
Setelah pengucapan ijab kabul,bapak penghulu langsung membaca doa untuk semua.
Setelah pembacaan doa kemudian Ayesha dibawa keluar untuk duduk berdampingan dengan Abiyasa suaminya tersebut.
Ayesha di apit beriringan melangkah oleh Anindita dan Clarissa.
semua mata tertuju kepada Ayesha dengan balutan kebaya putih dan hijab senada,yang menambah kecantikan di wajahnya.
Dia berjalan menuju ke arah Abiyasa,Abiyasa terpana melihat istrinya yang sangat cantik baru 2 hari dia tidak bisa bertemu Abiyasa merasakan bagaikan 2 tahun tidak bertemu dengan sang istri tersebut.
Kemudian Ayesha duduk di samping Abiyasa, Pak penghulu kemudian menyodorkan beberapa kertas yang harus ditandatangani oleh mereka berdua, dengan senang hati mereka berdua menandatangani surat surat pernikahan mereka itu.
Setelah itu dilanjutkan oleh Abiyasa mengambil kotak cincin pernikahan mereka yang sudah tersedia diatas meja yang ada di depan mereka.
Abiyasa menyematkan cincin pernikahannya ke jari manis tangan Ayesha, Begitu juga dengan Ayesha menyematkan cincin pernikahan mereka di tangan kanannya Abiyasa.
Abiyas mencium kening sang istri Ayesha memejam kan matanya meresapi kebahagiaannya di hari ini karena dia sudah sah menjadi seorang istri dari Abiyasa putra Wibawa.
Tak terasa air matanya menetes dengan begitu saja lolos, Abiyasa melihat sang istri menangis karena bahagia,dia langsung menghapus air mata istrinya tersebut dengan 2 tangannya dan menggelengkan kepalanya serta memberi kode dengan matanya agar istrinya tidak mengeluarkan air matanya.
Ayesha tersenyum kepada sang suami kemudian dia mencium punggung tangan suaminya dan Abiyasa mengelus kepala istrinya. semua yang melihat itu terbawa suasana yang sakral itu.
" Romantis" ucap Arvin Seraya memeluk Morgan.
"Ish...ish... apa-apaan kamu ini, jangan nangka makan nangka dong, jangan permalukan jenis kelamin, ingat itu" ucapnya berbisik kepada Arvin seraya mendelik kearah Arvin.
Arvin hanya tersenyum aja.
"biasa Morgan terbawa suasana aku nya" ucapnya terkekeh.
"Makanya cepetan sana cari Nadine,cepat dihalalkan seperti Abiyasa, enak kan tidak terbawa suasana lagi, tidur tidak sendirian tidak meluk guling mulu, setidaknya kan ada yang dipeluk. kalau guling mah nggak bersuara, tapi kalau yang kamu peluk Nadine pasti ada suara nya hehehe " ucap Morgan kepada Arvin .
Arvin hanya bisa mendelik ke arah Morgan, tapi delik kan Arvin itu bukan delik kan marah melainkan delik kan menggoda Morgan, dan langsung saja Morgan memberikan senyuman manisnya kepada Arvin dan Arvin kemudian menggelitik pinggang Morgan tanpa sadar Morgan bersuara tertawa lepas semua mata tertuju kepada Morgan.
Anindita mendekati Morgan dan Arvin.
" Apa-apaan sih kalian berdua ini" ucap Anindita langsung duduk di tengah-tengah antara Morgan dan Arvin.
Mereka semua tertawa melihat ulah mereka di samping kebahagiaan yang mereka rasakan mereka juga mendapatkan kebahagiaan yang tidak terkira, karena seluruh keluarga mereka sangat merestui hubungan mereka itu.
Abiyasa dan Ayesha langsung sungkem pada kedua orangtuanya.
Rasa bahagia yang sangat tak terhingga di rasakan oleh Abi Yosep dan Umi Vita,begitu juga dengan Papah Andre dan mamah Anisha,tawa,tangis yang mereka keluarkan tersebut adalah suatu kebahagiaan yang tak bisa di lukis kan oleh keluarga mereka masing masing.
Setelah acara sungkeman dengan kedua orang tuanya masing masing,mereka berdua bergandengan tangan menuju kamar ganti kembali untuk langsung melaksanakan acara resepsi yang di lakukan hari itu juga.
Nadine yang keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam melewati pintu samping,langsung menuju keruang ganti karena tiba waktunya untuk memakai baju rancangan nya.
Setelah selesai mereka memakai pakaian pengantin untuk resepsi, Nadine kemudian keluar kamar ganti tersebut,dia menikmati angin semilir di depan pintu samping gedung tempat acara pernikahan Abiyasa dan Ayesha.
Tiba tiba matanya tertuju pada seseorang yang pernah bertemu dengan nya tersebut.
" Bukan kah itu yang ngaku pak polisi itu ya? Sedang apa dia di sini?"
" Coba aku temui dia, aku mau bertanya apa kabar Cowok yang menggangu aku kemaren, katanya kan dia di penjara" ucapnya seraya mendekati Morgan yang sedang membuka mobilnya dan mengambil sesuatu dari dalam mobilnya.
" Nah ini dia" ucap Morgan dan saat dia berbalik dari pintu mobilnya dan menutup pintu tersebut tiba tiba dia terkejut.
" Pagi menjelang siang pak polisi" ucap Nadine tersenyum manis.
" Pagi menjelang siang juga mbak" ucapnya.
" Kenapa kaget pak? Aku bukan setan pak,aku manusia,masa setan cantik banget kaya aku ini" kekeh nya karena merasa lucu dengan tingkah Morgan yang terkejut.
" Maaf ya mbak, tadi saya keceplosan..." Ucapnya tersenyum getir.
" Gini pak, saya mau tanya?" Tanya Nadine.
" Tanya apa mbak? Kalau bisa saya jawab kalau nggak ya saya diam aja Mbak" ucapnya tersenyum setelah bisa menguasai keterkejutannya.
" Gimana kabar cowok pengganggu itu pak?" Tanya Nadine lagi.
" Nah kan mampus aku! " Gumam nya seraya garuk garuk kepalanya.
" Oh,,,dia mbak,tenang aja aman kok mbak" ucapnya.
" Jangan sampai Arvin kesini, kalau kesini habislah sudah riwayat ku" ucapnya dalam batinnya.
Di dalam ruangan...
" Lama amat sih Morgan, katanya cuma mau ngambil ponsel aja sih,tapi lama banget kaya berakar aja ponsel nya di dalam mobil." Ucapnya seraya berdiri dan berjalan keluar untuk menemui Morgan.
Mata Arvin menoleh kesana kesini mencari sosok Morgan,dan dia kemudian menemukan nya sedang berbicara pada seorang perempuan,Arvin tidak tahu kalau Morgan sedang berbicara dengan Nadine dan saat itu Nadine dalam posisi membelakangi Arvin.
" Dengan siapa Morgan bicara? Cewek dari mana itu? Wah parah ni anak, kalau Dita tahu pasti akan meletus tuh gunung merapi" ucapnya seraya mendekati Morgan.
" Morgan!" Teriaknya.
Morgan menoleh Kearah Arvin,dan ...
" Ya Sallam...mampus lah ikan koki pilihan jepang!" Ucapnya asal nyerocos.
Nadine juga ikut menoleh kearah belakang,dan Nadine berusaha mengenali siapa yang sedang berjalan kearah mereka.
Tapi Nadine tidak memfokuskan siapa yang datang,dia kemudian berbalik arah lagi menghadap Morgan.
" Apa kah dia masih di dalam penjara pak?" Tanya Nadine lagi.
"Iya mnak.." ucap Morgan.
" Morgan...dengan siapa kamu ngomong? Hati hati kalau ketahuan Dita bahaya lho,di kiranya kamu selingkuh lagi" ucap Arvin nyerocos,sedangkan Arvin tidak mengerti akan kode dari Morgan kalau dia di suruh pergi dari hadapannya.
Dan Nadine seraya mengenali suara tersebut dia langsung saja menoleh kearah Arvin.
" Selamat lah kamu Vin dunia dan akhirat" ucap Morgan seraya menepuk jidadnya.
Nadine terkejut dan juga Arvin terkejut ternyata Nadine adalah Sosok yang berbicara pada Morgan.
"Ya Allah ya Robby,bidadariku..." Ucapnya.
Nadine menoleh kearah Morgan dan kemudian menoleh lagi kearah Arvin dengan penuh tanda tanya besar di kepalanya.
Morgan memalingkan wajahnya saat Nadine menatapnya,begitu juga dengan Arvin terdiam.