THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 58



Mereka berempat langsung duduk di dekat kedua orang tua mereka masing-masing.


"Udah selesai semuanya sayang" tanya mamah Anisha pada putrinya.


"Ya mah,Alhamdulillah, sudah selesai semua" jawab nya tersenyum.


"Berarti nanti malam pas acaranya jam 8 malam ya" ucap Mamah Lala.


" Iya dong mah, masa jam 09.00 malam, jadi kemaleman dong" ucap Clarissa lagi sambil merebahkan kepalanya di bahu Mamah tercinta.


Kemudian papah Andre menatap kearah Abi Yosep yang sedang memandangi anaknya yang sedang senyum dan berbicara dengan Abiyasa,dan bergantian memandangi anak lelaki.


Terlihat jelas dari wajah Abi Yosep antara bahagia dan sedih.


"Jangan bersedih Bro, kamu harus bahagia, kamu kan janji setelah pernikahan anak kita ini, kita akan berangkat ke luar negeri, kamu mau kan sehat kembali?biar kita bisa sama-sama menimang cucu nantinya setelah kepulangan kita dari luar negeri kita sudah mendapatkan kabar gembira dari anak menantu kita "ucap Andre kepada Abi Yosep.


Abi Yosep menoleh ke arah Andre dan tersenyum seraya menganggukkan kepalanya, tapi masih ada rasa kesedihan dan bahagia bercampur yang di rasakannya saat ini.


Bahagia karena anaknya menikah dengan orang yang tepat,dan sedihnya karena akan meninggalkan anak nya yang masih duduk di bangku SMA,karena dia dan istrinya akan berangkat keluar negeri untuk berobat.


" Ya Abi,sekarang kan Ayesha sudah jadi tanggung jawab Abiyasa, jadi Abi fokuslah kepada kesehatan Abi," ujar Abiyasa kepada mertuanya tersebut seraya tersenyum.


"Abi bahagia nak, Ayesha sudah mendapatkan jodoh yang terbaik, yaitu kamu nak,Abi hanya bisa mengatakan kepadamu satu hal, orang yang pertama memeluk nya adalah Abi bukan kamu, orang pertama yang peduli dan memperhatikan dia adalah Abi, bukan kamu juga, tapi Abi berharap orang yang akan menemani dia seumur hidup adalah kamu, kalau satu hari nanti kamu tidak mencintainya lagi, Jangan pukul dia, jangan marahi dia, beritahulah ke Abi,Abi akan bawa dia pulang" ucapnya pelan Seraya menepuk pundak menantunya tersebut sambil menyunggingkan senyuman yang sangat berarti.


Mendengar kata-kata Abi Yosep seperti itu,Abiyasa menganggukkan kepalanya dan memeluk Abi Yosep.


Mereka semua yang ada di situ terharu dan Ayesha langsung bersimpuh di pangkuan Abinya, sambil menangis.


" Abi maafkan Ayesha ya Abi, kalau seandainya Ayesha punya salah kepada Abi, Ayesha sayang sama Abi semoga dengan Abi berobat ke luar negeri Abi akan sehat kembali dan bisa seperti dulu lagi "ucap Ayesha meneteskan air matanya.


Abi Yosep mengangkat wajah anaknya dan menghapus kedua mata anaknya yang mengeluarkan air mata kesedihan dengan kedua tangannya dan memberikan isyarat sambil menggelengkan kepalanya seraya tersenyum.


" Kamu jangan menangis sayang, kamu sudah tepat mendapatkan seorang suami yang insya Allah akan membimbingmu ke surga, jadilah Bidadari surga nya sayang" ucap Abi Yosep Seraya memeluk sang anak.


Semua mendengarnya sangat terharu,terutama para perempuan yang ada di situ pun meneteskan air matanya, Clarissa menghapus Air matanya Morgan memandang mereka, Morgan tidak ingin di Hari kebahagiaan mereka ini mereka merasa bersedih.


" Oh ya Om Yosep,jangan lama-lama memeluk Ayesha, nanti yang disamping Om Yosep itu akan berasap " celetuk,Morgan yang memang sengaja mencairkan suasana, karena Morgan tidak ingin ada kesedihan di Hari kebahagiaan mereka.


Abiyasa langsung melemparkan gumpalan tissu yang ada di tangan nya kearah Morgan.


" Apaan sih !, Dasar adik ipar nggak ada Akhlak nya." Ucap Abiyasa tersenyum.


Semua pun akhirnya tersenyum, ada juga yang terkekeh karena godaan Morgan pada Abiyasa.


" Ngomong ngomong ada yang mau minum jamu kuat nih," ucap Arvin lagi.


" Siapa yang bilang kamu mau minum jamu kuat,aku kan nggak bilang nama" goda Arvin.


" Hehehe..." Ucap Abiyasa hanya terkekeh seraya mengusap wajahnya dengan kasar dan menyenderkan tubuhnya di kursi yang dia duduki.


Mereka semuanya tertawa pelan.


"Setelah nanti malam acara pertunangan Clarissa dan Marco dan pertunangan Anindita dan Morgan, mungkin kami semua orang tua kalian akan berangkat ke luar negeri, tolong adik-adik kalian dijaga seperti Clarissa jaga adiknya, Arvin jaga Adiknya juga, dan Abiyasa jaga istri dan adiknya serta adik iparnya." Ucap Papah Andre.


"Waduh berat banget jadi Abiyasa" ucap Carissa.


Abiasanya hanya bisa tersenyum.


" Siap Pah,percayakan pada Biyas,Insya Allah Biyas bisa menjalankan amanah Papah" ucapnya.


"Biyas pasti bisa kok menjaga mereka, kan ada istri tercinta yang selalu ada di samping nya" ucap Morgan sambil terkekeh.


Arvin yang mendengar Morgan bicara seperti itu,kepada Abiyasa dia hanya menganggukkan kepalanya dan hanya bisa tersenyum.


" Eh Vin, kamu jangan senyum-senyum aja dong, berusaha kek cari pendamping" tegur Morgan.


Morgan tidak mau mengatakan sejujurnya kepada Arvin, kalau Nadine sebenarnya tidak punya pacar dan yang dipeluk Nadine itu adalah kakak kandungnya dokter Roni.


"Mungkin Aku nyari pasangan itu nanti-nanti aja" ucapnya singkat.


"Mudah-mudahan aja secepatnya,Amin... aku doakan kamu berjodoh dengan Nadine" ucap Abiyasa.


" Memang kenapa nak? kok kamu ngomong seperti itu?" tanya Bunda Adel kepada Arvin.


"Anakmu sudah patah hati Bunda" ucapnya.


"Maksudmu patah hati kenapa?"tanya Ayah Candra lagi.


"Patah hati sama Nadin dia Om," sahut Clarissa.


"Nadine? Nadine yang punya butik itu ya? pantesan aja dia tadi di ruang ganti ngomel-ngomel tanpa sengaja Bunda masuk,keruang ganti dan mendengarkan gerutunya, sampai dia nangis." Ucap Bunda Adel.


" Apa Bun? Dia nangis?" Tanya Arvin.


Bunda Adel mengangguk kan kepalanya.


" Ya Allah, sampai segitunya aku melukai hati nya" gumamnya seraya mengusap wajahnya dengan kasar.