THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 201



Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di pasar tradisional yang ada dikotanya, Abiyasa memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang sudah disediakan oleh pihak pasar khusus roda empat.


" Sayang memang kamu enggak apa-apa nih masuk pasar tradisional ini?" Tanya Abiyasa lagi menyakinkan sang istri.


Ayesha pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


" Tapi kamu kan lagi hamil sayang? Bukannya Mas melarang kamu masuk pasar ini,tapi ntar kalau kamu muntah-muntah gimana? Kan disini banyak berbagai macam Bau-bauan,siapa tahu kan nanti pembawaannya mual-mual dan muntah,kamu tahu kan pasar tradisional terkenal berbagai macam baunya, Apakah kamu tidak mual nantinya?"


" Tidak Mas,Ayesha memang pengen pergi ke sini." Ucapnya tersenyum.


" Ya udah Mas temanin ya masuk kedalam." ucapnya, dianggukkan Ayesha,kemudian mereka berdua turun dari mobil, Abiyasa pun melangkah bergandengan tangan dengan Ayesha, sebenarnya Abiyasa merasa khawatir dengan kehamilan Ayesha, karena dia takut istrinya itu muntah di karenakan tidak tahan mencium bau-bau yang ada di pasar tersebut.


Suara gawai Abiyasa berbunyi dan Dia pun langsung menjawab panggilan tersebut,Ayesha kemudian memilih beberapa buah yang di inginkannya,dan setelah berbicara sebentar dengan si penelpon Dia pun langsung mendekati sang istri yang sedang memilih beberapa keperluan yang diinginkannya.


Setelah selesai Ayesha langsung mengajak suaminya keluar pasar tersebut dan menuju kearah mobil mereka yang terparkir.


Abiyasa heran,Dia merasa bingung,karena istrinya itu hanya membeli beberapa buah-buahan yang bisa didapat dan dibeli didekat rumahnya dikios buah,tanpa harus repot-repot pergi kepasar tradisional sekarang ini.


Mereka berdua memasuki mobil dengan senyuman Ayesha yang sangat bahagia dan dengan wajah keheranan sang suami.


" Sayang,kenapa sih mesti kepasar tradisional hanya ingin membeli buah-buahan,kan dekat dengan rumah ada kios buah seger."


" Nggak tahu Mas, pengen aja belinya kepasar tradisional dan rasanya semangat banget pengen kepasar itu " ucapnya enteng seraya tersenyum sembari membelai pipi Abiyasa dengan lembut.


Abiyasa hanya bisa tersenyum, walaupun dipikirannya sangat heran,Abiyasa hanya bisa menepis rasa keheranannya itu dengan rasa bahagianya karena Dia bisa menemani sang istri yang sedang berbadan dua disela-sela waktu sibuknya.


Mobil terus melaju kearah yang dituju,sekarang giliran Ayesha yang keheranan karena arah menuju kediaman keluarga Wibawa dilewati saja dengan mobil yang dikendarai Abiyasa,dan terus saja melaju.


" Kita mau kemana Mas?"tanya Ayesha sembari menatap kearah suaminya dengan keheranan.


Abiyasa hanya tersenyum saja dengan pertanyaan sang istri.


" Kenapa arah rumah kamu lewati aja sih Mas,Memang kita ini mau kemana?" tanyanya lagi kepada sang suami.


Lagi-lagi Abiyasa hanya tersenyum saja, Ayesha pun lelah bertanya dengan suaminya walaupun hanya dua kali pertanyaan tapi tidak dijawab oleh suaminya secara langsung melainkan mendapatkan jawaban dengan senyuman manis dari Abiyasa


Mobil pun kemudian memasuki halaman sebuah rumah dan Abiyasa memarkirkan mobil tersebut di depan rumah Clarissa, Ayesha kemudian menatap kembali dengan sang suami sembari tersenyum.


" Ayo kita turun sayang, Mas mau bertemu dengan Clarissa dulu ada yang ingin Mas bicarakan masalah kantor." Ucapnya tersenyum membalas senyuman sang istri yang sangat manis itu.


Ayesha hanya mengangguk Dia kemudian mengikuti suaminya turun dari mobilnya, dia mengerti kenapa suaminya tidak langsung pulang karena dia ingin menemui Clarissa untuk membicarakan tentang perusahaan karena beberapa hari ini suaminya tidak masuk kantor karena dia yang memintanya.


Mereka berdua pun langsung melangkah menuju kearah pintu rumah Clarissa yang memang kebetulan sudah terbuka


" Assalamualaikum " ucap Abiyasa.


Clarissa dan Marco yang memang kebetulan duduk di ruang tengah rumah pribadinya itu langsung menoleh ke arah pintu.


Mereka berdua pun langsung berdiri dan menjawab salam Abiyasa.


" Waalaikumsalam " ucap mereka berdua sembari tersenyum.


" Biyas, Ayesha,silakan masuk." ucap Clarissa mempersilahkan Abiyasa dan Ayesha masuk kedalam rumahnya tersebut.


Kemudian Abiyasa dan Ayesha pun melangkah masuk mengikuti langkah mereka menuju ke ruang tengah kembali.


Setelah mereka duduk di sofa yang empuk di kediaman rumah pribadinya Clarissa, Abiyasa pun langsung mengutarakan kedatangannya menemui Clarissa di rumah pribadinya itu.


" Begini Clarissa Aku mau menemui seorang client." ucap Abiyasa.


" Client? yang mana Biy?" Tanya Clarissa mengingat ingat siapa yang dimaksud Abiyasa.


" Iya Ris, kamu ingatkah dengan Pak Tomi pengusaha dari kota sebelah."


" Pak Tomy? Oh iya memangnya ada apa Biy, bukankah kamu tidak terlalu menanggapi perusahaan mereka " ucap Clarissa terlihat heran.


" Iya Ris memang Aku kurang tertarik dengan perusahaannya itu tapi sekarang Aku berubah pikiran,Aku ingin mengambil berkas yang ada padamu,dan Aku ingin bertemu langsung dengannya karena Dia berada dikota ini, Dia juga sudah menunggu Aku di tempat yang sudah dijanjikannya mungkin dia sudah berada disana sekarang, Apakah kamu bawa berkasnya atau masih ada di kantor." ucap Abiyasa panjang lebar.


" Kebetulan berkas-berkas yang sangat penting baik itu untuk kerjasama ataupun mau penjualan sudah aku persiapkan dan selalu Aku bawa pulang ke rumah." terang Clarissa.


" Pas banget kalau gitu, kebetulan sekali Aku mau mengambil berkas itu."


" Jadi maksudnya kamu mau bertemu dengannya sendirian?" tanya Clarissa keheranan dengan sikap bosnya itu.


" Sayang, jangan biarkan Abiyasa menemui client sendirian apalagi client itu baru ditemui Biyas." ucap Marco.


" Iya sayang, Aku nggak akan biarkan bos ku ini temui client sendirian." ucapnya mantap.


Sedangkan Abiyasa hanya tersenyum saja mendengar kedua sahabatnya sangat menghawatirkan dirinya.


" Iya benar banget itu Mas, kamu jangan sendirian." Lanjut Ayesha.


" Kan ada kamu sayang." Ucap Abiyasa sembari menyentuh dagu sang istri seraya tersenyum.


" Kalian berdua sangat berlebihan sekali, Aku kan bertemu dengan client bukan meu berangkat perang hehehe..." ucap Abiyasa lagi.


" Ayesha mau pulang aja Mas, karena sedikit pusing." Ucap Ayesha seraya merangkul tangan sang suami.


" Kamu pusing sayang?" ucap Abiyasa seraya menggenggam tangan sang istri.


Ayesha hanya menganggukkan kepalanya.


" Kalau kamu Anter Ayesha pulang kamu dan Aku yang akan temui pak Tomy Biy." ujar Clarissa lagi.


" Aku bisa aja sendirian Ris." ucap Abiyasa pasti.


" Biy, perasaan ku nggak enak Biy, biar kita berdua yang akan menemui pak Tomy itu, lagi pula Aku juga heran kenapa dia menawarkan padamu tentang tawarannya itu seperti sedikit memaksa pasti ada sesuatu." ucap Clarissa.


" Ya udahlah kalau begitu, tapi apakah tidak mengganggu waktu istirahat kalian berdua.? "


" Ya udah Aku siap-siap dulu ya sekalian Aku cek lagi berkasnya pak Tomy itu." Ucap Clarissa seraya berdiri dan melangkah menuju keruang kerjanya, sebelum berkas tersebut dibawa Dia memeriksanya sesaat sekiranya sudah lengkap Dia pun langsung keluar dan menemui kembali Abiyasa dan yang lainnya.


Setelah berpamitan dengan Marco dan saling memberi dan membalas salam mobil yang dikendarai Abiyasa pun perlahan-lahan meninggalkan halaman rumah Clarissa dan menuju kerumah mereka untuk mengantarkan sang istri pulang, sesampainya dirumahnya Ayesha pun langsung turun dan beberapa saat kemudian mobil kembali lagi melaju dan menuju arah yang dituju yaitu bertemu dengan pak Tomy pengusaha dari kota sebelah.


*****


Di penginapan tempat peristirahatan sementara empat sekawan tersebut dan mereka berempat kemudian menyusun sebuah rencana.


" Rencana kita selanjutnya adalah salah satu diantara kita harus menemui Aditama itu." Ucap Papa Boby.


" Tidak mungkin Aku,karena Aku dan Candra sudah pernah dikenalnya." Ucap Papah Boby lagi.


" Tidak mungkin Aku juga kan?karena sudah jelas ketahuan kalau Aku,karena Aku adalah Om ujudnua dari Nayra." Ucap Papah Andre.


" Ya iyalah bukan kamu Ndre,kalau kamu yang datang kesana menemui secara langsung si Aditama itu Dia pasti akan memanggilkan polisi disini karena orang seperti Aditama itu suka mencari aman saja." Ucap Ayah Candra.


" Terus siapa yang akan menemuinya?" Tanya Papah Andre.


Papah Andre dan Ayah Candra menatap kearah papah Boby,sedangkan papah Boby hanya tersenyum saja,dan dia pun memberikan kode dengan melirik sepintas dengan Abi Yosep yang sedang tiduran terlentang diatas kasur empuk penginapan sambil mengutak atik gawainya tersebut.


Mereka semua menatap ke arah Abi Yosep yang sedang menatap layar gawainya,Abi Yosep tidak menyadari kalau Dia sedang diperhatikan para sahabatnya,karena diruangan tersebut menjadi hening,barulah sadar Abi Yosep,Dia pun langsung menatap kearah ketiga sahabatnya.


" Ada apa?Kenapa kalian menatap ke arahku ?"


Mereka bertiga pun saling tatap dan kemudian menatap kembali ke arah Abi Yosep sembari mengukir senyum misterius mereka.


" Kamu yang harus menemui si Aditama di kantornya." Ucap papah Andre


" Kamu juga yang akan melancarkan aksi ini." Sambung Ayah Candra.


" Karena kamu belum pernah dilihat oleh Aditama." ucap Papah Boby sembari memainkan alisnya naik turun dan mengukir senyum di wajahnya.


" Ya salam!! ternyata Aku kebagian juga dalam rencana ini." Ucap Abi Yosep menepuk jidadnya.


Mereka bertiga hanya terkekeh...


" Baiklah kalau seperti itu! Aku harus gimana menemuinya dan mengatakan apa padanya,bila sudah bertemu si kadal sawah itu!" Lanjutnya lagi.


" Bilang aja padanya.. hey!! Aditama!! Aku ingin melenyapkan mu sekarang juga" ucap papa Bobby seraya tertawa lebar.


merekapun kemudian tertawa mendengar ucapan dari Papah Bobby.


" Oke ! Aku akan bicara seperti itu." Jawab Abi Yosep dengan lantang dan langsung bangun dari tidurnya.


" Yosep,pria tua yang ganteng, ya enggak gitu juga kali bicaranya." Ucap Ayah Candra sembari terkekeh.


" Lah? tadi katanya harus bicara seperti itu." Ucap Abi Yosep tersenyum.


" Kalau kamu bicara seperti itu, sama aja kamu menyerahkan dirimu ke kantor polisi sayang.." ucap Ayah Candra lagi seraya mengusap kepala sahabatnya itu.


" Memangnya kenapa? kalau Aku berkata seperti itu? memang Aku ingin mengatakan itu pada Dia Ndra, karena ulah Dia membuat keponakan kita seperti ini teraniaya, walaupun Aku belum pernah melihat mukanya seperti apa sih Aditama itu." Ucap Abi Yosep geram.


" Yos-Yos...jangan kan kamu ya, Aku juga ingin sekali melenyapkannya dari muka bumi ini dan ingin juga rasanya Aku menenggelamkannya dilautan Atlantik sana biar Dia merasakan derita yang sangat dalam! tapi sayangnya saat ini, Aku ingin membuat Dia merasakan sakitnya secara perlahan!!" ucap papah Boby dengan segenap emosinya.


Mereka semua pun menganggukkan kepalanya.


" Kapan kita lancarkan Aksinya.?" Tanya Abi Yosep.


" Besok pagi kita akan lancarkan Aksinya dan malam ini kita akan minta tolong pada pak Maman untuk melihat situasi dikediaman Nayra." Ucap Papah Andre.


" Baiklah kalau begitu,sudah tidak sabar Aku selaku personil sabun colek yang sudah lama vakum." Ucap Abi Yosep sangat bersemangat.


" Ya sudah lebih baik kita istirahat dulu sebentar setelah itu nanti Aku hubungi Pak Maman biar beliau menjemput kita disini." Ucap Papah Andre seraya berdiri dan melangkah menuju kearah pintu kamar penginapan.


" Mau kemana kamu Ndre,?" Tanya Abi Yosep.


" Aku mau menemui Melisa dan David untuk menceritakan rencana kita selanjutnya." Ucap Papah Andre.


" Oh,ya Ndre, Melisa atau David suruh aja menghubungi si Aditama itu,bagaimana reaksinya kalau mertuanya itu mau berkunjung kekediamannya,tapi jangan sampai mereka bilang sudah ada dikota ini." Ucap Papah Boby lagi.


Papah Andre berhenti dari langkahnya dan menoleh kearah papah Boby.


" Maksud kamu gimana?"


Papah Boby kemudian mendekati papah Andre yang masih berdiri didepan pintu kamar penginapan tersebut.


" Maksud Aku bilang pada mereka berdua,seakan-akan mereka tidak mengetahui kalau Nayra disini sangat menderita, Dia bicara saja dengan Aditama kalau mereka sangat kangen banget dengan mereka berdua yaitu Aditama dan Nayra,bilang seolah-olah Melisa tidak mengetahui sikap Aditama yang sebenarnya,kita ingin tahu reaksinya bagaimana."


" Bagaimana kalau kita kekamarnya Melisa dan David aja,biar kita juga bisa jelas mendengar bagaimana reaksi si curut itu beralasan." Sambung Abi Yosep.


" Iya benar banget itu,Ayo kita kesana sekarang!" Lanjut Ayah Candra seraya melangkah terlebih dahulu menuju arah kamar Melisa dan David tanpa menghiraukan ketiga sahabatnya.


Mereka hanya memandangi langkah Ayah Candra yang sangat bersemangat melangkah.


Terdengar tawa mereka bertiga karena memperhatikan Ayah Candra melangkah,dan langsung mengetuk salah satu pintu kamar di penginapan tersebut.


" Woy..!! Mas Candra yang ganteng! Anda salah arah say! ucap papah Boby sembari tersenyum.


Ayah Candra pun terkejut dan langsung menghentikan ketukan dikamar tersebut,tapi sayangnya terlambat,orang yang ada didalam kamar penginapan itupun keburu membuka pintu kamarnya itu,lelaki yang membuka pintu itu pun terkesima dia menatap tak berkedip kearah Ayah Candra seraya menggigit bibir bawahnya sendiri,dia terpesona melihat Ayah Candra yang sedang berdiri dengan menelan air liurnya sendiri dia sepertinya sangat senang dengan kehadiran Ayah Candra didepannya itu.


" Buset dah, jeruk makan jeruk nih,ya sallam aku tersesat digua kelelawar ini mah." Ucapnya pelan karena Dia melihat sesosok lelaki yang berperawakan ganteng tinggi dan putih namun bersikap seperti menyukai sesama jenis.


Tangan Ayah Candra memberikan isyarat pada ketiga sahabatnya untuk minta tolong,agar mereka membawa kabur dirinya dari hadapan lelaki itu,dengan cepat Abi Yosep langsung mendekati Ayah Candra dan merangkul pundaknya.


" Astoge sayang...salah kamar sayang kuh,kamar Aku ada disitu bukan disini,dan Aku udah lama menunggu kamu,mari capsus kita kencan." Ucapnya seraya menatap lelaki yang ada di depan pintu kamar tersebut,dengan bergaya layaknya seorang yang sudah bertemu dengan kekasih hatinya.


" Awas lo!! Kalau kamu ganggu gebetanku!! Kalau kamu masih ingin hidup!! Lebih baik kamu cepat masuk!! Bentak Abi Yosep pada lelaki tersebut,dan tanpa pikir panjang lagi lelaki itu pun langsung menutup pintu kamarnya,dengan cepat Abi Yosep dan Ayah Candra langsung memutar badannya dan mendekati papah Andre dan Papah Boby yang sedari tadi terkekeh tak henti-hentinya karena melihat ulah Kedua sahabatnya yang berlagak seperti sepasang kekasih.