
Sesampainya di rumah mobil yang di kendarai Abiyasa dan yang lainnya sampai di depan rumah keluarga Wibawa.
Mereka pun satu persatu keluar dari dalam mobil dan melangkah menuju kepintu utama rumah keluarga Wibawa tersebut.
" Assalamualaikum..." Ucap Papah Andre.
" Wa alaikumussalam.." jawab mamah Anisha seraya berjalan mendekati sang suami di ikuti para istri yang lain.
Mereka melangkah bersama sama menuju kearah ruang tengah.
" Akhirnya selesai yang di sini tinggal yang di sana." Ucap Abiyasa.
" Sekarang urusan yang di sana." Lanjut papah Boby.
" Yap!! Benar sekali." Lanjut Ayah Candra.
" Aku ikut ya kesana?" Pinta Abi Yosep.
" Tinggal aja,kamu kan baru sembuh, lagian bolak balik nggak bagus juga buat kamu Yos." Ujar papah Boby.
" Aku udah sembuh Bob, aku janji deh nggak macam macam,aku hanya ingin bertemu dengan Reno, aku rindu dengan ponakan ku itu." Ucapnya.
" Kalau sudah kelar di sana Reno kan akan di bawa pulang juga toh Yos..." Lanjut papah Boby.
" Boby ...ikut ?" Rengek Abi Yosep seraya memeluk papah Boby.
" Iya sayang...kamu ikut.." ucap Papah Boby terkekeh seraya mengelus pipi Abi Yosep.
" Ingat umur woy!...sudah pada mau punya cucu kelakuan kaya masih muda aja..." Sahut Ayah Candra.
" Hahahaha...." Sambung semuanya mendengar dan melihat keluakuan kedua orang tua di hadapan mereka.
Yah! Begitulah sifat dan kelakuan papah Boby dan Abi Yosep selalu saja mengundang tawa para sahabatnya dan orang orang yang ada di sekitarnya.
Setelah reda tawa mereka di sela sela penyelesaian masalah mereka kemudian fokus kembali dengan masalah yang di hadapi mbak Bella dan tante Dwi.
" Oh ya pah, si Ginos itu anak pengusaha yang bernama..." Abiyasa menggantung kalimatnya seraya berpikir sejenak.
Mereka semua menatap Abiyasa dengan tatapan keingin tahuan mereka terhadap orang tua Ginos.
" Ginos itu cuma memegang anak cabang nya aja di kota S, perusahaan induknya ada di surabaya masih di pimpin bapaknya, mungkin bapaknya seumuran papah." Ucap Abiyasa lagi.
" Iya siapa bapaknya itu?" Tanya Papah Boby.
" Abiyasa lupa om, ntar tunggu Morgan aja deh, karena teman nya Morgan yang tugas di sana yang menyelidiki si Ginos itu, tadi Biyas dapat telpon dari Morgan namun Morgan nggak selesai ceritanya karena dia keburu di panggil menghadap pimpinannya." Terang Abiyasa.
Mereka mengangguk kan kepalanya dan masing masing berpikir siapa sebenarnya si Ginos.
Beberapa saat kemudian mereka mendengar sebuah mobil memasuki halaman rumah mereka dan langsung saja mereka menoleh kearah pintu, dua orang lelaki gagah dan ganteng melangkah memasuki rumah keluarga Wibawa sambil mengucapkan salam dan di balas mereka seraya tersenyum, siapa lagi kalau bukan si Morgan dan Arvin dua orang polisi yang ganteng dan gagah,mereka menghempaskan tubuh mereka berdua di samping Abiyasa sahabatnya.
" Sudah selesai nih Biy rapatnya, telat dong kami." Ucap Morgan.
" Jauh dari kata selesai.." jawab Abiyasa santai.
" Maksudmu?" Sambung Arvin.
" Ya iya lah belum, karena rapatnya belum nyampai ketitik utamanya karena lagi menunggu kalian."
" Nunggu kami..?" Ucap mereka berdua.
" Iya Mor, kata Abiyasa kamu sudah tahu siapa orang tua dari si Ginos." Sambung papah Andre.
" Oh Ginos pah.?" Ucap Morgan enteng menyebut papah Andre dengan sebutan papah.
Semua mata menatap ke arah Morgan karena Morgan memanggil papah Andre dengan sebutan papah.
" Ada yang salah ya dengan ucapan ku?" Tanya nya seraya menatap mereka semua sembari tersenyum.
" Memang apa salahnya aku panggil papah?" Ucapnya lagi.
Mereka semua menatap Morgan tanpa kedip.
" Nggak salah kan " ucapnya lagi terkekeh.
" Memang ada masalah dengan kalian?" Katanya santai.
" Enggak!...enggak kok, sah sah aja." Ucap mereka tersenyum secara berbarengan.
" Tapi rasanya gimana gitu mendengarnya." sahut Arvin terkekeh.
" Denger tuh Ndre, itu sudah tanda tandanya mau segera di percepat." Sahut papah Boby.
" Nah itu dia maksudnya,om Boby aja tau yang Morgan inginkan." Ucapnya seraya tertawa pelan.
" Hahahah..." Papah Andre hanya tertawa saja.
" Kalau mau di percepat itu sih tergantung wanitanya, kalau papah sih ngikut aja,mau nya kapan." ucap papah Andre tersenyum.
" Ntar setelah masalah kelar kalian menikah semua" ucap Ayah Candra tertawa.
" Yes!!!" Ucap ketiganya,Morgan, Arvin dan Clarissa.
" Ginos itu anak siapa?" Tanya papah Boby langsung menatap Morgan.
" Ginos itu anak pak Robert." Ucap Morgan
" Pak Robert?" Tanya papah Andre.
" Iya pah, pak Robert itu kalau nggak salah dia itu di kenal dengan sebutan Mr. Robert, yang punya perusahaan di kota surabaya, dan si Ginos itu memegang cabang perusahaan di kota S, dia anak pertama dari pak Robert itu" Ucap Morgan lagi menjelaskan pada semuanya.
" Bob, pak Robert itu kan pernah kerja sama dengan kita kan?" Tanya papah Andre.
" Iya Ndre, perusahaan itu kan pernah mempekerjakan paman nya Anisha yang viral itu" sambung papah Boby.
" Maksudnya Viral?gimana sampai jadi viral?" Sambung Ayah Candra
" Gimana nggak viral semua mencari dia buat wali nikahnya mereka berdua, saking senangnya ketemu akhirnya mau di walikan sama dia, saudara kandung ibunya,,. Eh ternyata salah, beliau ngak bisa jadi wali nikah, namun akhirnya beliau juga langsung nyarikan yang asli, Alhamdulillah deh ketemu dengan saudara kandung Ayahnya,lalu lah muncul Abiyasa dan adik adiknya.." ucap Papah Boby panjang lebar.
" Oh begitu ceritanya.." ucap Ayah Candra
" Kamu sih nggak hadir waktu itu ." Sambung Papah Andre.
" Iya saat itu aku ada tugas luar kota selama seminggu." Ucapnya lagi.
" Terus gimana ini? Kalian malah reonian masa lalu, ntar masalah nya nggak kelar kelar lagi,kalau nggak kelar kapan nikah nya diri ku ini. " protes Morgan.
Mereka semua tertawa mendengar protesan Morgan.
Sambil masih tertawa, papah Boby berbicara.
" Baiklah pak pol, serahkan pada Om dan kalian tunggu selanjutnya." Ucap Papah Boby.
" Oke..sip" ucap Morgan tersenyum.
" Jadi rencana kamu gimana?" Tanya Abi Yosep.
" Nggak jadi rencanaku, aku langsung menghubungi Mr.Robert aja biar cepat kelar dan anak anak kita cepat menikah." Ucap papah Boby.