THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 216



Sesampainya di kantor polisi mereka memasuki ruang introgasi dan mereka pun dimintai keterangan terutama Nayra,dengan lancar Nayra memberikan keterangannya pada pihak yang berwajib, diruang yang terpisah Aditama dan keluarganya juga dimintai keterangannya oleh pihak yang berwajib, tidak satupun yang terlewatkan dari keterangan Aditama semua didengar dan dicatat oleh pihak yang berwajib,karena Aditama dan keluarganya adalah otak dari semua kejadian yang menimpa Nayra selama ini,papah Andre dan yang lainnya menunggu diluar ruangan, karena mereka sudah memberikan keterangan pada pihak yang berwajib, kemudian papah Andre menghubungi sang istri dia pun langsung mengambil gawainya dan menghubungi istri tercintanya,beberapa saat panggilannya itupun terjawab.


" Assalamualaikum sayang.."


" Waalaikumsalam pah..."


" Bagaimana keadaan kalian dirumah?"


" Alhamdulillah sayang, baik-baik saja, bagaimana pah sekarang masalah Nayra?"


" Alhamdulillah Mah, sudah selesai,dan sekarang masih dikantor polisi."


" Alhamdulillah kalau gitu..."


" Ya udah ya sayang, mas lanjut lagi,bentar lagi mau pulang kepenginapan." Ucap papah Andre sembari tersenyum.


" Iya sayang,..." Ucap mamah Anisha tersenyum juga walaupun tidak terlihat satu sama lainnya.


Setelah mereka saling memberikan dan membalas salam pembicaraan itupun terputus.


" Kenapa kamu nggak kasih tahu ke Anisha kalau dia punya cucu dua?" Tanya papah Boby.


" Ntar aja setelah kita pulang kerumah."


" Memang kapan kita pulangnya?" Tanya Abi Yosep.


" Kita pulangnya ntar setelah kita mendapatkan arahan dari pihak yang berwajib bagaimana kelanjutannya dari masalah Nayra ini "


Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara Nayra yang keluar dari ruangan introgasi.


" Pah, Mah, Om... Kita pulang sekarang?"


Mereka semua menoleh kearah Naira


" Apakah kamu sudah selesai diintrogasinya?" tanya papa Andre


" Alhamdulillah sepertinya sudah selesai Om, karena kata pihak yang berwajib Nayra boleh dipersilahkan pulang sewaktu-waktu nanti bisa dipanggil kembali "


Papa Andre menganggukkan kepalanya, kemudian Ayah Candra pun mendekati Nayra.


" Sebentar ya,Om tanyakan dulu kepada mereka, bagaimana kelanjutannya dan Apakah kamu bisa pulang ke rumah kita di kota sebelah atau tidak " ucap Ayah Candra sembari menepuk pelan pundak Nayra dan dia pun langsung berjalan memasuki ruang interogasi menemui salah satu anggota yang menangani kasus Nayra tersebut.


" Alhamdulillah ya Om, Nayra sudah terbebas dari Aditama, Nayra ingin cepat-cepat mengurus perpisahan Nayra Om." Ucapnya.


" Tenang Nak, Om yang akan mendampingi kamu untuk mengurus perpisahan kamu dengan Aditama." ucap papa Boby.


Nayra tersenyum dan mengangguk.


" Oh ya Abiyasa, Bagaimana sih ceritanya sampai kamu bisa membeli perusahaan mertuanya Aditama itu?" Tanya papah Andre.


" Nanti aja Pah, Abiyasa ceritakan di penginapan, kalau Papa mau pulang lebih dulu besok silahkan saja, mungkin Abiyasa dan Clarissa masih berada disini sementara waktu, karena mau memperkenalkan diri dulu dengan karyawan di kantor utamanya dan mau menyelesaikan semua yang ada dulu,dan mempercayakan salah satu diantara mereka sebagai pimpinan di perusahaan itu, barulah Abiyasa dan Clarissa pulang ke rumah." ucapnya lagi,dan di anggukan oleh Clarissa.


" Baiklah kalau seperti itu, tapi kamu jangan sampai melewati hari pernikahan adikmu, karena Papa tidak ingin salah satu dari keluarga kita berjauhan disaat hari bahagia adikmu nanti,bukan hanya papa dan mama yang sedih tapi adikmu juga pasti akan bersedih karena melihat kembarannya tidak ada di sampingnya di saat hari bahagianya itu " ucap papa Andre.


" Siap Pah! Abiyasa pasti akan mengingat itu, dan Abiyasa tidak akan melewatkan hari bahagianya Dita, Abiyasa pasti sudah ada di sana sebelum hari Happynya Dita." ucap Abiyasa tersenyum.


Papa Andre kemudian menepuk pundak Abiyasa dengan pelan, seraya tersenyum.


" Benar itu Biyas, in sya Allah sepertinya Pak Toto itu orangnya jujur dan baik lagi,karena satu hari saja kami mengenalnya sudah tahu kalau dia itu orangnya baik." lanjut papa Boby.


Abi Yosep hanya menganggukkan kepalanya,saja.


" Kenapa kamu angguk-angguk kepala si Yos? biasanya kamu mengutarakan pendapat kamu." Senyum papah Boby mengembang.


" kalau kamu sudah berpendapat, apalagi yang harus aku ucapkan, karena pendapat kamu itu selalu tepat, aku mendukungmu karena memang orang sebaik seperti Pak Toto itu jarang didapat, buktinya Pak Maman aja terkenal amanah dalam menjalankan perintah dari Andre." ucap Abi Yosep terkekeh.


" Iya Pah, Biyas akan menuruti Apa kata-kata kalian, in sya Allah besok Biyas akan bertemu dengan Pak Toto." ucap Abiyasa sembari tersenyum.


Kemudian Ayah Chandra pun keluar dari ruangan interogasi tersebut sambil memberikan senyuman manisnya dengan mereka.


" Kamu ada apa Ndra? kamu senyum-senyum seperti itu?"


" Aku sudah menanyakan kepada mereka, boleh aja Nayra kembali ke rumah dikota sebelah,tapi Nayra harus siap disaat Nayra diperlukan dan segera datang ke kantor polisi ini." Terang Ayah Candra


" Apa tidak bisa dilimpahkan masalahnya ke kantor polisi dikota kita Om?" tanya Clarissa.


" Tidak bisa Ris, karena kejadiannya kan ada disini, jika seandainya dia ditangkapnya di kota kita, otomatis bisa diproses di sana, tapi karena dia berada di sini dan kejadiannya juga di sini, jadi Nayra harus bolak-balik datang dan pergi kalau seandainya diperlukan." terang Ayah Candra pada mereka semua.


Merekapun menganggukkan kepalanya merasa lega karena Nayra bisa kembali lagi berkumpul bersama mereka.


" Tidak apa-apa sih Kak, tidak masalah kalau Nayra bolak-balik Mel akan menemaninya,Mel tidak ingin lagi Nayra kenal dengan keluarga Aditama, bukannya apa-apa sih, tapi Mel tidak ingin lagi Nayra disakiti oleh mereka lagi, kalau masalah kedua cucu Mel,Mel tetap akan mengatakan kalau mereka itu adalah keluarganya juga, biar bagaimanapun Aditama adalah ayah kandung dari mereka berdua." ucap Mama Melisa.


Mereka pun semua menganggukkan kepalanya lagi.


" Ya sudah kalau seperti itu kita sekarang kembali aja ke penginapan, karena lebih baik kita berbicara di sana daripada kita berbicara di sini takut nantinya tembok dengar hehehe.' ucap Abi Yosep terkekeh.


" Oh ya Biy, Bagaimana dengan Pak Tomi ?" Tanya Ayah Candra.


" Pak Tomy tadi dia berada di belakang, kalau kayak gitu mending papa dan yang lainnya kembali aja ke mobil dulu,nanti Biyas menunggu Pak Tomi sebentar disini, Biyas mau berpamitan dengannya, Nggak enak kan kalau kita pergi langsung tanpa dia tahu " ucap Abiyasa.


Mereka pun setuju, kemudian mereka melangkah meninggalkan Abiyasa yang masih duduk di ruang tunggu menunggu Pak Tomi yang tadi pamit ke belakang.


Beberapa saat kemudian Abiyasa menunggu Pak Tomi, akhirnya pak Tomi pun datang dia tersenyum dan kemudian duduk di samping Abiyasa.


" Begini Pak Tomi, besok kita bertemu kembali di kantor utamanya Pak Tommy, kita akan mengatakan kepada mereka semua kalau perusahaan sudah berpindah tangan."


" Oh Ya baiklah pak, besok jam delapan pagi saya tunggu." Ucap pak Tomi.


" Kalau seperti itu Saya permisi dulu ya Pak Tomi,karena saya juga mau istirahat."


" Ya pak." Ucap singkat pak Tomi.


" Bapak nggak pulang?" tanya Abiyasa.


" Sepertinya belum Pak, saya nunggu di sini dulu sebentar, saya mau mendengar kabar dari pihak yang berwajib bagaimana status dari anak saya."


" Oh...kalau seperti itu Baiklah, saya permisi dulu ya Pak."


" Oh ya pak, apakah Bapak menggunakan taksi? atau biar saya antar bapak pulangnya?" Tanya pak Tommy.


" Oh tidak Pak, saya ngikut sama keluarga saya, kalau mobilnya tidak cukup kami akan menggunakan taksi, terima kasih ya Pak,besok kita bertemu lagi." ucap Abiyasa kemudian bersalaman dan saling mengucap dan membalas salam, Abiyasa pun kemudian melangkah meninggalkan Pak Tomi, pak Tomi hanya memandang kepergian Abiyasa, Dia kemudian menghela nafasnya dengan berat dan kembali duduk di kursi tunggu tersebut, Dia menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi itu dan menatap kearah langit-langit ruang tunggu yang ada di kantor polisi tersebut.


" Kenapa ini bisa terjadi dengan keluargaku Ya Allah,kenapa anakku seperti ini? kenapa aku sampai tidak mengetahui seperti apa kelakuan menantuku sendiri, rupanya selama ini menantuku hanya mengejar harta,Ya Allah inilah cobaan yang terberat selama ini yang aku hadapi, aku harus bicara apa dengan istriku tentang putriku, karena sampai saat ini aku belum bisa mengatakan apa-apa dengan istriku itu, aku harus bagaimana ya Allah, karena istriku mengalami sakit jantung, kalau seandainya aku mengatakan ini semua apakah aku membunuhnya secara perlahan? Ya Allah berilah aku kekuatan untuk bisa mengatakan semuanya yang dialami oleh Lidya pada istriku, semoga istriku bisa menerimanya dengan lapang dada." ucapnya kemudian mengusap wajahnya dengan kasar dan lalu menundukkan kepalanya dengan bertopang tangan di kedua pahanya tersebut sembari menunggu kabar selanjutnya dari pihak yang berwajib.