THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 90



Setelah mereka sarapan pagi mereka berpamitan dengan Arvin dan Nadine beserta Alena yang akan menemani Arvin di ruangan tersebut.


Mereka mau ke kantor polisi untuk memberikan keterangan perihal yang terjadi di gudang utama perusahaan Wibawa group, tapi sebelumnya mereka pulang kerumah masing - Masing terlebih dahulu.


" Vin jangan lupa hubungi bunda mu biar bunda tenang kalau kamu tidak apa - apa sekarang " pesan Abiyasa.


" Iya Biy,aku akan telpon sekarang " ucap Arvin.


Kemudian ketiga sahabatnya tersebut meninggalkan ruangan Arvin dan Arvin memandang ketiganya yang telah menghilang di balik pintu ruang inapnya. Kemudian Arvin mengambil gawainya dan menghubungi bunda nya yang sudah mencemaskan dirinya.


Didalam mobil ...


" Jam berapa kita Biy ke kantor polisi.? " tanya Clarissa.


" Tunggu Morgan menghubungi ku " ucap Abiyasa.


" Sayang aku nggak bisa nemenin kamu ke kantor polisi karena aku harus ke bandung ada urusan masalah di pabrik yang ada disana." ucap Marco.


" Iya nggak apa apa kok sayang, urus aja dulu urusan kamu sampai tuntas. " ucap Clarissa.


" Iya Marco, Clarissa nanti aku yang akan jemputnya, kami sama sama kekantor polisi nanti." sambung Abiyasa.


Marco dan Clarissa tersenyum,kemudian suasana di dalam mobil hening! tidak ada suara di dalam mobil sampai akhirnya mobil yang di kendarai mereka sampai di depan rumah Abiyasa dan setelah mengucap terimakasih Abiyasa turun dari mobil dan setelah saling mengucap salam mobil Marco melaju meninggalkan depan rumah Abiyasa.


Abiyasa melangkah menuju kedepan pintu utama rumah nya dan saat dia mau memencet bell rumahnya pintu terbuka dan Abiyasa pun di suguhi senyuman manis sang istri yang mengembang di wajah nya yang sangat cantik, Abiyasa tersenyum dan langsung menghampiri sang istri.


" Assalamualaikum sayang..." sapa Abiyasa pada istrinya yang langsung meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya seraya membalas salam suaminya tersebut.


" Waalaikumsallam mas..." jawabnya masih memberikan senyuman manisnya pada suaminya.


Abiyasa langsung merangkul sang istri dan membawanya kedalam rumah nya sembari mengukir senyuman yang mengembang di wajah mereka berdua.


*****


Beberapa saat setelah Abiyasa menyelesaikan semua nya seperti mandi dan dan yang lainnya dia kemudian duduk di depan jendela yang ada di dalam kamarnya, Ayesha masuk kedalam kamarnya seraya membawakan teh hijau kesukaan suaminya, dia melangkah mendekati suaminya tersebut yang asyik mengutak atik gawainya sembari duduk santai di sofa kamarnya itu.


" Mas...ini teh nya ..." ucap Ayesha.


" oh...iya sayang, sini duduk samping mas, mas kangen banget lho sama istri mas yang cantik dan menggairahkan ini, sehari semalam jauh dari kamu sayang, mas sangat merindukan kamu, serasa berabat abat lamanya, Mas nggak sanggup rasanya " ucapnya tersenyum manja pada sang istri.


Ayesha tersenyum dan duduk di samping suaminya.


" iihhh,,,mas gombal Ach..." ucap nya seraya mencubit pinggang sang suami.


" Aw...Aw...Aw..." ucap nya merangkul sang istri dalam pelukannya sembari mencubit hidung Ayesha pelan.


Disaat mereka asyik bercanda tiba tiba mereka berdua di kejutkan oleh suara gawai Abiyasa yang berbunyi. Abiyasa langsung mengambil gawainya yang berada di atas meja didepan nya tersebut.Dia melihat kelayar gawainya ternyata Morgan yang menghubungi nya, langsung saja dia menjawab panggilan sahabatnya tersebut.


" Assalamualaikum Mor..."


" Bisa Mor, aku siap siap dulu ya, sudah dari tadi aku menunggu panggilan kamu "


" Maaf Biy, tadi aku upacara dulu ini baru selesai, ya udah aku tunggu ya di kantor, Assalammualaikum "


" Oke, Waalaikumsallam..." jawabnya seraya memutuskan sambungan telpon mereka.


" Sayang, mas ke kantor polisi dulu ya, membuat keterangan tentang kejadian tadi malam " ucapnya berkata pada istrinya, seraya beranjak dari duduk nya dan berganti pakaian.


" iya mas hati hati ya..." ucap Ayesha sembari mengikuti langkah suaminya menuju kepintu utama rumahnya, setelah mengucapkan salam dan berpamitan dengan istrinya, Dia pun bergegas menuju kerumah Clarissa untuk membawa Clarissa bersamanya kekantor polisi untuk memberikan keterangan tentang masalah tersebut.


Beberapa saat kemudian Abiyasa sampai di rumah Clarissa dan Clarissa sudah menunggu Abiyasa di teras depan rumahnya tersebut, karena saat di jalan Abiyasa menghubunginya agar bersiap siap untuk di jemputnya, mereka berdua langsung menuju kearah kantor polisi.


Beberapa menit kemudian mereka berdua sampai di kantor polisi, Abiyasa memarkirkan mobilnya dan mereka keluar langsung menuju kearah ruangan Morgan.


Abiyasa mengetuk pintu ruangan Morgan, terdengar suara dari dalam menyuruh mereka masuk, Mereka pun langsung membuka pintu ruangan tersebut.


" Assalamualaikum..." ucap Abiyasa.


" Wa'alaikumussalam... " jawab Morgan.


Mereka pun melangkah masuk menuju kursi yang ada di sebelah Morgan, dengan senyuman manisnya Morgan mempersilahkan mereka duduk.


" Sudah mandi belum kamu Mor?" tanya Clarissa tersenyum.


" Ya sudah lah, masa cowok ganteng kaya aku ini belum mandi " kekeh Morgan.


Sedangkan mata Misel terus menatap kearah Abiyasa, ada rasa kekagumannya pada sosok Abiyasa yang tak akan pernah hilang dari tatapannya, dimatanya Abiyasa sangatlah tampan dan berwibawa.


" Kamu tetap tampan Biy di mataku, tapi sayangnya kamu tidak pernah melihat kalau aku sangat mencintaimu dan menginginkan kamu sebagai pendamping ku selamanya, tapi kamu malah memilih wanita lain untuk selalu berada di samping mu " Misel bergumam.


Clarissa langsung menoleh kearah Misel dan dia langsung terus menatap Misel yang terus menerus menatap Abiyasa. Kemudian Clarissa menoleh kearah Abiyasa yang sedang berbicara dengan Morgan. Clarissa pun langsung menegur Abiyasa.


" Biy, bisa tukeran duduk nggak?" ucapnya seraya menyuruh Abiyasa langsung pindah duduk di bekas kursi nya dan dia langsung menduduki kursi Abiyasa.


Abiyasa bingung dan langsung berpindah duduknya saja.


" Ada apa sih ris ?" tanya Morgan yang merasa heran juga tiba tiba Clarissa meminta Abiyasa berpindah duduk.


" Tuh liat si lampir memandangi terus menerus si Biyas, kalau tidak di halau pastinya akan terus menerus bunga bunga bermekaran di matanya, ntar Ayesha kontak batin lagi kalau sang suami di liatin orang terus kaya si lampir ini, ntar gawai ku akan berbunyi terus nantinya." ucap nya seraya menatap kearah Misel dengan tatapan sinis.


" Apa urusan nya dengan mu, kamu hanya lah sebagai teman biasa bukan bodyguard nya kok " gumam Misel seraya menatap juga kearah Clarissa dengan tatapan tajam.


" Heh blorong!! aku memang hanya sebagai teman tapi aku menjaga teman ku ini biar kamu nggak bisa mengambilnya dan menjadikan nya sebagai pendamping hidupmu, dan aku memang bukan sebagai bodyguard nya tapi aku melebihi dari Bodyguard nya " ucap Clarissa tersenyum sinis pada misel.


Misel terkejut karena ucapan Clarissa mengena dengan ucapan nya dalam hati, dia langsung menundukkan kepalanya.


" Kenapa kamu menunduk ? kenapa nggak menatap ku dengan tatapan tajam mu itu hah !! takut ya?! takut omongan kamu lagi aku ketahui !!" ucapnya pada Misel.