THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 85



Saat di dalam gudang Abiyasa dan Clarissa duduk di salah satu ruangan yang memang buat istirahat bila ada pimpinan yang datang saat mengecek gudang tersebut.


" Biy apakah kita di sini sampai malam?"


" Iya Ris, karena kalau kita balik lagi pasti akan membuat kecurigaan, dan nanti aku suruh salah satu karyawan gudang yang akan membawa mobil ku, kita bisa liat dari sini siapa saja yang akan datang kegudang ini" ucap Abiyasa seraya mengambil gawainya dan langsung menghubungi Arvin dan Morgan.


" Hallo, Assalamualaikum, kalian dimana?" Tanya Abiyasa.


" Waalaikumsalam,Kami ada di sebelah samping gudang, kami sudah sedari tadi ada di sini." Ucap Arvin.


" Masa sih? Aku tidak lihat tuh" ucap Abiyasa seraya menengok kiri kanan melalui kaca jendela ruangan nya itu.


" Ya iyalah kalian nggak tahu, kami lewat jalan tikus." Kekeh Arvin.


Seiring kekehan Arvin pintu ruangan terbuka dan kedua sahabat mereka ditambah Marco mereka bertiga langsung masuk kedalam dan menghentakkan tubuh mereka di sofa yang ada Abiyasa dan Clarissa duduk.


" Sayang...kamu di sini?" Tanya Clarissa senang.


" Iya lah sayang, aku nggak mau kalau kamu sendirian di sini" ucapnya seraya duduk di samping Clarissa.


" Sendirian?heh.. Marcopollo maksud kamu kami ini apa an di sini?" Delik Arvin kearah Marco.


" hehehe...maksud aku itu kasian dia sendirian cewek di sini"


" Cewek kamu itu tuh bukan cewek sembarangan lagi, dia itu bisa berubah menjadi singa, macan dan bahkan bisa berubah menjadi Srikandi yang hebat,jadi jangan di ragukan lagi" ucap Arvin.


" Arvin..Arvin,..Srikandi nya sih oke, tapi yang bikin ingin marah dan mencabik cabik kamu itu kata singa dan macan itu lho, bikin aku mau nambah gigi taring jadi panjang nih" ucap Clarissa menatap Arvin sedemikian rupa.


" Heheheh....." Arvin hanya tertawa saja.


Seiring waktu yang berjalan mereka pun sama sama menunggu dan selama penungguan itu berlangsung mereka pun sama sama melaksanakan sholat Ashar,magrib dan isya berjamaah .


Sampai waktunya pun tiba gawai Clarissa berbunyi dan satu chat masuk, Clarissa membukanya dari ejen nya yang mengatakan Sugeng dan Misel beserta kelima anak buah nya sudah mulai bergerak menuju arah target yang pertama yaitu gudang utama Wibawa group.


" Kawan kawan, mereka sudah menuju kesini," ucap Clarissa.


" Ya udah kalau gitu kita lancarkan Aksi nya" ucap Arvin dan Morgan langsung berlalu keluar mengomando anak buah mereka masing masing.


Sedangkan Abiyasa dan Clarissa beserta Marco masih di dalam ruangan,karena ruangan mereka itu nampak jelas terlihat keluar dari dalam ruangan tersebut.


Benar saja dua buah mobil berhenti di depan gudang utama tersebut,tapi belum keluar dari mobil satu pun,karena mereka mengawasi situasinya.


" Terlihat aman, dan nampaknya tidak di jaga" ucap Sugeng pada Misel.


Tapi sepertinya Misel curiga dengan lokasi gudang yang tampak lengang tanpa penjagaan.


" kenapa gudang ini tidak di jaga, padahalkan ini gudang utama,mustahil tidak di jaga, jangan jangan mereka sudah mengetahui akan kehadiran kita" ucap nya pada Sugeng.


Sugeng keluar dari mobil kemudian melangkah kearah pos security,terlihat nya dua orang security sedang tertidur pulas.


Kemudian dia melangkah lagi kearah Misel dengan pelan pelan.


" Aman, securitynya tertidur tampak kelelahan" bisik nya pada Misel.


Misel tersenyum sumbringah mendengar keterangan Sugeng pada nya tentang Security gudang itu.


Tapi Misel dan Sugeng tidak menyadari kalau security itu hanya pura pura tidur,mereka berdua di perintahkan oleh Morgan untuk pura pura tidur saat ada yang mencurigakan karena itu adalah salah satu dari rencana mereka berdua Arvin dan Morgan.


Dan kelima orang turun dari mobil dan melangkah mengendap masuk dan masing masing terlihat membawa sebuah besi panjang dan sebuah teng kecil,sepertinya sebuah teng berisi minyak entah minyak apa, sepertinya mereka ingin membakar gudang tersebut.


Mereka terlihat membongkar paksa gudang tersebut dan berhasil membukanya mereka masuk,kelima anak buah sewaan Sugeng itu tidak keluar keluar lagi .


" Pada kemana mereka? Kenapa belum juga keluar?" Tanya Misel.


" Tunggu dulu beberapa menit lagi, biar kita tunggu di sini, kalau belum keluar juga mereka kita berdua masuk kedalam" ucap Sugeng.


Misel mendengus kesal,dia mulai gerah menunggu kelima orang suruhan mereka.


Saat sampai di dalam mereka berdua langsung terkejut seiring lampu menyala semua...


Sugeng dan Misel terperangah,mereka berdua melihat kelima anak buah bayaran nya berada di dalam gudang sambil duduk santai dan sambil memainkan gawai mereka masing masing.


Flashback on ...


Saat mereka berlima memasuki gudang utama mereka langsung memanggil nama Clarissa.


" Mbak Risa...hello mbak Risa...how are you...uiii mbak Risa..." Ucap salah satu anak buah bayaran sugeng...


" Ris siapa yang sedang memanggil kamu Ris?" Tanya Abiyasa.


Risa hanya tersenyum saja mendapatkan pertanyaan dari Abiyasa.


" Ayo kita keluar,biar kalian tahu siapa sebenarnya yang memanggil aku" ucapnya mengajak mereka keluar.


Sesampainya di luar ruangan Abiyasa terkejut dan langsung mengambil salah satu tongkat kayu yang ada di dekat pintu,saat Biyas mau melemparkan kayu tersebut langsung di tahan Marco dan Clarissa.


" Jangan Biy, mereka di pihak kita." Ucap Clarissa


"Apa?! Di pihak kita? Aku nggak ngerti? Jelaskan Ris.." pinta Abiyasa seraya menatap Clarissa tajam.


Namun Clarissa hanya tersenyum simpul dan dia pun langsung memanggil salah satu dari mereka,yang ternyata adalah ejen nya Clarissa.


" Kenal kan Biy,ini adalah ejen ku namanya Ali Mustofa anaknya tante Wina yang ketiga beserta teman teman band nya." Ucap Clarissa.


" Apa? Jadi ini adalah ejen kamu?" Ucap Abiyasa terperangah.


" Wah pantas saja kamu mengetahui semuanya sampai rahasia semuanya" ucap Morgan yang muncul dari arah dalam bersama dengan Arvin.


" Tunggu sebentar, sepertinya aku pernah liat kamu deh,tapi dimana ya?" Ucap Abiyasa menatap wajah Ali.


" Kakak kan pernah liat saya di depan kantor kakak saat itu saya mau menemui mbak Risa karena kata mbak Risa jangan sampai ketahuan sama siapa pun akhirnya saya malah ketahuan sama kakak dan kakak langsung mengejar saya,dan saya pun saat itu terlihat agak panik dan langsung saja menghindar kearah belakang gedung kantor kakak saat itu" terang Ali.


" Oh iya benar, rupanya kamu ya," ucap Abiyasa tersenyum.


Saat Arvin hendak menyalakan lampu utama langsung di cegas oleh Ali dan kawan kawannya.


" Jangan kak, ntar ketahuan mereka di luar, biar kan mereka mengira kami melaksankan tugas dengan baik " ucap Ali.


" Tapi kalau kelamaan nanti kalian di dalam gimana? Apa mereka tidak curiga?" Tanya Arvin.


" Kalau curiga pasti lah kak, itu lah rencana kami biar mereka masuk langsung mengecek kami di dalam sini disitulah nantinya mereka akan tertangkap" ucap Ali.


Mereka kemudian tersenyum dan mengangguk kan kepalanya mengerti akan penjelasan dari Ali.


Flashback off....


Sugeng dan Misel terperangah karena mereka sudah berkumpul di dalam gudang utama tersebut.


Mereka melihat Clarissa,Abiyasa,serta yang lainnya berada di dalam gudang utama tersebut.


" Apa apa an kalian hah?" Ucap Misel marah.


" Bukankah kalian aku bayar buat menjalankan misi ini,kenapa kalian hanya berdiam saja disitu hah!!" Ucapnya terlihat marah.


" Pok..pok...pok..." Clarissa bertepuk tangan.


" Akhirnya ketahuan juga siapa dalang semuanya!!" Ucap Clarissa.


Misel menatap Clarissa dengan tajam.


" Sialan!! Ternyata kalian sudah berkhianat dengan kami!" Ucap Misel sedangkan Sugeng hanya terdiam dan terlihat mukanya sangat pucat.