THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 144



Clarissa kemudian mendekati Abiyasa.


" Sudahlah Biy,enggak usah dibahas tentang dia, kita kan tujuannya untuk menyelidiki Maya bukan menyelidiki dia." Ucap Clarisa seraya berbisik dengan Abiyasa.


Ariel pun meninggalkan mereka berdua dan melangkah ingin mengambil minuman yang ada di tempat minuman yang tersedia,dia tidak menyadari kalau di sebelahnya ada Arvin, Arvin menatap kearah Ariel.


" Perasaan aku mengenali wajah laki-laki ini tapi di mana. ya ?" ucap Arvin sembari menatap kearah Ariel yang sedang menunggu minuman yang dipesannya tersebut.


Sementara Ariel tidak menghiraukan Arvin yang sedang duduk di meja dekat minuman berada.


Arvin berusaha keras untuk mengingat siapa sebenarnya laki-laki yang ada disampingnya itu,Ariel pergi begitu saja setelah mendapatkan minuman yang dipesannya dan meninggalkan meja dimana Arvin berada.


Lagi-lagi Arvin berpikir keras.


" Siapa sebenarnya dia, kenapa aku tidak mengingatnya?" Ucapnya berbicara sendiri sembari menatap Ariel yang barusan saja melintas di hadapannya itu.


Dia memegang keningnya memijatnya pelan.


" Astaga...! itu kan laki-laki yang pernah beberapa tahun lalu berbicara dengan Maya saat aku setengah sadar dan tidak waktu itu." ucap Arvin seraya bergumam menatap ke arah Ariel yang menuju kearah meja Maya dan Morgan.


Terlihat Maya sangat manja dengan Morgan dia selalu memegang tangan Morgan dan bergelayut manja di lengan Morgan serta merebahkan kepalnya di bahu Morgan.


" Anindita sayang ku, maafkan aku ya sayang karena ini sebagian dari peran yang harus kujalani." Batinnya seraya menatap kesal dengan Maya.


Kemudian gawai Morgan berbunyi sebuah chat pribadi masuk.


" Maaf Nadine tolong lepaskan dulu tanganku,aku mau melihat gawaiku karena ada chat pribadi masuk, itu pasti dari mamahku,kalau tidak dibalas bisa berabe nantinya." Ucapnya tersenyum.


Maya tersenyum.


" Oh dari calon mertua ku ya?" Ucapnya manja.


" Calon pencabut nyawamu Mayat hidup,mana mau mamah ku punya menantu kaya kamu Mayat.!!" Geram batinnya Morgan.


Dia pun membukanya ternyata dari om Bobby.


" Hei! Bule jangan terlalu nempel mertuamu sudah mau naik pitam nih " Isi chat pribadinya dengan Morgan.


Morgan tersenyum.


" Apa kata mamahmu sayang.?" Tanya Nadine palsu.


" Kata mamah, jangan terlalu dekat dengan ku karena kita belum ada ikatan." Ucap Morgan santai.


" Kok Mamahmu tahu?" Tanya Maya.


" Iya mamahku tahu karena mamahku itu seorang ahli nujum dan sekali tepak semua yang diinginkan pasti terlihat." Senyum Morgan mengembang


" Memangnya ada dimana mamahmu?"


" Ada di luar negeri, dan Mamahku itu pasti mengetahui masa lalu orang yang sudah dekat denganku walaupun beberapa saat." Ucap Morgan melirik sesaat pada Maya.


Maya terdiam sejenak,dia mulai terlihat gelisah,disamping dia sudah meneguk minuman berakohol sebelum bertemu dengan Morgan jadi otaknya sedikit tidak bisa berpikir jernih.


" Pekerjaan Mamah mu apa?"


" Disamping mamahku bisa melihat masa lalu orang pekerjaan dia menjalankan bisnis keluargaku."


" Kalau kamu pekerjaannya apa?"


" Aku pedagang."


" Pedagang?"


" Iya pengangguran dalam gang hahaha.." ucapnya tertawa lebar.


Maya tertawa tipis dia masih berpikir dengan apa yang dikatakan oleh Morgan,antara percaya dan tidak menjadi seimbang.


Ariel yang sedang menatap Clarissa yang tertawa cekikikan dengan Abiyasa membuat darah Ariel menjadi beku,karena sudah terlanjur menyukai Clarissa yang berubah nama menjadi Bulbul.


" Hei, Ariel...kalau kamu menyukai Bulbul segera saja deketin, kan dia dengan Patrik tidak ada hubungan apa-apa, masih ada peluang dong kamu mendekatinya." Ucap Morgan sedikit keras.


Tanpa pikir panjang lagi,Ariel kemudian mendekati Clarissa kembali setelah dia mendengar ucapan Morgan.


Abiyasa dan Clarissa menatap kearah Ariel.


" Ngapain lagi kamu datang ke sini.?" Ucap Abiyasa.


" kamu kan duduk disitu bersama teman-temanmu itu." Lanjut Abiyasa lagi.


" Masalah buat kamu? Aku ingin mendekati cewek ini." Ucapnya.


Mendengar ucapan Ariel,Clarissa sudah tidak sabar ingin mencekik leher Ariel karena terlalu sok kegantengan dihadapannya, tapi karena sebuah skenario dan sandiwara yang harus diperankan oleh Clarissa sebagai wanita yang lemah lembut,dia pun akhirnya mengikuti aturan dari Morgan walaupun itu bertolak belakang dengannya,tapi karena sahabat yang harus dibantunya ,apapun perannya dia harus tetap menjalaninya.


" Maaf Ariel aku tidak suka dengan kamu " Ucap Clarissa.


" Bulbul aku suka denganmu pertama kalinya aku bertemu sekarang ini dengamu hatiku sudah mentok sayang." Ucapnya.


" Cih! najis aku!!" Batinnya mengumpat.


" Aku tidak suka Ariel, aku sukanya dengan lelaki yang sudah mapan." Ucap Clarissa.


" Maksud kamu? aku tidak mapan" Ucapnya seraya menatap kearah Clarissa dan hendak meraih dagu Clarissa,tapi langsung di tepiskannya tangan Ariel oleh Clarissa.


Melihat putrinya yang sedang diganggu oleh Ariel itu,Papa Bobby pun terlihat murka.


" Ndre, tanduk Boby sudah mulai muncul " Ucap Ayah Candra tersenyum.


" Waduh Dra, Ndre,kepala Boby Mulai berasap." Sambung Abi Yosep.


" Maju Mak Tom Cruise, tiba saatnya beraksi." Ucap papah Andre.


Mereka sengaja ngomong seperti itu karena mereka ingin melihat aksi mak Boby yang sudah tenggelam, padahal mereka tahu saja kalau Clarissa dan yang lainnya mampu menyelesaikan semuanya.


Papah Boby tidak pikir panjang lagi dia maju seraya berkata dengan para sahabatnya itu,


" Kalian tunggu aja di sini, aku maju ke sana." Ucapnya dengan emosinya yang sudah membara.


" Eh sob, sabar mak,ngapain kamu maju ke sana mak, kamu udah tua." Ucap Ayah Candra tersenyum.


" Kamu nggak lihat noh anakku diganggu sama laki-laki yang kurang kerjaan seperti itu pakai bawa minuman berakohol lagi." Ucapnya.


" Ya udah Mak Boby beres kan sekarang!lancarkan rencana mu Mak!" Ucap Papa Andre sembari tersenyum.


" Kami akan memantau disini Mak, semangat!" Ucap Abi Yosep terkekeh.


" Sahabat nggak ada Akhlaknya!" Ucap Papah Boby seraya meraih kepala Abi Yosep dan menyimpannya dibawah keteknya.


" Bob, bau tahu! cepat noh, ntar anakmu di embat tuh sama si kutu kurap!" Ucap Abi Yosep.


Papah Boby melepaskan himpitannya,dengan gagahnya papah Bobby pun melangkah menuju ke meja dimana Clarissa dan Abiyasa duduk, papah Andre, Ayah Candra dan Abi Yosep tersenyum melihat Papah Boby mulai melancarkan aksinya.


" Waduh ngapain Om Boby menuju ke sana,bisa berabe nih rencana, karena emosinya Om Bob kan sangat tingkat dewa." Gumam Arvin seraya menepuk jidatnya sendiri.


" Kita lihat apa yang dilakukan oleh Bobby dia kan punya ribuan rencana tersendiri." Kata ayah Chandra seraya menatap ke arah Papa Bobby yang terus melangkah menuju ke meja Clarissa.


Sesampainya di meja Clarisa dia pun tersenyum, Clarissa kaget karena papanya sudah berada di depannya.


" Papah ngapain kesini, kan belum disuruh lancarkan aksinya." Batin Clarissa seraya menatap Papah Boby.


Abiyasa kemudian menepuk jidatnya sendiri tanpa sepengetahuan Ariel.


" Ya sallam! akhirnya dedengkot datang juga ke sini, Wassalam akhirnya kamu Ariel sebentar lagi." Gumam Abiyasa sembari tersenyum.


" Halo sayang boleh om duduk di sini?" Ucapnya pada Abiyasa dan Clarissa.


"Oh boleh dengan senang hati Om." ucap Carissa.


" Mati aku,papah sendiri dibilang Om!" Gumamnya tersenyum seraya menatap Papahnya sendiri.


Ariel pun menoleh kearah Papa Boby.


" Hei,omm ngapain om duduk di sini,itu kan bagian ku, mana mau sih dia sama Om." Protes Ariel sedikit emosi.


" Terserah aku dong aku bisa membayar tempat ini bahkan tempat ini pun bisa aku beli, bukan tempat ini saja yang bisa aku beli,tapi dirimu pun bisa aku beli." Ucap papah Boby santai sembari tersenyum dengan sumbringah. Ariel terkejut dia menatap ke arah papah Bobby.


" Apeslah kamu Ariel, ketemu bapak dan anak yang sebelas dua belas mulutnya yang sangat pedas." Batin Morgan seraya bersendekap tangan dan memijit keningnya sembari menggelengkan kepalanya tersenyum ditahan.


" Woi Om!sadar Om !Om sudah tua! kasihan istri Om di rumah minta keloni, udah Om pulang aja sana, sudah tua juga masih aja keliaran dimalam hari, masuk klub lagi, masih aja senang daun muda!" Ucap Ariel seraya mencibir.


" Masalah buat kamu hah?!aku memang udah tua tapi tenaga aku masih muda coy! kalau kamu ingin merasakan tenaga aku ayo kita duel di sini, mau?!" Ucap Papah Boby seraya menantang Ariel, karena Ariel terlihat bertengkar dengan seorang om-om akhirnya kedua temannya Ariel pun mendekati Ariel.


" Ada apa Ariel?"


" Ini nih yang udah tua bikin masalah aja."


" Memangnya kenapa dengan Om ini ?mau kita bereskan kah?" Ucap salah satu dari temannya Ariel.


" Eh kunyuk! mau membereskan aku?kalau mau membereskan aku langkahi dulu tuh mayatnya dia!" Ucap Papah Boby tersenyum sembari menunjuk ke arah Ariel.


Ariel terkejut dan menatap papah Boby dengan lekat.


" Enak aja! mau melangkahi mayat ku! Om aja tuh yang sudah tua, ini kan klub untuk orang yang muda tidak untuk Om seperti anda!" Ucapnya sinis pada papah Boby.


" Heh ari-ari buaya!!Tempat ini bebas, baik yang muda ataupun yang tua! kamu aja yang tidak beruntung walaupun aku tua tapi aku mendapatkan daun muda hahaha!! tapi kamu muda tidak mendapatkan apa-apa hahaha" Ucap papah Boby tertawa lepas.


" Halo Sayang? bisa kenalan tidak nih" Ucapnya menyapa Clarissa, Clarissa dengan senang hati langsung menjabat tangan dan berlaku mesra dengan papa Bobby sembari menatap kearah Ariel dengan tajam.


" Ya iyalah aku berlaku mesra kan ini papa aku." Gumam Clarissa tersenyum manis ke arah Ariel.


Ariel terlihat bingung..


" Kamu itu cewek macam apa sih? aku ini lebih muda dari pada Bapak yang tua ini, baru setengah jalan aja dia sudah letoy kalau kamu ingin membuktikan dengan diriku aku ini kuat aku masih muda ganteng lagi." protes Ariel.


" Emang sih Om ini ganteng tapi tenaganya sudah tidak kuat lagi." Ledeknya sambil tertawa lepas di ikuti dengan kedua temannya tertawa lepas, Maya dan Morgan langsung bergabung kemeja mereka karena terlihat sangat serius dalam pembicaraan mereka.


" Eh curut!! kalau masalah tenaga kamu tidak perlu menanyakan itu, kamu bisa aku lempar dari sini dengan satu tangan ku ini! mau hah?!!" Ucap Papah Boby mulai muncul emosinya.


Ariel pun terkekeh mendengar ucapan dari papah Bobby seakan-akan Kekehannya itu hanya mengejek Papa Bobby saja, Papa Bobby dengan santainya Dia kemudian merangkul Clarisa dan mengajaknya duduk, Clarissa pun langsung merangkul tangan papahnya dan mereka duduk bersama, Abiyasa ingin sekali melepaskan tawanya melihat Ariel yang cengengesan karena Clarissa berdua dengan papa Boby.


" Mulai deh tuh semua penghuni yang sudah diam tanpa dipanggilnya beberapa tahun sekarang akan di absennya tuh." Ucap Abi Yosep.


Papah Andre dan Ayah Candra tertawa lepas mendengar ucapan Abi Yosep.


" Gimana sekarang kalau kita kesana? anggap saja kita ini teman dia yang udah lama tidak bertemu." Lanjut papah Andre mengajak kedua sahabatnya.


" Boleh, lebih dekatkan lebih baik nih mendengar ceramah mak Boby yang sudah lama tidak didengar." Sambung Ayah Candra.


Mereka pun kemudian berdiri dan melangkah menuju ke arah meja di mana Papah Bobby berada, sesampainya di meja papah Bobby Mereka pun langsung pura-pura terkejut melihat papah Bobby


" Bukankah kamu Bobby?" Tegur Abi Yosep.


Papah Boby pura-pura menoleh ke arah ketiga orang yang telah menegurnya.


" Astaga kita bertemu di sini juga ya." Ucap papah Bobby pura-pura mengenali ketiga orang tersebut dan menyalami mereka.


" Gimana kabarmu sekarang? baik ajakan istri dan anakmu?" Tanya Ayah Candra.


" Baik-baik saja."


" Tapi kamu sudah punya istri dan anak kenapa kamu berduaan lagi dengan wanita muda ini.?" Tegur Papah Andre.


" Jangan salah namanya juga puber ke-100." Ucapnya santai,kemudian mereka duduk di samping Papah Boby, Maya atau Nadine palsu pun terperangah karena dia bingung melihat bapak-bapak tua itu berada di meja tersebut dan dia pun merasa jengkel dengan papa Boby karena temannya merasa tersaingi dan tidak bisa mendapatkan Clarissa.


Ariel kemudian duduk di samping Maya dia menghentakkan gelasnya di atas meja.


" Dasar tua bangka sudah tua makin menjadi istri dan anak sudah ada di rumah masih aja suka daun muda.!"


" Udah bapak tua itu kan nggak mampu untuk minum minuman berakohol, coba aja gih kamu ambil dan kamu tantang bapak itu agar dia bisa meminum itu siapa yang menang dialah yang berkuasa mendapatkan Bulbul, Kamu kan tahu tidak ada yang bisa mengalahkan kamu dalam minuman itu." Ucap Maya kepada Ariel dia tidak menyadari kalau ada Morgan disamping Maya.


" Benar tuh ajak aja pak tua itu! Ntar dia kalah juga kok, yakin deh!" Ucap Morgan seraya tersenyum.


" Nah sayangku Dedy juga setuju,apalagi yang kamu ragukan Ariel, kalahkan tuh om tua bangka itu, kamu pasti bisa Ril" Ucap Maya pada Ariel.


" Kamu yang kalah Ariel!!" Batin Morgan dengan senyuman sinisnya.


Ariel pun langsung menghentakkan gelasnya dimeja yang ada didepan Papah Boby.


" Hei Om tua! om tadikan menantang aku duelkan?! sekarang aku tantang kamu om meminum minuman yang ada disini,siapa yang kalah dia harus pergi dari klub ini dan mendapatkan Bulbul!" Tantang Ariel.


Mereka tersentak dan saling berpandangan.


" Astaga! Ariel ini ***** banget sih dengan Clarissa, bagaimana dengan om Boby? minum aja nggak pernah gimana mau menang dengan tantangan itu." Batin Abiyasa seraya mengusap Wajahnya dengan pelan.


" Oke aku siapa takut." Ucap Papah Boby lantang!


Mereka semua yang ada di meja tersebut terkejut dengan ucapan papah Boby yang mau menerima tantangan Ariel.