Nayra, papah Boby pun kemudian melangkah menuju ke depan rumah Nayra Dia pun melihat ke kiri dan ke kanan terlihat sepi! kebetulan pagar rumah Nayra tidak terkunci dia pun tersenyum
" Wah kebetulan banget nih!pagar rumah itu tidak terkunci,kenapa ya? biasanya kan terkunci atau karena Aditama pagi tadi tergesa-gesa jadi dia tidak mengunci pintu pagar rumahnya itu, atau memang dibiarkan nya terbuka lebar seperti itu, ini pasti akan memudahkan kami memasuki ke dalam rumahnya itu." Ucapnya dalam hati
" Papa Boby pun kemudian mengambil gawainya, dia langsung berlindung di balik pohon tersebut, agar dia tidak menimbulkan kecurigaan bagi orang yang melihatnya, dia pun pura-pura bersantai dan duduk di bawah pohon itu, orang mengira dia hanya beristirahat di bawah pohon itu.
Memang benar orang yang hilir mudik di situ pun tidak memperdulikan kalau di bawah pohon itu ada orang yang sedang duduk, dia pun kemudian menghubungi papah Andre yang ada di dalam mobil yang tidak jauh dari dirinya duduk berteduh dari sinar matahari sore.
" Kalian yang khusus untuk masuk ke dalam rumah Nayra lebih baik kalian turun dari mobil dan cepat masuk ke dalam,karena kalian harus secepatnya menemui Nayra di dalam, kalau memang ada apa-apa biar aku hubungi kalian dari luar sini dan kalian bisa bersembunyi di salah satu kamar yang ada di rumah Nayra cari aman dulu hehehe, sebelum Aditama datang ke rumah ini." ucap papah Boby berbicara di gawainya dengan papa Andre.
Beberapa saat kemudian mobil pun terbuka pintunya dan mereka pun keluar, seperti yang sudah diatur dari penginapan Abi Yosep, Papah Andre ,Papa David dan mamah Melisa melangkah berjalan mendekati rumah Nayra tapi dengan intruksi dari Papa Boby, Agar mereka tidak berhenti di depannya dan berbicara dengannya, untuk menghilangkan rasa kecurigaan dari orang-orang yang ada, Mereka pun dengan gerak cepatnya melangkah setengah berlari menuju ke arah rumah Nayra tersebut, kemudian papah Andre pun membuka pintu rumah itu dengan kunci yang sudah dipegang oleh Papa Andre, setelah melihat kearah papah Boby dan papah Boby Bun memberikan isyarat bahwa keadaan aman,Mereka pun langsung masuk ke dalam dan menutup pintu rumah itu kembali, kemudian Papah Boby melangkah kembali ke mobil di mana di dalam mobil itu ada Ayah Chandra dan Pak Maman.
" Bagaimana Bob aman mereka masuk?"
" Aman Ndra " ucap papa Bobby.
" Syukurlah! aku tadi deg-degan kalau seandainya mereka terlambat aja melangkah ke sana pasti Aditama sudah datang terlebih dahulu."
" Apakah kamu yakin? kita bisa mengumpulkan mereka di sini Bob?"
" Aku sangat yakin broo" ucapnya tersenyum lebar.
" Mama! papa! apakah itu kalian? apakah Nayra tidak salah lihat ?kalau itu adalah kalian?" ucap Nayra karena Nayra tidak dikasih tahu rencana selanjutnya oleh Omnya tersebut, dan dia juga tidak mengira kalau omnya akan membawa mama dan Papanya ke rumahnya ini.
Mama Melisa dan papa David pun menganggukkan kepalanya, dia merasa sedih melihat anaknya tersebut yang sudah beberapa bulan tidak bertemu dengan mereka, Nayra pun langsung menghambur ke dalam pelukan mamanya, dia menangis sejadinya memegang dan memeluk erat mamahnya itu,begitu pula dengan Mamah Melisa tangis haru pun tercipta diantara mereka berdua ibu dan anak itupun meluahkan tangisnya tersebut.
" Kamu jangan nangis nak,tidak usah nangis lagi ya nak, sekarang mama dan papa ada di sini serta Om-om kamu yang akan menolong kamu." Ucap Mamah Melisha.
" Maafkan Nayra Mah, karena Nayra tidak bisa melawan Aditama untuk lepas darinya, karena Nayra ada alasan tersendiri kenapa Nayra tetap bertahan mah selama ini."
" Sudahlah nak, Mama sudah tahu semua ceritanya dari Om Andre kamu, sekarang kamu tidak apa-apa kan,kita akan pulang sama-sama nak." Ucap Mamah Melisa.
" Kita akan jemput anak kamu dan kita akan berkumpul lagi bersama-sama." ucap papa David seraya membelai rambut sang anak.
" Tapi mah, pah,Nayra nggak pernah bertemu dengan anak Nayra saat ini, Nayra cuma bisa melihatnya selama tiga hari saja, sampai sekarang Nayra tidak bisa melihat anak Nayra bahkan fotonya pun tidak melihat sama sekali,karena Aditama tidak memberitahukan keadaan anaknya Nayra mah, pah." ucapnya sedih dan meneteskan air matanya.
Dengan lembut sang Mama pun menghapus air mata sang anak tersebut.
" Kamu nggak usah sedih sayang, anakmu baik-baik saja, mereka mengurusnya dengan baik, in sya Allah selepas permasalahanmu ini kamu akan bisa bertemu kembali dengan anakmu." ucap Mama Melisa sembari tersenyum.
Gawai papah Andre bergetar dia pun langsung mengambil gawai tersebut di dalam saku celananya, terlihat dilayar gawainya panggilan dari Papa Boby, dia pun langsung menjawab panggilan tersebut.
" Ya Bob Ada apa?"
" Kalian segera cari persembunyian, karena ada sebuah mobil memasuki halaman rumah tersebut,sepertinya mobil yang kita lihat tadi malam,Kalau tidak salah itu adalah mobilnya Aditama dan Lydia tapi tidak tahu apakah Lidya ada ikut bersama dengan Aditama."
" Oke Bob." ucap Papa Andre kemudian memutuskan sambungan bicaranya dengan Papah Bobby.
" Lebih baik kita semua sekarang bersembunyi, karena Lidya dan Aditama sepertinya berada di luar sana."
" Ya sudah kalau seperti itu, kalian sembunyi aja di kamar ganti yang ada di kamar Nayra ini" ucap Nayra.
" Jangan lupa hapus air matamu nak " ucap Mama Melisa sebelum mereka melangkah menuju ke ruangan ganti yang memang ada di dalam kamar Nayra tersebut.
Kemudian Nayra merapikan duduknya kembali seperti semula, menatap kearah jendela dan duduk dibibir kasurnya, beberapa saat kemudian pintu kamar pun terbuka.
Aditama memasuki kedala kamar tapi tanpa bersama dengan Lidya..
" Nayra !" Panggil Aditama.
Nayra berdiri dan menoleh kearah Aditama.
" Ada apa kamu memanggilku? dan ada apa juga kamu datang lagi ke sini."
" Nayra! kenapa kamu berubah lagi seperti itu? Apakah kamu sudah gila bisa dengan cepat berubah drastis seperti itu."
" Kamu yang gila!! aku memang Nayra yang seperti dulu! dan apa adanya!!Aku malah muak melihat ulahmu seperti itu terhadap ku!!"
" Kalau kamu muak dengan ku, kenapa perlakuan kamu dengan aku tadi pagi sangat romantis sekali ?"
" Aku memang sengaja membuat emosi Lidya memuncak!! Aku senang melihat kalian berdua bertengkar!! karena seperti itulah yang dilihat dan dirasakan oleh Lidya selama ini, merasa bangga kalau kita berdua terus bertengkar di hadapannya!
" Kamu ini memang keterlaluan Nayra!!"
" Kamu yang keterlaluan!! ucap Naira lebih keras lagi.
" Aku malas debat dengan kamu!!Lebih baik kamu tandatangani aja surat perpisahan kita ini!!"
" Kalau aku menandatangani surat perpisahan ini,apakah hak asuh anak aku akan menjadi milikku, aku akan pergi darimu asalkan anakku kamu serahkan kepadaku!!"
" Aku akan menyerahkan anak itu kepadamu, tapi kamu harus tandatangani ini dulu.." ucap Aditama sembari tersenyum, karena dia sudah mengetahui dari keluarganya ada bantuan dari seseorang sebesar Lima ratus juta untuk Alvaro, karena itulah dia harus menyingkirkan Nayra agar Nayra tidak bisa mengambil Alvaro kembali,tapi sayang keluarganya tidak memberitahukan padanya dan dia juga tidak bertanya bantuan itu berasal darimana, karena ditambah setelah mendengar kalau anaknya Alvaro mendapatkan bantuan sebesar lima ratus juta, dia merasa senang dan dia pun langsung mengatakan akan mengurus perpisahan dengan Nayra segera.
Sedangkan Nayra merasa senang karena mendengar Aditama ingin memberikan hak asuh anaknya kepadanya, dia pun tidak membaca surat yang dia tanda tangani itu, begitu saja dia menandatangani surat yang disodorkan oleh Aditama padanya, kemudian Aditama pun langsung mengambil surat itu dan merasa senang dia akan menyingkirkan Nayra.
Aditama mendekati Nayra, Nayra pun ketakutan dan Aditama langsung meraih tangan Nayra dan mengambil seutas tali yang memang sudah dibawanya,dia pun mengikat kedua tangan Nayra dan mendorong Nayra pelan keatas kasur yang Nayra duduki tersebut.
" Apa yang kamu lakukan Aditama!!" Teriak Nayra
Aditama pun langsung mengambil perekat berwarna hitam untuk menutup mulut Nayra dia pun tertawa dan langsung keluar dari kamar tersebut dan menunggu kedatangan Lidya.
Kemudian sebuah taksi pun memasuki halaman rumah Nayra, seorang wanita keluar dari mobil taksi tersebut, siapa lagi kalau bukan Lydia.
Setelah dia membayar taksi itu kemudian taksi meninggalkan rumah tersebut, dia pun langsung melangkah menuju ke pintu utama rumah Nayra, karena pintu rumah itu tidak terkunci, memudahkan dia masuk ke dalamnya, Aditama menyambut kedatangan Lidya dengan senyuman manisnya,mereka berdua pun langsung menuju ke kamar Nayra, Karena dia sudah dihubungi oleh Aditama sebelum dia sampai terlebih dahulu di rumah Nayra, terlihat Nayra yang meringkuk dengan kaki dan tangan diikat serta mulut tertutup dengan perekat berwarna hitam, membuat Lidya tersenyum puas!!
" Ternyata kamu memang benar-benar membuktikan, kalau memang kamu sudah memilih aku dan tidak akan pernah terikat kembali dengan Naira."
" Kamu percaya kan sekarang!kalau aku ini memang memilih kamu, apakah kamu masih belum percaya denganku? dan kamu tidak akan meninggalkan aku? kamu tidak tergoda lagi dengan laki-laki yang memiliki perusahaan maju mundur grup itu?"
" Iya sayang, Aku tidak akan pernah tergoda lagi dengannya, dan aku tetap akan bersama denganmu." ucap Lidya tersenyum.
Setelah kepergian Lidya saat dia marah dengan Aditama dikantornya, Aditama pun kemudian mengejar Lidya dan memberikan penjelasan kepada Lidya panjang lebar,akhirnya Lidya mau menerima keputusan dari Aditama yang tetap memilihnya, dan tidak akan pernah tergoda lagi dengan Nayra, ditambah lagi Aditama mengetahui dari keluarganya,kalau anaknya mendapatkan bantuan sebesar lima ratus juta,dia seperti ketiban durian runtuh! karena dia sudah mendapatkan kepercayaan Lidya lagi, dan mendapatkan uang bantuan anaknya tersebut, bodohnya Aditama,dia pun tidak menanyakan uang tersebut didapat dari mana, karena dia sudah silau dengan jumlah yang sangat besar tersebut,sama dengan keluarganya yang tidak mencari tahu dahulu kebenarannya itu.