
Setelah selesai persiapan disiapkan oleh umi Vita, kemudian mereka akhirnya berangkat menuju ke bandara dengan menggunakan taksi online yang telah dipesan oleh papah Boby.
Tiga buah taxi datang ke depan rumah umi Vita, kemudian mereka memasuki taksi online yang sudah di pesan tersebut.
Beberapa saat kemudian mereka meninggalkan rumah Umi Vita menuju ke arah bandara.
Selang beberapa menit kemudian mereka sampai di bandara yang ada di kota B, seperti biasa papah Andre berbicara dengan pihak bandara, sesaat kemudian papah Andre keluar dan mengajak mereka semua memasuki jet pribadinya.
Kemudian tak lama jet pribadi itu meninggalkan bandara B, menuju ke kota asal mereka dengan penuh kebahagiaan dan dengan penuh rasa syukur.
Umi Vita tidak henti-hentinya bersyukur, kepada yang maha kuasa karena sekarang mereka sekeluarga akan menetap kembali di tanah kelahiran mereka.
Dan berkumpul kembali dengan para sahabat-sahabatnya dan para anak-anak mereka yang sudah dewasa dan bisa memilih sendiri baik buruknya dan yang lebih utama lagi Abi Yosep mau menerima dengan iklas untuk berobat kembali.
Terbesit Di doa Umi Vita, suaminya bisa sembuh seperti semula, senyum manis tersungging di wajahnya saat menatap laki-laki yang sangat dicintainya sudah bisa tersenyum kembali seperti hari-hari lainnya.
Sebelum kejadian yang menimpa Suaminya tersebut, bertahun-tahun ini umi Vita merawat Abi Yosep dengan penuh kasih sayang dan penuh perhatian, walaupun Abi Yosep tidak pernah mengeluarkan kata-kata manisnya dan senyuman manisnya kepada sang istri seperti yang pernah dilakukannya saat Abi Yosep masih dalam keadaan sehat.
Tapi Umi Vita tidak merasa patah semangat, karena dia memahami keadaan abi Yosep saat berbuat seperti itu, karena masih belum bisa menerima dengan keadaan dirinya yang seperti sekarang ini.
Tapi dengan kehadiran ketiga sahabatnya akhirnya Abi Yosep mulai menemukan jati dirinya kembali setelah kecelakaan yang hampir saja merenggut nyawanya itu.
****
Di kantor Abiyasa....
Jam sudah menunjukkan waktu sholat Dzuhur sudah dimulai, Abiyasa bergegas mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat dzuhur seorang diri di ruangan kerjanya.
Setelah sholat seperti biasa dia melantunkan ayat suci Alquran, setelah selesai Dia kemudian keluar ruangan kerjanya.
Dan saat melewati ruangan Ayesaha Sekretaris barunya sekaligus gadis impian nya tersebut, Abiyasa menatap dari celah kaca ruangan Ayesha itu.
Abiyasa melihat Ayesha membenarkan letak hijabnya setelah melaksanakan sholat dzuhur diruangan nya tersebut, Ayesha merasa kalau ada orang yang memperhatikannya dari arah luar.
Ayesha langsung menoleh kearah Dimana saat itu Abiyasa sedang menatap dirinya dari luar ruangan.
Saat mata mereka beradu, Abiyasa kaget dan kemudian dia cepat-cepat berjalan memasuki lift dan lift tersebut membawa dirinya turun ke lobby.
Degupan jantung Abiyasa berdegup sangat kencang.
"Astaghfirullahaladzim, kenapa aku menatapnya, ya Allah ampuni dosa-dosaku" ucapnya Seraya mengusap wajahnya dengan kasar kemudian dia turun kearah lobby dengan santainya seakan-akan tidak ada terjadi sesuatu pada dirinya.
Abiyasa tidak menyadari kalau saat dia menatap Ayesha dari luar ruangan melalui kaca jendela yang ada di ruangan Ayesha di ketahui oleh Clarissa, Clarissa senyum senyum kecil melihat sang Bos yang sedang jatuh cinta itu.
Dia berjalan keluar menuju ke arah parkir mobilnya, saat dia mau masuk ke dalam mobil tiba-tiba dari dalam lobby Clarissa berteriak memanggilnya.
" Pak Bos ku yang tampan!" teriak Clarissa.
Abiyasa mengurungkan niatnya masuk ke dalam mobil dan melihat kearah suara, jantungnya seakan berhenti melihat Clarissa bersama dengan Ayesha berjalan mendekatinya.
"Hai....! bosku yang ganteng, kamu mau ke mana ?" Tanya Clarissa.
"Anu... aku.... itu..." Abiyasa gugup menjawab pertanyaan dari Clarissa.
"Santai bro, Jangan gugup gitu dong" senggol nya kepada Abiyasa.
"Kamu mau kemana?" tanya Clarissa kepada Abiyasa.
"Aku mau makan siang, kalian mau ikut? kalau mau ikut ayo" ajak nya kepada kedua gadis tersebut.
"Wow....! kebetulan nih emang perutku lagi lapar, ayo Yesa kita masuk mumpung ada yang gratisan "ucap Clarissa mengajak Ayesha masuk kedalam mobil Abiyasa.
Clarisa membukakan pintu mobil di depan di samping Abiyasa untuk Ayesha.
" Saya di belakang aja" ucap Ayesha.
"Nggak, kamu duduk di samping Abiyasa, aku yang di belakang kalau aku duduk di belakang berdua aku nggak bisa rebahan, biasanya aku tuh rebahan di belakang, secara mobil Bos kan mobil mewah tuh, jadi kan enak rebahan di belakang" ucapnya sengaja agar Ayesha bisa duduk bersama berdampingan dengan Abiyasa.
"Clarissa memang pintar banget membuat jantungku dag dig dug seperti ini, apalagi sekarang aku duduk berdampingan dengan Ayesha, Untung saja jantung ini urat-uratnya pada kuat bercengkrama, dan jika seandainya uratnya juga gugup mungkin sudah lepas jantungku, dan aku masuk UGD" Batinnya, Seraya melirik Ayesha yang ada di sampingnya.
Ayesha tak karuan karena jantungnya juga Dag dig dug..
"Apa artinya ini" gumam nya.
"Kenapa setiap aku berdekatan dengan pak Biyas aku tidak bisa menguasai debaran jantungku sendiri, padahal jantung ini ada bersama dengan diriku" ucap batinnya.
"Udah cepatan jalankan mobilnya, ini siapa yang nyetir, dari tadi nggak jalan jalan, kalau nggak kalian berdua di belakang biar aku yang nyetir" tegur Clarissa karena dari tadi mereka hanya berdua berdiam diri saja, padahal sudah berada di dalam mobil sedari tadi.
"Oh iya maaf" ucap Abiyasa
Kemudian melajukan mobilnya menuju ke arah restoran yang ada di kota mereka, yang sangat terkenal itu.
Di dalam perjalanan tidak ada suara sama sekali antara Ayesha dan Abiyasa yang ada hanyalah suara dari Clarissa yang kadang-kadang berbunyi burung, kadang kadang berbunyi ayam dan kadang-kadang teriak-teriak sendiri di dalam mobil mengikuti lagu yang ada di dalam mobil tersebut.
"Kenapa kalian Cuma diem-dieman aja sih, ngomong napa..sariawan ya" ucap Clarissa pada kedua mahluk tuhan yang ada di depan nya itu.
"Udah jangan terlalu banyak bacot, Ntar mulut mu aku jahit juga nanti, baru tahu rasa" ucap Abiyasa tersenyum.
"Dari tadi ngoceh mulu, ngidam apa sih mak nya kemaren hamilin dia" ucap Abiyasa.
" Ngidam pentol " ucap Risa singkat.
" Untung aja nggak keselek" lanjutnya tertawa.
Risa hanya tertawa lepas...
"nah kebetulan kita ni lewat kantor Polisi, gimana kalau kita jemput juga si Arvin, kasihan tuh anak tiap harinya ngukur jalan mulu, nggak capek apa jalanan sudah di ukur oleh pemerintah masih aja diukur terus "ucapnya sambil terkekeh mencairkan suasana yang ada di dalam mobil yang hanya terdiam saja.
Abiyasa dan Ayesha hanya tersenyum mendengar ocehan dari Clarissa.
" Bisa tuh kita jemput" ucap Abiyasa.
Ayesha emang anaknya pendiam.
" Ayesha ini pendiam ya, seharusnya kamu itu jadi anaknya tante Anisha, bukan jadi anaknya tante Vita "ucap Clarissa lagi.
Ayesha hanya tersenyum saja, menanggapi ocehan dari Clarissa karena dia masih ingin mendamaikan detak jantungnya yang sedari tadi tidak bisa pelan berdegupnya.
" Nanti juga akan jadi anaknya mamah Anisha" Ucap batin Abiyasa tersenyum seraya melirik gadis yang ada duduk di samping nya tersebut.