
Mendengar Clarissa berbicara seperti itu,tante Diana menatap ke arah Clarissa dengan tatapan sinis.
Clarissa hanya tersenyum santai menanggapi tatapan tante Diana yang ada dihadapannya tersebut.
"Tante saya jelaskan kepada tante hidup itu penuh rintangan tante, rintangan itu harus kita jalani, kalau rintangan itu membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik apa salahnya kita menghadapi rintangan itu, Tapi kalau rintangan itu menjadikan hidup kita sengsara ngapain kita teruskan menjalani rintangannya lebih baik di hindari,intinya hidup ini banyak rintangannya tante, Kalau banyak rantangan berarti itu catering,makanya sekarang rintangan tante yang ini harus di hindari,karena rintangan ini adalah rintangan yang di buat oleh anak tante yang gila ini" ucap Clarissa lagi.
"Enak dong! Kalau banyak Rantangan, biar tambah gendut!" Sahut Morgan lagi dengan santai.
"Ho..oh..!Makanya tante!gendut kan tuh anak nya tante,biar nggak kurus kering kayak gitu,seperti kucing kering aja nggak pernah makan! "ucap Clarissa santai.
Arvin tertawa,dan Biyas tersenyum
" Begitu pedas nya mulutnya Clarissa, walaupun mulutnya pedas tapi hatinya baik, dia bermulut pedas itu kepada orang-orang yang memang sudah sangat keterlaluan, baik kepada keluarganya, sahabatnya ataupun sama dirinya,dan dia juga peduli dengan orang lain.walaupun wanita tapi dia mempunyai jiwa preman yang tingkat dewa tapi jiwa preman yang baik." ucap batin Biyas Seraya menatap Carissa sambil tersenyum.
" Mulai lagi ceramahnya" ucap Arvin berbicara dengan Biyas seraya menyenggol Biyas sambil tersenyum menatap Clarissa, dianggukkan oleh Biyas tersenyum juga.
Clarissa melirik Abiyasa dan Arvin tersenyum-senyum padanya.
"kurang asem dua orang ini, malah senyum-senyum melihat aku,apa di kiranya ceramah apa aku ini" ucapnya sambil menjulurkan lidahnya kepada kedua sahabatnya tersebut.
Abiyasa memang tidak terlalu banyak bersuara kepada tante Diana ataupun Mela, karena dia tahu bagaimanapun dia tidak melakukan apa-apa terhadap Mella anaknya tante Diana.
lagi pula Abiyasa juga mempunyai bukti melalui rekaman CCTV yang ada di balkon kamarnya.
Jadi dia merasa santai santai aja menghadapi masalah ini, ditambah lagi kehadiran Clarissa karena dialah yang paling utama akan menyidang orang-orang yang sudah terlanjur dia lihat dan dia mendengar permasalahannya.
Mereka semua terdiam dan menunggu Morgan datang dari ruangan CCTV membawa bukti nya.
Berapa lama kemudian Morgan datang membawa rekaman CCTV tersebut kemudian mengambil laptop Abiyasa yang ada di dalam kamarnya seijin Abiuasa,dan mereka melihat melalui laptop.
Mereka memperhatikan rekaman CCTV itu,khusus di balkon kamar Abiyasa.
"Matilah aku!,sebenarnya aku sendiri yang masuk ke dalam kamar itu, dan aku sendiri juga yang mau mencium Abiyasa, dan ingin sekali aku mengabadikan kemesraan bersama Abiyasa, dan ngirimnya ke calon istrinya serta ingin membatalkan pernikahan mereka berdua, aku semua lah yang mengada-ngada itu, mudah mudahan CCTV nya rusak dan bukti nya tidak ada" batin Mela.
Clarissa menatap kearah Mela yang sedang menundukkan kepalanya dan meremas-remas jari tangannya,
"Akhirnya kamu merasa gugup dan takut kan karena bukti ini tidak bisa dipungkiri lagi,kecuali kamu dan ibu kamu menghapus rekaman CCTV itu barulah semuanya tidak bisa membuktikan" ucap Risa sambil tersenyum tanda kemenangannya kepada Mella.
Clarissa kemudian menoleh kearah tante Diana dan dia pun bersuara.
" Kenapa tante? mulai gelisah? takut ya ?kalau bukti itu emang ada? yang salah itu adalah anakmu, lagian Kenapa juga keterangan yang di dengar cuma keterangan dari anak kamu aja, dan kamu tidak mendengar dari korbannya."ucap Clarissa sambil tersenyum manis kepada tante Diana.
Tante Diana langsung menoleh ke arah Clarissa karena Clarissa bicara seperti itu kepadanya.
"Kamu memang keterlaluan!! selalu saja ikut campur urusan orang,seharusnya kamu sadar kamu itu siapa" ucap tante Diana masih bersuara dengan ketus, dan menatap Clarisa penuh amarah.
"Kan sudah saya bilang saya ini kan seorang peramal yang sangat handal dan terpercaya,Kalau tante mau tahu sama saya klik aja di internet,dangan judul Clarissa peramal handal dan jiwa preman tingkat dewa, peramal terhandal yang tidak bisa dikalahkan oleh siapa saja" ucapnya tersenyum mengejek pada tante Diana dan Mela.
Tante Diana merasa muak melihat dan mendengar Clarissa berbicara seperti itu padanya.
"Berani benar gadis ini berbicara seperti itu di depanku, dia tidak tahu siapa aku,dan ingin rasanya mencakar cakar wajah nya" ucapnya
" Silahkan tante, kalau mau mencakar-cakar Saya,ayo mari kita berdua duel tante,di depan halaman nya lebar,"ucap Clarissa tersenyum kejam pada tante Diana.
Tante Diana kaget mendengar perkataan Clarissa, dua kali Clarissa tahu akan perkataan hatinya,seakan-akan Dia bisa membaca jalan pikirannya.
Tante Diana langsung terdiam.
Kemudian Arvin memperlihatkan rekaman CCTV kepada tante Diana.
" Lihatlah tante siapa yang salah dan siapa yang benar!lihat dari awal detik ke berapa, menit ke berapa dan jam berapa, kalau kesalahan itu ada di tangan anak tante sendiri, dan tolong kalau sudah melihat rekaman ini tante seharusnya sadar,siapa yang salah dan siapa yang benar" ucap Arvin kepada tante Diana.
Kemudian tante Diana memperhatikan detik demi detik rekaman CCTV tersebut.
Tante Diana sudah mulai berkeringat, ternyata yang salah di rekaman itu adalah anaknya sendiri, yang terobsesi dengan Abiyasa dan menginginkan Abiyasa sebagai pendamping hidupnya.
Tante Diana memang menyadari kalau anaknya menyukai Abiyasa, tapi dia tidak kepikiran sampai seperti ini kehilangan akal sehatnya,untuk membela anaknya dan mempermalukan diri dia sendiri.
Dan tiba-tiba ...
" Plak" tante Diana memukul anaknya, dia memberikan gamparan kepada pipi anaknya,semua orang terkejut melihat adegan itu.
" Aw..sakit ya!" ucap Clarissa spontan.
Langsung saja mulut Carissa ditutup oleh Arvin dengan satu tangannya, Arvin yang berada berdiri di sampingnya dan Arvin memberikan kode kepada Clarissa agar menutup mulutnya Clarissa tersenyum sambil mengangguk.
Mela terkejut, karena tamparan sang Mami dia langsung menatap pada Maminya seraya memegangi pipi nya.
" Kenapa mami menampar Mela seperti ini? Mela ini anak mami seharusnya Mami menampar mereka semua, karena mereka semua yang membuat aku seperti ini bisa saja kan CCTV itu dibuat untuk membolak-balikkan fakta" ucapnya.
" Eh sundel bolong!!" Ucap Clarissa.
" Hantu dong Ris" ucap Morgan tersenyum.
" Dia emang hantu,bahkan dedengkotnya hantu,
sudah tahu Salah, masih aja membela diri, nggak tahu malu kamu, kamu tidak tahu kerja CCTV hah!! Apa yang kamu pelajari selama di luar negeri?dasar cewek edan!! kamu bilang sekali lagi CCTV salah,aku gigit juga nanti kamu tau rasa nanti robek!! Mau kamu hah!! ngomong tuh pakai akal jangan pakai dengkul!!" ucap Clarisa.
" Mau tuh kamu ku bawa ke kandang cobra hah!!biar kamu tahu rasa bisanya tuh kayak apa rasanya!! lama-lama ku sembur juga kamu ini dengan bisa ku!! Biar kamu rasakan kaya apa bisa yang ku semburkan hahaha,apa liat liat hah!!" ucapnya seraya menatap kearah Mela, karena Mela menatap Risa tanpa kedip.
"Nah rasakan kamu Mela, belum di sembur aja sudah terasa bisanya Risa apa lagi disembur" celetuk Morgan santai.
Tante Diana tidak bersuara sama sekali saat Clarisa bersuara seperti itu kepada anaknya.