
" Neny tunggu!"
" Kenapa kamu menghindar dari Om ? om cuma ingin tahu keadaan keluarga kamu itu aja." ucap Yadi.
" Neny nggak menghindar om. tapi Ayah yang bilang kalau keluarga kami harus menutup diri."
" Kenapa dan ada apa?"
" Kalau om dan teman-taman om mau tahu mari ikut Neny kedalam." ucapnya sembari melangkah menuju arah pintu samping, dan terlihat papah Boby dan Abi Yosep mengintif dari luar melalui kaca jendela rumah pak Gatot.
" Eh,,,ngintip mulu." ucap Ayah Candra sembari menarik tangan kedua sahabatnya tersebut.
" Hehehehe..." mereka berdua hanya tertawa.
Kemudian mengikuti yang lainya menuju kearah pintu.
" Ayah...Bunda Neny pulang..."
" Udah pulang nak...? bawa sini obatnya karena Bunda kamu sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakitnya." ucap suara seorang laki-laki yang berada didalam kamar.
" Masuklah om..." ucap Neny.
Neny adalah seorang gadis belia yang baru berumur belasan tahun, dia adalah anak dari istri keduanya, karena istri pertamanya dengan membawa kedua anaknya pergi entah kemana dan Gafot tidak bisa lagi bertemu dengan kedua anaknya tersebut, istri pertamanya memilih berpisah darinya karena kesalahan yang diperbuatnya yang dirasakan istri pertamanya itu menyakiti hatinya, semenjak berpisah Gatot tidak pernah lagi bertemu dengan istri dan kedua anaknya itu sampai sekarang, setelah dia keluar Bui dia mempersunting wanita yang baik hatinya mau menerima pak Gatot apa adanya.
" Apakah benar ini rumahnya si Gatot sih, setahu aku dia punya anak sudah besar, tapi kenapa ini anaknya seumuran dengan anak ku Almira ya." ucap papah Andre pada papah Boby.
" Iya juga ya, aku juga baru sadar." Sahut papah Boby.
" Ya udah kalau gitu, kita lihat aja dulu, benar apa enggaknya " sambung Ayah Candra sembari melangkah menuju kearah dalam rumah itu dan mereka pun langsung duduk dilantai ubin keramik rumah tersebut karena rumah itu kosong tanpa perabotan apa pun, cuma ada rak sepatu dekat pintu depan selebihnya tidak ada apa-apa.
" Ayah..ada tamu." Ucap Neny memberitahukan pada Ayahnya.
" Tamu ? kan Ayah sudah bilang jangan bawa orang masuk, ntar Bunda kamu malu lagi.!"
" Tamuya saya om, Yadi."
" Yadi,ada apa nak Yadi kesini.?"
" Ada yang ingin bertemu dengan om Gatot."
" Bertemu dengan saya? siapa ya? tanyanya, kemudian dia keluar dan menutup pintu kamar istrinya dan menyuruh Neny menjaga bunda
" Siapa nak Yadi ?"tanyanya ulang pada Yadi,sambil berdiri didepan pintu kamar istrinya itu, Yadi berusaha menengok kearah dalam karena keingintahuannya yang dalam, ada apa didalam.
Yadi pun langsung mengawasi pak Gatot dari ujung kaki sampai keujung rambut.
" Ada apa nak Yadi.?"
" Maaf om katanya om kemaren mengalami kecelakaan, syukurlah kalau om tidak apa-apa."
" Iya nak, om yang mengalami kecelakaan bersama istri om, tapi istri om lah yang keadaanna sangat parah dan mengalami shock yang berat sampai tidak ingin bertemu dengan orang-orang yang ada diluar sana." Ucapnya, tapi Gatot tidak melihat keberadaan tamunya karena tamunya itu berada diruang tamunya tersebut.
" Siapa tamunya, dan dimana sekarang mereka. "ucap pak Gatot menyanggah omongan Yadi.
" Ada om diruang tamu."ucapnya sembari mengikuti langlah pak Gatot keruang tamu, dan saat sampai dia melihat para tamunya itu, terutama ketiga orang yang terlebih dahulu dikenalnya, sedangkan Abi Yosep dikenalnya saat dia berada dalam bui.
" Pak Andre " ucapnya sembari menyalaminya, dilanjutkan dengan Ayah Candra, papah Boby dan Abi yosep dan langsung yang lainnya, saat dia menyalami Smith dia menatap Smith dengan lekatnya.
Kemudian dia melepaskan tangannya dan duduk di hadapan mereka semua.
" Maaf pak ada apa ya pak," ucapnya terlihat gagu karena dia masih merasa malu dengan papah Andre karena masa lalu dia yang sangat jahat dengan mantan bosnya itu.
" Nggak usah gagu seperti itu pak Gatot, gimana sekarang keadaan kamu?" tanya papah Andre sembari menatap wajah mantan Anak buahnya itu karena sudah hampir bertahun-tahun dia tidak melihat rupa wajah dan keadaan Gatot.
" Pak gatot, saya dengar katanya kamu kecelakaan gimana ceritanya.?" tanya Papah Boby.
" Iya pak Boby, tapi saya tidak apa-apa, melainkan istri saya yang parah, ceritanya panjang pak,ntar bosan lagi kalian mendengarnya."
" Dipangkas aja dan di perpendek selesaikan."ucap Aby Yosep tersenyum
" Heheheh...bapak bisa aja, oh iya pak ada apa ya pak?"
" Begini pak Gatot, kami kesini mau bertanya dengan bapak, bapak sebenarnya berapa orang saudara pak Gatot?" tanya Ayah Candra memulai pembicaraan yang utamanya.
" Saudara saya cuma ada dua pak, tapi sekarang saya nggak pernah ketemu dengannya, apakah dia masih ada ataupun nggak ada." ucapnya terlihat sedih.
" Biy kamu kenal dengan pak gatot kaca ini.?" Tanya Morgan.
Abiyasa menggelangkan kepalanya
" Aku baru dengar, Ayah nggak pernah bilang pada ku kalau dia mempunyai kenalan seorang tokoh perwayangan heheh." sambung Arvin.
" Sedangkan Marco hanya menyimak aja pembicaraan mereka sembari tersenyum.
" Terakhir kali kamu mendengar kabar kalau saudara kamu itu ada dimana?" Tanya Ayah Candra.
" Saya mendengar kala itu dia berada jauh diluar Negeri, saya juga tidak mengira kalau dia merantau sangat jauh dengan istrinya."
" Bisakah om memperlihatkan fhoto saudara Om?" tanya Smith.
" Bisa...sebentar saya ambil dulu fhotonya." Ujarnya kemudian berjalan menuju kearah dalam beberapa saat Gatot kembali dan memperlihatkan fhoto tersebut pada Smith.
Saat Smith melihat fhoto tersebut dia terkejut dan rona kesedihan nampak diwajahnya karena fhoto itu adalah fhoto Almarhum Abi dan Uminya.
" Abi...Umi...Smith rindu..." Ucapnya sembari menatap wajah yang ada difhoto itu.
" Abi? Umi? Ucap Gatot sembari menatap kearah Smith.
" Om Gatot...ini adalah wajah Abi dan Umi saya, pak Gres dan Bu Ani. Ucapnya sembari menatap fhoto tersebut.
" Almarhum? Apakah adik saya sudah tiada nak?"
" Iya Om..." Smith mengangguk dan tanpa malu lagi Gatot langsung menangis, Ayah Candra yang kebetulan duduk disamping Gatot pun langsung mengusap pundak Gatot.
" Sekarang saya hanya tinggal sendiri pak, saudara saya sudah menyusul kedua orang tua saya, saya sangat bersalah pada mereka semua, saya yang menggoreskan luka dihati kedua orang tua saya dan Adik saya dan istrinya." Ucapnya sembari menatap kearah Ayah Candra.
" Tidak ada yang salah disini pak Gatot itu adalah ujian yang diberikan yang maha kuasa, selagi kamu bisa memberikan yang terbaik pada mereka yang sudah mendahului kamu, perbanyaklah mengirimkan doa untuk mereka, in sya Allah jika doa tersebut diberikan dengan iklas pasti akan tersampaikan." Ucap Ayah Candra dianggukkan mereka semua, suasana diruangan itu sangat haru.
" Iya pak...." Ucap Gatot sembari mengangguk.
" Sini Nak, paman adalah keluarga kamu satu-satunya..." Ucapnya sembari menatap Smith dengan penuh rasa senang karena dia sudah bertemu dengan keponakannya yang sudah puluhan tahun tidak bertemu.
" Oh ya pak Gatot, Smith mau menikah, dan calon istrinya adalah anaknya Candra." Ucap Papah Boby.
" Kamu mau menikah nak?" Tanya gatot.
" Iya Om..." Ucapnya sembari tersenyum.
" Syukurlah, terimakasih pak Candra sudah menerima dengan tulus iklas ponakan saya."
Ayah Candra hanya mengangguk dan menyunggingkan senyumannya.
" Maafkan Om ya Nak, karena kamu pasti malu mempunyai Om seperti saya ini, yang sudah pernah masuk Bui, terutama nenek kakek dan kedua orang tua kamu yang sudah saya jahati, kala itu, karena om sakit hati kalau Ayah kamu menikah dengan ibu kamu yang sebenarnya saat itu adalah wanita yang om sukai, namun ibu kamu tidak suka sama sekali dengan Om, karena bisikan setanlah yang membuat om khilaf dan mengusir kedua orang tua kamu untuk tidak pernah lagi bertemu dengan Nenek dan Kakek mu, maafkan om nak, Maafkan om..." Ucapnya sembari meraih tangan Smith dan langsung memegangnya, Smith hanya menganggukkan kepalanya diapun memaafkan kesalahan pak Gatot pada kedua orang tuanya yang sudah tiada agar meluaskan dan menerangi kubur kedua orang tuanya tersebut.