THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 68



" Tunggu dulu, dia kan di luar sana tuh, terus kita emang benar nih mengawasi dia?" tanya Arvin


"Iya juga sih, siapa yang bisa mengawasi dia satu kali 24 jam" ucap Morgan lagi.


CLarissa tertawa...


Ketiga sahabatnya hanya bisa memandangi nya penuh tanda tanya besar.


" Kenapa tertawa?" Tanya mereka.


" Aku tertawa melihat wajah wajah kalian bertiga yang penuh tanda tanya besar hehehe" kekeh Clarissa.


" Ya iyalah wajah kami penuh tanya,pengen tahu kali siapa yang jadi satpam nya sugeng yang bisa melek untuk ngawasi dia " ucap Arvin.


" Tenang aja, ada kok orang ini orang yang terpercaya banget dan dia yang akan ngawasin si Sugeng itu 1 kali 24 jam kok " ucap Clarissa membuat mereka bertiga penasaran banget.


" Kok bisa ? Siapa sih?" ucap Morgan lagi.


"Ya iyalah bisa Clarissa gitu loh, makanya Clarissa ini biar cewek jangan dilawan, kata orang cewek itu lemah, memang fisiknya terlihat lemah sebenarnya, Tapi otaknya jalan terus hehehe..Apalagi kalau naboknya, Astagfirullah,damage nya berasa kaya tukang bangunan hahaha... tunggu aja kabar dari aku, sebentar lagi kita akan mengetahui siapa sebenarnya selingkuhan si Sugeng itu" ucapnya seraya memasang wajah imutnya pada ketiga sahabatnya.


" Hahaha,jangan kan di tabok, dengerin kamu marah aja berasa kaya di neraka " kekeh Arvin.


" Tuh kamu tahu..." Ucapnya tersenyum manis pada Arvin.


" Tapi betah banget ya kak Marco sama Risa" celetuk Morgan terkekeh.


" Hehehe..." Ucap Clarissa.


" Aku sangat penasaran banget ingin tahu siapa sebenarnya cewek itu " ucapnya lagi.


" Bukan kamu aja yang penasaran Ris, aku juga penasaran Apalagi kamu mengatakan tadi, takutnya berhubungan antara aku ataupun kamu,bahkan takutnya berhubungan dengan kantor ini juga.kecurigaanku mengatakan sepertinya ada hubungan dengan keduanya itu " ucap Abiyasa seraya menatap ketiga sahabatnya itu.


Mereka bertiga menganggukkan kepalanya.


" Kalau kayak gitu nanti kita bicarakan lagi, aku udah lapar nih kita lama duduk di sini nggak tahunya sudah jam segini,jam makan siang aja.." ucap Clarissa.


" Ternyata lama juga ya penyelesaiannya si Sugeng itu,jamuran aku jadinya sampai kelaparan" ucap Clarissa.


" Eh tunggu.... tunggu... tunggu... dulu, kalian berdua ke sini ngapain ?ada apa ?" Tanya Clarissa seraya menatap kedua sahabatnya Morgan dan Arvin.


" Aku ? Aku sih kesini juga bingung mau ngapain ? Tapi kakiku melangkah pengen ke sini aja gitu " ucap Arvin.


"Nah kalau kamu Morgan untuk apa?" Tanya Abiyasa tersenyum.


" Aku juga bingung,diajak ke sini ya mau aja gitu sama Arvin" ucapnya lagi tersenyum.


" Hahahah...dasar oon kalian nggak tau mau apa" ucap Clarissa tertawa lepas.


" Ya udah kalau gitu ayo kita makan siang udah lapar banget nih" ajak Clarissa pada ketiga sahabatnya.


" Iya nih, aku juga laper," ucap Morgan.


" Apalagi aku,tadi pagi malas sarapan karena perut kurang enak,makanya saat siang kaya gini akhirnya minta di isi perutnya." ucap Arvin.


" Ya udah ayo kita berangkat!" Ucap Abiyasa seraya berdiri dan berjalan menuju kearah meja kerjanya mau mengambil kunci kontak mobilnya.


" Masuk..." Ucap nya.


" Assalamu'alaikum mas" sapa Ayesha.


" Waalaikumsalam istriku yang manis" ucap Abiyasa langsung mendekati istrinya dan memeluk sesaat,Ayesha tersenyum dan mencium punggung tangan suaminya dan ciuman hangat dan mesra mendarat di pucuk kepala sang istri.


" Hati hati Biy.." celetuk Morgan.


" Hati hati kenapa?" Tanya Abiyasa heran dengan ucapan Morgan.


" Kamu ntar di serang semut" ucapnya santai.


" Emang kenapa?" Lanjut Arvin.


" Ntar dia berkelahi lagi sama semut,rebutan Ayesha,kan Ayesaha manis" ucapnya terkekeh.


" Buset dah...! ". Ucap Abiyasa.


" Hahahah" terdengar gelak tawa ketiganya mendengar godaan Morgan pada Abiyasa dan Ayesha.


Ayesha hanya bisa tersenyum saja.


Dia diajak Abiyasa bergabung duduk di sofa.


" Kalau gitu kita sholat Dzuhur dulu yuk,sebelum makan siang " ajak Arvin.


" Oke!" Ucap semuanya bergegas mengambil air Wudhu,,merekapun sholat berjamaah di ruangan Abiyasa.


Beberapa menit menyelesaikan sholat,seperti biasa mereka pun membaca Alquran beberapa Ayat,bersama sama,setelah selesai mereka menuju kearah Sofa kembali.


" Mas ini Yesha bawakan makan siang, kebetulan yesha bawanya banyak mudah mudahan cukup buat berempat" ucapnya tersenyum seraya membukakan rantang bawaan nya.


" Kok buat berempat,kamu nya nggak makan?" Tanya Risa.


" Yesha tadi udah mbak,makan di rumah sama nenek" ucapnya tersenyum.


Mendengar ucapan Yesha barusan,dan di tambah lagi mereka sudah sangat lapar jadinya mereka bertiga langsung berlari kebelakang dan mencuci tangan serta mengambil piring masing masing dan tanpa di komando akhirnya mereka bertiga makan terlebih dahulu.


Abiyasa tersenyum,Ayesha mengambilkan makan siang untuk suaminya menyerahkan piring yang berisi lengkap makan siangnya,dan dia pun hanya tersenyum melihat ketiga sahabat sahabatnya makan begitu lahapnya.


" Kalian ini kalau makan pelan pelan dong, ntar keselek lho " ucap Abiyasa geleng geleng kepalanya melihat ulah ketiga sahabatnya tersebut.


" Habis enak sih" ucap Arvin.


" Kalian ini doyan apa laper sih?" Kata Abiyasa.


" Dua dua nya Biy,udah nggak usah banyak bacot, biarkan kami menikmatinya dulu" ucap Clarissa seraya bersendawa.


" ih...jorok kali,kalau makan tuh peminim dikit napa " ucap Morgan menatap Clarissa.


" Kalau dalam keadaan lapar kaya gini stop dulu deh peminimnya, karena kalau urusan perut nggak ada toleransi nya" kekehnya seraya memainkan alis matanya naik rurun.


Abiyasa dan Ayesha hanya tersenyum saja melihat ulah mereka.